Cacar Air

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu cacar air?

Cacar air (chickenpox) adalah penyakit kulit akibat infeksi virus yang menyebabkan timbulnya lenting gatal berisi cairan pada seluruh tubuh dan wajah. Infeksi juga bisa menyerang selaput lendir (membran mukosa), seperti di mulut.

Virus biasanya menyerang di masa anak-anak. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan seseorang baru terkena penyakit ini di usia dewasa.

Penyakit ini dapat mudah menular ke orang yang belum pernah terkena atau belum pernah menerima vaksin cacar air.

Setelah sembuh dari cacar air, virus penyebabnya dapat bertahan dalam tubuh dalam kondisi inaktif. Sewaktu-waktu, virus ini dapat kembali terbangun untuk menginfeksi dan memicu penyakit cacar api (cacar ular) yang disebut dengan herpes zoster. Herpes zoster bisa mengakibatkan komplikasi cacar yang berat.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Cacar air adalah penyakit menular yang sangat sering terjadi. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia. Namun, sebagian besar kasus cacar air terjadi pada anak berusia di bawah 15 tahun. 

Orang dengan sistem imun yang lemah lebih berisiko terkena penyakit ini seperti bayi, ibu hamil, dan lansia.

Penyakit ini biasanya muncul sekali seumur hidup. Sangat sedikit orang yang mengalami infeksi cacar air dua kali dalam hidupnya.

Tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala cacar air?

Gejala chicken pox biasanya muncul 7-21 hari setelah tubuh terpapar virus cacar air. Selama masa ini, tubuh akan mulai dipenuhi dengan ruam merah.

Setelah itu, ruam berubah menjadi lenting atau bintik-bintik gatal yang melepuh berisi cairan dan akan mengering membentuk keropeng dalam 5-10 hari.

Dilansir dari Mayo Clinic, lenting yang muncul bisa sangat sedikit tetapi bisa juga hingga lebih dari 500 lenting.

Sebelum kemunculan ruam dan lenting, ada berbagai tanda dan gejala lain yang biasanya muncul sekitar 1 sampai 2 hari sebelumnya, yaitu:

  • Demam.
  • Kehilangan selera makan.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan dan perasaan tidak enak badan.

Secara garis besar, Anda akan melewati tiga fase utama penyakit cacar air setelah ruam muncul, yaitu :

  • Muncunya benjolan merah muda atau merah (papula) selama beberapa hari.
  • Munculnya lepuhan kecil berisi cairan yang terbentuk sekitar satu hari sebelum pecah.
  • Timbul kerak dan keropeng menutupi lepuhan yang rusak.

Biasanya benjolan baru akan terus muncul di seluruh bagian tubuh selama beberapa hari hingga akhirnya berhenti. Pada kasus yang parah, ruam bisa menutupi seluruh tubuh dan lenting bisa muncul di tenggorokan, mata, selaput lendir uretra, anus, hingga vagina.

Anda berisiko menularkan penyakit sejak 2 hari sebelum ruam muncul hingga 6 hari setelah lenting terbentuk. Virus akan tetap menular hingga semua lepuhan yang pecah ini mengeras.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Ketika gejala cacar air mulai muncul, sebaiknya langsung periksakan diri atau anak Anda ke dokter. Dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi keparahan dan meringankan gejala yang Anda atau anak derita.

Selain itu, konsultasikan kembali ke dokter jika Anda atau anak mengalami berbagai gejala seperti:

  • Ruam yang menyebar ke salah satu atau kedua mata.
  • Ruam menjadi lebih sensitif jika disentuh dan terasa panas. Hal ini bisa menjadi tanda infeksi bakteri.
  • Pusing, linglung, denyut jantung cepat, sesak napas, leher kaku, gemetar hingga demam lebih dari 39,4°C.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan sistem imun yang lemah.

Jika memiliki pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan informasi lengkap seputar masalah kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab cacar air?

Penyebab cacar air adalah virus herpes varicella-zoster. Virus ini bisa berpindah dari orang yang terinfeksi ke orang yang sehat dua hari sebelum lepuhan muncul. Virus akan tetap menular sampai semua lepuhan kering. Biasanya virus ini dapat menyebar melalui:

  • Air liur
  • Batuk
  • Bersin
  • Kontak dengan cairan dari lepuhan

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena cacar air?

Siapapun yang belum pernah terpapar atau tertular virus sangat berisiko terkena cacar air. Namun, risikonya akan meningkat pada:

  • Orang yang baru saja melakukan kontak kulit dengan pengidap cacar air.
  • Anak berusia dibawah 12 tahun.
  • Orang yang merokok.
  • Wanita hamil yang belum pernah terinfeksi.
  • Orang yang belum pernah mendapat vaksin cacar air.
  • Orang dewasa yang tinggal dengan anak-anak.
  • Bekerja di sekolah atau tempat penitipan anak di mana virus sangat rentan menyebar luas.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit atau obat-obatan tertentu.

Paparan virus melalui infeksi aktif sebelumnya atau vaksinasi mengurangi risiko terjangkitnya penyakit yang satu ini.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk cacar air?

Bintik-bintik akibat cacar air berbeda dari jenis ruam yang lain sehingga diagnosis mudah ditentukan. Dokter akan melakukan pengecekan riwayat medis dan melihat ruam untuk membuat diagnosis.

Namun, jika ada keraguan, biasanya dokter akan mengeceknya dengan melakukan tes darah atau tes kultur sampel lesi.

Apa saja pilihan obat untuk cacar air?

Cacar air pada anak biasanya tidak membutuhkan obat khusus karena bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, dokter biasanya meresepkan beberapa jenis obat untuk membantu meringankan gejala seperti:

Obat pereda nyeri

Paracetamol biasanya sering diresepkan untuk membantu meredakan demam dan nyeri ringan. Namun, Anda tidak boleh memberikan obat pereda nyeri yang mengandung aspirin pada anak.

Aspirin bisa menyebabkan kondisi yang disebut dengan sindrom Reye. Sindrom Reye adalah kondisi saat otak dan fungsi hati mengalami kerusakan secara tiba-tiba.

Jika demam terus berlangsung lebih dari empat hari dengan suhu di atas 38,8 °C, segera periksakan ke dokter.

Antihistamin

Antihistamin seperti diphenhydramine (Benadryl) termasuk salah satu obat yang diresepkan untuk membantu meredakan gatal. Biasanya obat bisa dalam bentuk krim oles atau obat minum.

Antihistamin menjadi salah satu obat yang cukup penting karena membantu mengurangi risiko menggaruk kulit. Menggaruk lepuhan bisa membuat penyakit menyebar ke bagian tubuh yang lain dan menimbulkan bekas luka cacar nantinya.

Obat antivirus

Untuk orang-orang yang berisiko tinggi mengalami komplikasi dokter akan meresepkan obat untuk mempersingkat infeksi. Selain itu, obat antivirus yang diberikan tentu saja untuk mengurangi risiko komplikasi.

Ibu hamil, bayi di bawah enam bulan, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah termasuk yang berisiko tinggi terkena komplikasi  akibat cacar air.

Dokter biasanya meresepkan acyclovir (Zovirax, Sitavig). Obat antivirus lain, seperti valacyclovir (Valtrex) dan famciclovir, sebenarnya juga bisa mengurangi keparahan penyakit. Namun, obat ini biasanya tidak selalu cocok untuk semua orang.

Obat antivirus yang diberikan dapat mengurangi keparahan cacar air dalam waktu 24 jam setekah ruam pertama muncul.

Vaksinasi

Dalam kasus tertentu, dokter biasanya meminta Anda untuk melakukan vaksin setelah terpapar virus ini. Pasalnya selain mencegah penyakit, vaksin cacar air juga bisa mengurangi keparahan gejala.

Namun, tidak semua orang bisa mendapatkan vaksinasi ini saat sudah sakit. Dokter akan memberikannya hanya jika dibutuhkan.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi cacar air?

Penyakit cacar air merupakan bisa sembuh dengan sendirinya. Oleh karena itu, pengobatan dokter hanya membantu mempersingkat dan meringankan gejala.

Namun selain itu, Anda juga bisa melakukan berbagai perubahan gaya hidup dan perawat rumahan untuk membantu meringankan gejala penyakit ini. Berikut berbagai tindakan yang perlu dilakukan untuk meringankan gejala penyakit cacar air, yaitu:

Tidak menggaruk lepuhan

Menggaruk area kulit yang gatal hanya akan memperparah lepuhan. Menggaruk bisa memperlambat penyembuhan, meningkatkan risiko luka serta infeksi, dan menyebabkan jaringan parut. Untuk itu, Anda perlu menahan diri untuk tidak menggaruk lepuhan secara sadar.

Sayangnya, saat tidur menjadi momen di mana Anda secara tak sadar bisa menggaruk kulit. Menggunting kuku dan menjaganya tetap bersih menjadi cara tepat untuk mencegah luka akibat menggaruk kulit.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan sarung tangan dan kaus kaki saat tidur agar kulit tidak terluka meski tergaruk.

Mandi oatmeal

Rasa gatal yang teramat sangat menjadi salah satu masalah utama saat terkena penyakit cacar air. Mandi oatmeal dalam bak air hangat bisa jadi salah satu solusinya.

Jenis yang biasanya digunakan merupakan oatmeal koloid yang digiling menjadi  bubuk halus. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Drugs in Dermatology menemukan fakta bahwa bahan ini mengandung antioksidan dan antiradang,

Oatmeal koloid juga membantu melembapkan kulit dan berfungsi sebagai emolien untuk mengatasi kulit kering. Selain itu, oatmeal koloid juga memiliki kadar pati yang tinggi untuk membantu menenangkan dan melindungi kulit.

Mandi baking soda

Selain mandi oatmeal, Anda juga bisa menggunakan baking soda untuk campuran mandi. Sama seperti oatmeal, baking soda juga membantu meredakan gatal.

Tambahkan baking soda sekitar 5 sampai 7 sendok makan ke dalam bak mandi berisi air hangat. Kemudian, berendamlah sekitar 15 sampai 20 menit.

Mengoleskan losion calamine

Calamine mengandung berbagai zat yang bisa menenangkan kulit salah satunya zinc oxide. Gunakan losion ini untuk membantu mengurangi rasa gatal yang mengganggu.

Anda hanya perlu mengoleskan losion dengan menggunakan jari bersih atau kapas pada area yang gatal. Namun, jangan gunakan losion pada lenting di sekitar mata.

Mengompres kulit dengan teh chamomile

Teh chamomile bisa membantu menenangkan area kulit yang gatal akibat penyakit cacar air. Teh herbal ini mengandung antiseptik dan antiradang yang bagus untuk mengurangi gejala pada penyakit cacar air.

Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu melarutkan dua hingga tiga kantong teh chamomile dalam sebaskom kecil air hangat.

Kemudian, rendam kain, handuk, atau kapas ke dalam larutan teh. Setelah itu, tempelkan handuk ke area kulit yang gatal. Setelah selesai, tepuk-tepuk kulit hingga mengering.

Makan makanan yang lunak

Jika lepuhan akibat penyakit cacar air muncul di sekitar mulut, jangan makan makanan yang keras. Pasalnya, Anda membutuhkan usaha lebih untuk mengunyahnya.

Hal ini justru bisa membuat lepuhan terasa semakin sakit. Sebaliknya, makanlah makanan lunak agar mudah dikunyah dan juga dicerna usus.

Minum banyak air

Minum banyak air saat terserang penyakit cacar air membantu mencegah dehidrasi. Ketika terhidrasi dengan baik, tubuh bisa melakukan berbagai tugasnya termasuk untuk memulihkan kondisi.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah cacar air?

Cara terbaik mencegah kemunculan penyakit cacar air yaitu dengan melakukan vaksin. Vaksin memberikan perlindungan menyeluruh dari virus varicella zoster yang diberikan. Ketika vaksin tidak memberikan perlindungan yang menyeluruh, keparahan cacar air tetap bisa dikurangi.

Tak perlu khawatir, vaksin cacar air aman untuk anak-anak dan orang dewasa. Sejak vaksin ini tersedia, ada banyak penelitian yang membuktikan bahwa vaksin ini aman dan efektif.

Adapun efek samping yang ditimbulkannya cukup ringan. Kemerahan, pegal, dan terkadang benjolan kecil di lokasi suntikan menjadi efek yang kerap muncul.

Umumnya vaksin direkomendasikan untuk:

Anak-anak

Anak-anak berusia 12 bulan hingga 12 tahun wajib mendapatkan 2 dosis vaksin. Vaksin biasanya diberikan saat anak berusia 12 hingga 15 bulan dan 4 hingga 6 tahun.

Vaksin ini juga bisa dikombinasikan dengan campak, gondong, dan rubela (MMR). Namun efeknya, pada sebagian anak kombinasi ini bisa meningkatkan risiko demam dan kejang.

Orang dewasa yang berisiko

Orang dewasa yang tidak divaksinasi dan belum pernah terkena cacar air berisiko tinggi terkena penyakit ini. Apalagi jika Anda bekerja di tempat penitipan anak atau layanan kesehatan.

Biasanya dokter atau petugas kesehatan akan memberikan dua dosis vaksin. Tidak sekaligus, vaksin akan diberikan secara terpisah selama empat hingga delapan minggu.

Jika Anda lupa pernah melakukan vaksin atau mengidap cacar air, dokter akan melakukan tes darah. Tes darah membantu menentukan kekebalan tubuh Anda.

Siapa saja yang tidak boleh melakukan vaksin?

Vaksin tidak boleh diberikan pada:

  • Wanita hamil.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit atau obat.
  • Orang yang alergi terhadap gelatin atau antibiotik neomycin.

Intinya, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum melakukan vaksin. Kemudian, tanyakan pada dokter terkait apakah Anda memang membutuhkannya.

Jika Anda berencana untuk hamil dalam waktu dekat, tanyakan pada dokter kira-kira boleh atau tidak melakukan suntik vaksin.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 21/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Obat Tradisional yang Membantu Penyembuhan Cacar Air Secara Alami

Selain pengobatan medis, obat tradisional yang berasal dari beberapa bahan alami turut membantu proses pemulihan cacar air. Bagaimana cara membuatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 16/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Anak-anak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Orangtua dapat mengukur tekanan darah anak di rumah dengan panduan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Health Centers 22/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ciuman bibir

8 Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Ciuman Bibir

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15/07/2020 . Waktu baca 4 menit
teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Vaksin cacar air

Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 8 menit
Salep untuk cacar air

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . Waktu baca 6 menit