Paracetamol vs Ibuprofen: Harus Minum Obat yang Mana?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Terlepas dari begitu banyaknya nama merek dagang dan beragam tampilan kemasan produk, pada dasarnya ada dua jenis utama obat penghilang rasa sakit (analgesik) tanpa resep yang beredar di luaran sana: paracetamol, alias acetaminophen, yang ditemukan di Panadol, Bisolvon, Tempra, dan sebagainya; dan obat anti peradangan non-steroid (NSAID), kelas obat-obatan luas yang mencakup ibuprofen (Advil atau Proris), naproxen, dan aspirin.

Ibuprofen dan paracetamol adalah obat-obatan penghilang rasa sakit dan penurun demam tanpa resep yang paling umum digunakan, terutama pada anak-anak. Meskipun keduanya sering kali tertukar dan tercampur aduk satu sama lain, ternyata ada banyak perbedaan antara dua obat ini lebih dari yang kita bayangkan. Ibuprofen dan parasetamol berbeda dalam bagaimana mereka bekerja, seberapa cepat mereka bekerja, dan berapa lama mereka bertahan di dalam tubuh, serta yang mereka dapat diberikan kepada, dan risiko efek samping dan interaksi dengan obat lain.

Berikut ini panduan kami untuk menemukan penghilang nyeri terbaik untuk keluhan spesifik Anda.

Kapan harus minum paracetamol?

Paracetamol telah digunakan dengan aman selama bertahun-tahun untuk membantu dengan nyeri ringan sampai sedang dan demam untuk bayi di atas usia 1 bulan, anak-anak, dan orang dewasa. Obat analgesik ini bertindak sebagai pereda nyeri umum dan memiliki efek mirip dengan aspirin. Namun, tidak seperti aspirin — yang merupakan obat anti-inflamasi — paracetamol tidak mempercepat penyembuhan peradangan. Artinya, jika Anda kesakitan karena pergelangan kaki bengkak akibat keseleo, mungkin lebih baik untuk minum Proris daripada menelan satu tablet Panadol. Paracetamol juga tidak akan bekerja efektif menyembuhkan nyeri punggung bawah.

Paracetamol justru lebih dikenal dalam fungsinya menurunkan demam berkat sifat anti-piretik (menurunkan suhu) yang dikandungnya — berguna untuk gejala pilek, flu, dan batuk. Obat ini juga sangat baik untuk demam yang disertai pilek dan sakit kepala tegang (tension headache). Paracetamol juga digunakan untuk meringankan sakit kepala, sakit tenggorokan, dan mayoritas nyeri non-saraf (nyeri otot dan sendi, dan nyeri menstruasi/kram perut, misalnya) dari yang ringan sampai sedang. Dilansir dari Medical Daily, menurut temuan sebuah studi baru asal Australia, paracetamol dapat memberikan sedikit manfaat jangka pendek untuk penderita osteoarthritis.

Beberapa sakit tenggorokan disebabkan oleh bakteri infeksi sekunder, tetapi sebagian besar disebabkan oleh virus. Untuk sakit tenggorokan, yang Anda tidak ingin lakukan adalah meredam pertahanan alami tubuh, yaitu sistem kekebalan tubuh. Ibuprofen dan aspirin adalah obat non-steroid anti-inflamasi — mereka meredam respon peradangan tubuh, mekanisme pertahanan tubuh. Dengan demikian, ini membuat parasetamol (yang merupakan obat penghilang rasa sakit, tapi bukan anti-inflamasi) adalah pilihan yang lebih baik.

Meskipun tidak ada bukti cara kerjanya, salah satu teori menduga bahwa paracetamol menghentikan persepsi rasa sakit dan pelepasan senyawa kimia tertentu di otak — yang terjadi sebagai tanggapan rasa sakit. Parasetamol dapat digunakan pada waktu perut kosong atau setelah makan.

Kapan harus minum ibuprofen?

Ibuprofen tampaknya bekerja lebih baik ketika ada bukti yang jelas adanya penyebab inflamasi/peradangan pada tubuh Anda, seperti arthritis atau sakit leher, dan cedera lain. Ibuprofen juga ampuh menangani demam, sakit kepala biasa hingga sedang, migrain, sakit kepala tensi, sakit gigi, rematik, osteoarthritis, juvenile arthritis, nyeri punggung bawah, pembengkakan akibat keseleo atau terkilir, hingga nyeri pasca pembedahan.

Ibuprofen bekerja dalam dua cara: pertama, memblokir produksi senyawa kimia mirip hormon prostaglandin dalam aliran darah yang menyebabkan peradangan dan nyeri. Kedua, ibuprofen bertindak dengan mengurangi peradangan atau iritasi yang mengitari luka, sehingga mempercepat proses penyembuhan.

Orang dewasa dapat menggunakan ibuprofen berbarengan dengan paracetamol jika perlu, tapi ini tidak dianjurkan untuk anak-anak. Efek penghilang rasa sakit dari ibuprofen segera dimulai setelah pengambilan dosis, tetapi efek anti-inflamasinya kadang dapat memakan waktu hingga tiga minggu untuk mendapatkan hasil terbaik.

Ibuprofen dapat meningkatkan risiko serangan jantung fatal atau stroke, terutama jika Anda menggunakannya jangka panjang atau mengambil dosis tinggi, atau jika Anda memiliki penyakit jantung. Jangan gunakan obat ini sebelum atau setelah operasi bypass jantung. Menggunakan NSAID setelah makan dapat membantu mencegah iritasi lambung.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Cara Mengobati Sakit Gigi yang Terbukti Ampuh

    Sakit kepala, gusi nyut-nyutan, makan pun terasa menyiksa. Beberapa hal ini terbukti jadi cara mengobati juga meredakan sakit gigi paling ampuh. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 14 menit

    Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

    Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Anda Punya Alergi pada Obat? Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mencegahnya

    Alergi obat adalah reaksi abnormal tubuh terhadap efek obat. Cari tahu gejala, penyebab, dan perbedaannya dengan efek samping obat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

    Osteoarthritis atau pengapuran sendi adalah penyakit yang membuat sendi terasa nyeri dan kaku. Berikut informasi tentang gejala, penyebab dan pengobatannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pantangan penderita psoriasis

    Daftar Pantangan Makanan yang Patut Diperhatikan oleh Penderita Psoriasis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
    alergi ibuprofen dan asam mefenamat

    Mengenal Alergi Obat Pereda Nyeri: Ibuprofen dan Asam Mefenamat

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 6 menit
    rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

    Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    osteoporosis

    Osteoporosis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit