Mata Silinder (Astigmatisme)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu mata silinder (astigmatisme)?

Mata silinder atau astigmatisme adalah kondisi di mana lengkungan pada kornea atau lensa mata Anda tidak sempurna. Normalnya, kornea dan lensa melengkung dengan arah yang sama.

Kornea dan lensa dengan lengkungan yang normal membantu cahaya masuk langsung ke retina, bagian di belakang mata Anda. Namun, jika kornea atau lensa tidak melengkung dengan baik, cahaya tidak akan dibiaskan ke retina dengan normal.

Jika Anda memiliki kornea dengan bentuk yang tidak normal, itu artinya Anda mengalami corneal astigmatism. Lalu, jika bentuk lensa Anda yang terdampak, Anda memiliki lenticular astigmatism.

Pada kedua kasus tersebut, penglihatan Anda dalam jarak dekat maupun jauh akan terlihat buram atau kabur. Bahkan, dalam beberapa kasur, objek yang Anda lihat mungkin akan terdistorsi.

Orang-orang dengan mata silinder biasanya juga memiliki masalah penglihatan lainnya, seperti:

Orang dewasa dengan astigmatisme mungkin akan langsung menyadari bahwa penglihatannya tidak normal. Anak-anak dengan kondisi ini kemungkinan tidak sadar mereka memilikinya.

Seberapa umumkah mata silinder (astigmatisme)?

Mata silinder adalah kondisi yang sangat umum ditemukan. Kondisi ini lebih sering muncul pada orang sejak lahir, yang disertai dengan penyakit rabun jauh atau rabun dekat.

Kondisi ini lebih mudah menyerang pasien dengan riwayat penyakit keluarga yang pernah menderita penyakit mata. Selain itu, apabila seseorang pernah menjalani operasi mata, ia akan lebih rentan terkena kondisi ini.

Mata silinder dapat ditangani dengan cara mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat berdiskusi langsung dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala mata silinder (astigmatisme)?

Tanda-tanda dan gejala mata silinder mungkin akan berbeda pada setiap orang. Beberapa orang bahkan tidak menunjukkan gejala apapun.

Namun, gejala yang paling umum terjadi adalah mulai dari penglihatan yang buram hingga sakit kepala.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala dari kondisi ini yang paling sering dijumpai:

  • Penglihatan yang kabur, buram, terdistorsi
  • Sulit melihat dalam jarak dekat maupun jauh
  • Kesulitan melihat di malam hari
  • Mata menyipit saat sedang melihat
  • Mata tegang
  • Sakit kepala.

Anak-anak dengan mata silinder mungkin tidak akan menyadari bahwa penglihatannya menjadi buram. Maka dari itu, mereka butuh melakukan screening untuk penyakit mata dan sering melakukan pemeriksaan mata pada saat:

  • Masa-masa baru lahir
  • Kunjungan ke dokter anak sebelum memasuki usia sekolah
  • Selama masa sekolah, setiap satu atau dua tahun sekali

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala mata silinder berikut ini:

  • Pandangan kabur
  • Mata tegang
  • Sakit kepala.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, jangan tunda lagi untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi Anda, segera hubungi dokter.

Penyebab

Apa penyebab mata silinder (astigmatisme)?

Mata Anda memiliki dua struktur dengan permukaan yang melengkung. Permukaan melengkung ini berfungsi untuk membiaskan cahaya ke retina, sehingga Anda bisa melihat.

  • Kornea, permukaan bening di depan mata Anda
  • Lensa, struktur bening di bagian dalam mata untuk membantu fokus melihat objek atau benda

Pada mata yang tidak bermasalah, kedua struktur mata tersebut memiliki bentuk bulat melengkung sempurna, seperti bola. Kornea dan mata yang normal akan membiaskan cahaya yang masuk ke dalam retina, supaya Anda dapat melihat objek dengan jelas.

Jika salah satu dari kornea atau lensa Anda memiliki bentuk yang lonjong dan tidak memiliki lengkungan yang sama, cahaya tidak dapat dibiaskan dengan sempurna. Kondisi ini adalah mata silinder dan dapat menyebabkan Anda melihat dengan buram.

Mata silinder terjadi saat kornea atau lensa melengkung ke salah satu arah. Anda memiliki corneal astigmatism jika kornea Anda yang melengkung tidak sempurna. Apabila lensa Anda yang bermasalah, Anda memiliki lenticular astigmatism.

Kondisi ini kemungkinan dapat muncul sejak lahir atau terjadi akibat adanya cedera pada mata, penyakit, atau pernah operasi.

Kondisi ini tidak disebabkan oleh membaca pada cahaya yang buruk, duduk terlalu dekat dengan TV, atau menyipitkan mata.

Mata silinder dapat muncul bersamaan dengan kesalahan bias lain, seperti:

  • Rabun jauh (miopi)

Kondisi di mana kornea terlalu melengkung atau mata Anda lebih panjang dari umumnya, menyebabkan penglihatan yang kabur untuk objek yang jauh.

  • Rabun dekat (hipermetropia)

Kondisi di mana kornea terlalu sedikit melengkung atau mata Anda lebih pendek dari umumnya, menyebabkan pandangan yang kabur untuk objek yang dekat.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mata silinder (astigmatisme)?

Mata silinder adalah kondisi yang dapat menimpa siapa saja dari berbagai golongan usia. Namun, terdapat berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

Memiliki satu atau lebih faktor risiko belum tentu Anda dipastikan menderita mata silinder. Pada beberapa kasus, penderita penyakit ini malah tidak memiliki faktor risiko sama sekali.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kondisi ini:

  • Riwayat penyakit astigmatisme pada keluarga
  • Riwayat penyakit mata lainnya pada keluarga, seperti keratokonus
  • Memiliki luka atau penipisan pada kornea
  • Menderita rabun jauh atau rabun dekat yang parah
  • Pernah menjalani operasi mata, seperti operasi katarak.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mata silinder (astigmatisme) didiagnosis?

Dokter akan mendiagnosis penyakit ini melalui pemeriksaan komprehensif pada mata. Terdapat beberapa tes yang akan dijalankan oleh dokter, yaitu:

1. Tes ketajaman visual

Pada tes ini, dokter akan meminta Anda untuk membaca huruf pada papan untuk menguji penglihatan pada tes ketajaman penglihatan.

2. Tes pembiasan cahaya

Tes ini menggunakan mesin bernama refraktor optikal. Mesin ini memiliki berbagai jenis kaca lensa korektif dengan kekuatan yang bervariasi.

Dokter akan meminta Anda membaca dengan melihat melalui lensa yang berbeda-beda. Tes ini bertujuan agar Anda mendapatkan lensa yang sesuai dengan mata silinder Anda.

3. Tes keratometri

Tes ini dilakukan untuk mengukur kelengkungan kornea. Dokter menggunakan keratometer untuk melihat seberapa jauh lengkungan pada kornea.

Bagaimana mata silinder (astigmatisme) ditangani?

Perawatan meliputi lensa korektif dan operasi refraktif.

Menggunakan lensa korektif mengatasi mata silinder dengan memperbaiki lengkungan kornea yang tidak rata. Lensa korektif dapat berupa:

  • Kacamata
  • Lensa kontak.

Operasi refraktif mengatasi mata silinder dengan membentuk permukaan mata Anda. Metode operasi refraktif meliputi:

  • Laser-assisted in-situ keratomileusis (LASIK)

LASIK merupakan prosedur membuat flap di lapisan luar kornea, dimana alat yang disebut keratom digunakan untuk membuat sayatan tipis dan melingkar pada kornea. Selanjutnya dokter akan menggunakan laser excimer untuk membentuk kornea dan memposisikan flap kembali.

  • Laser-assisted subepithelial keratomileusis (LASEK)

Prosedur ini hampir sama seperti LASIK, yaitu membuat flap di kornea, bedanya sel-sel epitel akan dilonggarkan dengan larutan alkohol khusus, kemudian menggunakan laser excimer akan mengubah kelengkungan kornea dan memposisikan flap kembali.

LASEK dapat menjadi pilihan yang lebih baik jika Anda memiliki kornea yang tipis atau Anda berisiko tinggi terhadap cedera mata di tempat kerja atau dari berolahraga.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi mata silinder (astigmatisme)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi mata silinder:

  • Saat bekerja di depan komputer, membaca atau melakukan aktivitas yang detail, Anda harus memberikan waktu istirahat untuk mata dengan melihat ke pohon, bunga atau apapun di luar jendela atau dengan berkedip.
  • Anda harus memiliki pencahayaan yang baik pada area kerja.
  • Miliki pola makan yang baik dimana mata Anda mendapatkan vitamin dan nutrisi yang diperlukan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca