Croup

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu croup?

Laryngotracheobronchitis atau croup adalah infeksi pernapasan yang seringnya terjadi pada anak-anak. Penyakit ini terjadi ketika laring (kotak suara), trakea (batang tenggorokan), serta bronkus (saluran udara ke paru-paru) mengalami iritasi dan pembengkakkan sehingga dapat menyebabkan batuk yang parah.

Seberapa umumkah croup?

Croup adalah penyakit yang biasanya menyerang anak-anak berusia antara enam bulan hingga tiga tahun. Namun, penyakit ini kadang-kadang dapat terjadi pada bayi berumur tiga bulan dan anak-anak di atas 15 tahun. Kondisi ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala croup?

Croup memiliki banyak tanda dan gejala. Namun, gejala khas dari croup adalah batuk yang terdengar seperti mengi. Mengi adalah suara napas yang mirip siulan bernada tinggi seperti ngik-ngik.

Gejala lainnya dari croup adalah:

Gejala ini menjadi lebih buruk ketika anak berbaring. Seringkali gejala croup juga lebih buruk terjadi di malam hari.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera mencari pertolongan medis jika anak Anda:

  • Suara napas yang berisik, yaitu bernada tinggi baik ketika menghirup dan menghembuskan napas
  • Sering ngiler dan memiliki kesulitan menelan
  • Kelihatan cemas, gelisah, atau lelah
  • Bernapas lebih cepat dari biasanya atau kesulitan untuk bernapas
  • Memiliki kulit yang biru keabu-abuan di sekitar hidung, mulut, atau kuku (sianosis)

Penyebab

Apa penyebab croup?

Croup paling sering disebabkan oleh virus, seperti parainfluenza RSV, campak, adenovirus, dan influenza. Anak Anda mungkin terpapar virus lewat udara yang sudah terkontaminasi dari batuk atau tetesan dan kemudian dihirup olehnya. Partikel virus di tetesan ini mungkin juga bertahan pada mainan dan permukaan lainnya.

Selain itu, jika anak Anda menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulutnya, infeksi dapat terjadi. Croup juga dapat disebabkan oleh alergi, menghirup sesuatu yang mengganggu saluran napas Anda, dan asam lambung tinggi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk croup?

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami croup adalah:

  • Berusia 6 bulan hingga 3 tahun. Puncak kerentanan terjadinya kondisi ini pada usia 18 sampai 24 bulan
  • Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau memiliki orangtua yang menderita asma, ini meningkatkan risiko laringitis bronkial

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk croup?

Sebagian besar kasus croup dapat dirawat di rumah. Anak Anda harus minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.

Namun jika gejala-gejala anak Anda bertahan lebih dari tiga sampai lima hari atau semakin memburuk, dokter anak Anda dapat meresepkan obat jenis steroid (glukokortikoid) untuk mengurangi peradangan di saluran napas. Jika anak Anda memiliki masalah pernapasan mereka mungkin perlu dirawat di rumah sakit, seperti perawatan dengan penggunaan adrenalin dan oksigen melalui masker.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk croup?

Dokter membuat diagnosis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Penggunaan rontgen pada leher dan paru-paru anak dapat dilakukan. Rontgen dapat menunjukkan adanya pembengkakan leher dan apakah ada sesuatu yang terjebak seperti nanah atau darah dalam saluran pernapasan yang menyebabkan munculnya gejala. Tes darah mungkin dilakukan jika dokter mencurigai adanya infeksi yang disebabkan bakteri.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi croup?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi croup adalah:

  • Beritahu anak-anak Anda untuk sering cuci tangan setiap kali selesai berkegiatan, hal ini merupakan cara terbaik untuk menghentikan penyebaran infeksi
  • Berilah anak-anak Anda obat yang diresepkan oleh dokter

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 09/04/2020

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Cerita Dokter IGD, Garis Depan Penanganan COVID-19 di Indonesia

Dokter Tri Maharani menyarankan penanganan COVID-19 harus dikerjakan oleh semua sektor. Yang terpenting adalah tenaga medis di garda terdepan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 07/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

dampak menghirup udara kotor

Tak Hanya di Luar, Udara Kotor di Dalam Ruangan Bisa Ganggu Sistem Pernapasan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
puasa saat radang tenggorokan

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
permen pelega tenggorokan

Jangan Asal Pilih Permen Pelega Tenggorokan, Pastikan Ada Kandungan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020