Alkoholisme (Kecanduan Alkohol)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu alkoholisme (kecanduan alkohol)?

Alkoholisme, juga dikenal dengan kecanduan alkohol, adalah kondisi yang ditandai dengan kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Kecanduan terjadi jika Anda minum terlalu banyak di mana tubuh menjadi ketergantungan dan kecanduan terhadap alkohol. Apabila hal ini terjadi, alkohol dapat menyebabkan perubahan di otak yang membuat seseorang kehilangan kendali dalam tindakannya. Seseorang dapat minum alkohol berlebihan sepanjang hari atau menjalani binge drinking, di mana seseorang mengonsumsi sekitar 4 sampai 5 gelas minuman dalam 2 jam. Kecanduan alkohol dapat menyebabkan stress yang signifikan pada tubuh dan mengakibatkan masalah kesehatan yang serius. Penting untuk segera mencari pertolongan medis apabila Anda menduga Anda atau kerabat Anda memiliki masalah penyalahgunaan alkohol.

Seberapa umumkah alkoholisme (kecanduan alkohol)?

Alkoholisme umum terjadi dan dapat mempengaruhi pria dan wanita usia berapapun. Orang dengan kecanduan alkohol akan terus minum walaupun minum alkohol berakibat negatif, seperti kehilangan pekerjaan. Mereka mungkin tahu bahwa kebiasaan minum dapat mempengaruhi hidup mereka, namun sering kali tidak cukup untuk menghentikan kebiasaan mereka.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala alkoholisme (kecanduan alkohol)?

Kecanduan alkohol kadang kali sulit dikenali, karena minum alkohol sering dianggap hal yang umum sebagai cara untuk menikmati suasana dan perayaan. Berikut adalah beberapa gejala umum yang dapat membantu Anda mengidentifikasi kecanduan alkohol sebagai masalah serius:

  • Konsumsi alkohol berlebih, meningkatnya jumlah atau frekuensi konsumsi
  • Toleransi tinggi terhadap alkohol
  • Minum di saat yang tidak tepat (pagi hari atau di tempat kerja)
  • Perubahan pada hubungan pertemanan
  • Perubahan emosi, seperti depresi dan kelesuan
  • Ketergantungan terhadap alkohol untuk berkegiatan sehari-hari
  • Menghindari kontak dengan orang terdekat
  • Bicara yang melantur
  • Keseimbangan yang buruk dan kecanggungan
  • Refleks yang terlambat
  • Gejala sakau saat tidak minum, seperti gemetar, mual dan muntah
  • Tremor pada pagi hari setelah minum
  • Kehilangan ingatan setelah minum-minum.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Hangover yang signifikan yang meningkat selama pemulihan dari penggunaan alkohol.
  • Gejala sakau saat tidak dapat mengonsumsi alkohol, seperti berkeringat, kebingungan, halusinasi, insomnia, mual, gemetar, dan lain-lain.
  • Sering tidak memerhatikan tanggung jawab pribadi dan profesional.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab alkoholisme (kecanduan alkohol)?

Seperti kebanyakan gangguan mental lainnya, alkoholisme tidak memiliki satu penyebab dan tidak diturunkan dari generasi ke generasi di keluarga. Namun, kecanduan alkohol adalah hasil dari gabungan kompleks faktor genetik, psikologis, dan lingkungan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk alkoholisme (kecanduan alkohol)?

Ada banyak faktor risiko untuk alkoholisme, yaitu:

  • Gelisah atau depresi
  • Memiliki orangtua yang sering minum
  • Perilaku antisosial
  • Pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual saat masih kecil
  • Minum pada usia yang terlalu dini

Umumnya, diagnosis mengenai alkoholisme tidak memerlukan tes lebih lanjut. Namun, dokter Anda dapat melakukan tes darah untuk memeriksa fungsi hati. Hati Anda berperan dalam membuang racun dari darah. Jika Anda minum terlalu banyak, hati Anda akan bekerja lebih keras menyaring alkohol dan racun lainnya dari aliran darah Anda. Hal ini dapat menyebabkan penyakit hati yang serius dan komplikasi lainnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis alkoholisme (kecanduan alkohol)?

Dokter dapat menanyakan beberapa pertanyaan mengenai kebiasaan minum Anda, di antaranya apakah Anda:

  • Pernah melewatkan atau kehilangan pekerjaan akibat kebiasaan minum
  • Memerlukan lebih banyak alkohol agar merasa mabuk saat Anda minum
  • Pernah tidak sadar akibat minum
  • Pernah mencoba berhenti minum namun tidak berhasil

Bagaimana cara mengobati alkoholisme (kecanduan alkohol)?

Mengatasi kecanduan alkohol adalah tantangan yang memerlukan banyak dukungan dari keluarga dan teman-teman. Selain dukungan emosional, terapi pengobatan dapat membantu mengatasi kecanduan alkohol. Banyak program yang dapat membantu mengatasi ketergantungan alkohol. Biasanya program memiliki langkah-langkah sebagai berikut:

  • Langkah 1. Mendetoksifikasi dan membersihkan diri dari alkohol untuk menyingkirkan alkohol dari tubuh Anda.
  • Langkah 2. Rehabilitasi untuk mempelajari ketrampilan dan perilaku menguasai diri.
  • Langkah 3. Konseling untuk membahas isu emosional.
  • Langkah 4. Mengikuti kelompok dukungan untuk mencegah kambuh dan mengatur perubahan gaya hidup.
  • Langkah 5. Perawatan untuk masalah kesehatan fisik dan mental terkait dengan alkoholisme.
  • Langkah 6. Pengobatan untuk mengendalikan kecanduan.

Beberapa pengobatan dapat membantu mengatasi kecanduan alkohol dengan mengendalikan keinginan dan gejala sakau, seperti:

  • Naltrexone (Revia®, Vivitrol®). Obat ini dapat mengurangi keinginan terhadap alkohol dengan menyumbat reseptor opioid yang mencakup efek euphoria dari mengonsumsi alkohol.
  • Acamprosate (Campral®). Obat ini bekerja sebagai reseptor gamma-aminobutyric acid (GABA) untuk mengurangi gejala sakau seperti insomnia, gelisah dan dysphoria. Obat ini dapat digunakan bersamaan dengan terapi.
  • Acamprosate (Campral®). Obat ini menghasilkan rasa tidak nyaman pada fisik (seperti flushing, palpitasi, mual, muntah dan sakit kepala) apabila seseorang mengonsumsi alkohol. Obat ini bekerja dengan mengganggu penguraian alkohol, menyebabkan menumpuknya acetaldehyde.

Pilihan penanganan untuk kecanduan alkohol tergantung pada tingkat keparahan kondisi Anda. Anda harus mendiskusikan dengan dokter pilihan penanganan apa yang paling tepat untuk Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi alkoholisme (kecanduan alkohol)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kecanduan alkohol:

  • Pertimbangkan untuk mengubah gaya hidup sosial Anda. Beri tahu teman-teman dan keluarga bahwa Anda berhenti minum. Hal ini dapat memberi dukungan yang kuat untuk pemulihan Anda. Hindari teman-teman yang hanya ingin minum-minum dan berpesta.
  • Mulai kebiasaan yang sehat. Sambil mengubah kebiasaan buruk, mulailah melakukan kebiasaan yang sehat, seperti rutinitas tidur yang baik, aktivitas fisik yang rutin, pola makan seimbang, dan cara yang sehat untuk mengatasi stress.
  • Lakukan aktivitas yang bebas dari alkohol. Carilah hobi yang tidak melibatkan alkohol, seperti melukis, memasak, membaca buku atau menonton film.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Rum Punya Manfaat Buat Kesehatan?

    Anda mungkin sudah akrab dengan bir dan wine. Namun, bagaimana dengan rum? Faktanya, rum adalah minuman beralkohol yang sudah ada sejak zaman kuno, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 02/06/2019 . 3 menit baca

    Jangan Larut Dalam Kesepian, Itu Berbahaya Bagi Jantung Anda!

    Tak cuma bisa sebabkan depresi, nyatanya rasa kesepian yang dibiarkan dapat menimbulkan risiko penyakit jantung, lho! Bagaimana bisa?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. William
    Hidup Sehat, Fakta Unik 10/04/2019 . 3 menit baca

    Minum Minuman Beralkohol Bikin Kurus, Mitos atau Fakta?

    Siapa bilang minum minuman beralkohol bisa menurunkan berat badan? Jangan salah kaprah, alih-alih menurunkan, minuman ini justru bisa membuat Anda buncit.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Fakta Unik 22/03/2019 . 4 menit baca

    Tak Pernah Minum Alkohol Tapi Hasil Tesnya Positif, Kok Bisa?

    Ternyata tidak pernah minum alkohol tak menjamin hasil tes Anda negatif. Faktanya, ada orang yang bukan peminum tetapi memiliki hasil tes yang positif.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Fakta Unik 16/03/2019 . 3 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    minum alkohol membunuh coronavirus

    Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . 5 menit baca
    cara mengatasi pasangan pemabuk

    5 Cara Menghadapi Pasangan Pemabuk

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 11/02/2020 . 5 menit baca
    alkohol suhu tinggi coronavirus

    Bagaimana Cara Suhu Tinggi dan Alkohol Membunuh Coronavirus?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 03/02/2020 . 6 menit baca
    penyakit kanker hati adalah

    Apa Itu Kanker Hati?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 16/01/2020 . 1 menit baca