Pemfigoid Bulosa

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)?

Pemfigoid bulosa atau bullous pemphigoid adalah penyakit kulit yang langka yang menyerang sistem imun. Penyakit ini diawali dengan kemerahan atau ruam (urtikaria) kemudian berubah menjadi lenting besar berisi cairan setelah beberapa minggu atau bulan. 

Cairan di dalam lenting ini biasanya bening, namun bisa berubah menjadi sedikit keruh atau kemerahan berisi darah. Lenting biasanya muncul di area area lipatan kulit seperti ketiak, paha atas, dan perut bagian bawah. Pada kasus yang parah, lepuh bisa juga menutupi sebagai besar kulit, termasuk bagian dalam mulut. 

Pemfigoid bulosa adalah penyakit yang dapat berkembang menjadi kronis bila dibiarkan berkepanjangan atau tidak menjalani perawatan setelah pemulihan. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat jika Anda mengembangkan penyakit ini. 

Dikutip dari Mayo Clinic, bullous pemphigoid biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, tetapi mungkin membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk menyelesaikannya. Perawatan biasanya membantu menyembuhkan lepuh dan mengurangi rasa gatal.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Pemfigoid bulosa adalah penyakit yang paling umum terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun dan sangat berbahaya jika pasien memiliki kondisi kesehatan yang buruk. Anda dapat membatasi peluang terkena penyakit dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)?

Beberapa pasien tidak menunjukkan gejala apa pun atau hanya memiliki kemerahan ringan dan iritasi tanpa lecet. Meski begitu, tanda dan gejala pemfigoid bulosa adalah:

  • Kemerahan gatal, dan rasa terbakar di beberapa area kulit.
  • Pada tahap yang lebih serius lenting-lenting mulai bermunculan, biasanya di area ketiak, tangan, perut, paha bagian dalam dan kaki.
  • Pada sekitar 1/3 pasien penderita pemfigoid, bulosa juga bisa berkembang di mulut. Bisul dapat pecah dan membentuk ulkus atau luka terbuka.

Kemungkinan terdapat tanda-tanda atau gejala bullous pemphigoid yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran tertentu mengenai gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki lecet tanpa sebab atau muncul gatal ruam pada kulit yang tidak hilang, silakan temui dokter Anda. Status serta kondisi kesehatan dapat bervariasi pada setiap orang. Selalu diskusikan dengan dokter untuk menjalani metode diagnostik, pengobatan dan perawatan yang terbaik bagi Anda. 

Penyebab

Apa penyebab pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)?

Sampai saat ini penyebab pemfigoid bulosa belum jelas. Namun kemungkinan ada kaitannya dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, efek yang ditimbulkan oleh penyakit lain, atau karena efek samping obat.

Ketika seseorang mengalami pemfigoid bulosa, sistem kekebalan tubuhnya akan menghasilkan antibodi yang melawan jaringan epidermis dan dermis kulit. Antibodi ini akan aktif dan menyebabkan inflamasi dan mengakibatkan kulit melepuh dan gatal.

Penyebab lain yang mungkin terjadi dari pemfigoid bulosa adalah:

  • Obat. Penggunaan beberapa obat sekaligus dapat memicu pemfigoid bulosa, antara lain penicilin, etanercept (Enbrel), sulfasalazine (Azulfidine) dan furosemide (Lasix).
  • Terapi cahaya serta radiasi. Penggunaan terapi sinar UV untuk mengobati penyakit kulit tertentu dapat memicu pemfigoid bulosa, seperti terapi radiasi untuk pengobatan kanker. 
  • Kondisi medis. Gangguan yang dapat memicu bullous pemphigoid, termasuk psoriasis, lichen planus, diabetes, rheumatoid arthritis, kolitis ulserativa, dan multiple sclerosis

Faktor-faktor risiko

Apa yang dapat meningkatkan risiko saya terkena pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)? 

Pemfigoid bulosa biasanya terjadi pada mereka yang berusia di atas 60 tahun, karena semakin tua usia seseorang maka risiko terkena penyakit akan semakin meningkat. 

Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko di atas bukan berarti Anda tidak akan terserang penyakit. Faktor-faktor tersebut bersifat umum dan hanya digunakan sebagai referensi saja. Silakan Anda konsultasikan dengan dokter spesialis untuk informasi lebih jelas.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti saran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)?

Dokter akan memberikan obat anti-inflamasi yakni kortikosteroid, juga obat yang dapat diminum serta yang melalui suntikan. 

Untuk kasus ringan, pasien akan diberikan kortikosteroid topikal. Dokter juga mungkin akan memberikan obat yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Dikutip dari situs layanan kesehatan masyarakat Britania Raya, NHS, perawatan dapat membantu kulit Anda sembuh, menghentikan bercak atau lepuh baru muncul, dan mengurangi risiko kulit Anda terinfeksi. 

Kulit Anda akhirnya akan sembuh tanpa jaringan parut, tetapi mungkin terlihat lebih gelap dari sebelumnya. 

Tes apakah yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter Anda akan mendiagnosis berdasarkan riwayat medis dan tes pada beberapa titik di kulit. Dokter akan memeriksa bagian yang bengkak kulit luar, meneliti sampel kulit dan dalam beberapa kasus dokter akan mengambil tes darah. 

Selain itu, dokter juga akan melakukan biopsi kulit, mengambil sampel kecil dari kulit penderita untuk memastikan keakuratan diagnosa.

Pengobatan di rumah

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bagaimanakah yang dapat membantu mengatasi pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi pemfigoid bulosa.

  • Minumlah obat sesuai dengan yang tertera di dalam resep. Anda juga harus memberi tahu dokter mengenai seluruh obat-obatan yang Anda gunakan, termasuk obat yang diresepkan.
  • Makanlah makanan yang bergizi. Menjalani diet minuman ringan dapat membantu Anda mengurangi rasa sakit saat makan atau menelan. 
  • Rajin membersihkan tubuh terutama kulit untuk mencegah terjadinya infeksi. 
  • Lakukan pengecekan saat Anda dalam proses pemulihan. Perhatikan tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, cairan kotor, nyeri, bengkak atau bengkak di area sekitar kelenjar getah bening serta demam. 
  • Cucilah pakaian, handuk dan kain-kain secara teratur bila terkena cairan bulosa, atau bulosa pecah/mengalami infeksi.
  • Hubungi dokter segera jika Anda mengalami infeksi, pembengkakan pada kulit yang parah, atau muncul gejala baru lainnya.
  • Segera kunjungi klinik terdekat jika Anda mengalami demam, lesu, perasaan bingung atau lemas. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, ataupun perawatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

Saat berpergian Anda lebih rentan terkena penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. Inilah kelima serangan penyakit saat liburan yang perlu dihindari.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

5 Cara Mengatasi Gatal di Sela Jari Kaki

Rasa gatal yang tiba-tiba muncul terkadang dapat mengganggu aktivitas Anda. Yuk, simak cara mengatasi gatal pada sela jari kaki Anda!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

10 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

Anda bisa mencegah penyakit diabetes. Namun, apa saja tindakan pencegahan diabetes yang bisa Anda lakukan? Baca lebih jelasnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
komplikasi lupus

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
sahur untuk autoimun

Panduan Sahur untuk Penderita Penyakit Autoimun

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020
mengukur tekanan darah anak

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020