Mata Silinder (Astigmatisme)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu mata silinder (astigmatisme)?

Mata silinder atau astigmatisme adalah kondisi di mana lengkungan pada kornea atau lensa mata tidak sempurna. Mata silinder ditandai dengan pandangan kabur dan bisa dialami bersamaan dengan rabun jauh (miopi) ataupun rabun dekat (hipermetropi).

Apabila ada kelainan bentuk lengkungan pada kornea, gangguan penglihatan yang terjadi adalah astigmatisme korneal. Sementara saat bentuk lensa Anda terdampak yang terjadi adalah astigmatisme lentikular.

Kedua jenis astigmatisme ini bisa sama-sama bisa menyebabkan penglihatan dalam jarak dekat ataupun jauh menjadi buram atau kabur.

Orang dewasa dengan astigmatisme mungkin akan langsung menyadari bahwa penglihatannya tidak normal. Anak-anak dengan kondisi ini kemungkinan tidak sadar mereka memilikinya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Mata silinder adalah jenis kelainan refraksi mata sangat umum ditemukan. Astigmatisme biasanya diturunkan dan dialami bersamaan dengan kelainan refraksi seperti rabun jauh atau rabun dekat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala mata silinder (astigmatisme)?

Tanda-tanda dan gejala mata silinder mungkin akan berbeda pada setiap orang.

Pada astigmatisme ringan, penderitanya mungkin tidak mengalami gangguan penglihatan yang berarti sehingga tidak terganggu. Namun, gejala mata silinder yang paling umum dialami adalah  penglihatan yang kabur atau buram dan sakit kepala.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala mata silinder yang perlu diwaspadai:

  • Pandangan mata buram, garis lurus terlihat miring atau berbayang
  • Sulit melihat dalam jarak dekat maupun jauh
  • Kesulitan melihat di malam hari
  • Mata menyipit saat sedang melihat
  • Mata tegang
  • Sakit kepala

Anak-anak dengan mata silinder mungkin tidak akan menyadari jika mengalami gejala yang disebutkan. Padahal kondisi ini dapat memengaruhi proses pembelajaran di sekolah. Namun, kondisi mata silinder pada anak bisa dideteksi melalui pemeriksaan mata.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda sebaiknya memeriksakan mata ke dokter bila sudah sering mengalami gejala mata silinder seperti berikut ini:

  • Pandangan mata kabur
  • Mata tegang
  • Sakit kepala

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki pertanyaan atau mengalami gangguan penglihatan tertentu, konsultasikanlah dengan dokter spesialis mata Anda.

Penyebab

Apa penyebab mata silinder (astigmatisme)?

Mata manusia memiliki dua struktur dengan permukaan yang melengkung yaitu kornea, permukaan bening yang terletak di depan mata, dan lensa, struktur bening di bagian dalam mata yang membantu fokus melihat objek atau benda.

Kedua permukaan lengkung ini berfungsi untuk membiaskan cahaya ke retina sehingga mata bisa melihat dengan jelas.

Nah, saat salah satu dari kornea atau lensa Anda memiliki kelainan bentuk pada lengkungannya, cahaya tidak dapat dibiaskan dengan sempurna ke retina. Akibatnya, mata tidak dapat melihat objek dengan fokus dalam jarak berapapun. Kondisi inilah yang menyebabkan mata silinder.

Menurut American Academy of Ophtalmology, kelainan lengkungan pada kornea dan lensa ini bisa disebabkan oleh faktor keturunan, cedera pada mata, atau efek samping dari operasi mata.

Selain itu, penyakit mata tertentu seperti katarak atau kelainan yang menyebabkan penipisan secara menerus pada korena, yaitu keratokonus, juga dapat mengakibatkan astigmatisme.

Tidak seperti pada rabun dekat, kebiasaan membaca, menonton, atau menatap gadget terlalu dekat tidak dapat menyebabkan astigmatisme.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mata silinder (astigmatisme)?

Astigmatisme adalah kondisi yang dapat dialami oleh siapa saja dari berbagai golongan usia. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena astigmatisme.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya mata silinder:

  • Riwayat penyakit astigmatisme pada keluarga
  • Riwayat penyakit mata lainnya pada keluarga, seperti keratokonus
  • Memiliki luka atau penipisan pada kornea
  • Menderita rabun jauh atau rabun dekat yang parah
  • Pernah menjalani operasi mata, seperti operasi katarak

Penting untuk diketahui memiliki satu atau lebih faktor risiko tersebut tidak berarti memastikan Anda memiliki astigmatisme. Pada beberapa kasus, penderita gangguan penglihatan ini malah tidak memiliki faktor risiko sama sekali.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis gangguan penglihatan ini?

Dokter akan mendiagnosis penyakit ini melalui pemeriksaan lengkap pada mata. Terdapat beberapa pemeriksaan refraksi mata yang akan dijalankan oleh dokter, yaitu:

1. Tes ketajaman visual

Pada tes ini, dokter akan meminta Anda untuk membaca huruf pada papan untuk menguji penglihatan pada tes ketajaman penglihatan.

2. Tes pembiasan cahaya

Tes yang juga disebut sebagai pemeriksaan refraksi ini dilakukan dengan menggunakan mesin bernama refraktor optikal. Mesin ini memiliki berbagai jenis kaca lensa korektif dengan kekuatan yang bervariasi.

Dokter akan meminta Anda membaca dengan melihat melalui lensa yang berbeda-beda. Tes ini bertujuan agar Anda mendapatkan lensa yang sesuai dengan mata silinder Anda.

3. Tes keratometri

Tes ini dilakukan untuk mengukur kelengkungan kornea. Dokter menggunakan keratometer untuk melihat seberapa jauh lengkungan pada kornea.

Untuk mendeteksi mata silinder pada anak, diharapkan anak melakukan pemeriksaan mata secara rutin yaitu ketika:

  • Di masa-masa awal kelahiran
  • Sebelum memasuki usia sekolah
  • Selama masa sekolah, setiap satu atau dua tahun sekali

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mata silinder (astigmatisme) ditangani?

Pengobatan untuk mata silinder meliputi penggunaan lensa korektif dengan kacamata atau lensa kontak ataupu melalui operasi refraktif.

1. Kacamata atau lensa kontak

Menggunakan lensa korektif yang pasang pada kacamata atau lensa kontak membantu menyesuaikan lengkungan kornea atau lensa yang tidak rata. Dengan begitu, mata bisa melihat objek dengan fokus yang jelas.

Jenis lensa yang digunakan adalah lensa silinder. Kekuatan lensa yang diperlukan untuk mengatasi astigmatisme akan ditentukan berdasarkan resep kacamata yang diperoleh dari hasil pemeriksaan mata.

Untuk lensa kontak, jenis lensa lunak seperti torik dapat digunakan untuk mengoreksi kelainan pembiasan untuk setiap jenis astigmatisme. Lensa kontak ini dapat menyesuaikan bentuknya dengan bentuk kornea yang kelengkungannya tidak teratur.

2. Operasi refraktif

Operasi refraktif mengatasi mata silinder dengan memberbaiki bentuk permukaan mata Anda. Metode operasi yang dilakukan untuk mengatasi atstigmatisme di antaranya adalah:

  • Laser-assisted in-situ keratomileusis (LASIK): pembuatan flap di lapisan luar kornea untuk membuat sayatan tipis dan melingkar pada kornea. Selanjutnya, laser digunakan untuk membentuk kornea dan memposisikan flap kembali.
  • Laser-assisted subepithelial keratomileusis (LASEK): pembuatan flap di kornea. Bedanya dengan LASIK, sel-sel epitel dilonggarkan dengan larutan khusus. Lalu, laser  digunakan untuk mengubah kelengkungan kornea dan memposisikan flap kembali.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi mata silinder (astigmatisme)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi mata silinder:

  • Saat bekerja di depan komputer, membaca atau melakukan aktivitas yang detail, sebaiknya istirahatkan mata selama beberapa menit dengan mengalihkan fokus untuk melihat objek lain.
  • Anda harus memiliki pencahayaan yang baik pada area kerja.
  • Miliki pola makan yang baik dimana mata Anda mendapatkan vitamin dan nutrisi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mata.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-ciri Ada Cacing di Mata Anda dan Bagaimana Mengobatinya

Cacing loa-loa adalah jenis cacing yang sering bersarang di mata Anda. Apa penyebab cacing di mata, seperti apa gejalanya, dan bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ternyata, masalah jerawat juga bisa muncul gara-gara kacamata yang Anda gunakan setiap hari. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Merasa Pusing Saat Pakai Kacamata Baru, Normal atau Tidak?

Mungkin Anda pernah merasa pusing saat pertama kali pakai kacamata atau mengganti kacamata baru. Tergolong normalkah hal tersebut?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 15 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mata silinder (astigmatisme)

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit
penyebab alerg kulit

Segudang Penyebab yang Memicu Reaksi Alergi pada Kulit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 7 menit