home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Pilihan Pengobatan Glaukoma yang Paling Umum

4 Pilihan Pengobatan Glaukoma yang Paling Umum

Glaukoma adalah gangguan penglihatan pada orang usia lanjut yang disebabkan oleh kerusakan saraf mata akibat tekanan tinggi dalam bola mata. Penting bagi Anda untuk secepatnya mendapatkan pengobatan untuk mencegah gangguan penglihatan berkembang semakin parah. Lalu, apakah glaukoma bisa disembuhkan? Jika iya, apa saja jenis pengobatan yang bisa dipilih? Simak berbagai pilihan pengobatan glaukoma di dokter yang paling umum.

Berbagai pilihan pengobatan glaukoma yang tersedia

Sebagian besar pasien yang terdiagnosis dengan glaukoma pasti memiliki kekhawatiran dan pertanyaan yang sama, yaitu apakah penyakit ini bisa disembuhkan.

Pada umumnya, penyakit glaukoma tidak dapat disembuhkan. Namun, gejala-gejala dan perkembangan penyakit masih bisa dikendalikan dengan pengobatan.

Pengobatan glaukoma hanya akan membantu mencegah glaukoma semakin parah. Maka dari itu, pengobatan biasanya akan berfokus pada cara-cara menurunkan tekanan bola mata yang tinggi.

Ada empat pilihan terapi pengobatan glaukoma yang umum digunakan dokter untuk menghindari risiko kebutaan. Biasanya, jenis pengobatan yang dipilih tergantung pada tingkat keparahan serta jenis glaukoma yang pasien derita.

Berikut ini adalah 4 pengobatan glaukoma yang umum diberikan dokter:

1. Obat tetes mata

Cara mengobati glaukoma yang paling umum dan selalu dianjurkan pertama kali oleh dokter adalah obat tetes mata. Obat tersebut bekerja menurunkan tekanan bola mata dan mencegah kerusakan pada saraf optik mata.

Tentunya, obat tetes mata yang digunakan dalam pengobatan glaukoma bukanlah obat yang bisa Anda dapatkan secara bebas di apotek. Anda harus mendapatkannya dengan resep dokter karena jenis dan dosisnya akan ditentukan berdasarkan tingkat keparahan kondisi Anda.

Berdasarkan informasi dari National Eye Health, obat tetes untuk menurunkan tekanan bola mata yang paling sering diresepkan dokter adalah:

  • Golongan analog prostaglandin (latanaprost, travoprost, tafluprost, dan bimatoprost)
  • Golongan agen kolinergik atau miotik (pilokarpin)
  • Golongan inhibitor rho kinase (netarsudil)
  • Golongan oksida nitrat (latanoprostene bunod)

Sementara itu, ada juga obat tetes mata yang membantu mengurangi kadar cairan yang diproduksi oleh mata. Beberapa di antaranya adalah:

  • Golongan antagonis β-adrenergik (timolol dan betaxolol)
  • Golongan inhibitor karbonik anhidrase (dorzolamide dan brinzolamide)
  • Golongan agonis alfa-adrenergik (apraclonidine dan brimonidine)

Obat-obatan tersebut bisa diberikan secara terpisah atau dokter mungkin saja menggabungkannya. Meski penggunaan obat tetes mata tidak bisa menyembuhkan glaukoma secara tuntas, cara ini ampuh untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah.

2. Obat minum

Selain obat tetes mata, dokter juga terkadang akan meresepkan obat oral atau minum dalam pengobatan glaukoma. Ada dua pilihan obat minum yang digunakan dalam cara menyembuhkan gejala-gejala glaukoma, yaitu:

  • Golongan inhibitor karbonik anhidrase, seperti acetazolamide.
    Obat ini umumnya hanya digunakan untuk terapi singkat serangan
    glaukoma akut. Namun pada beberapa kasus, obat ini dapat diberikan dalam jangka waktu panjang pada pasien yang tidak dapat menjalani operasi namun obat tetes mata tidak lagi manjur.
  • Golongan hiperosmotik, seperti glisero
    Obat ini bekerja dengan menarik cairan dari bola mata ke dalam pembuluh darah. Pemberian hanya dilakukan pada kasus-kasus akut dan dalam jangka waktu singkat (hitungan jam).

Akan tetapi, risiko efek samping obat minum lebih tinggi daripada obat tetes mata. Itu sebabnya, minum obat biasanya kurang begitu direkomendasikan dalam pengobatan glaukoma.

3. Laser

Pilihan pengobatan glaukoma berikutnya adalah laser. Biasanya, laser akan disarankan apabila obat-obatan dan cara lain tanpa operasi tidak membuahkan hasil dalam menurunkan tekanan bola mata.

Terdapat dua jenis pengobatan dengan laser yang dapat dilakukan untuk membantu menguras kelebihan cairan mata akibat glaukoma, yaitu:

  • Trabekuloplasti. Tindakan ini biasa dilakukan untuk orang yang memiliki glaukoma sudut terbuka. Laser membantu agar sudut yang menjadi tempat drainase dapat bekerja secara lebih maksimal.
  • Iridotomi. Tindakan ini umumnya dilakukan untuk kasus glaukoma sudut tertutup. Iris Anda akan dilubangi dengan menggunakan sinar laser agar ekstra cairan dapat mengalir lebih baik.

Meski demikian, cara mengatasi glaukoma dengan laser terkadang tidak menunjukkan hasil yang lebih baik dari prosedur bedah atau operasi.

4. Operasi

Operasi glaukoma umumnya dilakukan pada kasus-kasus yang sudah tidak lagi dapat membaik dengan pilihan-pilihan pengobatan di atas. Operasi biasanya berlangsung selama 45-75 menit.

Tindakan pembedahan yang umum dilakukan dalam cara mengobati glaukoma, termasuk:

  • Trabekulektomi, dilakukan dengan membuat sayatan kecil di bagian putih mata dan juga pembuatan kantong di daerah konjungtiva (bleb). Dengan demikian, kelebihan cairan dapat mengalir melalui sayatan tersebut menuju kantong bleb dan kemudian diserap oleh tubuh.
  • Alat drainase glaukoma. Tindakan ini berupa pemasangan implan serupa pipa untuk membantu mengalirkan cairan berlebih dalam bola mata.

Apakah kebutaan akibat glaukoma bisa disembuhkan?

Perlu diingat kembali bahwa pengobatan-pengobatan glaukoma di atas sangatlah penting untuk mencegah kerusakan mata yang semakin parah. Pasalnya, glaukoma yang terlambat ditangani dapat berujung pada kebutaan total.

Ketika pasien sudah kehilangan seluruh penglihatannya, ia mengalami kondisi yang disebut glaukoma absolut. Tak hanya kebutaan total, pasien juga mungkin merasakan tekanan yang menyakitkan pada mata.

Lantas, apakah kebutaan pada glaukoma absolut bisa disembuhkan?

Sayangnya, kebutaan yang telah disebabkan glaukoma bersifat permanen. Artinya, penglihatan penderitanya tak lagi dapat dikembalikan.

Meski begitu, orang yang mengalami glaukoma absolut nantinya akan tetap diberikan pengobatan untuk mengurangi rasa sakit akibat tekanan bola mata. Tak hanya itu, Anda juga akan diberikan terapi psikologis untuk memberikan dukungan pada pasien yang harus kehilangan penglihatannya.

Itu sebabnya, penting bagi Anda mengenal gejala glaukoma dan mengobatinya sedini mungkin. Dengan begitu, kerusakan yang lebih parah dapat dicegah. Diskusikan lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui metode pengobatan glaukoma seperti apa yang paling cocok untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Glaucoma – National Eye Institute. (2020). Retrieved September 8, 2020, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/glaucoma#section-id-46 

Glaucoma Medicines – National Eye Institute. (2020). Retrieved September 8, 2020, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/glaucoma/glaucoma-medicines 

Boyd, K. (2020). Glaucoma Treatment – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 8, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/glaucoma-treatment 

2017-2018 BCSC (Basic and Clinical Science Course) – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 8, 2020, from https://www.aao.org/Assets/05564d6d-7ec8-45f9-a056-5715e41e3af7/636312522981670000/bcsc1718-s10-pdf 

Glaucoma – Kellogg Eye Center. (n.d.). Retrieved September 8, 2020, from https://www.umkelloggeye.org/conditions-treatments/glaucoma#:~:text=In%20general%2C%20glaucoma%20cannot%20be,and%20to%20prevent%20vision%20loss

Weinreb, R. N., Aung, T., & Medeiros, F. A. (2014). The pathophysiology and treatment of glaucoma: a review. JAMA, 311(18), 1901–1911. https://doi.org/10.1001/jama.2014.3192 

Gessesse, G. W., & Damji, K. F. (2013). Advanced glaucoma: management pearls. Middle East African journal of ophthalmology, 20(2), 131–141. https://doi.org/10.4103/0974-9233.110610

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Laura Agnestasia Dj.
Tanggal diperbarui 30/11/2020
x