Paracetamol vs Ibuprofen: Harus Minum Obat yang Mana?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/03/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Terlepas dari begitu banyaknya nama merek dagang dan beragam tampilan kemasan produk, pada dasarnya ada dua jenis utama obat penghilang rasa sakit (analgesik) tanpa resep yang beredar di luaran sana: paracetamol, alias acetaminophen, yang ditemukan di Panadol, Bisolvon, Tempra, dan sebagainya; dan obat anti peradangan non-steroid (NSAID), kelas obat-obatan luas yang mencakup ibuprofen (Advil atau Proris), naproxen, dan aspirin.

Ibuprofen dan paracetamol adalah obat-obatan penghilang rasa sakit dan penurun demam tanpa resep yang paling umum digunakan, terutama pada anak-anak. Meskipun keduanya sering kali tertukar dan tercampur aduk satu sama lain, ternyata ada banyak perbedaan antara dua obat ini lebih dari yang kita bayangkan. Ibuprofen dan parasetamol berbeda dalam bagaimana mereka bekerja, seberapa cepat mereka bekerja, dan berapa lama mereka bertahan di dalam tubuh, serta yang mereka dapat diberikan kepada, dan risiko efek samping dan interaksi dengan obat lain.

Berikut ini panduan kami untuk menemukan penghilang nyeri terbaik untuk keluhan spesifik Anda.

Kapan harus minum paracetamol?

Paracetamol telah digunakan dengan aman selama bertahun-tahun untuk membantu dengan nyeri ringan sampai sedang dan demam untuk bayi di atas usia 1 bulan, anak-anak, dan orang dewasa. Obat analgesik ini bertindak sebagai pereda nyeri umum dan memiliki efek mirip dengan aspirin. Namun, tidak seperti aspirin — yang merupakan obat anti-inflamasi — paracetamol tidak mempercepat penyembuhan peradangan. Artinya, jika Anda kesakitan karena pergelangan kaki bengkak akibat keseleo, mungkin lebih baik untuk minum Proris daripada menelan satu tablet Panadol. Paracetamol juga tidak akan bekerja efektif menyembuhkan nyeri punggung bawah.

Paracetamol justru lebih dikenal dalam fungsinya menurunkan demam berkat sifat anti-piretik (menurunkan suhu) yang dikandungnya — berguna untuk gejala pilek, flu, dan batuk. Obat ini juga sangat baik untuk demam yang disertai pilek dan sakit kepala tegang (tension headache). Paracetamol juga digunakan untuk meringankan sakit kepala, sakit tenggorokan, dan mayoritas nyeri non-saraf (nyeri otot dan sendi, dan nyeri menstruasi/kram perut, misalnya) dari yang ringan sampai sedang. Dilansir dari Medical Daily, menurut temuan sebuah studi baru asal Australia, paracetamol dapat memberikan sedikit manfaat jangka pendek untuk penderita osteoarthritis.

Beberapa sakit tenggorokan disebabkan oleh bakteri infeksi sekunder, tetapi sebagian besar disebabkan oleh virus. Untuk sakit tenggorokan, yang Anda tidak ingin lakukan adalah meredam pertahanan alami tubuh, yaitu sistem kekebalan tubuh. Ibuprofen dan aspirin adalah obat non-steroid anti-inflamasi — mereka meredam respon peradangan tubuh, mekanisme pertahanan tubuh. Dengan demikian, ini membuat parasetamol (yang merupakan obat penghilang rasa sakit, tapi bukan anti-inflamasi) adalah pilihan yang lebih baik.

Meskipun tidak ada bukti cara kerjanya, salah satu teori menduga bahwa paracetamol menghentikan persepsi rasa sakit dan pelepasan senyawa kimia tertentu di otak — yang terjadi sebagai tanggapan rasa sakit. Parasetamol dapat digunakan pada waktu perut kosong atau setelah makan.

Kapan harus minum ibuprofen?

Ibuprofen tampaknya bekerja lebih baik ketika ada bukti yang jelas adanya penyebab inflamasi/peradangan pada tubuh Anda, seperti arthritis atau sakit leher, dan cedera lain. Ibuprofen juga ampuh menangani demam, sakit kepala biasa hingga sedang, migrain, sakit kepala tensi, sakit gigi, rematik, osteoarthritis, juvenile arthritis, nyeri punggung bawah, pembengkakan akibat keseleo atau terkilir, hingga nyeri pasca pembedahan.

Ibuprofen bekerja dalam dua cara: pertama, memblokir produksi senyawa kimia mirip hormon prostaglandin dalam aliran darah yang menyebabkan peradangan dan nyeri. Kedua, ibuprofen bertindak dengan mengurangi peradangan atau iritasi yang mengitari luka, sehingga mempercepat proses penyembuhan.

Orang dewasa dapat menggunakan ibuprofen berbarengan dengan paracetamol jika perlu, tapi ini tidak dianjurkan untuk anak-anak. Efek penghilang rasa sakit dari ibuprofen segera dimulai setelah pengambilan dosis, tetapi efek anti-inflamasinya kadang dapat memakan waktu hingga tiga minggu untuk mendapatkan hasil terbaik.

Ibuprofen dapat meningkatkan risiko serangan jantung fatal atau stroke, terutama jika Anda menggunakannya jangka panjang atau mengambil dosis tinggi, atau jika Anda memiliki penyakit jantung. Jangan gunakan obat ini sebelum atau setelah operasi bypass jantung. Menggunakan NSAID setelah makan dapat membantu mencegah iritasi lambung.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

    Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

    Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . 5 menit baca

    Pilihan Terapi Alternatif untuk Bantu Meringankan Psoriasis Arthritis

    Selain minum obat yang telah diresepkan oleh dokter, beberapa terapi ini bisa membantu pasien untuk meringankan gejala psoriasis arthritis.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Alergi & Penyakit Autoimun, Health Centers 13/06/2020 . 4 menit baca

    Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

    Jika Anda seharian tidak lepas dengan HP, wajar bila Anda kemudian merasakan sakit tangan dan jari. Bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Hidup Sehat, Tips Sehat 01/06/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    Batuk ke arah siku etika batuk

    Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 7 menit baca
    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 menit baca
    pro kontra antidepresan

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca