Pelvic Organ Prolapse

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu pelvic organ prolapse?

Pelvic organ prolapse adalah kondisi di mana otot dan ligamen yang menyokong organ-organ di sekitar daerah panggul melemah. Kondisi ini menyebabkan organ-organ menyelip keluar dari posisi awalnya sehingga organ rahim, kandung kemih atau dubur menjadi turun. Kondisi ini semakin lama semakin dan menyebabkan gejala yang berbahaya jika tidak diobati pada waktunya.

Gejala pelvic organ prolapse, penyebab pelvic organ prolapse, dan obat pelvic organ prolapse, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah pelvic organ prolapse?

Semua orang dapat mengalami penyakit ini. Namun, biasanya terjadi pada perempuan. Penyakit ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala pelvic organ prolapse?

Gejala pelvic organ prolapse adalah:

  • Panggul terasa tertekan
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Perdarahan pada vagina
  • Buang air kecil tak terkendali
  • Sakit pada bagian bawah punggung
  • Masalah dalam buang air besar
  • Merasa mudah kenyang

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter Anda jika Anda memiliki masalah dalam buang air kecil, pendarahan vagina, atau gejala apapun yang tercantum di atas. Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab pelvic organ prolapse?

Penyebab yang paling umum adalah karena proses melahirkan yang meregangkan otot-otot yang mendukung organ panggul. Penyebab lainnya adalah penurunan kadar estrogen pada masa menstruasi sebelum dan sesudah menopause, sehingga kekurangan kolagen yang dibutuhkan untuk mendukung jaringan yang membentuk daerah panggul. Penyebab lain seperti obesitas, batuk berkepanjangan, mengejan saat buang air besar (sembelit), dan kanker juga menyebabkan prolaps.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk pelvic organ prolapse?

Ada banyak faktor risiko untuk penyakit ini, seperti:

  • Kegemukan atau obesitas
  • Mengangkat benda yang berat secara teratur
  • Batuk berkepanjangan
  • Mengejan saat buang air besar (sembelit)
  • Kanker

Tidak memiliki risiko tidak berarti Anda tidak dapat memiliki pelvic organ prolapse. Faktor risiko yang tercantum di atas hanya untuk referensi. Itu selalu terbaik untuk mendiskusikan dengan spesialis Anda untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk pelvic organ prolapse?

Hindarilah mengejan saat buang air besar, mengangkat benda yang terlalu berat, batuk berkepanjangan, dan hindari sembelit. Makanlah makanan yang kaya serat untuk dapat membantu mengobati sembelit. Lakukan latihan kegel untuk menguatkan otot. Jika tidak berhasil, Anda dapat melakukan terapi fisik. Wanita setelah menopause dapat menggunakan terapi hormon pengganti untuk memperbaiki otot. Jika perawatan ini tidak efektif, operasi atau pemasangan perangkat pendukung dapat dilakukan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk pelvic organ prolapse?

Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan pada daerah panggul Anda. Tes darah dan tes urine mungkin diperlukan. Ultrasonografi dan rontgen juga dapat dilakukan untuk diagnosis yang lebih tepat.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pelvic organ prolapse?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi pelvic organ prolapse:

  • Periksakan selalu diri Anda ke dokter untuk memantau perkembangan gejala dan kondisi kesehatan Anda
  • Ikuti petunjuk dokter, gunakan obat yang telah diresepkan, jangan berhenti menggunakan obat Anda atau mengubah dosisnya tanpa petunjuk dari dokter Anda
  • Lakukan latihan Kegel seperti yang diarahkan
  • Makan makanan yang sehat yang mengandung banyak serat, buah, dan minum banyak cairan untuk mencegah sembelit
  • Jangan merokok. Hal ini dapat menyebabkan batuk kronis
  • Jagalah berat badan yang sehat

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengenali Ciri-ciri Andropause, ‘Menopause’ Pada Pria

Apakah Anda merasa tidak bergairah? Jangan khawatir dulu. Mungkin Anda sedang mengalami gejala andropause? Cek di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Seks & Asmara, Tips Sehat 20 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Inkontinensia Urin

Inkontinensia urin adalah gangguan kandung kemih yang menyebabkan kesulitan mengontrol keluarnya air kencing. Berikut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (infeksi saluran kencing) adalah ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Apa gejalanya? Bagaimana menangani kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 6 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis adalah

Uretritis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mempersiapka gejala menopause

Memasuki Usia 40-an? Begini Cara Bersiap-siap Menghadapi Menopause

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit