Persalinan Prematur (Bayi Prematur)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu persalinan prematur?

Persalinan prematur adalah kelahiran yang terjadi jauh sebelum waktunya ibu melahirkan. Kondisi ini juga sering disebut persalinan dini.

Kehamilan yang normal biasanya berlangsung sekitar 37-40 minggu. Namun, bayi dikatakan prematur jika lahir saat usia kehamilan kurang dari 37 minggu. 

Semakin kecil usia kehamilan Anda saat melahirkan bayi, akan semakin banyak komplikasi kesehatan yang terjadi pada bayi. Sebab janin tidak memiliki cukup waktu untuk bertumbuh kembang secara optimal agar bisa beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim.

Berikut adalah tahapan kelahiran prematur berdasarkan usia kehamilan:

  • Prematur akhir: lahir di antara minggu ke-34 dan 36.
  • Prematur sedang, lahir di antara minggu ke-32 dan 34.
  • Sangat prematur, lahir kurang dari minggu ke-32.
  • Prematur ekstrem, lahir pada atau sebelum minggu ke-25.

Kebanyakan bayi lahir lebih dini di minggu kehamilan 34 sampai 36.

Seberapa umum kelahiran prematur?

Kelahiran prematur termasuk sebagai komplikasi kehamilan yang cukup umum. Banyak wanita yang melahirkan sebelum waktunya tidak memiliki faktor pemicu yang jelas.

Komplikasi ini bisa terjadi pada siapa saja, tapi wanita ras kulit hitam lebih mungkin mengalaminya dibanding ras lain.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala melahirkan prematur?

Tanda-tanda ibu akan melahirkan lebih dini umumnya berupa:

  • Kontraksi yang terjadi setiap 10 menit atau lebih sering dan lebih dari empat kali dalam sejam.
  • Kram perut.
  • Keluar cairan darin vagina, bisa berupa darah atau ketuban.
  • Panggul terasa tertekan.
  • Punggung bawah sakit.

Sementara tanda-tanda dari bayi yang lahir lebih cepat adalah:

  • Ukuran tubuh bayi kecil dan tidak proporsional, ukuran kepala lebih besar daripada badannya.
  • Wajah bayi biasanya tirus dan terlihat tajam (tidak bulat) dibanding wajah bayi yang lahir normal, akibat kurangnya simpanan lemak.
  • Rambut tipis (lanugo) menutupi banyak bagian tubuh.
  • Suhu tubuh rendah setelah lahir, akibat kurangnya simpanan lemak tubuh.
  • Pernapasan yang sulit.
  • Kurangnya refleks mengisap dan menelan sehingga menyebabkan kesulitan menyusu.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan prenatal yang tepat dapat memperlambat atau bahkan menghentikan risiko persalinan dini, serta masalah medis darurat lainnya. Maka itu bicaralah pada dokter Anda segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala prematur atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab dan faktor pemicu

Apa penyebab kelahiran prematur?

Penyebab bayi lahir prematur ada berbagai macam. Kebanyakan kasusnya terjadi akibat persalinan spontan. Namun ada juga yang disebabkan oleh alasan medis maupun nonmedis, antara lain:

1. Usia saat hamil

Wanita yang hamil di bawah usia 16 tahun dan yang hamil di atas usia 35 memiliki risiko 2-4% lebih tinggi untuk melahirkan dini ketimbang yang hamil di rentang usia 20-30an.

Risiko ini ada karena wanita yang hamil di usia sangat belia maupun sangat tua memiliki risiko komplikasi yang juga lebih tinggi yang memengaruhi bayi lahir prematur.

2. Infeksi saat hamil

Peradangan dalam tubuh yang diakibatkan oleh infeksi bisa memicu bayi lahir sebelum waktunya.

Beberapa jenis infeksi saat hamil yang bisa memicu persalinan dini adalah gonore, klamidia trachomatis, bacterial vaginosis, infeksi cairan ketuban, infeksi Streptokokus grup B (strep grup B), dan infeksi rahim. Penelitian menunjukkan bahwa infeksi dalam rahim bertanggung jawab untuk sekitar 40% kelahiran prematur.

Infeksi yang terjadi pada bagian tubuh lainnya juga dapat memicu kelahiran lebih dini, seperti infeksi ginjal, pneumonia, radang usus buntu, dan infeksi saluran kemih.

3. Kondisi medis yang dimiliki ibu

Komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional, preeklampsia, inkompetensi serviks, ukuran leher rahim terlalu pendek, serta gangguan plasenta seperti plasenta previa dan abruptio plasenta dapat meningkatkan risiko Anda melahirkan lebih cepat dari seharusnya.

Begitu pula jika Anda memiliki kondisi medis seperti anemia, asma, peradangan usus besar (IBS), penyakit ginjal, lupus, atau gangguan tiroid sejak sebelum kehamilan.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk melahirkan bayi prematur?

Selain tiga penyebab utama di atas, ada banyak faktor lain yang dapat memicu wanita melahirkan bayi lahir lebih awal dari seharusnya. Berikut adalah kondisi yang paling sering menjadi faktor risikonya:

  • Stres berat berkepanjangan
  • Berat badan hamil tidak ideal (sangat kurus atau kegemukan)
  • Hamil kembar dua atau lebih; lebih dari 50% bayi kembar lahir lebih cepat dibanding kehamilan tunggal.
  • Jarak antar kehamilan terlalu dekat (hanya 6-9 bulan antara kelahiran satu bayi dengan yang berikutnya)
  • Pernah melahirkan prematur sebelumnya
  • Merokok, alkohol, dan penggunaan obat terlarang
  • Cairan ketuban terlalu banyak
  • Hamil lewat program bayi tabung (IVF)
  • Mengalami gizi buruk saat hamil
  • Keguguran atau aborsi berulang
  • Cedera atau trauma fisik saat hamil

Persalinan dini juga kadang dipicu oleh proses induksi yang terlalu cepat. Menurut National Institute of Health, bayi yang lahir prematur karena terlalu cepat diinduksi pada minggu ke 37-38 memiliki kondisi kesehatan yang lebih buruk dibanding bayi yang lahir di minggu ke 39 atau lebih.

Sering kali penyebab spesifik dari kelahiran prematur tidak jelas. Dua pertiga kasus kelahiran prematur terjadi tanpa alasan.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis kelahiran prematur?

Dokter dapat memprediksi risiko Anda saat cek kandungan rutin, untuk melihat apakah kondisi janin sudah sesuai perkiraan atau ada risiko komplikasi tertentu yang Anda miliki.

Apabila dokter mencurigai Anda berisiko melahirkan lebih dini dari tanggal HPL, ia dapat menjalani pemeriksaan fisik dan beberapa tes tambahan. 

1. Cek kandungan

Dokter atau bidan biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul untuk melihat beberapa kondisi berikut:

2. Monitor pernapasan dan detak jantung

Dokter akan terus menerus memeriksa sistem pernapasan dan detak jantung bayi Pembacaan tekanan darah juga harus dilakukan secara sering.

Bila ditemukan adanya kelainan pada organ vital bayi di dalam kandungan, melahirkan prematur bisa menjadi pilihan untuk menyelamatkan bayi.

3. Cairan yang masuk dan keluar

Dokter akan mengawasi seberapa banyak cairan yang dikonsumsi bayi melalui makanan serta cairan infus dan seberapa cairan yang dikeluarkan melalui popok, pengambilan darah, dan tes lainnya.

4. Tes darah

Sampel darah dapat dianalisis untuk mengukur jumlah sel darah merah. Jumlah sel darah merah yang terlalu sedikit dapat membuat ibu hamil mengalami anemia, yang jadi salah satu penyebab bayi lahir prematur

5. Scan ultrasonik

Scan ultrasonik dapat dilakukan untuk memeriksa perdarahan atau penumpukan cairan pada otak. Selain itu, tes ini juga bisa untuk memeriksa masalah organ perut pada saluran pencernaan, hati atau ginjal ibu yang didiagnosis akan melahirkan prematur

6. Tes fFn (fetal Fibronectin Test)

Tes fFN dilakukan pada wanita yang menunjukkan tanda-tanda persalinan prematur. Pengujian untuk fFN dapat membantu memprediksi wanita hamil mana yang menunjukkan tanda-tanda persalinan dini.

Tes ini digunakan untuk mendeteksi apakah protein janin fibronectin keluar dari vagina ibu hamil.

Untuk mendiagnosis kehamilan prematur, biasanya sekresi ini ditemukan pada minggu ke 22 usia kehamilan, atau sekitar 5 bulan). Jika fFN terdeteksi selama waktu ini, itu mungkin merupakan tanda bahwa wanita itu mungkin berisiko persalinan prematur dan kelahiran.

Bagaimana cara menangani persalinan prematur?

Jika Anda berisiko tinggi, dokter akan merekomendasikan untuk melahirkan lebih awal dengan dipicu induksi. Setelahnya, penanganan kelahiran prematur akan difokuskan pada keselamatan ibu dan bayi.

1. Tindakan medis

Penanganan yang diberikan dokter spesialis pada bayi yang lahir dini bisa berupa:

  • Menempatkan bayi di dalam inkubator agar tetap hangat
  • Memantau tanda-tanda vital bayi
  • Memasang selang makan melalui infus vena atau melalui hidung ke lambung
  • Memberikan cairan infus pada bayi
  • Memberikan terapi sinar, bila bayi Anda mengalami kuning (jaudince)
  • Memberikan transfusi darah bila diperlukan

2. Obat-obatan

Apabila tidak ada kondisi gawat darurat dan persalinan dini masih bisa ditunda, dokter akan mempertimbangkan pemberian obat-obatan untuk memperpanjang kehamilan dan mematangkan tumbuh kembang organ dan sistem tubuh janin, terutama jantung, paru-paru, dan sirkulasi darah. 

Bergantung pada kondisi bayi, pengobatan dapat meliputi:

  • Steroid.
  • Cairan surfaktan yang disemprotkan pada paru-paru untuk membantu agar berfungsi lebih matang.
  • Obat fine-mist (aerosol) atau IV (intravena) untuk memperkuat pernapasan dan detak jantung bayi.
  • Obat antibiotik apabila ada infeksi atau risiko kemungkinan infeksi.

3. Tindakan lainnya

Apabila komplikasi tertentu muncul, kadang operasi diperlukan untuk mengatasi:

  • Masalah makan, dengan memasang infus untuk menghantarkan gizi melalui pembuluh darah
  • Necrotizing enterocolitis, dengan mengangkat bagian usus bayi prematur yang rusak
  • Retinopathy of prematurity, dengan operasi menggunakan laser untuk mematangkan perkembangan pembuluh darah dan meminimalisir risiko gangguan penglihatan. Suntikan obat pada mata juga bisa diberikan dokter untuk menghentikan pertumbuhan pembuluh darah baru di dalam mata.
  • Mencegah hidrosefalus semakin buruk dengan memasang tabung plastik yang disebut shunt untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari otak bayi.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan di rumah untuk menangani bayi prematur?

Berikut adalah yang dapat Anda lakukan mencegah atau menangani bayi prematur:

1. Mengerti bagaimana merawat bayi

Perbanyaklah informasi dan pengetahuan tentang cara melakukan CPR (resusitasi jantung) pada bayi. Tanyakan tim medis bayi pertanyaan yang Anda miliki dan catatlah.

2. Pastikan Anda nyaman merawat bayi Anda

Kenyamanan harus ada, terutama jika harus memberikan obat. Gunakan monitor khusus atau berikan bayi oksigen tambahan atau perawatan lain.

3. Melindungi kesehatan bayi

Bayi prematur lebih rentan terhadap infeksi serius dibandingkan bayi yang baru lahir lainnya dalam usia yang normal.

Cobalah untuk meminimalisir membawa bayi Anda ke tempat yang ramai dan pastikan setiap orang yang melakukan kontak dengan bayi Anda mencuci tangannya terlebih dahulu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Desember 18, 2018 | Terakhir Diedit: Desember 11, 2019

Yang juga perlu Anda baca