Abrasi Kornea

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/06/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu abrasi kornea?

Abrasi kornea adalah adanya goresan di atas permukaan kornea karena benda asing. Perlu diketahui, bahwa kornea adalah lapisan cairan transparan di luar bola mata, yang bertindak sebagai “perisai”, bersama dengan vitreous dan retina memfokuskan cahaya dari gambar menuju retina di dalam bola mata. 

Benda asing yang masuk ke mata, misalnya debu, butiran pasir, serangga kecil, dapat menempel di kornea. Jika tidak mendapatkan perawatan dengan tepat, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan kornea permanen.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kornea mata tergores adalah salah satu bentuk paling umum dari cedera mata. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba pada semua usia dan saat menjalankan aktivitas normal seperti olahraga menyetir kendaraan, memperbaiki barang, atau bahkan secara tidak sengaja memukul bagian kornea. 

Anda bisa membatasi penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Selalu konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala abrasi kornea?

Kebanyakan, jika terdapat benda asing di dalam kornea, mata akan memerah, pedih dan sensitif terhadap cahaya. Penglihatan mungkin menjadi buram untuk sementara. Hal yang menjadi tanda bahwa Anda mengalami abrasi kornea adalah:

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Ketika benda asing tersangkut di dalam mata, temui dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik.

  • Anak-anak: hubungi dokter anak jika anak mengalami gangguan penglihatan, sakit mata, mata memerah atau berair
  • Dewasa: temui dokter jika Anda tidak dapat mengambil benda asing dari dalam mata atau merasa mata menyembul meskipun telah membuang benda asing di dalam mata, atau penglihatan yang buram, mata berdarah

Dokter akan memandu dan menyediakan perawatan untuk mencegah abrasi kornea mendadak.

Penyebab

Apa penyebab abrasi kornea?

Terdapat banyak penyebab abrasi kornea mendadak. Benda asing yang terbang atau menempel di dalam mata adalah penyebab utama abrasi kornea. Benda asing seperti debu, partikel pasir yang lama menempel di kelopak mata dapat menggores kornea saat mengedipkan mata. 

Asap rokok, mengenakan lensa kontak terlalu lama, menggosok mata atau kontak langsung dengan sinar matahari juga bisa menyebabkan abrasi kornea.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk abrasi kornea?

Dikutip dari Harvard Health Publishing, meskipun abrasi kornea dapat menimpa semua orang di segala usia, kondisi ini lebih berisiko terjadi pada:

  • Bayi yang menggaruk mata secara tidak sengaja dengan kuku yang panjang
  • Anak-anak sekolah yang bermain dengan pensil, pena, atau benda runcing lainnya
  • Atlet yang berolahraga tanpa menggunakan kacamata untuk berlindung dari debu, pasir, atau goresan tak sengaja dari jari pemain lain
  • Lebih banyak kornea mata tergores terjadi pada bisbol dan sepak bola daripada olahraga lainnya
  • Orang yang memiliki hobi atau kerajinan yang menggunakan alat-alat runcing, seperti menjahit dan mengukir kayu. Pertukangan dan perkebunan juga dapat meningkatkan risiko kornea mata tergores
  • Pekerja yang terpapar bahaya mata pada pekerjaannya, terutama mereka yang terlibat dalam pertanian atau konstruksi
  • Orang yang menggunakan lensa kontak dengan cara yang buruk, seperti tidak membersihkan tangan atau lensa yang digunakan sebelumnya.

Pengobatan

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk abrasi kornea?

Dokter bisa menawarkan pengobatan abrasi kornea yang cocok berdasarkan status luka pada mata dan jenis benda asing. Biasanya, dokter akan menggunakan obat tetes mata atau salep yang mengandung steroid atau obat anti radang nonsteroid (nonsteroidal anti-inflammatory/NSAID) untuk mengurangi radang dan mencegah tergoresnya kornea. 

Anda mungkin disarankan menggunakan obat tetes mata antispasmodic untuk meredakan rasa sakit dan mengurangi iritasi otot. Jika benda asing masuk terlalu dalam, Anda mungkin harus menjalani operasi.

Dengan perawatan yang tepat, sebagian besar kornea mata tergores bisa sembuh dengan cepat tanpa komplikasi. Secara umum, semakin ringan abrasi, semakin cepat waktu pemulihannya. 

Pertolongan pertama

Dikutip dari Mayo Clinic, langkah cepat untuk mengatasi kornea mata tergores adalah:

  • Bilas mata Anda dengan air bersih. Anda dapat menggunakan gelas minum kecil dan bersih yang diposisikan di atas tulang di dasar rongga mata Anda. Membilas mata bisa membasuh benda asing yang mengganggu. 
  • Berkedip beberapa kali. Ini dapat menghilangkan partikel kecil pada mata Anda. 
  • Tarik kelopak mata atas ke kelopak mata bawah. Ini dapat menyebabkan mata Anda berair yang dapat membantu membersihkan partikel. Cara ini juga dapat menyebabkan bulu mata pada kelopak mata bawah Anda untuk menyapu benda dari bawah kelopak mata atas Anda. 

Lakukan hal-hal di bawah ini untuk mencegah abrasi kornea memburuk:

  • Jangan mencoba mengambil benda di dalam mata atau membuatnya sulit untuk menutup mata
  • Jangan menggosok mata setelah cedera
  • Jangan menyentuh bola mata Anda dengan cotton bud, pinset, atau alat lainnya
  • Jika Anda menggunakan lensa kontak, jangan memakainya saat mata Anda sembuh. 

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter Anda akan memeriksa mata dengan cahaya untuk memeriksa apakah ada luka kornea yang nyata, bintik-bintik kecil debu atau kotoran, atau benda asing lainnya. Untuk memastikan diagnosis korea mata tergores yang sangat kecil, dokter mungkin perlu memasukkan sedikit pewarna kuning (fluorescein) ke mata Anda. 

Biasanya, jika Anda hanya mengalami abrasi kornea ringan, Anda tidak memerlukan tes lain. Namun, jika cedera lebih serius, dokter mungkin memeriksa mata Anda dengan sebuah alat dan akan menguji penglihatan Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi abrasi kornea?

Jika kornea mata tergores, Anda harus mempertahankan rutinitas di bawah ini agar pengobatan lebih efektif:

  • Gunakan obat tetes mata dan salep sesuai petunjuk, dan obat-obatan dari dokter
  • Selalu istirahatkan mata setelah bekerja dalam waktu yang lama
  • Bersihkan lensa kontak secara rutin dan sebelum Anda memakainya
  • Beritahu dokter jika mata Anda terasa pedih, iritasi atau kondisi kornea memburuk
  • Selalu pakai kacamata pelindung saat bekerja.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma di Rumah

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menjadi penyebab kebutaan. Kabar baiknya, ada cara rumahan untuk membantu mengatasi glaukoma. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

Tidak hanya mata merah, ternyata ada banyak jenis penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Apa sajakah penyakitnya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Mata Merah dan Sensitif Akibat Keratitis? Ini 3 Kunci Penting Mengobatinya

Keratitis bisa menyebabkan mata merah, terasa pedih, dan sensitif terhadap cahaya. Temukan berbagai cara mengobati infeksi mata akibat keratitis disini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Panduan Memilih Dokter Mata Terbaik dan Sesuai Kebutuhan

Memilih dokter mata yang bagus memang tak bisa sembarangan. Ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk menemukan yang paling cocok buat Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

puasa saat radang tenggorokan

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
cara mengobati kalazion benjolan di mata

6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020
transplantasi kornea mata

Kondisi Apa yang Membutuhkan Transplantasi Kornea?

Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Dipublikasikan tanggal: 12/03/2020
lebam setelah meninggal

Penjelasan Tentang Munculnya Lebam Pada Tubuh Orang yang Meninggal

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/01/2020