Croup

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu croup?

Laryngotracheobronchitis atau croup adalah infeksi pernapasan yang seringnya terjadi pada anak-anak. Penyakit ini terjadi ketika laring (kotak suara), trakea (batang tenggorokan), serta bronkus (saluran udara ke paru-paru) mengalami iritasi dan pembengkakkan sehingga dapat menyebabkan batuk yang parah.

Seberapa umumkah croup?

Croup adalah penyakit yang biasanya menyerang anak-anak berusia antara enam bulan hingga tiga tahun. Namun, penyakit ini kadang-kadang dapat terjadi pada bayi berumur tiga bulan dan anak-anak di atas 15 tahun. Kondisi ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala croup?

Croup memiliki banyak tanda dan gejala. Namun, gejala khas dari croup adalah batuk yang terdengar seperti mengi. Mengi adalah suara napas yang mirip siulan bernada tinggi seperti ngik-ngik.

Gejala lainnya dari croup adalah:

Gejala ini menjadi lebih buruk ketika anak berbaring. Seringkali gejala croup juga lebih buruk terjadi di malam hari.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera mencari pertolongan medis jika anak Anda:

  • Suara napas yang berisik, yaitu bernada tinggi baik ketika menghirup dan menghembuskan napas
  • Sering ngiler dan memiliki kesulitan menelan
  • Kelihatan cemas, gelisah, atau lelah
  • Bernapas lebih cepat dari biasanya atau kesulitan untuk bernapas
  • Memiliki kulit yang biru keabu-abuan di sekitar hidung, mulut, atau kuku (sianosis)

Penyebab

Apa penyebab croup?

Croup paling sering disebabkan oleh virus, seperti parainfluenza RSV, campak, adenovirus, dan influenza. Anak Anda mungkin terpapar virus lewat udara yang sudah terkontaminasi dari batuk atau tetesan dan kemudian dihirup olehnya. Partikel virus di tetesan ini mungkin juga bertahan pada mainan dan permukaan lainnya.

Selain itu, jika anak Anda menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulutnya, infeksi dapat terjadi. Croup juga dapat disebabkan oleh alergi, menghirup sesuatu yang mengganggu saluran napas Anda, dan asam lambung tinggi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk croup?

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami croup adalah:

  • Berusia 6 bulan hingga 3 tahun. Puncak kerentanan terjadinya kondisi ini pada usia 18 sampai 24 bulan
  • Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau memiliki orangtua yang menderita asma, ini meningkatkan risiko laringitis bronkial

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk croup?

Sebagian besar kasus croup dapat dirawat di rumah. Anak Anda harus minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.

Namun jika gejala-gejala anak Anda bertahan lebih dari tiga sampai lima hari atau semakin memburuk, dokter anak Anda dapat meresepkan obat jenis steroid (glukokortikoid) untuk mengurangi peradangan di saluran napas. Jika anak Anda memiliki masalah pernapasan mereka mungkin perlu dirawat di rumah sakit, seperti perawatan dengan penggunaan adrenalin dan oksigen melalui masker.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk croup?

Dokter membuat diagnosis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Penggunaan rontgen pada leher dan paru-paru anak dapat dilakukan. Rontgen dapat menunjukkan adanya pembengkakan leher dan apakah ada sesuatu yang terjebak seperti nanah atau darah dalam saluran pernapasan yang menyebabkan munculnya gejala. Tes darah mungkin dilakukan jika dokter mencurigai adanya infeksi yang disebabkan bakteri.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi croup?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi croup adalah:

  • Beritahu anak-anak Anda untuk sering cuci tangan setiap kali selesai berkegiatan, hal ini merupakan cara terbaik untuk menghentikan penyebaran infeksi
  • Berilah anak-anak Anda obat yang diresepkan oleh dokter

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Uretritis Gonore

Uretritis Gonore adalah penyakit di salurah kemih uretra yang disebabkan bakteri gonorea. Cari tahu gejala dan pengobatannya berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Urologi Lainnya 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit yang cukup umum terjadi. Apa penyebab, ciri-ciri, dan obat yang sering digunakan untuk mengobati psoriasis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 13 menit

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Takut gemuk dan anggapan body goals adalah yang tinggi, kurus, dan langsing kerap jadi penyebab gangguan atau penyimpangan makan pada remaja.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Karena belum bisa berbicara, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Apa saja penyebab bayi menangis dan bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Minum obat antibiotik untuk radang tenggorokan

Antibiotik untuk Radang Tenggorokan, Kapan Perlu Mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit