Fetal Alcohol Syndrome (FAS)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Mei 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu FAS (fetal alcohol syndrome)?

Fetal alcohol syndrome (FAS) adalah kondisi yang ditandai dengan kelainan secara mental dan fisik pada bayi baru lahir karena terkena dampak dari alkohol.

Fetal alcohol syndrome (FAS) adalah kelainan atau cacat lahir pada bayi yang diakibatkan oleh konsumsi alkohol selama masa kehamilan sehingga menyebabkan kerusakan otak dan masalah pertumbuhan pada janin.

Fetal alcohol syndrome (FAS) adalah kondisi kelainan pada bayi baru lahir yang dikenal juga dengan nama sindrom alkohol janin.

Fetal alcohol syndrome (FAS) adalah salah satu dari jenis fetal alcohol spectrum disorders (FASD) atau gangguan spektrum alkohol janin. Kondisi ini menyebabkan berbagai gejala fisik, perilaku dan kesulitan belajar. 

Tingkat keparahan tanda dan gejala yang disebabkan oleh FAS berbeda-beda pada setiap anak. Kelainan saat bayi baru lahir yang disebabkan oleh FAS tidak dapat disembuhkan.

Jadi, jika Anda minum alkohol selama kehamilan Anda, berarti Anda meningkatkan risiko janin untuk mengalami FAS saat lahir.

Jika Anda mencurigai bayi mengalami sindrom alkohol janin atau FAS karena gejala yang ditunjukkannya, sebaiknya konsultasikan secepatnya dengan dokter.

Diagnosis dini dapat membantu bayi mendapatkan penanganan yang tepat guna mengurangi kemungkinan masalah FAS seperti kesulitan belajar dan masalah perilaku di kemudian hari.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Fetal alcohol syndrome (FAS) adalah kondisi kelainan atau cacat bawaan pada bayi baru lahir yang berisiko bila ibu minum alkohol saat hamil. 

Berdasarkan penjelasan tersebut, sindrom alkohol pada janin ini juga berisiko bagi ibu yang sedang hamil maupun berencana untuk hamil.

Semakin banyak alkohol yang diminum ibu saat hamil, semakin besar kemungkinan terjadinya gangguan pada janin di dalam kandungan.

Melansir dari laman Mayo Clinic, tidak diketahui jumlah atau takaran alkohol yang aman diminum selama hamil.

Oleh karena itu, Anda sangat disarankan untuk menghindari minum alkohol saat hamil guna menjaga kesehatan janin di dalam kandungan.

Pasalnya, fetal alcohol syndrome (FAS) sangat berisiko fatal bagi janin. Bayi yang lahir dengan kelainan atau cacat akibat FAS biasanya memiliki wajah yang berbeda dari anak-anak lainnya, mengalami masalah pertumbuhan, dan masalah pada sistem saraf pusat. 

Selain itu, gangguan terkait proses pembelajaran, memori (ingatan), fokus, komunikasi, penglihatan, maupun pendengaran juga mungkin dialami oleh bayi dengan FAS.

Alhasil, anak yang mengalami FAS sejak lahir kerap mengalami kesulitan saat belajar di sekolah maupun susah berinteraksi dengan orang lain.

Tanda-Tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala FAS (fetal alcohol syndrome)?

Gejala yang terjadi pada seorang bayi dengan fetal alcohol syndrome (FAS) mencakup kecacatan fisik, gangguan sistem saraf dan otak, gangguan dalam berpikir, serta gangguan dalam bersosialisasi.

Kecacatan fisik terkait FAS bisa meliputi penampilan wajah yang khas. Ambil contohnya ukuran mata kecil, bibir bagian atas yang sangat tipis, hidung pendek dan terbalik, dan permukaan kulit yang halus antara hidung dan bibir bagian atas.

Dalam beberapa kasus, bayi dengan FAS juga bisa mengalami kelainan pada sendi, tungkai, dan jari tangan maupun kaki.

Pertumbuhan fisik bayi yang mengalami FAS lambat, baik sebelum dan sesudah kelahiran. Bayi dengan FAS mungkin sulit mendengar atau memiliki gangguan pendengaran lainnya.

Kecacatan pada jantung, ginjal, tulang, otak, dan sistem saraf pusat bayi juga bisa terjadi karena FAS.

Gangguan pada otak dan sistem saraf pusat bayi biasanya ditunjukkan dengan koordinasi atau keseimbangan yang kurang baik serta proses belajar dan perkembangan yang tertunda.

Bayi juga cenderung memiliki daya ingat yang lemah, sulit memahami sesuatu, dan kesulitan memecahkan masalah. Gejala FAS lainnya yaitu hiperaktivitas dan suasana hati berubah-ubah.

Ketika bertambah besar, anak yang kena FAS punya kemungkinan besar kesulitan dalam belajar di sekolah, bergaul dengan orang lain, serta beradaptasi. 

Secara garis besarnya, tingkat keparahan gejala akibat FAS atau sindrom alkohol janin tidak selalu sama pada setiap anak yang mengalaminya.

Ada anak dengan FAS yang mengalami gejala cukup parah, tetapi ada juga yang cenderung lebih ringan.

Namun, tanda dan gejala fetal alcohol syndrome (FAS) bisa meliputi gangguan terkait fisik, gangguan terkait kognitif atau kecerdasan, dan gangguanterkait fungsi tubuh.

Agar lebih jelas dan rinci, berbagai gejala fetal alcohol syndrome (FAS) adalah sebagai berikut:

Masalah pada fisik anak

Beragam masalah pada fisik anak akibat fetal alcohol syndrome (FAS) adalah sebagai berikut:

  • Memiliki kondisi atau ciri-ciri wajah yang khas. Misalnya mata kecil, bibir bagian atas sangat tipis, hidung pendek dan kecil, dan permukaan kulit di antara hidung dan bibir atas terasa halus
  • Pertumbuhan fisik bayi melambat saat sebelum lahir dan sesudah dilahirkan
  • Ukuran lingkar kepala bayi kecil dan ukuran otak kecil
  • Mengalami kelainan pada bentuk sendi, tungkai, dan jari
  • Mengalami gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran
  • Mengalami masalah pada organ jantung, masalah ginjal, dan masalah tulang
  • Mengalami gangguan terkait sistem saraf pusat, termasuk otak

Masalah pada otak dan sistem saraf pusat anak

Beragam masalah pada otak dan sistem saraf pusat anak akibat fetal alcohol syndrome (FAS) adalah sebagai berikut:

  • Mengalami fungsi koordinasi dan keseimbangan tubuh buruk
  • Mengalami gangguan intelektual, gangguan dalam belajar, dan keterlambatan dalam perkembangan
  • Memiliki kemampuan mengingat yang buruk
  • Mengalami masalah perilaku dan sosial (saat berinteraksi dengan orang lain)
  • Anak cenderung gelisah dan terlalu aktif (hiperaktif)
  • Susah fokus dan kesulitan dalam memproses informasi
  • Perubahan suasana hati yang cepat
  • Mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah

Masalah pada fungsi tubuh anak dan cara berinteraksi dengan orang lain

Beragam masalah pada fungsi tubuh anak akibat fetal alcohol syndrome (FAS) adalah sebagai berikut:

  • Mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain
  • Mengalami kemampuan yang buruk dalam bersosialisasi
  • Mengalami kesulitan dalam beradaptasi atau berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya
  • Mengalami masalah terkait perilaku dan kontrol sistem saraf tubuh
  • Kesulitan dalam beraktivitas
  • Mengalami kesulitan dalam merencanakan sesuatu

Kapan harus periksa ke dokter?

Bila saat ini Anda sedang hamil dan sulit menghentikan kebiasaan minum minuman beralkohol, sebaiknya minta bantuan dari dokter kandungan.

Memberi tahu dokter mengenai kebiasaan Anda minum minuman beralkohol saat hamil juga dapat membantu mengurangi risiko janin mengalami gangguan terkait fetal alcohol syndrome (FAS).

Anda dianjurkan untuk tidak menunggu sampai masalah ini benar-benar muncul baru mencari bantuan.

Pada intinya, masalah apa pun yang dialami anak terkait perilaku dan proses pembelajaran sebaiknya konsultasikan secepatnya dengan dokter.

Fetal alcohol syndrome (FAS) adalah kondisi cacat lahir bawaan yang umumnya dapat diamati sejak bayi baru lahir. Jika Anda melihat bayi memiliki gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya segera konsultasikan dengan dokter.

Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda, termasuk bayi. Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan buah hati Anda.

Penyebab

Apa penyebab FAS (fetal alcohol syndrome)?

Ketika Anda sedang hamil dan minum minuman beralkohol, alkohol tersebut dapat dengan mudah masuk ke dalam aliran darah.

Dari aliran darah Anda, alkohol akan diserap oleh janin yang sedang berkembang melalui plasenta. Padahal, janin yang masih dalam masa perkembangan ini belum mampu memproses alkohol dalam tubuhnya seperti orang dewasa.

Alkohol yang masuk ke dalam tubuh janin dapat mengakibatkan kadarnya tinggi dalam darah janin ketimbang darah di tubuh Anda. Ini karena proses metabolisme atau pencernaan alkohol di dalam janin lebih lambat ketimbang orang dewasa.

Hal ini bisa menyebabkan gangguan pada pengiriman oksigen dan zat gizi yang optimal untuk janin yang sedang berkembang.

Itulah mengapa minum alkohol saat hamil dapat membahayakan perkembangan jaringan dan organ tubuh bayi. Bukan hanya itu, bayi juga berisiko mengalami kerusakan otak secara permanen.

Semakin banyak Anda minum alkohol saat hamil, semakin besar juga risiko bayi Anda mengalami fetal alcohol syndrome (FAS). Terlebih lagi bila Anda minum alkohol selama trimester pertama kehamilan.

Sebab di trimester pertama atau masa awal kehamilan ini janin berada dalam tahap perkembangan utama.

Organ jantung, otak, dan pembuluh darah bayi sedang dalam tahap perkembangan di beberapa minggu pertama kehamilan, bahkan sebelum Anda tahu sedang hamil. 

Adanya kerusakan atau gangguan pada kondisi wajah, jantung, tulang, sistem saraf pusat, dan organ tubuh lainnya bisa terjadi sebagai efek samping dari minum alkohol di trimester kehamilan pertama.

Meski begitu, risiko bayi mengalami fetal alcohol syndrome (FAS) akibat minum alkohol saat hamil dapat terjadi di usia kehamilan berapa pun.

Faktor-Faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena FAS (fetal alcohol syndrome)?

Risiko fetal alcohol syndrome (FAS) tidak hanya dari ibu yang sedang hamil, tapi juga pengaruh dari sang ayah. 

Anak-anak dengan kelainan ini mungkin memiliki berat lahir rendah, gangguan perkembangan otak, dan ketidakmampuan belajar.

Masalahnya, perubahan gen dalam tubuh ayah yang suka minum minuman beralkohol juga bisa diturunkan kepada anak meski ibu tidak minum minuman beralkohol sebelum atau selama kehamilan.

Jadi, jika ayah juga gemar mengonsumsi alkohol sebelum janin terbentuk, ada kemungkinan anak lahir dengan gejala fetal alcohol syndrome (FAS).

Begitu pula bagi ibu yang gemar minum alkohol sebelum hamil juga sangat berisiko menyebabkan FAS.

Kebiasaan minum alkohol bagi ibu dapat membahayakan kesehatan janin di dalam kandungan, bahkan sebelum ibu tahu bahwa dirinya sedang hamil.

Ada baiknya hindari minum alkohol guna mengurangi risiko fetal alcohol syndrome (FAS) bila Anda sedang dalam beberapa kondisi seperti:

  • Sedang hamil
  • Kemungkinan merasa sedang hamil
  • Sedang merencanakan kehamilan

Semakin banyak alkohol yang Anda minum selama kehamilan, semakin besar kemungkinan bayi Anda mengalami FAS.

Anda bisa membahayakan bayi Anda bahkan sebelum Anda menyadari bahwa Anda sedang hamil.

Jadi untuk mencegah FAS, sebaiknya Anda jangan minum alkohol jika Anda sedang hamil atau Anda sedang mencoba untuk hamil.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat FAS (fetal alcohol syndrome)?

Meski tidak langsung terlihat saat baru lahir, berbagai masalah perilaku juga dapat terjadi akibat fetal alcohol syndrome (FAS).

Berbagai komplikasi gangguan perilaku karena fetal alcohol syndrome (FAS) adalah sebagai berikut:

  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau gangguan perkembangan saraf pada anak-anak.
  • Anak minum alkohol dan menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Anak mengalami gangguan kesehatan mental, seperti depresi, gangguan makan (eating disorder), dan kecemasan.
  • Anak kerap mengalami masalah di sekolah.
  • Anak kesulitan hidup mandiri.
  • Anak memiliki masalah terkait dengan perilaku seksual.
  • Anak memiliki perilaku sosial yang tidak pantas serta melanggar aturan dan hukum.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Semakin cepat diagnosis dilakukan, akan semakin baik pula untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi nantinya.

Dokter dapat mendiagnosis kemungkinan FAS saat bayi baru lahir dengan melakukan pemeriksaan fisik, mengutip dari Kids Health

Pemeriksaan fisik ini bertujuan untuk menunjukkan bila ada murmur jantung maupun masalah lainnya terkait organ jantung bayi.

Seiring pertumbuhan bayi, berbagai gejala fetal alcohol syndrome (FAS) dapat semakin terlihat. Selain dari pemeriksaan fisik, diagnosis fetal alcohol syndrome (FAS) juga dapat dilakukan dengan cara:

  • Menjelaskan jumlah dan frekuensi minum alkohol. Jumlah dan frekuensi minum alkohol akan membantu dokter mengetahui risiko FAS yang dialami bayi. 
  • Memerhatikan gejala FAS pada bayi di awal kehidupan. Kemunculan gejala FAS pada bayi dapat membantu memantau tumbuh kembang fisik dan otaknya. 

Bukan hanya dari fisik, diagnosis fetal alcohol syndrome (FAS) juga bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif, perkembangan bahasa, dan masalah sosial serta perilaku. 

Apa saja pilihan pengobatan untuk FAS (fetal alcohol syndrome)?

Belum ada obat dan penanganan khusus untuk fetal alcohol syndrome (FAS) pada janin. Jika bayi mengalami cacat fisik dan masalah mental saat lahir, biasanya kondisi ini tetap bertaham seumur hidup. 

Namun, berbagai penanganan dapat membantu memperbaiki kondisi bayi dengan fetal alcohol syndrome (FAS), yakni:

  • Perawatan untuk membantu kemampuan bayi berjalan, bayi bicara, dan interaksi sosial bayi.
  • Perawatan khusus di sekolah untuk mendukung perilaku dan kemampuan belajar bayi.
  • Perawatan bagi anak yang dibantu oleh guru, ahli terapi wicara, ahli terapi fisik, hingga psikolog.
  • Perawatan medis untuk menangani masalah kesehatan bayi, seperti gangguan penglihatan dan kelainan jantung. 
  • Konseling bagi keluarga untuk menangani perilaku anak. 
  • Pemberian obat untuk membantu mengendalikan gejala yang dialami anak. 

Pencegahan

Apa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah FAS (fetal alcohol syndrome)?

Mudahnya, cara untuk mencegah FAS adalah dengan tidak minum alkohol sama sekali sebelum maupun selama masa kehamilan.

Beragam cara untuk membantu mencegah fetal alcohol syndrome (FAS) adalah sebagai berikut:

Hindari minum alkohol bila sedang berencana dan saat hamil

Jika kebiasaan minum alkohol masih tetap Anda lakukan, sebaiknya segera hentikan saat Anda tahu sedang hamil atau berencana untuk hamil.

Tidak ada kata terlambat untuk berhenti minum alkohol. Semakin cepat Anda berhenti minum alkohol, semakin baik bagi kesehatan janin di dalam kandungan.

Usahakan untuk terus menghindari alkohol selama kehamilan

Fetal alcohol syndrome (FAS) adalah kelainan saat lahir yang bisa dicegah bila ibu tidak minum alkohol saat hamil. Jadi, pastikan Anda melakukan hal ini untuk membantu menjaga tumbuh kembang bayi di dalam kandungan.

Pertimbangan untuk berhenti minum alkohol di masa subur

Bagi Anda yang memang sedang menginginkan kehamilan, sebaiknya mulai hentikan hobi minum alkohol jika Anda aktif secara seksual dan melakukan hubungan seks tanpa kondom.

Ini karena kehamilan dapat terjadi kapan saja dengan kedua kondisi tersebut dan berisiko tinggi bila Anda masih minum alkohol, khusus di masa awal kehamilan.

Minta bantuan dokter

Bila Anda memiliki kesulitan untuk berhenti minum alkohol, sebaiknya minta bantuan dokter. Dokter dapat menyarankan penanganan guna membantu menghentikan kebiasaan Anda minum alkohol sesuai dengan tingkat ketergantungannya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
Parenting, Nutrisi Anak 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyakit Kawasaki

Penyakit kawasaki adalah penyakit langka yang sering terjadi pada anak-anak. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan penyakit kawasaki di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Memaksa Anak Jago Olahraga

Banyak orangtua yang memaksa anak untuk berprestasi dalam olahraga. Ambisi orang tua yang lebih besar membuat olahraga bagi anak kehilangan manfaat aslinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Distrofi Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
imunisasi bayi dan anak

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
pengaruh alkohol untuk jantung

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit