Memahami Apa Itu Kornea dan Fungsinya Pada Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Maret 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sebagian besar mungkin tahu kornea adalah salah satu bagian dari mata. Namun hanya sebatas itu. Mungkin belum banyak yang tahu jika apa itu kornea dan fungsinya bagi mata. Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Apa itu Kornea Mata?

Kornea (Cornea) pada Mata | Sumber: American Academy of Opthtalmology

Kornea adalah lapisan pelindung terluar mata. Fungsinya adalah mencegah kotoran dan benda asing serta menyaring sinar UV yang masuk ke mata. Kornea adalah bagian mata yang penting karena menentukan seberapa baik tingkat fokus mata terhadap suatu objek.

Faktanya, kornea adalah lapisan bening pada mata yang berisi oleh berbagai jaringan. Tak seperti bagian tubuh lain, kornea tidak memiliki pembuluh darah. Jadi, sebagai penggantinya, kornea mendapatkan ‘makanan’ dari air mata.

Mengenal bagian kornea

Kornea merupakan jaringan yang sangat kompleks. Pada kornea, tidak terdapat pembuluh darah, sehingga nutrisi kornea diperoleh dari air mata dan aqueous humor. Kornea memiliki tiga lapisan yaitu:

Lapisan kornea | Sumber: Allaboutvision.com
  • Epitelium (ephitelium) adalah┬álapisan terluar kornea. Berfungsi untuk mencegah masuknya benda asing, serta menyerap oksigen dan nutrisi dari air mata.
  • Stroma, terletak setelah epitelium. Stroma adalah lapisan tengah paling tebal dan tersusun atas air dan protein sehingga berbentuk padat dan elastis.
  • Endotelium (endothelium), terletak di belakang stroma. Lapisan ini berfungsi untuk memompa kelebihan cairan pada stroma. Gangguan fungsi endotelium dapat menyebabkan stroma penuh dengan cairan sehingga menyebabkan penglihatan kabur.

Gejala yang terjadi ketika kornea mata terinfeksi

Luka atau infeksi kecil pada kornea biasanya dapat sembuh sendiri. Gejala-gejala apabila terdapat gangguan pada kornea:

  • Mata terasa sakit
  • Pandangan buram
  • Mata berair
  • Mata kemerahan
  • Sensitivitas tinggi terhadap cahaya

Gejala-gejala tersebut merupakan tanda dari kondisi yang lebih berbahaya. Jadi sebaiknya segera kunjungi dokter apabila mengalami tanda-tanda tersebut.

Kondisi apa saja yang bisa menyerang kornea mata?

Ada beberapa masalah kesehatan yang dapat menyerang kornea mata, yaitu:

Keratitis

Keratitis adalah peradangan pada kornea yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Perawatan yang dilakukan antara lain pemberian obat tetes mata antibakteri atau antijamur, pemberian obat anti virus, dan pemberian obat tetes mata steroid.

Herpes Okular

Herpes okular adalah infeksi virus yang persisten, biasanya disebabkan oleh virus Herpes Simplex I (HSV I). Tandanya yang umum adalah luka pada kornea. Herpes okular tidak dapat disembuhkan, namun obat antivirus atau obat tetes mata steroid dapat diberikan untuk mencegah perkembangannya.

Herpes Zoster

Penyakit ini dapat muncul pada penderita cacar air. Herpes Zoster atau sinanaga mungkin dapat memunculkan luka pada kornea yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun obat antivirus dan tetes mata steroid juga dapat diresepkan untuk mengurangi pembengkakan.

Degenerasi kornea seperti keratoconus, distrophi kornea, map-dot-fingerprint dystrophy, fuchs’ dystrophy, dan lattice dystrophy juga dapat merusak kornea mata. Perawatannya akan berbeda-beda tergantung pada jenis penyakitnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran, diagnosa, maupun perawatan medis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit