Borderline Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Ambang)

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu borderline personality disorder (gangguan kepribadian ambang)?

Borderline personality disorder adalah kondisi psikologis di mana seseorang mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosinya. Kondisi yang juga dikenal dengan sebutan gangguan kepribadian ambang ini umumnya ditandai dengan perubahan mood yang mendadak, tidak percaya diri, dan kesulitan menjalin hubungan sosial.

Borderline personality disorder adalah suatu gangguan yang bisa membuat pengidapnya hampir selalu merasa khawatir, rendah diri (minder), dan ketakutan.

Memang wajar kalau Anda merasa cemas ketika hendak mengambil keputusan penting. Akan tetapi, kalau Anda terus-terusan merasa demikian bahkan ketika tidak ada pemicu yang jelas, bisa jadi apa yang Anda alami adalah gejala borderline personality disorder.

Bayangkan saat di mana Anda berkumpul bersama keluarga. Keluarga Anda sedang mengobrol seru sambil tertawa lepas. Tiba-tiba Anda justru merasa sedih dan kalut, mengapa Anda sendiri tidak bisa menikmati suasana itu seperti yang lainnya? Akhirnya, Anda jadi menyalahkan dan membenci diri sendiri.

Contoh lainnya, ketika Anda dan seorang teman sudah janjian menonton film bersama di bioskop. Sayangnya, teman Anda malah membatalkan janji tersebut.

Meskipun teman Anda membatalkan janji karena memang ada urusan penting, Anda tak bisa mengendalikan pikiran negatif bahwa sebenarnya dia sengaja membatalkan karena tidak mau pergi bersama Anda.

Pikiran-pikiran seperti itulah yang akhirnya membuat Anda merasa begitu hampa dan putus asa. Seolah-olah Anda hanya sendirian di dunia ini dan tidak ada yang mengerti perasaan Anda.

Namun, di sisi lain Anda juga merasa dibanjiri oleh berbagai macam emosi negatif yang campur aduk. Ketika perasaan tersebut muncul, Anda pun bisa meledak-ledak tak terkendali.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Borderline personality disorder adalah kondisi yang dapat menimpa siapa saja. Penyakit ini bisa terjadi pada jenjang usia berapa pun.

Anda dapat membatasi peluang terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala borderline personality disorder (gangguan kepribadian ambang)?

Berdasarkan National Institute for Health and Clinical Exellence pada tahun 2009, seseorang dapat dikatakan memiliki gangguan kepribadian ambang kalau menunjukkan lima atau lebih gejala di bawah ini. Gejala borderline personality disorder adalah:

  • Memiliki emosi yang tidak stabil, misalnya merasa sangat percaya diri dalam satu hari, namun merasa sangat putus asa pada hari berikutnya. Perubahan mood yang tidak stabil juga disertai perasaan hampa dan disertai kemarahan.
  • Sering kali merasa kesulitan dalam menjalin dan mempertahankan suatu hubungan.
  • Sering kali melakukan tindakan tanpa memikirkan risiko dari perbuatan tersebut.
  • Memiliki rasa ketergantungan pada orang lain.
  • Melakukan tindakan-tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri, atau berpikir dan merencanakan tindakan yang membahayakan diri sendiri.
  • Memiliki rasa takut akan penolakan atau kekhawatiran akan rasa kesepian
  • Sering kali memercayai hal-hal yang tidak nyata atau melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata.

Gangguan kepribadian lainnya, seperti kecemasan, gangguan makan (misalnya anoreksia nervosa dan bulimia) atau ketergantungan terhadap alkohol dan obat-obatan adalah kondisi yang dapat dialami seseorang yang memiliki borderline personality disorder.

Kemungkinan terdapat tanda-tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran tertentu mengenai gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin jika Anda merasa tertekan, frustasi atau memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri bahkan orang lain. Jika Anda menunda-nunda, Anda berisiko kehilangan waktu terbaik untuk mendapatkan pengobatan

Penyebab

Apa penyebab borderline personality disorder (gangguan kepribadian ambang)?

Sampai saat ini para ahli belum dapat menentukan penyebab pasti dari gangguan kepribadian ini. Namun para ahli meyakini bahwa faktor genetik, psikologis, dan sosial seperti riwayat pelecehan atau penyiksaan yang dialami semasa kecil memiliki keterkaitan dengan terjadinya gangguan kepribadian ini.

Selain itu, gangguan kepribadian ambang umumnya juga akan semakin memburuk jika disertai dengan gangguan neurologis lain seperti depresi, rasa cemas, penggunaan narkoba dan juga suasana hati yang terganggu. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami kondisi ini?

Orang-orang yang mengalami tindak kekerasan, pelecehan, atau anak-anak yang diabaikan seringkali lebih mudah terkena gangguan kepribadian ini daripada orang pada umumnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa faktor yang berhubungan dengan perkembangan kepribadian dapat meningkatkan risiko gangguan kepribadian ambang. Faktor risiko borderline personality disorder adalah:

  • Keturunan. Anda mungkin berisiko lebih tinggi jika kerabat dekat, seperti ibu, ayah, saudara Anda, memiliki kelaian serupa.
  • Masa kecil penuh tekanan. Beberapa orang dengan kondisi ini merupakan korban pelecehan seksual atau fisik, atau diabaikan selama masa kanak-kanak.

Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko di atas bukan berarti Anda tidak akan terserang gangguan ini.

Faktor-faktor tersebut bersifat umum dan hanya digunakan sebagai referensi. Silakan Anda konsultasikan dengna dokter spesialis untuk informasi lebih jelas.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk borderline personality disorder (gangguan kepribadian ambang)?

Pengobatan borderline personality disorder adalah terapi psikologis yang digabung dengan terapi perilaku kognitif. Psikoterapi juga dapat dilakukan oleh psikiater. Tujuan pengobatan borderline personality disorder adalah untuk menurunkan gejala dan perubahan perilaku serta mempererat hubungan dengan keluarga, teman dan kolega pasien.

Konseling psikoterapi dengan psikolog atau terapis bisa membantu mereka yang memiliki kepribadian borderline. Psikoterapi bisa dilakukan dua kali dalam satu minggu.

Tujuan dari psikoterapi adalah untuk mengurangi tindakan yang dapat membahayakan hidup, membantu mengatur emosi, memberi motivasi dan membantu meningkatkan kualitas hidup. Psikoterapi dapat dilakukan baik secara individual maupun dalam kelompok.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam jurnal Primary Psychiatry, mereka yang menjalani psikoterapi memiliki tingkat kemajuan yang baik dalam menjalin hubungan sosial, menahan diri dari hal-hal yang impulsif dan bahaya, serta mengendalikan emosi setelah dalam waktu enam bulan.

Terapi perilaku kognitif lebih fokus pada cara-cara berpikir spesifik bahwa gejala gangguan pada pasien muncul. Terapi kognitif digunakan untuk mematahkan hubungan antara stres yang diakibatkan kerja dan respon mental pasien terhadap hal tersebut. Dokter akan menggabungkan kedua jenis terapi untuk menghentikan gangguan pada pasien.

Beberapa obat yang diresepkan oleh dokter akan membantu pasien mengontrol rangsangan yang terjadi dan memperpendek kasus neurosis (misalnya halusinasi, delusi), membantu menjaga suasana hati, juga mengurangi gejala perubahan suasana hati secara tiba-tiba serta depresi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Psikiater akan mengambil diagnosis berdasarkan gejala gangguan kepribadian ambang yang tercantum di atas. Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, dokter akan menggelar diagnosis medis dan dengan demikian akan membantu Anda dalam memilih dan menetapkan jadwal terapi.

Diagnosis untuk kondisi ini biasanya dilakukan saat dewasa, bukan ketika usia anak-anak atau remaja. Ini karena gejala yang timbul saat anak-anak mungkin akan hilang seiring berjalannya waktu, ketika mereka mulai bisa berpikir dewasa.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi borderline personality disorder (gangguan kepribadian ambang)?

Ada beberapa tips agar orang dengan gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder merasa lebih baik dan penuh kendali. Tips berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan ketika gejala-gejala borderline personality disorder sedang kambuh.  

  • Beraktivitas fisik seperti menari, jalan kaki, berolahraga, membersihkan rumah, atau aktivitas lainnya untuk mengalihkan perhatian dari emosi saat itu.
  • Bermain musik bisa membantu memperbaiki mood. Mainkan musik yang menyenangkan ketika sedih, atau mainkan alunan musik yang menenangkan bila sedang merasa cemas.
  • Bicara dan bercerita dengan seseorang yang dipercaya.
  • Melakukan meditasi.
  • Melakukan latihan pernapasan supaya lebih rileks. Duduk atau berbaringlah pada tempat yang tenang, kemudian bernapaslah dengan tenang, perlahan, dan mendalam.
  • Tidur dan istirahat yang cukup.
  • Membaca buku yang menarik.
  • Kenali dan kelola setiap emosi yang muncul, misalnya dengan cara menulis buku harian.
  • Mandi air hangat, terutama sebelum tidur kalau Anda juga memiliki insomnia.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

    Sama seperti penyakit lainnya, osteoporosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Namun, komplikasi ini bisa dicegah lho. Berikut cara-caranya.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Widya Citra Andini
    Osteoporosis, Health Centers Januari 9, 2020

    4 Cara Terbebas dari Gangguan Kecemasan

    Mengatasi gangguan kecemasan bisa menggunakan obat sampai meditasi, bahkan kelompok berbagi. Mana yang cocok dengan Anda? Cek di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh Rachmadin Ismail
    Hidup Sehat, Psikologi Desember 10, 2019

    Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

    Anda bingung saat orang terdekat mengalami masalah kejiwaan. Pertolongan pertama pada orang gangguan jiwa berikut ini mungkin bisa membantu Anda.

    Ditulis oleh dr. Ayuwidia Ekaputri
    Hidup Sehat, Psikologi Oktober 15, 2019

    Terus-terusan Berduka, Ini Dampaknya bagi Hidup Anda

    Pulih dari perasaan berduka memang tidak mudah. Namun, jangan biarkan kondisi ini terus berlanjut. Memangnya, apa akibat dari berduka terus-menerus?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Psikologi Oktober 10, 2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    Alasan Perasaan Cemas Bikin Seseorang Tidak Selera Makan

    Alasan Perasaan Cemas Bikin Seseorang Tidak Selera Makan

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Tanggal tayang Mei 9, 2020
    Ketagihan Selingkuh Bisa Saja Terjadi, Tapi Mengapa Perilaku Ini Muncul?

    Ketagihan Selingkuh Bisa Saja Terjadi, Tapi Mengapa Perilaku Ini Muncul?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Tanggal tayang April 28, 2020
    Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda Ketika Overthinking

    Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda Ketika Overthinking

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh Maria Amanda
    Tanggal tayang April 1, 2020
    6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

    6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Februari 15, 2020