Nyeri Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu nyeri payudara?

Nyeri payudara adalah rasa nyeri atau tidak nyaman di payudara dan ketiak. Kebanyakan wanita yang mengalami kondisi ini sering merasa cemas dan tidak aman.

Padahal, hal itu bukan tanda-tanda kanker payudara dan tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Kondisi tersebut tidak menyebar dan diwariskan dari generasi ke generasi dalam sebuah keluarga.

Biasanya kondisi itu terbagi dalam dua kategori: siklis dan non siklis. Keduanya sangat berbeda dari penyebab payudara sakit, tanda-tanda, gejala, dan pengobatannya.

Seberapa umumkah nyeri payudara?

Nyeri payudara memang sangat umum terjadi pada wanita dari segala usia, etnis, dan kondisi lingkungan yang berbeda. Wanita yang sedang menstruasi sering menderita nyeri payudara siklis, sementara wanita yang menopause bisa menderita yang non-siklis.

Anda bisa membatasinya dengan mengurangi beberapa risiko. Silakan konsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala nyeri payudara?

Tanda-tanda dan gejala kondisi ini sangat bergantung pada jenisnya. Ada dua jenis nyeri pada payudara:

Siklis

Jenis siklis biasanya terjadi di kedua payudara, biasanya disertai rasa nyeri menyebar ke tangan dan lengan. Penyebab payudara sakit paling parah terjadi biasanya sebelum menstruasi dan baru sembuh ketika siklis berakhir.

Non-siklis

Jenis non-siklis biasanya terjadi hanya di satu payudara dengan gejala paling menonjol adalah rasa sakit yang parah di satu area payudara.

Mungkin ada gejala dan tanda-tanda lain yang tidak disebutkan. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang tanda-tanda ini, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya saya bertemu dokter?

Anda sebaiknya konsultasi ke dokter jika:

  • Ada benjolan di tumor payudara
  • Ada cairan di puting
  • Puting terlihat tidak biasa
  • Muntah-muntah, kelelahan, demam
  • Nyeri pada payudara bertahan lama

Ketika terdeteksi atau melihat tanda-tanda penyakit, Anda sebaiknya pergi ke rumah sakit atau ke dokter untuk segera diperiksa dan diobati.

Penyebab

Apa penyebab nyeri payudara?

Kadang-kadang tidak mungkin untuk mengetahui penyebab pasti sakit di bagian payudara. Faktor-faktor yang mungkin jadi penyebab sakit di payudara yaitu:

Ukuran payudara besar

Seringnya tidak disadari, ukuran payudara besar bisa menjadi penyebab sakit. Bahkan, seorang ahli penyakit dalam, dr. Jomo James, menyebutkan bahwa rasa sakit akibat ukuran payudara ini bisa menjalar hingga ke area punggung dan leher karena jumlah lemak yang cukup bertumpu di bagian tubuh atas Anda.

Penumpukan berat di area dada ini juga akan membuat postur tubuh cenderung membungkuk (lordosis) demi menahan berat badan tersebut. Gejala yang umum terjadi pada orang yang memiliki lordosis adalah nyeri otot.

Wanita dengan kondisi tersebut mungkin mengalami sakit pada payudara. Mereka juga mungkin mengalami masalah lain, seperti sakit punggung dan nyeri bahu.

Masalah pada struktur payudara

Penyebab rasa sakit di payudara bisa juga adanya perubahan yang terjadi pada saluran susu atau kelenjar susu.

Hal ini bisa disebabkan karena adanya kista payudara, trauma payudara sebelum operasi payudara, atau faktor lain yang terlokalisir ke payudara yang bisa menyebabkan payudara terasa nyeri.

Perubahan hormon

Peningkatan hormon estrogen dan progesteron saat menstruasi dan trimester awal kehamilan seringkali jadi penyebab rasa sakit pada payudara.

Bedanya, nyeri akibat PMS akan mereda begitu menstruasi Anda selesai, sementara rasa sakit di payudara dengan kehamilan sebagai penyebab bisa terus berlangsung selama hormon kehamilan progesteron masih terus meningkat selama usia kehamilan Anda.

Selain itu, wanita juga bisa mengeluhkan rasa sakit di payudara selama usia menopause. Menjelang masuk usia menopause, hormon progesteron dan estrogen terus mengalami naik-turun.

Ketika hormon-hormon ini melonjak, jaringan payudara akan mengalami perubahan yang dapat membuat payudara terasa nyeri. Kondisi ini dapat menghilang setelah hormon kembali stabil dan melewati masa menopause.

Efek samping obat

Obat kesuburan wanita dan pil KB, dapat menjadi penyebab payudara terasa sakit. Efek samping ini juga dapat Anda alami dari penggunaan obat antidepresan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor).

Beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat kesuburan dan pil kontrasepsi, bisa berhubungan dengan penyebab sakit di payudara. Selain itu, nyeri payudara bisa terjadi karena efek samping dari terapi hormon estrogen dan progesteron.

Penyebab payudara sakit juga bisa ditimbulkan dari antidepresan tertentu, termasuk antidepresan penghambat serotonin selektif (SSRI), seperti fluoxetine (Prozac, Prozac Mingguan, Sarafem) dan setraline (Zoloft).

Ketidakseimbangan asam lemak

Ketidakseimbangan asam lemak dalam sel tubuh dapat mempengaruhi jaringan payudara menjadi lebih sensitif terhadap pengaruh hormon sehingga bisa menyebabkan nyeri pada payudara.

Penyebab lainnya

Rutinitas olahraga yang terlalu keras, mengangkat atau menarik barang berat, hingga memakai bra dengan ukuran yang tidak pas juga bisa menjadi penyebab payudara sakit.

Semua hal ini disebabkan oleh otot pektoral di bawah payudara yang tertarik. Untuk mengatasi hal ini, tempelkan koyo panas dan konsumsi obat pereda nyeri.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk nyeri payudara?

Faktor utama yang meningkatkan risiko nyeri pada payudara, yaitu:

  • Siklus menstruasi
  • Kista atau cedera payudara
  • Mengonsumsi obat hormon
  • Payudara besar bisa terkena payudara nyeri dengan jenis non siklis
  • Operasi dada: nyeri dada bisa terjadi setelah operasi payudara, dan bisa berlanjut setelah luka operasi sembuh.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk nyeri payudara?

Jika Anda menderita jenis siklis, kondisi ini akan berkurang saat siklus menstruasi berakhir tanpa campur tangan obat dan bantuan dokter. Tapi bagi banyak wanita, nyeri pada payudara bisa datang lagi ketika kembali menstruasi.

Jika Anda menderita nyeri pada payudara non siklis, Anda perlu diobati dengan obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol dan ibuprofen. Idealnya Anda sebaiknya konsultasi dengan dokter Anda atau apoteker sebelum mengkonsumsi obat.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk nyeri payudara?

Dokter Anda akan memeriksa kondisi dengan mempertimbangkan rekam medis atau pemeriksaan payudara. Kalau Anda diduga mengalaminya, dokter Anda akan melakukan mammografi dan USG payudara untuk memastikan kondisi medis Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri payudara?

Berikut ini gaya hidup dan pengobatan di rumah yang bisa membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Memakai bra yang tepat
  • Memakai bra olahraga saat berolahraga, terutama ketika dada Anda sensitif
  • Coba terapi relaksasi
  • Hati-hati menggunakan berbagai jenis penghilang rasa sakit non resep, seperti acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (Advil, Motrin IB). Tanyakan kepada dokter Anda berapa banyak sebaiknya dosisnya, karena pemakaian obat untuk waktu yang lama bisa meningkatkan risiko penyakit hati dan efek samping lainnya
  • Perhatikan kondisi diri sendiri untuk mengetahui apakah Anda mengalami payudara siklis atau non siklis
  • Makan makanan diet rendah lemak dan gunakan minyak nabati ketika memasak

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui solusi terbaik.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 22, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca