Kanker Kulit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker kulit?

Kanker kulit adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel kulit yang tidak terkendali. Kondisi ini terjadi ketika kerusakan DNA pada sel kulit memicu mutasi atau cacat genetik. Akibatnya, sel kulit berkembang biak dengan cepat dan membentuk tumor ganas.

Kondisi ini paling sering menyerang area kulit yang terpapar sinar matahari. Namun, jenis kanker yang satu ini juga bisa mengenai area yang tertutup atau jarang terkena sinar matahari. Ada tiga jenis utama dari kanker kulit yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma.

Anda dapat mengurangi risiko kanker kulit dengan membatasi atau menghindari paparan radiasi ultraviolet (UV). Memeriksa kulit Anda dan peka terhadap perubahan yang mencurigakan dapat membantu mendeteksi penyakit di tahap paling awal. Deteksi dini juga memberi Anda peluang besar untuk sembuh dari masalah kesehatan yang satu ini.

Seberapa umumkah kanker kulit?

Kanker kulit sangatlah umum terjadi. Penyakit ini bisa menyerang semua orang dari semua warna kulit dari yang berkulit terang hingga gelap.

Di antara ketiga jenisnya, sel basal dan skuamosalah yang paling banyak menyerang. Namun tak perlu khawatir, masalah kesehatan ini dapat dikendalikan dengan mengurangi faktor risikonya. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker kulit?

Kanker kulit tumbuh di kulit yang terpapar matahari, termasuk di kulit kepala, wajah, bibir, telinga, leher, dada, lengan dan tangan, dan di kaki pada wanita.

Namun, penyakit ini juga dapat terbentuk di area yang jarang terpapar langsung misalnya telapak tangan, di bawah kuku jari tangan atau kaki, dan daerah genital Anda.

Berikut berbagai gejala dan tanda-tanda kanker kulit berdasarkan jenisnya:

Karsinoma sel basal

Kanker jenis ini biasanya muncul di area tubuh yang terpapar sinar matahari seperti leher atau wajah. Karsinoma sel basal umumnya muncul dengan ditandai gejala seperti:

  • Benjolan dengan tampilan seperti lilin agak mengkilap
  • Lesi yang rata berwarna seperti daging atau cokelat seperti bekas luka
  • Luka perdarahan atau keropeng yang kambuhan

Karsinoma sel skuamosa

Kanker jenis ini juga muncul di area tubuh yang terpapar sinar matahari seperti wajah, telinga, dan tangan. Namun,  orang berkulit gelap justru sering terkena kanker jenis ini di area yang tidak terpapar sinar matahari.

Kemunculan kanker yang satu ini biasanya ditandai dengan:

  • Nodul atau benjolan merah padat
  • Lesi datar dengan permukaan yang bersisik dan berkerak

Melanoma

Melanoma termasuk jenis kanker yang bisa berkembang di bagian tubuh mana pun termasuk pada tahi lalat. Pada laki-laki, kanker ini biasanya muncul di wajah atau area tubuh atas.

Sementara pada wanita, kanker ini paling sering berkembang di kaki. Namun baik pada pria maupun wanita, melanoma bisa menyerang kulit yang tidak terpapar sinar matahari.

Melanoma bisa berkembang pada semua orang dengan warna kulit apa pun. Di orang yang kulitnya lebih gelap, melanoma bisanya menyerang telapak tangan, telapak kaki, bawah kuku, atau kuku jari kaki.

Untuk lebih mudah mengenalinya, berikut berbagai tanda dan gejala melanoma:

  • Bintik kecokelatan besar dengan bintik-bintik lebih gelap
  • Tahi lalat yang berubah warna atau ukuran
  • Lesi kecil dengan batas tidak beraturan serta ada bagian yang tampak merah, merah muda, putih, biru atau biru-hitam
  • Lesi menyakitkan yang gatal atau terbakar
  • Lesi gelap pada telapak tangan, telapak kaki, ujung jari tangan atau kaki, selaput lendir yang melapisi mulut, hidung, vagina atau anus.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda. Pasalnya, tidak semua orang dengan kanker kulit menunjukkan gejala yang pasti sama.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Buatlah janji dengan dokter jika Anda menyadari adanya perubahan di kulit yang terlihat mengkhawatirkan. Tenang saja, tidak semua perubahan di kulit disebabkan oleh kanker.

Namun, tentu saja Anda perlu memeriksakannya untuk mengetahui kondisi jelasnya. Dokter akan menyelidiki perubahan pada kulit Anda untuk menentukan penyebabnya.

Penyebab

Apa penyebab kanker kulit?

Radiasi sinar matahari dan kesalahan mutasi pada DNA sel diduga kuat menjadi penyebab kanker kulit. Mutasi menyebabkan sel tumbuh di luar kendali hingga membentuk massa sel kanker.

Sel kanker biasanya mulai tumbuh di lapisan kulit atas atau epidermis. Epidermis memiliki tigas jenis sel utama yaitu:

  • Sel skuamosa yang terletak tepat di bawah permukaan luar dan berfungsi sebagai lapisan dalam kulit
  • Sel basal yang berada di bawah sel skuamosa dan menghasilkan sel kulit baru
  • Melanosit yang terletak di paling bawah epidermis dan bertugas memberi pigmen warna pada kulit

Sel kanker yang tumbuh di lapisan kulit ini umumnya disebabkan oleh paparan berlebih sinar ultraviolet (UV). Radiasi sinar UV bisa merusak sel kulit hingga membuatnya justru menjadi cikal bakal kanker. Namun di samping itu, tidak diketahui secara pasti mengapa sel kanker juga bisa menyerang area yang tertutup.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker kulit?

Ada banyak faktor yang membuat Anda lebih berisiko terkena kanker kulit, antara lain:

Berkulit putih

Siapapun, terlepas dari warna kulit, dapat terkena kanker kulit. Namun, sedikitnya pigmen (melanin) dalam kulit memberikan perlindungan yang sedikit terhadap radiasi UV yang merusak.

Jika Anda memiliki rambut pirang, mata berwarna terang, freckles dan terbakar matahari dengan mudahnya, Anda lebih mungkin untuk terkena kanker kulit daripada orang yang berkulit gelap.

Memiliki riwayat terbakar matahari (sunburn)

Pernah mengalami kulit yang terbakar sinar matahari juga bisa meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, jangan sepelekan jika sewaktu-waktu muncul perubahan yang tak biasa pada kulit.

Paparan sinar matahari berlebih

Paparan sinar matahari yang berlebih bisa membuat risiko terhadap kanker kulit meningkat. Apalagi jika Anda tidak melindungi kulit dengan tabir surya atau pakaian yang tertutup.

Selain itu, orang-orang yang tinggal dataran tinggi seperti gunung atau rendah seperti pantai juga berisiko terkena lebih banyak radiasi. Untuk itu, selalu lindungi kulit dengan menggunakan sunblock atau sunscreen.

Memiliki banyak tahi lalat

Orang yang memiliki banyak tahi lalat umumnya lebih berisiko terkena kanker kulit dibandingkan dengan yang tidak. Terlebih jika memiliki tahi lalat abnormal yang ditandai dengan bentuk tak teratur serta berukuran lebih besar dibandingkan dengan yang normal.

Jika Anda memiliki tahi lalat jenis ini, coba lebih peka terhadap perubahan yang mungkin terjadi. Bisa jadi, ini merupakan tanda samar yang tak Anda sadari tetapi justru menjadi petunjuk dari kondisi diri.

Memiliki lesi kulit prakanker

Lesi kulit prakanker seperti actinic keratosis dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker kulit. Pertumbuhannya biasanya tampak dalam bentuk bercak kasar dan bersisik.

Umumnya berwarna mulai dari coklat sampai merah jambu gelap. Lesi ini paling umum muncul di wajah, kepala dan tangan pada orang berkulit putih yang kulitnya pernah rusak karena sinar matahari.

Memiliki keluarga dengan riwayat kanker kulit

Jika salah satu orang tua atau saudara kandung Anda pernah terkena kanker kulit, Anda mungkin berisiko tinggi terhadap penyakit tersebut. Oleh sebab itu, selalu cek kondisi kesehatan dan kulit Anda secara berkala setiap tahunnya.

Pernah terkena kanker kulit

Jika pernah terkena kanker kulit, Anda berisiko untuk terkena kembali. Bisa jadi dengan jenis yang sama atau berbeda. Untuk itu, selalu periksakan kesehatan Anda untuk memastikan bahwa sel kanker tidak kembali lagi.

Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah berisiko lebih tinggi terkena kanker kulit. Kategori orang yang memiliki sistem imun lemah yaitu pengidap HIV/AIDS dan mereka yang menggunakan obat imunosupresan setelah transplantasi organ.

Paparan radiasi

Orang yang menjalani pengobatan radiasi untuk eksim atau jerawat berisiko tinggi terkena kanker kulit. Dibandingkan dengan jenis yang lain, karsinoma sel basal biasanya yang paling sering menyerang.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker kulit didiagnosis?

Untuk mendiagnosis kanker kulit, dokter biasanya akan memeriksa tampilan luarnya. Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga terutama yang pernah mengalami penyakit serupa. Setelah itu, dokter akan melakukan berbagai tes lanjutan untuk mengonfirmasi diagnosis tersebut.

Jika dokter mencurigai bahwa perubahan pada kulit adalah kanker, ia akan melakukan tes biopsi. Tes ini dilakukan dengan mengambil kulit yang tampak mencurigakan untuk diuji di laboratorium. Biopsi dapat menentukan apakah Anda memiliki kanker kulit atau tidak sekaligus mengetahui jenisnya.

Apa saja pengobatan untuk kanker kulit?

Pada dasarnya kanker kulit diobati sesuai dengan jenis dan tingkat keparahannya. Biasanya dokter akan melakukan kombinasi beberapa perawatan untuk membantu menyembuhkan penyakit ini. Adapun berbagai prosedur yang biasanya dilakukan yaitu:

Pembekuan (freezing)

Prosedur ini dilakukan dengan cara membekukan sel kanker menggunakan nitrogen cair. Nantinya jaringan yang mati akan mengelupas dengan sendirinya setelah beberapa waktu.

Operasi eksisi

Prosedur ini biasanya direkomendasikan untuk semua jenis kanker kulit. Biasanya dokter akan memotong jaringan kanker dan sebagian kulit sehat di sekitarnya.

Operasi Mohs

Prosedur ini dilakukan untuk kanker yang lebih luas, berulang, dan sulit diobati. Umumnya prosedur ini digunakan untuk karsinoma sel skuamosa dan basal.

Selama prosedur ini, dokter akan menghilangkan lapisan kulit yang terkena sel kanker lapis demi lapis. Dokter akan memeriksa setiap lapisan kulit di bawah mikroskop hingga tidak ada sel abnormal yang tersisa.

Prosedur ini memungkinkan sel-sel kanker untuk dihilangkan tanpa mengambil dalam jumlah berlebihan dari kulit sehat di sekitarnya.

Kemoterapi

Dalam kemoterapi, obat digunakan untuk membunuh sel kanker. Untuk kanker yang hanya terdapat pada lapisan epidermis, dokter akan mengoleskan krim atau losion yang mengandung agen antikanker.

Sementara untuk sel yang telah menyebar ke bagian lain di tubuh digunakan kemoterapi sistemik. Artinya, dokter memberikan obat untuk dialirkan langsung ke tubuh melalui selang infus.

Kuretase dan elektrodesik

Setelah menghilangkan sebagian besar sel kanker, dokter juga kerap menggunakan prosedur yang disebut kuretase dan elektrodesik. Prosedur ini dilakukan menggunakan perangkat pisau melingkar untuk mengangkat sel dan jarum listrik untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa. Umumnya prosedur ini digunakan untuk mengobati sel basal atau skuamosa tipis.

Terapi radiasi

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sinar energi berdaya tinggi seperti sinar X. Tujuannya yaitu untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi umumnya direkomendasikan ketika kanker tidak bisa sepenuhnya hilang selama operasi.

Terapi fotodinamik

Terapi ini dilakukan dengan menghancurkan sel-sel kanker dengan kombinasi laser plus obat. Obat yang digunakan yaitu yang bisa membuat sel kanker sensitif terhadap cahaya.

Terapi biologis

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker kulit?

Untuk mempercepat penyembuhan, ada baiknya untuk melakukan beberapa perubahan gaya hidup seperti:

  • Menggunakan tabir surya saat keluar rumah
  • Menggunakan pakaian tertutup ketika keluar rumah plus topi dan kacamata hitam
  • Makan makanan sehat bergizi seimbang untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh
  • Beristirahat cukup untuk memulihkan kondisi tubuh
  • Menjauhi pikiran dari stres agar kondisi tubuh tidak menurun

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kanker kulit?

Ada beberapa yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker kulit, yaitu:

  • Menghindari berada di bawah paparan sinar matahari siang yang paling kuat, yaitu di jam 10 pagi dan 4 sore
  • Selalu menggunakan tabir surya saat keluar ruangan dengan SPF minimal 30 dan mengoleskan 2 jam sekali
  • Menggunakan pakaian tertutup saat berkegiatan di luar ruangan termasuk topi
  • Menggunakan kacamata hitam yang dilengkapi dengan perlindungan sinar UV
  • Tidak sering-sering berjemur untuk menggelapkan warna kulit (tanning).
  • Memeriksakan diri secara teratur ke dokter terutama jika memiliki berbagai faktor risiko kanker

Kulit adalah area terluar dan pelindung tubuh. Maka, selalu jagalah kesehatannya. Salah satu cara yang ampuh adalah dengan mengoleskan tabir surya setiap kali akan pergi ke luar rumah.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca