Nyeri Payudara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu payudara nyeri?

Payudara nyeri adalah kondisi ketika payudara terasa sakit dan tidak nyaman. Kebanyakan wanita yang mengalami kondisi ini sering merasa cemas dan khawatir.

Umumnya, mereka akan mengira bahwa itu disebabkan kanker payudara. Padahal, bukan.

Payudara yang sakit juga umumnya tidak membuat faktor risiko yang jadi penyebab kanker payudara meningkat. Kondisi tersebut tidak menyebar dan diwariskan dari generasi ke generasi dalam sebuah keluarga.

Dikutip dari Mayo Clinic, biasanya kondisi ini terbagi ke dalam dua kategori, yaitu siklis dan non-siklis. Keduanya sangat berbeda, baik dari penyebabnya, tanda-tanda, gejala, dan pengobatannya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Rasa sakit di payudara ini sangat umum terjadi pada wanita dari segala usia, etnis, dan kondisi lingkungan berbeda.

Wanita yang sedang menstruasi sering menderita nyeri payudara siklis, yaitu yang terjadi akibat siklus menstruasi. Sementara itu, wanita yang memasuki usia menopause mungkin menderita yang non-siklis.

Anda bisa mencegah hal ini dengan mengurangi beberapa risiko. Cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Tanda-tanda & gejala

Apa tanda dan gejala payudara nyeri?

Tanda-tanda dan gejala payudara nyeri berbeda-beda, bergantung jenis yang Anda alami. Seperti yang telah disebutkan, terdapat dua jenis nyeri payudara, yaitu:

Siklis

Jenis siklis biasanya terjadi di kedua payudara yang mungkin disertai rasa nyeri menjalar ke tangan dan lengan.

Biasanya, kondisi ini paling parah terjadi sebelum menstruasi dan baru akan sembuh ketika siklusnya berakhir.

Non-siklis

Jenis non-siklis biasanya terjadi hanya pada satu payudara. Gejala yang paling menonjol adalah rasa sakit yang parah di satu area payudara.

Mungkin ada gejala dan tanda-tanda lain yang tidak disebutkan. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang tanda-tanda ini, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya saya ke dokter?

Anda sebaiknya konsultasi ke dokter jika:

  • Ada benjolan di payudara
  • Ada cairan di puting
  • Puting terlihat tidak biasa
  • Muntah-muntah, kelelahan, demam
  • Nyeri tak kunjung hilang

Penyebab

Apa penyebab payudara nyeri?

Kadang-kadang, sulit untuk mengetahui penyebab nyeri yang muncul di payudara. Namun, beberapa faktor berikut bisa saja menjadi penyebab rasa sakit yang muncul di payudara, dilansir dari Healthline:

1. Hormon reproduksi

Payudara nyeri tipe siklis mungkin muncul ketika Anda menstruasi. Biasanya, rasa sakitnya akan muncul menjelang menstruasi dan hilang usai menstruasi.

Perubahan hormon estrogen dan progesteron pada masa kehamilan juga ikut menyebabkan rasa sakit yang Anda rasakan. Begitu juga saat Anda memasuki masa menopause.

2. Struktur payudara

Penyebab nyeri di payudara yang Anda rasakan bisa jadi karena ada masalah struktur payudara, seperti kista, cedera, atau bekas operasi payudara.

Oleh karena letaknya di dada, rasa sakit yang Anda rasakan juga bisa dimulai dari luar payudara dan menyebar ke dada.

3. Ketidakseimbangan asam lemak

Ketidakseimbangan asam lemak dalam sel bisa memengaruhi sensitivitas jaringan payudara. Ini biasa terjadi karena adanya kelebihan atau kekurangan asupan asam lemak melalui makanan.

Asam lemak memengaruhi strukturnya, karena payudara sendiri terdiri atas lapisan jaringan dan banyak lemak.

4. Penggunaan obat-obatan

Beberapa obat hormon, termasuk obat kesuburan atau pil KB bisa menjadi salah satu penyebab nyeri yang Anda rasakan di payudara.

Bisa pula, sakit yang dirasakan karena efek samping dari terapi hormon estrogen dan progesteron.

Penyebab payudara sakit juga bisa ditimbulkan dari antidepresan tertentu, termasuk antidepresan penghambat serotonin selektif (SSRI), seperti fluoxetine (Prozac, Prozac Mingguan, Sarafem) dan setraline (Zoloft).

5. Ukuran payudara

Nyeri yang dialami oleh wanita berpayudara besar mungkin bukan jenis siklis, melainkan non-siklis. Bahkan, wanita yang memiliki ukuran payudara besar bisa merasakan sakit leher, pundak, dan punggung, disertai nyeri dada.

Penyebab sakit di payudara yang satu ini diakibatkan jumlah lemak yang cukup banyak bertumpu di bagian atas tubuh Anda.

6. Operasi dada

Rasa sakit juga mungkin muncul setelah Anda melakukan operasi payudara. Beberapa orang tetap merasakan sakit setelah bekas operasi sembuh, sedangkan beberapa lainnya mengaku tak merasa sakit lagi.

7. Penyebab lainnya

Beberapa hal yang juga bisa menjadi penyebab Anda merasakan sakit di payudara adalah aktivitas yang Anda lakukan.

Melakukan olahraga berat atau mengangkat barang yang berat bisa membuat otot pektoral di bawah payudara tertarik. Akibatnya, Anda merasakan sakit.

Tak hanya itu, salah ukuran saat menggunakan bra juga bisa menjadi penyebab payudara terasa sakit.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami nyeri payudara?

Faktor utama yang meningkatkan risiko nyeri pada payudara, yaitu:

  • Siklus menstruasi
  • Kista atau cedera payudara
  • Mengonsumsi obat hormon
  • Ukuran payudara besar
  • Pernah melakukan operasi dada

Obat & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Cara mengatasi payudara yang nyeri

Umumnya, cara mengatasi payudara yang nyeri dilakukan dengan konsumsi obat. Namun, pilihan pengobatan untuk kondisi ini akan berbeda-beda bergantung jenis yang Anda alami.

Jika Anda mengalami payudara nyeri jenis siklis, kondisi ini akan berkurang dan hilang dengan sendirinya saat siklus menstruasi berakhir. Anda mungkin tak memerlukan obat ataupun bantuan dokter.

Jika Anda menderita tipe non-siklis, Anda bisa mengobatinya dengan penghilang rasa sakit, seperti paracetamol dan ibuprofen.

Sebelum mengonsumi obat-obatan tersebut, idealnya konsultasikanlah dengan dokter Anda terlebih dulu.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Dokter Anda akan memeriksa kondisi dengan mempertimbangkan rekam medis atau pemeriksaan payudara untuk memastikan bahwa rasa sakit yang Anda rasakan bukanlah karena hal yang lebih serius.

Apabila Anda diduga mengalami kondisi yang lebih serius, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan mammografi dan USG payudara untuk memastikan kondisi medis Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pencegahan untuk mengatasi nyeri payudara?

Berikut ini adalah beberapa gaya hidup dan upaya pencegahan yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengatasi nyeri payudara.

  • Memakai bra yang tepat
  • Memakai bra olahraga saat berolahraga, terutama ketika dada Anda sensitif
  • Coba terapi relaksasi
  • Hati-hati menggunakan berbagai jenis penghilang rasa sakit non-resep, seperti acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (Advil, Motrin IB). Tanyakan kepada dokter Anda berapa banyak sebaiknya dosisnya, karena pemakaian obat untuk waktu yang lama bisa meningkatkan risiko penyakit hati dan efek samping lainnya
  • Perhatikan kondisi diri sendiri untuk mengetahui apakah Anda mengalami payudara siklis atau non siklis
  • Makan makanan rendah lemak dan gunakan minyak nabati ketika memasak

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui solusi terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah sel kanker yang timbul pada payudara. Pertumbuhan abnormal membuat sel ini menjadi tumor ganas. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 13 menit

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Mungkin Anda bingung harus kapan memulai lagi untuk mencoba hamil lagi setelah keguguran. Namun, itu semua tergantung pada kondisi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Mendekati hari-H melahirkan, Anda mungkin jadi gugup dan takut. Hal ini wajar, tapi jangan sampai kecemasan ibu hamil menjelang persalinan bikin stres.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Melahirkan, Kehamilan 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan makan setelah melahirkan

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
osteoporosis

Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit