5 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma, Mulai dari Obat Herbal hingga Makanan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Glaukoma adalah penyakit yang terjadi akibat kerusakan saraf mata. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan komplikasi glaukoma berupa kebutaan permanen bila tidak cepat diobati dengan tepat. Nah, selain pakai obat tetes mata dan obat minum, ternyata ada cara lain dan obat-obatan herbal tradisional yang bisa dimanfaatkan untuk membantu mengatasi glaukoma di rumah, lho! Apa saja? Yuk, intip ulasan lengkap berikut.

Beragam obat herbal dan cara alami mengatasi glaukoma

Saat ini, sudah banyak jenis obat herbal yang diklaim mampu menyembuhkan penyakit glaukoma. Namun, apakah benar obat-obatan tradisional bisa mengatasi penyakit ini secara tuntas?

Penting untuk Anda ketahui bahwa hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat mengembalikan kerusakan saraf mata akibat glaukoma. Terapi dan pengobatan glaukoma yang ada hanya membantu mengendalikan gejala-gejala, serta mencegah penyakit berkembang menjadi semakin parah.

Oleh karena itu, obat-obatan herbal yang ada hanya akan membantu menjaga kesehatan mata pasien glaukoma serta menghindari risiko kerusakan yang lebih parah pada saraf mata.

Sekalipun telah mengonsumsi berbagai obat atau bahan alami, Anda tidak bisa menggantikan obat-obatan resep yang telah diberikan dokter. Artinya, Anda tetap harus menaati pengobatan medis dari dokter, seperti obat tetes mata.

Berbagai studi telah membuktikan bahwa terdapat bahan tradisional dan zat alami yang diketahui memberikan dampak positif terhadap mata yang rusak akibat glaukoma. Beberapa bahan alami yang terkenal mampu menyumbang efek baik pada mata, antara lain:

1. Makan makanan tinggi astaxanthin

Astaxanthin adalah jenis karotenoid yang paling banyak mengandung antioksidan. Antioksidan sendiri berperan penting untuk membantu menangkal radikal bebas penyebab berbagai macam penyakit, termasuk glaukoma.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Vision menemukan bahwa astaxanthin dapat membantu mengurangi kerusakan retina yang disebabkan oleh stres oksidatif (terlalu banyak radikal bebas). Meski uji coba baru dilakukan pada tikus, hasil penelitian ini cukup memberikan angin segar sebagai cara mengatasi glaukoma.

Pasien glaukoma bisa mengonsumsi astaxanthin dalam bentuk alami atau obat suplemen herbal. Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu ke dokter sebelum minum suplemen astaxanthin. Pasalnya, tidak semua orang membutuhkan suplemen makanan.

Namun, selain lewat suplemen, Anda juga bisa mendapatkan asupan astaxanthin untuk meredakan gejala-gejala glaukoma dari bahan alami, seperti:

  • Wortel
  • Ubi jalar
  • Semangka
  • Blewah
  • Paprika merah dan kuning
  • Mangga
  • Tomat
  • Salmon
  • Udang
  • Lobster
  • Alga merah
  • Telur ikan

2. Perbanyak asupan omega 3

Lemak tidak selalu buruk untuk tubuh. Salah satu lemak baik yang terbukti banyak manfaatnya  adalah asam lemak omega-3. Usut punya usut, rutin mengonsumsi makanan tinggi asam lemak omega-3 bisa jadi cara efektif mengobati glaukoma secara alami. Hal ini pun didukung studi yang dilakukan oleh peneliti dalam Translational Vision Science and Technology.

Penelitian tersebut melaporkan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu menurunkan tekanan intraokular (bola mata) pada orang dengan gejala glaukoma dini. Penelitian lain juga telah menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu melindungi mata orang dewasa dari risiko degenerasi makula dan sindrom mata kering.

Asam lemak omega-3 banyak terkandung dalam ikan berlemak (ikan cod, salmon, sarden, dan tuna)  dan makanan laut lain, seperti udang, kepiting, dan kerang. Anda juga bisa mendapatkan asupan asam lemak omega 3 dari suplemen minyak ikan yang banyak dijual di toko obat atau apotek.

3. Minum suplemen koenzim Q10 (CoQ10)

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi glaukoma adalah dengan minum obat suplemen herbal dengan kandungan koenzim Q10 (CoQ10).

CoQ10 adalah antioksidan yang sebenarnya ada di hampir setiap sel tubuh Anda. Antioksidan ini berperan untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan sel serta melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Koenzim Q10 dapat membantu mengurangi sejumlah gejala glaukoma yang membuat mata tak nyaman. Antioksidan ini dapat mencegah kerusakan sel neuroretinal dan juga mengurangi jumlah radikal bebas yang dihasilkan mata.

4. Mengonsumsi buah bilberry

Bilberry adalah buah yang telah dimanfaatkan sebagai obat herbal alami sejak abad ke-16. Bahkan, ada pula beberapa studi yang sudah menguji efek buah ini untuk digunakan sebagai obat herbal untuk pasien glaukoma.

Bahan aktif yang terkandung dalam bilberry adalah antosianin, yaitu salah satu jenis flavonoid yang termasuk dalam antioksidan untuk tubuh. Antosianin dalam bilberry diyakini mampu melindungi saraf-saraf optik pada mata, sel-sel retina, sehingga dapat memperlambat kerusakan pada mata.

5. Menggunakan ekstrak ginkgo biloba

Ginkgo biloba juga dipercaya sebagai ramuan tradisional yang efektif untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit glaukoma. Tanaman yang berasal dari Tiongkok ini mengandung flavonoid dan terpenoid yang tinggi. Selain itu, terdapat lebih dari 60 jenis zat bioaktif yang dipercaya bermanfaat untuk kesehatan secara menyeluruh.

Meski pengaruh obat herbal ginkgo biloba dan penyakit glaukoma belum diketahui secara jelas, tanaman ini diyakini dapat memperbaiki sirkulasi darah pada mata, serta mengurangi kerusakan saraf-saraf optik pada mata secara alami.

Nah, itu dia berbagai bahan herbal alami yang bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk mengendalikan gejala-gejala glaukoma. Namun, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi pada dokter dan ahli gizi mengenai asupan bahan-bahan tersebut. Pasalnya, mungkin saja beberapa bahan tertentu menimbulkan interaksi dengan obat tertentu yang ada konsumsi. Itu sebabnya, konsultasilah dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan kombinasi pengobatan terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Mata Belekan yang Harus Diwaspadai

Coba perhatikan bagaimana kondisi mata belekan Anda di pagi hari. Apakah kering seperti remah, lengket berserabut warna putih, atau justru hijau kekuningan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Mata 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Kalau muncul migrain atau sakit kepala setelah keramas, Anda mungkin bertanya-tanya apa artinya. Nah, ini dia berbagai penyebabnya. Simak baik-baik, ya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Nyaman, Sih, tapi Ini Akibatnya Jika Membaca Sambil Tiduran

Membaca sambil tiduran memang nyaman. Sayangnya, sedikit-banyak ini bisa berdampak pada kesehatan Anda. Apa saja? Bagaimana pula posisi membaca yang benar?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

10 Tanda Saatnya Anda Periksa ke Dokter Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital

Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala di belakang mata

9 Penyebab Sakit Kepala Nyut-nyutan di Belakang Mata

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
belladonna

Berkenalan dengan Belladonna, Tanaman Beracun yang Bermanfaat untuk Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit