Gusi Bengkak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu gusi bengkak?

Gusi adalah jaringan lunak di dalam mulut. Jaringan ini berserat dan dipenuhi oleh pembuluh darah. Gesekan atau tekanan yang terlalu keras dapat membuat gusi iritasi dan bengkak. 

Bila gusi Anda bengkak, jaringan akan berwarna kemerahan dan dapat menonjol keluar. Hal ini membuat gusi jadi lebih sensitif terhadap rangsangan sekecil apa pun. Aktivitas sederhana seperti mengunyah dan menyikat gigi mungkin dapat menyebabkan rasa nyeri dan sensasi nyut-nyutan tidak karuan. 

Kondisi ini tidak boleh disepelekan. Bila tidak ditangani dengan tepat, gusi bengkak bisa berubah jadi infeksi parah yang menyebar ke gigi 

Seberapa umumkah gusi bengkak?

Gusi bengkak adalah masalah mulut yang umum. Kondisi ini dapat dialami siapa saja. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Anda dapat mencegah kondisi ini dengan menghindari faktor risiko yang ada. Silakan berkonsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gusi bengkak?

Gusi yang sehat berwarna merah muda, bertekstur padat, dan melekat erat pada setiap gigi. Namun, bila Anda mengalami gusi bengkak, maka gusi akan berwarna kemerahan, terasa lunak, dan sakit ketika disentuh. Kadang-kadang gusi yang bengkak juga rentan berdarah, terutama ketika Anda menggosok gigi. 

Gusi yang membengkak biasanya juga disertai rasa tidak enak di dalam mulut, bau mulut hingga munculnya kantung nanah (abses). 

Kapan harus periksa ke dokter?

Segera berobat ke dokter bila gusi yang membengkak tidak juga mereda atau bahkan semakin memburuk. Anda juga harus segera mencari pertolongan medis bila mengalami sejumlah gejala lain, seperti:

  • Rasa sakit di gusi yang intens dan tajam
  • Rasa tidak enak atau aneh di dalam mulut
  • Perdarahan pada gusi yang terjadi tanpa sebab
  • Bau mulut kronis yang tidak mau hilang
  • Kesulitan membuka mulut sehingga menggigit, mengunyah, atau bahkan berbicara jadi aktivitas yang sangat menyiksa
  • Demam yang tinggi
  • Sakit kepala parah
  • Badan lemas tidak bertenaga

Jangan remehkan gusi yang membengkak karena mungkin jadi pertanda dari kondisi medis serius. Segera atur jadwal konsultasi dengan dokter gigi untuk mencari tahu penyebab dan cara mengatasinya yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab gusi bengkak?

Ada banyak sekali penyebab gusi bengkak. Beberapa hal di bawah ini mungkin salah satu penyebab gusi Anda bengkak.

1. Radang gusi

Radang gusi alias gingivitis adalah penyebab paling umum dari pembengkakan gusi. Kondisi ini disebabkan karena plak yang dibiarkan terus menumpuk di permukaan gigi. Plak adalah lapisan tipis yang mengandung bakteri.

Bila Anda tidak merawat kebersihan gigi dengan baik, plak dapat mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Nah, karang gigi inilah yang sering kali memicu iritasi hingga menyebabkan gusi bengkak dan meradang. 

Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami radang gusi karena gejalanya biasanya sangat ringan. Meski begitu, bila kondisi ini dibiarkan terus, radang gusi dapat menyebabkan infeksi gusi serius yang disebut dengan periodontitis. 

2. Sariawan

Sariawan merupakan masalah mulut yang paling sering dialami orang. Paling tidak setahun sekali seseorang dapat mengalami sariawan. Luka sariawan dapat muncul di bagian mana saja, termasuk pada dasar gusi. 

Selain menyebabkan gusi bengkak, Anda juga dapat merasakan sensasi perih dan nyeri yang luar biasa. Rasa nyeri ini bahkan hingga membuat Anda kesulitan untuk makan dan berbicara.

Sariawan dapat dipicu oleh banyak hal. Mulai dari infeksi, benturan keras yang mengenai jaringan lunak di mulut, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.  

3. Menyikat gigi terlalu keras

Supaya mendapatkan gigi yang bersih bebas noda, sebagian orang mungkin akan menyikat gigi dengan sekuat tenaga. Padahal, cara ini tidaklah tepat.Menyikat gigi terlalu keras justru bisa membuat gusi Anda bengkak dan terluka. 

Tekanan yang terlalu kuat ketika Anda menyikat gigi dapat merusak jaringan gusi yang notabenenya lunak dan sensitif. Alhasil, gusi Anda bisa luka, berdarah, dan pada akhirnya mengalami pembengkakan.

Di sisi lain, menyikat gigi terlalu keras juga dapat mengikis lapisan terluar gigi (enamel), yang pada akhirnya memicu terjadinya gigi sensitif.

4. Efek samping behel

Kawat gigi alias behel merupakan salah satu perawatan untuk menyelaraskan gigi dan memperbaiki rahang yang tidak normal. Sayangnya, pemakaian kawat gigi juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Salah satunya gusi bengkak. 

Seminggu pertama setelah kawat gigi berhasil dipasang, biasanya Anda akan mengalami rasa tidak nyaman. Pipi, gusi, bibir, dan lidah yang tergesek-gesek oleh kawat juga dapat luka dan menyebabkan rasa nyeri yang cukup menyakitkan. Kadang-kadang, hal ini sampai memicu sariawan. 

Sebagian orang juga mengeluhkan mengalami efek samping serupa setelah behel dikencangkan. 

5. Kehamilan

Gusi bengkak juga dapat terjadi selama kehamilan. Perubahan hormon selama masa kehamilan dapat meningkatkan aliran darah di gusi Anda. Nah, aliran darah yang meningkat ini dapat menyebabkan gusi Anda mudah teriritasi hingga berujung bengkak. 

Perubahan hormon ini juga dapat menghambat kemampuan tubuh untuk melawan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi gusi. Alhasil, pembengkakan pada gusi pun tidak bisa dihindari.

Sistem kekebalan tubuh yang menurun serta sering muntah-muntah karena morning sickness juga membuat ibu hamil lebih rentan mengalami masalah gigi dan mulut, dilaporkan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). 

PDGI melaporkan bahwa gingivitis alias radang gusi menjadi salah satu penyakit yang paling sering dialami ibu hamil pada trimester awal kehamilan.

6. Perubahan hormon 

Selain kehamilan, perubahan hormon yang dialami wanita selama masa pubertas, menstruasi, dan menopause juga dapat menyebabkan gusi bengkak. Kadar hormon progesteron yang cenderung meningkat pada masa-masa itu memengaruhi aliran darah ke gusi. Akibatnya, gusi jadi berwarna kemerahan, bengkak, dan sensitif. 

7. Merokok

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa perokok lebih rentan terserang penyakit gusi dibanding orang yang tidak merokok. Semakin banyak dan lama Anda merokok, maka semakin rentan Anda terkena penyakit gusi. 

Hal ini disebabkan karena bahan kimia yang terkandung dalam rokok dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan bakteri dan virus penyebab penyakit. 

Oleh karena itu, orang yang merokok lebih berisiko mengalami infeksi gusi. Infeksi gusi bisa semakin parah dan sulit disembuhkan bila Anda terus-terusan melakoni kebiasaan buruk ini. 

8. Kekurangan vitamin

Tanpa Anda sadari, asupan nutrisi dari makanan yang Anda makan setiap hari pun memengaruhi kesehatan gusi dan gigi. Bila Anda kekurangan vitamin, terutama vitamin B dan C, Anda akan lebih rentan mengalami gangguan mulut.

Vitamin C dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kolagen yang ikut membentuk jaringan gusi. Oleh karenanya, orang yang kekurangan vitamin C lebih mudah mengalami sariawan dan pembengkakan gusi. 

Sementara vitamin B dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan sel dan membantu melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk gusi. 

9. Minum obat-obatan tertentu

Coba periksa obat-obatan yang sedang rutin Anda minum setiap hari. Bisa jadi pembengkakan gusi yang Anda alami disebabkan karena salah satu dari obat-obat tersebut.

Sejumlah obat memiliki efek samping mulut kering. Sementara mulut kering dapat memicu sejumlah masalah mulut, seperti gusi bengkak. Hal ini karena kondisi mulut yang kering malah meningkatkan pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Akibatnya, Anda akan lebih rentan mengalami sejumlah infeksi yang menyebabkan pembengkakan pada gusi. 

Jenis obat yang membuat mulut kering di antaranya pereda nyeri, antihistamin, kortikosteroid, anti-epilepsi, calcium channel inhibitor, dan lain sebagainya. Obat kemoterapi untuk mengobati kanker pun bisa bisa menjadi faktor penyebab gusi Anda mengalami pembengkakan. 

Mengutip dari laman WebMD, pasien kanker sering kali mengalami stomatitis, alias luka sariawan. Sariawan ini dapat muncul di bagian mana saja. Entah di bibir, gusi, lidah, bagian atas mulut, atau bagian dalam pipi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko gusi bengkak?

Ada banyak hal yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami pembengkakan gusi. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Usia. 
  • Riwayat penyakit gusi
  • Cedera di sekitar mulut. 
  • Menjalani perawatan gigi tertentu. 
  • Kebiasaan membersihkan gigi yang buruk, seperti jarang gosok gigi dan flossing.
  • Perubahan hormon yang dialami wanita saat hamil, menstruasi, dan menopause. 
  • Merokok.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Menjalani perawatan kemoterapi.

Obat & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis gusi bengkak?

Gusi bengkak dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik. Dokter akan meminta Anda untuk membuka mulut. Setelah itu, dokter akan memeriksa keadaan gusi yang bengkak atau mengalami peradangan. Selama pemeriksaan, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan gigi Anda dan gejala yang Anda alami. 

Dokter mungkin juga akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai rasa sakit yang Anda alami. Misalnya, kapan gusi Anda mulai bengkak, seberapa intens rasa sakit yang Anda rasakan, dan lainnya. 

Sejumlah obat dapat menjadi faktor pemicu gusi Anda bengkak. Maka itu, selama pemeriksaan jangan lupa untuk beri tahu dokter tentang semua obat yang sedang rutin Anda minum. Entah itu obat dengan atau tanpa resep dokter, termasuk suplemen makanan serta obat herbal sekali pun. 

Bila diperlukan, pemeriksaan dengan rontgen sinar X juga dapat dilakukan dokter. Dalam kasus tertentu, Anda mungkin juga harus menjalani tes lab. 

Bagaimana cara mengobati gusi bengkak?

Pengobatan gusi bengkak tergantung pada faktor penyebab dan gejala yang Anda keluhkan. Berikut pilihan obat untuk mengatasi gusi bengkak. 

1. Minum obat pereda nyeri

Bila gusi Anda terasa sangat nyeri, minum obat pereda nyeri dapat menjadi solusi. Paracetamol dan ibuprofen adalah dua obat mujarab untuk meredakan nyeri ringan di sekujur tubuh. 

Ketimbang ibuprofen, paracetamol lebih populer karena mudah ditemui di warung, toko obat, apotek, hingga swalayan tanpa harus pakai resep dokter. Namun, selalu gunakan obat jenis apa pun dengan bijak dan sesuai aturan.

Baca lebih dulu cara pakainya sebelum Anda minum obat. Bila Anda kurang paham terkait cara pakainya, jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter atau petugas apoteker. 

2. Obat antibiotik atau antivirus

Bila pembengkakan pada gusi Anda disebabkan karena infeksi bakteri, maka dokter dapat meresepkan obat antibiotik. Sementara bila disebabkan karena infeksi virus, obat antivirus adalah solusi yang tepat. 

Baik antibiotik dan antivirus harus diminum teratur sesuai anjuran. Jangan menghentikan, mengurangi, atau menambahkan dosis obat tanpa sepengetahuan dokter Anda. 

3. Chlorhexidine

Chlorhexidine juga dapat digunakan untuk meredakan pembengkakan pada gusi. Obat ini efektif untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab peradangan dan gusi yang mengalami pembengkakan. Obat ini harus ditebus dengan resep dokter. 

Chlorhexidine punya banyak jenis. Bila diresepkan dalam bentuk obat kumur, larutan chlorhexidine tidak boleh ditelan. 

Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat penyakit gusi dan baru saja menjalani perawatan veneer gigi, pasang gigi palsu, atau menambal gigi bolong. 

4. Membersihkan karang gigi

Karang gigi yang terus-terusan terbentuk di garis gusi dapat mengiritasi dan membuat gusi Anda bengkak. Sayangnya, karang gusi tidak bisa hilang hanya dengan menggosok gigi saja. Karang di gusi harus dihilangkan lewat perawatan scaling menggunakan alat khusus. Scaling akan mengikis karang dari garis gusi maupun permukaan gigi Anda. 

Perawatan scaling harus dilakukan di dokter gigi. Idealnya scaling dilakukan setiap 6 bulan sekali. Namun, bila Anda mengalami masalah gigi yang berat, perawatan scaling dapat dilakukan lebih sering. 

Pengobatan rumahan

Apa saja pengobatan rumahan untuk mengobati gusi bengkak?

Selain dengan obat-obatan medis, ada pula pengobatan rumahan untuk meredakan gusi yang bengkak. Berikut beberapa pengobatan rumahan yang bisa Anda coba. 

1. Menyikat gigi pelan-pelan

Meski gusi bengkak membuat tidak nyaman, Anda tetap perlu merawat kebersihan gigi dan mulut setiap hari. Supaya pembengkakannya tidak semakin parah, pastikan Anda menyikat gigi dengan pelan-pelan. 

Pilihlah sikat gigi yang berbulu halus, punya kepala sikat yang pas di mulut, dan nyaman ketika digenggam. Pastikan pasta gigi yang Anda pakai di rumah mengandung fluoride. 

Fluoride membantu menjaga dan melindungi permukaan gigi supaya tidak cepat rapuh. Anda perlu menyikat gigi sebanyak dua kali, pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. 

2. Bersihkan gigi dengan benang

Menyikat gigi saja tidak cukup untuk membersihkan gigi Anda secara menyeluruh. Setelah menyikat gigi, Anda juga perlu membersihkan gigi dengan benang (dental floss).

Cara membersihkan gigi ini efektif untuk mengangkat sisa-sisa makanan yang ada di celah gigi, yang tidak bisa dijangkau dengan sikat gigi biasa.

Gesekkan benang di sela gigi dan garis gusi dengan perlahan. Menggesek-gesekan benang terlalu kencang justru dapat membuat gusi robek dan berdarah. 

3. Berhenti merokok

Supaya Anda terhindar dari berbagai masalah gigi dan mulut, mulai sekarang usahakan untuk berhenti merokok. Ingat, semakin lama dan banyak Anda merokok, teror penyakit gusi akan semakin nyata. 

4. Pakai obat kumur

Selain bikin napas segar, obat kumur juga dapat digunakan untuk membantu merawat kesehatan gigi dan mulut. Obat kumur yang mengandung antiseptik dapat melawan bakteri penyebab infeksi yang bikin gusi bengkak dan gigi berlubang.

Berkumurlah dua kali sehari setelah menggosok gigi selama 30 detik. Ingat! Jangan ditelan, ya! Jadi setelah berkumur, segera buang airnya.

5. Bijak pilih makanan

Makanan yang Anda makan setiap hari memengaruhi kesehatan gusi dan gigi Anda. Batasi makanan yang manis dan asam karena keduanya dapat memicu kerusakan gigi yang parah. Apalagi jika Anda juga jarang menyikat gigi. 

Bila Anda memang tidak bisa lepas dari kedua jenis makanan ini, pastikan Anda berkumur dan menyikat gigi sampai bersih setelahnya.

6. Minum banyak air putih

Kekurangan asupan cairan dapat menyebabkan mulut kering. Padahal, air liur berperan penting untuk melembapkan sekaligus membersihkan sisa-sisa makanan di permukaan gigi.

Maka pastikan Anda banyak minum putih setiap hari. Segeralah minum segelas air setiap kali Anda merasa haus. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber