Infeksi Nosokomial

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu infeksi nosokomial?

Infeksi nosokomial adalah jenis infeksi yang menyebar di dalam rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Dalam dunia medis, kondisi ini juga disebut sebagai health-care associated infection (HAI) atau hospital-acquired infections.

Suatu infeksi dapat digolongkan sebagai nosokomial apabila penularannya terjadi di rumah sakit. Infeksi nosokomial juga baru menunjukkan gejala ketika pasien sudah keluar dari rumah sakit. Selain itu, para pekerja di rumah sakit juga sangat mungkin terinfeksi.

Infeksi nosokomial adalah kondisi yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan parasit atau jamur. Banyak faktor yang dapat memicu seseorang terinfeksi di rumah sakit, seperti rendahnya kekebalan tubuh, berkembangnya teknologi dan prosedur medis yang meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi, dan penyebaran bakteri yang sudah resisten di antara orang-orang di rumah sakit.

Beberapa jenis infeksi rumah sakit yang paling umum ditemukan adalah:

Masing-masing jenis infeksi menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Untuk mengetahui apa jenis infeksi yang Anda derita setelah Anda mendapatkan perawatan di rumah sakit, segera periksakan diri ke dokter.

Seberapa umum infeksi nosokomial?

Menurut data dari World Health Organization, rata-rata 8,7% pasien yang dirawat di rumah sakit mengidap infeksi nosokomial. Artinya, terdapat sekitar 1,4 juta orang di dunia yang mendapatkan infeksi dari rumah sakit.

Sementara itu, sebuah studi dari Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine menunjukkan bahwa terdapat sekitar 7% kasus infeksi rumah sakit di negara maju dan 10% di negara berkembang.

Infeksi nosokomial adalah salah satu kondisi medis yang menjadi penyebab terbanyak kematian di dunia. Namun, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kesehatan, kini kondisi tersebut dapat diatasi dan dicegah dengan baik.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, diskusikan dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala infeksi nosokomial?

Infeksi nosokomial adalah kondisi yang mungkin menunjukkan berbagai gejala, tergantung pada jenis infeksi dan apa penyebab utamanya.

Namun, biasanya infeksi dari rumah sakit memiliki tanda-tanda dan gejala umum seperti di bawah ini:

  • Demam
  • Detak jantung lebih cepat dari biasanya (aritmia)
  • Napas lebih cepat dan pendek (tachypnea)
  • Iritasi atau ruam pada kulit
  • Rasa tidak nyaman dan nyeri secara menyeluruh
  • Mengeluarkan cairan, misalnya nanah
  • Area infeksi membengkak

Apabila infeksi nosokomial dibagi berdasarkan jenis infeksinya, gejala-gejala yang tampak adalah sebagai berikut:

1. Infeksi aliran darah

Infeksi rumah sakit yang berkaitan dengan infeksi aliran darah menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Demam
  • Tubuh menggigil
  • Suhu tubuh sangat rendah
  • Buang air kecil lebih jarang dari biasanya
  • Denyut nadi lebih cepat
  • Napas lebih cepat
  • Mual
  • Muntah
  • Diare

2. Pneumonia

Apabila infeksi nosokomial berhubungan dengan pneumonia, tanda-tanda dan gejala yang dapat dirasakan adalah sebagai berikut:

  • Demam
  • Batuk yang disertai dahak
  • Wheezing (mengi, suara tersengal-sengal)
  • Suara bergemeretak saat bernapas
  • Berkeringat berlebih
  • Napas lebih pendek dan cepat
  • Rasa sakit yang menusuk di dada saat bernapas atau batuk
  • Kehilangan nafsu makan
  • Tubuh lemas
  • Mual dan muntah
  • Kebingungan, terutama pada pasien berusia lanjut

3. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih juga dapat dikaitkan dengan terjadinya infeksi di rumah sakit. Gejala-gejalanya meliputi:

  • Ingin buang air kecil terus menerus
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Sering kencing, tetapi jumlah urine sedikit
  • Urine terlihat berbusa
  • Urine berwarna merah, merah muda, atau coklat seperti cola
  • Urine berbau
  • Rasa nyeri di panggul pada perempuan

4. Infeksi luka operasi

Jika infeksi nosokomial yang diderita berhubungan dengan luka operasi, tanda-tanda dan gejala yang akan muncul adalah:

  • Muncul cairan atau nanah dari luka
  • Luka berbau tidak sedap
  • Demam
  • Tubuh menggigil
  • Luka terasa panas saat disentuh
  • Kemerahan pada area sekitar luka
  • Sakit dan nyeri saat disentuh

Anda dapat dikatakan mengalami infeksi nosokomial jika Anda dirujuk ke rumah sakit dan terinfeksi penyakit yang sebelumnya Anda tidak pernah idap. Infeksi biasanya muncul sampai:

  • 48 jam setelah masuk rumah sakit
  • 3 hari setelah keluar rumah sakit
  • 30 hari setelah operasi
  • Dalam fasilitas pelayanan kesehatan ketika pasien dirujuk karena alasan selain infeksi.

Terkadang, ada tanda-tanda atau gejala lainnya yang mungkin tidak tercantum di atas. Apabila Anda merasa cemas akan suatu gejala, atau Anda merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau ingin bertanya, konsultasikanlah dengan dokter. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab infeksi nosokomial?

Infeksi nosokomial adalah kondisi yang disebabkan oleh penyebaran virus, bakteri, atau jamur di seluruh tubuh pasien.

Penularan ini bisa terjadi akibat prosedur medis, kontak antarpasien, atau karena memasukkan alat medis ke dalam tubuh.

Kebanyakan pasien di rumah sakit memiliki sistem imun yang cenderung lemah, maka itu infeksi rentan terjadi.

Tipe paling umum adalah infeksi aliran darah, pneumonia (contoh: pneumonia yang terkait dengan ventilator), infeksi saluran kemih, dan infeksi tempat operasi.

Berikut adalah tiga patogen yang paling sering menyebabkan infeksi nosokomial:

Bakteri

Bakteri adalah patogen utama yang paling banyak ditemukan pada kasus infeksi nosokomial. Beberapa bakteri terdapat secara alami di dalam tubuh pasien, kemudian infeksi terjadi karena kekebalan tubuh pasien menurun.

Jenis bakteri Acinetobacter adalah yang paling sering ditemukan pada infeksi di ruang ICU. Selain itu, terdapat juga Bacteroides fragilis, yang biasa ditemukan di infeksi saluran usus atau usus besar.

Bakteri-bakteri seperti Enterobacteriaceae, S. aureus, dan C. difficile juga ditemukan pada infeksi rumah sakit.

Virus

Selain bakteri, virus juga termasuk penyebab utama infeksi nosokomial. Sebanyak 5% kasus infeksi rumah sakit disebabkan oleh virus. Penularannya dapat melalui pernapasan, kontak tangan, mulut, dan kotoran.

Salah satu penyakit kronis yang disebabkan oleh virus adalah hepatitis, yang biasanya ditularkan melalui jarum suntik yang kurang bersih. Selain itu, virus seperti influenza, HIV, rotavirus, dan virus herpes-simplex juga ditemukan pada infeksi rumah sakit.

Parasit jamur

Orang yang mengalami gangguan sistem imun tubuh juga rentan terkena infeksi oleh parasit jamur di rumah sakit. Jenis parasit jamur yang paling sering ditemukan adalah Aspergillus spp., Candida albicans, dan Cyptococcus neoformans.

Sementara, jika dilihat berdasarkan jenis infeksinya, ada beberapa infeksi yang penularannya terjadi di rumah sakit, yaitu:

1. Infeksi aliran darah

Central line-associated bloodstream infection atau infeksi aliran darah merupakan jenis infeksi nosokomial yang paling berbahaya, dengan tingkat kematian sebesar 12-25%.

Infeksi ini biasanya disebabkan oleh penggunaan alat yang dimasukkan ke dalam tubuh, seperti kateter atau alat intravaskular. Bakteri yang mungkin dapat memicu infeksi ini adalah Staphylococcus, Enterococcus, dan Candida spp.

2. Infeksi saluran kemih

Infeksi ini merupakan jenis nosokomial yang paling banyak ditemukan. Sebanyak 12% kasus infeksi nosokomial berhubungan dengan kondisi ini. Infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh mikroflora yang ada di dalam tubuh pasien.

Pasien yang memiliki kateter di dalam tubuhnya rentan terkena kondisi ini. Kateter berpotensi menghambat aliran urine, sehingga terjadi infeksi pada kandung kemih. Bakteri yang sering ditemukan adalah E. coli, C. albican, dan P. aeruginosa.

3. Pneumonia

Penyakit lain yang berkaitan dengan infeksi nosokomial adalah pneumonia. Kondisi ini biasanya ditemukan pada 9-27% pasien yang menggunakan alat bantu ventilator di ruang ICU. Mikroorganisme biasanya menyerang perut, saluran pernapasan, dan bronkitis, sehingga terjadi infeksi pada paru-paru.

Patogen yang umumnya ditemukan pada infeksi jenis pneumonia adalah P. aeruginosa, S. aureus, dan Haemophilus influenzae.

4. Infeksi luka operasi

Kondisi ini juga sering terjadi pada pasien yang menjalani prosedur operasi di rumah sakit. Infeksi dapat ditularkan secara eksogen (melalui udara, peralatan medis, dan staf medis) atau secara endogen (dari flora yang ada di dalam tubuh).

Faktor lain yang mungkin dapat menyebabkan infeksi selama prosedur bedah adalah teknik bedah, kebersihan peralatan medis, dan kondisi sistem imunitas pasien.

Tiga jenis patogen yang paling banyak ditemukan pada penderita infeksi luka operasi adalah P. aeruginosa, S aureus, dan Staphylococcus jenis koagulasi negatif.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena infeksi nosokomial?

Infeksi nosokomial adalah kondisi yang mungkin dapat menyerang siapa saja yang sedang menjalani perawatan atau sehabis mengunjungi rumah sakit. Namun, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena infeksi ini.

Berikut adalah faktor-faktor risiko Anda dapat terserang infeksi di lingkungan rumah sakit:

1. Usia

Infeksi nosokomial adalah penyakit yang umumnya menyerang pasien di atas 70 tahun, walaupun dalam beberapa kasus infeksi ini juga ditemukan pada pasien yang lebih muda.

2. Sistem kekebalan tubuh

Tubuh pasien yang memiliki sistem imun tubuh bermasalah lebih rentan terkena infeksi di dalam lingkungan rumah sakit.

3. Penyakit yang diderita

Pasien dengan penyakit yang memengaruhi sistem imun, seperti leukemia, tumor, diabetes melitus, dan AIDS memiliki risiko tinggi terkena infeksi di rumah sakit.

4. Berada di ICU cukup lama

Pasien rumah sakit yang tinggal lebih lama dari pasien biasa, seperti misalnya pasien ICU, akan lebih mudah terkena infeksi di rumah sakit.

5. Fasilitas medis yang kurang memadai

Pusat layanan kesehatan dengan fasilitas yang tidak sesuai standar, seperti teknik menyuntik yang salah, pembuangan sampah rumah sakit tidak dikelola dengan baik, dan peralatan medis yang kurang steril, dapat meningkatkan risiko pasien terkena infeksi.

6. Penggunaan antibiotik

Konsumsi antibiotik yang terlalu banyak, tidak sesuai dengan resep dokter, atau berhenti sebelum habis dapat menyebabkan tubuh menjadi resisten terhadap antibiotik. Hal ini mengakibatkan infeksi lebih mudah terjadi.

Dengan mengurangi atau menghindari faktor-faktor risiko di atas, kemungkinan Anda tertular infeksi nosokomial dapat diperkecil.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis infeksi nosokomial?

Untuk mendiagnosis infeksi nosokomial, dokter biasanya akan menanyakan apa saja tanda-tanda dan gejala yang dialami, serta kapan terakhir kali pasien berada di rumah sakit atau pusat pelayanan medis.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat mendiagnosis infeksi nosokomial dengan melihat tempat infeksi melalui tanda-tanda yang kasat mata. Dalam kasus lain, pemeriksaan tes urine dan darah, atau bahkan tes pencitraan biasanya dibutuhkan.

1. Tes darah

Apabila dokter mencurigai adanya infeksi, biasanya tes darah perlu dilakukan. Dokter akan melakukan tes kultur darah untuk mengetahui adanya infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, maupun jamur.

Tes ini biasanya bertujuan untuk mendiagnosis infeksi nosokomial yang menyerang aliran darah.

2. Tes urine

Jika dokter menduga jenis dari infeksi nosokomial adalah infeksi salurah kemih, dokter akan mengambil sampel urine Anda dan memeriksanya di laboratorium.

3. Tes pencitraan

Terkadang, dokter juga akan melakukan tes seperti x-ray, CT scan, dan MRI scan untuk mendeteksi adanya infeksi di dalam tubuh.

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati infeksi nosokomial?

Infeksi nosokomial adalah kondisi yang terdiri dari berbagai jenis dan penyebab. Maka dari itu, pengobatan yang akan direkomendasikan oleh dokter pun berbeda-beda pada setiap pasien.

Dalam sebagian besar kasus, antibiotik akan berguna untuk melawan infeksi. Namun, untuk kasus infeksi yang belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, dokter akan meresepkan antibiotik yang dapat melawan hampir semua jenis bakteri, seperti pseudomona.

Dokter juga mungkin akan memberikan terapi antijamur sebagai tambahan dari pengobatan antibiotik, seperti

  • Fluconazole
  • Caspofungin
  • Voriconazole
  • Amphotericin B

Selain itu, untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh virus, dokter mungkin akan memberikan terapi antivirus seperti acyclovir dan ganciclovir.

Jika infeksi nosokomial terjadi di kateter atau selang lainnya yang terpasang di dalam tubuh, dokter akan mencabut selang secepatnya.

Meskipun infeksi nosokomial sering dianggap dapat terobati, beberapa bisa mematikan atau kebal terhadap obat-obatan. Fasilitas pelayanan kesehatan wajib memeriksa kondisi Anda secara teratur selama Anda menginap di rumah sakit.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi infeksi nosokomial?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi infeksi nosokomial:

  • Menjaga kebersihan saat tinggal di rumah sakit. Sekitar 40 persen infeksi nosokomial disebabkan oleh kebersihan tangan yang buruk menurut sebuah laporan WHO.
  • Mensterilkan peralatan medis dengan hati-hati antara setiap penggunaan. Penyedia layanan kesehatan juga wajib mengikuti prosedur yang tepat.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Sumber