Nyeri Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu nyeri payudara?

Payudara nyeri adalah kondisi payudara dan ketika yang terasa nyeri dan tidak nyaman. Kebanyakan wanita yang mengalami kondisi ini sering merasa cemas dan tidak aman.

Umumnya, mereka akan mengira bahwa itu disebabkan kanker payudara. Padahal, bukan. Payudara yang sakit juga umumnya tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Kondisi tersebut tidak menyebar dan diwariskan dari generasi ke generasi dalam sebuah keluarga.

Biasanya kondisi itu terbagi dalam dua kategori: siklis dan non siklis. Keduanya sangat berbeda dari penyebab payudara sakit, tanda-tanda, gejala, dan pengobatannya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Payudara nyeri sangat umum terjadi pada wanita dari segala usia, etnis, dan kondisi lingkungan berbeda. Wanita yang sedang menstruasi sering menderita nyeri payudara siklis, sementara wanita yang menopause bisa menderita yang non-siklis.

Anda bisa membatasinya dengan mengurangi beberapa risiko. Silakan konsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa tanda dan gejala payudara nyeri?

Tanda-tanda dan gejala kondisi ini sangat bergantung pada jenisnya. Secara umum, terdapat dua jenis nyeri payudara, yaitu:

Siklis

Jenis siklis biasanya terjadi di kedua payudara yang disertai rasa nyeri ke tangan dan lengan.

Biasanya, kondisi ini paling parah terjadi sebelum menstruasi dan baru akan sembuh ketika siklis berakhir.

Non-siklis

Jenis non-siklis biasanya terjadi hanya pada satu payudara. Gejala yang paling menonjol adalah rasa sakit yang parah di satu area payudara.

Mungkin ada gejala dan tanda-tanda lain yang tidak disebutkan. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang tanda-tanda ini, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya saya ke dokter?

Anda sebaiknya konsultasi ke dokter jika:

  • Ada benjolan di payudara
  • Ada cairan di puting
  • Puting terlihat tidak biasa
  • Muntah-muntah, kelelahan, demam
  • Nyeri tak kunjung hilang

Ketika terdeteksi atau melihat tanda-tanda penyakit, Anda sebaiknya pergi ke rumah sakit atau ke dokter untuk segera diperiksa dan diobati.

Penyebab

Apa penyebab nyeri payudara?

Kadang-kadang, sulit untuk mengetahui penyebab sakit di payudara. Beberapa faktor berikut bisa saja jadi penyebabnya:

Hormon reproduksi

Payudara nyeri tipe siklis mungkin muncul ketika Anda menstruasi. Biasanya, rasa sakitnya akan muncul menjelang menstruasi dan hilang usai menstruasi.

Perubahan hormon estrogen dan progesteron pada masa kehamilan juga ikut menyebabkan rasa sakit yang Anda rasakan. Begitu juga saat Anda memasuki masa menopause.

Struktur payudara

Rasa sakit yang Anda rasakan bisa jadi karena struktur periodik payudara, seperti kista, cedera, atau bekas operasi payudara.

Oleh karena letaknya di dada, nyeri yang Anda rasakan juga bisa dimulai dari luar payudara dan menyebar ke dada.

Ketidakseimbangan asam lemak

Ketidakseimbangan asam lemak dalam sel bisa memengaruhi sensitivitas jaringan payudara. Ini biasa terjadi karena adanya kelebihan atau kekurangan asupan asam lemak melalui makanan. Asam lemak mempengaruhi struktur payudara karena payudara sendiri terdiri dari lapisan jaringan dan banyak lemak.

Penggunaan obat-obatan

Beberapa obat hormon, termasuk obat kesuburan atau pil KB bisa menjadi salah satu penyebab nyeri payudara yang Anda rasakan.

Bisa pula, nyeri yang dirasakan karena efek samping dari terapi hormon estrogen dan progesteron.

Penyebab payudara sakit juga bisa ditimbulkan dari antidepresan tertentu, termasuk antidepresan penghambat serotonin selektif (SSRI), seperti fluoxetine (Prozac, Prozac Mingguan, Sarafem) dan setraline (Zoloft).

Ukuran payudara

Wanita berpayudara besar mungkin tidak mengalami nyeri payudara siklis, melainkan non siklis. Bahkan, wanita yang memiliki ukuran payudara besar bisa merasakan sakit leher, pundak, dan punggung, disertai nyeri dada.

Penyebab payudara sakit yang satu ini diakibatkan jumlah lemak yang cukup banyak bertumpu di bagian atas tubuh Anda.

Operasi dada

Rasa sakit ini mungkin muncul setelah Anda melakukan operasi payudara. Sekalipun dapat berlanjut setelah bekas operasi sembuh, ada pula yang tak mengalami rasa sakit lagi setelahnya.

Penyebab lainnya

Beberapa hal yang juga bisa menjadi penyebab Anda merasakan sakit di payudara adalah aktivitas yang Anda lakukan.

Melakukan olahraga berat atau mengangkat barang yang berat bisa membuat otot pektoral di bawah payudara tertarik. Akibatnya, Anda merasakan sakit.

Tak hanya itu, salah ukuran saat menggunakan bra juga bisa menjadi penyebab payudara sakit.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami nyeri payudara?

Faktor utama yang meningkatkan risiko nyeri pada payudara, yaitu:

  • Siklus menstruasi
  • Kista atau cedera payudara
  • Mengonsumsi obat hormon
  • Payudara besar
  • Pernah melakukan operasi dada

Obat & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk nyeri payudara?

Pilihan pengobatan untuk kondisi ini akan berbeda-beda bergantung jenis yang Anda alami.

Jika Anda mengalami jenis siklis, kondisi ini akan berkurang dan hilang dengan sendirinya saat siklus menstruasi berakhir. Anda mungkin tak memerlukan obat ataupun bantuan dokter.

Meski begitu, bagi banyak wanita, rasa sakit ini bisa datang lagi saat kembali menstruasi.

Jika Anda menderita nyeri pada payudara non-siklis, Anda bisa mengobatinya dengan penghilang rasa sakit, seperti paracetamol dan ibuprofen.

Sebelum mengonsumi obat-obatan tersebut, idealnya konsultasikanlah dengan dokter Anda terlebih dulu.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Dokter Anda akan memeriksa kondisi dengan mempertimbangkan rekam medis atau pemeriksaan payudara.

Kalau Anda diduga mengalaminya, dokter Anda akan melakukan mammografi dan USG payudara untuk memastikan kondisi medis Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri payudara?

Berikut ini gaya hidup dan pengobatan di rumah yang bisa membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Memakai bra yang tepat
  • Memakai bra olahraga saat berolahraga, terutama ketika dada Anda sensitif
  • Coba terapi relaksasi
  • Hati-hati menggunakan berbagai jenis penghilang rasa sakit non resep, seperti acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (Advil, Motrin IB). Tanyakan kepada dokter Anda berapa banyak sebaiknya dosisnya, karena pemakaian obat untuk waktu yang lama bisa meningkatkan risiko penyakit hati dan efek samping lainnya
  • Perhatikan kondisi diri sendiri untuk mengetahui apakah Anda mengalami payudara siklis atau non siklis
  • Makan makanan diet rendah lemak dan gunakan minyak nabati ketika memasak

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui solusi terbaik.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 11, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca