Nyeri Sendi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu penyakit nyeri sendi?

Sendi adalah di mana dua tulang saling terhubung. Sendi terbuat dari tulang rawan, tulang, ligamen, tendon atau otot. Sendi ditemukan di seluruh tubuh kita seperti leher, tangan, pergelangan tangan, siku atau lutut kita.

Joint pain atau biasa disebut sebagai nyeri sendi terjadi ketika salah satu bagian rusak karena digunakan terlalu lama, cedera atau gangguan inflamasi. Namun, sakit sendi sering disebabkan oleh arthritis, suatu kondisi yang disebabkan oleh peradangan sendi.

Rasa sakit atau nyeri dapat hilang setelah beberapa minggu (akut), atau berlangsung selama beberapa minggu atau bulan (kronis). Meskipun memiliki efek pada kehidupan Anda, nyeri sendi sering dikaitkan dengan kondisi yang tidak serius. Anda bisa mengobati nyeri yang terasa dengan obat, terapi fisik, atau pengobatan alternatif.

Seberapa umum terjadinya nyeri sendi?

Dikutip dari WebMD, nyeri sendi merupakan hal yang sangat umum terjadi. Keluhan lain yang paling umum saat terjadi nyeri adalah nyeri lutut, nyeri bahu, juga nyeri pinggul.

Namun, nyeri juga bisa mempengaruhi bagian tubuh lainnya seperti pergelangan kaki dan juga tangan. Seiring bertambahnya usia, sendi yang terasa sakit juga lebih mudah terjadi.

Tak hanya itu saja, nyeri sendi dapat disertai dengan nyeri otot atau nyeri tulang. Nyeri sendi bisa menyebabkan ketidaknyamanan ringan, nyeri setelah melakukan kegiatan tertentu, sampai di tahap nyeri berat dan membatasi gerakan Anda. Terutama ketika akan melakukan hal tertentu seperti mengangkat beban.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda dan gejala nyeri sendi?

Sesuai dengan namanya, nyeri sendi terjadi pada area sendi yang ada di dalam tubuh Anda. Nyeri sendi yang paling sering dilaporkan adalah nyeri lutut. Gejala sakit yang terasa dapat mencakup hal-hal seperti di bawah ini:

  • Kemerahan pada sendi
  • Sendi bengkak
  • Panas dan ngilu pada sendi
  • Bagian tubuh jadi kaku dan pincang
  • Sakit atau nyeri yang parah
  • Demam namun tidak disertai flu
  • Sendi terkunci dan tidak bergerak
  • Kehilangan rentang gerak sendi

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang sudah diapaparkan di atas, sebaiknya segera menemui dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Apalagi, jika Anda mengalami gejala yang sulit untuk dijelaskan.

Hal ini dikarenakan, untuk beberapa kasus saat terjadi nyeri Anda diharuskan untuk berkonsultasi ke dokter. Apabila terjadi kondisi pembengkakan sendi yang terjadi secara tiba-tiba dan Anda tidak bisa bergerak, sebaiknya carilah perawatan medis.

Penyebab

Apa penyebab terjadinya nyeri sendi?

Nyeri sendi dapat terjadi di bagian manapun pada tubuh. Pada orang lanjut usia, sakit pada sendi biasa terjadi karena tubuh kita lambat memproduksi sel-sel baru. Ketika Anda bertambah usia, sakit sendi pun semakin umum terjadi.

Banyak kondisi berbeda yang dapat menyebabkan nyeri sendi. Penyebab utamanya adalah terjadinya cedera yang mempengaruhi ligamen, bursa, atau tendon yang mengelilingi sendi.

Tidak hanya itu saja, rasa nyeri juga merupakan ciri peradangan sendi termasuk osteoarthritis, rheumatoid arthritis, bursitis, asam urat, keseleo, dan cedera lainnya. Nyeri sendi yang umum terjadi karena disebabkan:

  • Cedera pada sendi
  • Memburuknya osteoarthritis
  • Radang selaput sendi
  • Kerusakan tulang rawan di bagian belakang tempurung lutut
  • Perdarahan di dalam ruang sendi
  • Gout atau pseudogout

Dari semua sendi, sendi lutut adalah sendi yang paling sering mengalami cedera juga terluka. Nyeri lutut merupakan hal yang umum, tetapi mungkin tidak disebabkan oleh sakit sendi. Beberapa penyebab dari sakit sendi dijelaskan pula di bawah ini.

  1. Cedera pada sendi

Joint injury atau cedera sendi dapat membahayakan atau melemahkan komponen struktural dari sendi itu sendiri. Setelah terjadi cedera, biasanya kondisi yang muncul pada tubuh Anda adalah memar, perubahan bentuk pada tulang, kerusakan struktur di sekitarnya, sampai kerusakan tulang rawan.

Apabila terjadi gangguan pada sendi, maka akan terjadi nyeri sendi yang bisa mengganggu aktivitas harian Anda. Walaupun sudah sembuh, cedera juga bisa meningkatkan risiko osteoarthritis bertahun-tahun kemudian. Penyebab nyeri sendi ini meliputi:

  1. Peradangan sendi

Joint inflammation atau peradangan sendi dapat terjadi ketika adanya cedera, penyalit, atau infeksi. Apabila sendi meradang, maka yang terjadi adalah sinovium menebal, produksi cairan sinovial meningkat, dan membuat sendi jadi membengkak.

Lalu, sel-sel inflamasi pun bergerak serta bersikulasi ke jaringan sendi dan mengakibatkan nyeri sendi. Saat meradang, yang terjadi adalah kemerahan, terasa hangat, kaku, juga nyeri di bagian sendi. Kondisi radang sendi ini termasuk:

  • Bursitis
  • Rheumatoid arthritis
  • Lupus
  • Osteoarthritis
  • Psoriatic arthritis
  • Tendonitis
  1. Infeksi sendi

Kuman yang meliputi bakteri, virus, atau jamur dapat bergerak dan menyebar pada bagian tubuh termasuk sendi. Kuman yang memasuki tubuh Anda melalui kulit, hidung, telinga, tenggorokan, atau luka dapat menyebar ke bagian sendi.

Maka dari itu bisa terjadi infeksi sendi yang mengakibatkan sakit sendi. Jangan khawatir karena infeksi yang terjadi bisa sembuh dengan perawatan yang tepat. Namun, apabila tertunda bisa menjadi kerusakan sendi permanen.

  1. Arthritis

Penyebab nyeri sendi paling umum adalah arthritis, seperti osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Osteoarthritis yang paling umum terjadi pada orang dewasa di atas usia 40 tahun. Berkembang secara perlahan, penyakit ini disebabkan oleh kerusakan tulang rawan. Lalu, cenderung mempengaruhi sendi yang umum digunakan seperti pergelangan tangan, pinggul, serta lutut.

Sedangkan rheumatoid arthritis dapat merusak dan melemahkan sendi dari waktu ke waktu. Selain rasa sakit, penyebab nyeri sendi yang satu ini juga menyebabkan peradangan serta penumpukan cairan di persendian.

Nyeri sendi dapat terjadi di beberapa sendi pada saat yang bersamaan. Karena kita memiliki banyak sendi, kita mungkin mengalami sakit atau nyeri pada lebih dari satu sendi. Beberapa penyakit lain yang dapat menyebabkan sakit sendi:

  • Penyakit jaringan ikat
  • Kanker
  • Ankylosing spondylitis
  • Patah tulang
  • Dislokasi
  • Fibromialgia
  • Rematik
  • Penyakit menular seksual
  • Tumor tulang (jarang terjadi)

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami sakit sendi?

Area tubuh Anda seperti lutut, bahu, siku, serta pergelangan kaki merupakan area sendi yang rentan terhadap cedera sehingga bisa terjadi nyeri sendi. Walaupun bukan tergolong kondisi yang kritis, namun saat nyeri sendi terjadi maka bisa membatasi kegiatan Anda sehari-hari. Ada beberapa faktor yang membuat nyeri sendi menjadi semakin berkembang, di antaranya:

Obesitas. Berat badan yang berlebih bisa memberikan tekanan pada area tubuh Anda. Tekanan ini pun dapat menahan area sendi seperti sendi lutut.

Cedera. Kegiatan sehari-hari sampai berolahraga dapat meningkatkan risiko terjadinya nyeri sendi.

Usia. Risiko terjadinya nyeri sendi bisa meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Merokok. Merokok adalah sesuatu yang berbahaya bagi tubuh Anda termasuk sebagai faktor risiko terjadinya nyeri sendi.

Stres. Saat Anda sedang stres, akan terjadi peradangan pada tubuh seperti rasa sakit juga bengkak di bagian persendian.

Persalinan fisik. Persalinan fisik, terutama yang melibatkan tindakan berulang dapat menyebabkan nyeri sendi seiring berjalannya waktu.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi?

Saat Anda merasakan sakit sendi, komplikasi yang terjadi adalah ketika kesulitan untuk melakukan aktivitas yang biasa dilakukan. Misalnya adalah ketika berjalan atau duduk dengan rasa yang kurang nyaman.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis terjadinya sakit sendi?

Sakit sendi jarang termasuk ke dalam keadaan darurat. Sebagian besar kasus sakit sendi ringan berhasil disembuhkan di rumah. Namun, untuk pencegahan dan merasa aman, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika nyeri sendi Anda disertai dengan:

  • Pembengkakan
  • Kemerahan
  • Ngilu dan panas di sekitar sendi
  • Deformitas sendi
  • Ketidakmampuan untuk menggunakan sendi
  • Rasa sakit yang intens

Dokter Anda akan menemukan penyebab dari nyeri sendi Anda. Anda perlu untuk menjelaskan rasa sakit kepada dokter dengan rinci. Beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan adalah:

  • Di mana Anda merasakan sakit?
  • Kapan nyeri mulai terjadi?
  • Apakah rasa sakit terasa semakin parah?
  • Apakah Anda memiliki gejala lain yang menyertai sakit sendi?

Untuk mendapatkan diagnosa terbaik, dokter mungkin melakukan beberapa tes, seperti tes darah, sinar-x untuk meminimalisir kemungkinan patah tulang, CT atau MRI scan, serta berbagai tes pergerakan.

Apa saja pilihan obat untuk sakit sendi?

Sakit sendi ringan  serta jangka pendek seharusnya masih bisa Anda atasi sendiri di rumah. Ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengobati nyeri sendi atau tulang dan nyeri otot:

  • Lindungisendi dengan penahan atau penutup
  • Istirahatkansendi, hindari kegiatan yang menyebabkan Anda sakit
  • Dinginkan sendi selama sekitar 15 menit, beberapa kali setiap hari
  • Kompressendi menggunakan pembalut elastis
  • Naikkan posisi sendi di atas posisi jantung Anda

Anda dapat menerapkan kompres es atau penghangat untuk menenangkan otot di sekitar sendi, yang akan membantu meredakan ketegangan dan mengurangi rasa sakit. Untuk meminimalisir gerakan, dokter dapat merekomendasikan menerapkan belat pada sendi.

Namun, Anda harus menghindari sendi tidak bergerak dalam waktu yang lama agar tidak menjadi kaku dan kehilangan fungsi. Jika mengalami nyeri sedang atau beberapa nyeri sekaligus, Anda dapat meminta perawatan lainnya kepada dokter.

Sebelum menentukan pilihan, alangkah baiknya bila Anda membicarakan dengan dokter Anda tentang efek samping dari pengobatan, berapa lama pengobatan akan berlangsung, atau jika pengobatan dapat mengganggu obat atau suplemen yang Anda konsumsi saat ini.

Sebelumnya, ada baiknya pula untuk Anda mengetahui bahwa pengobatan kadang-kadang hanya memblokir rasa sakit bukan menyembuhkan. Jika tidak mengobati penyebab yang mendasari rasa nyeri, rasa sakit akan datang kembali. Anda bahkan mungkin berisiko melukai sendi lebih jauh karena tidak bisa merasakan sakit.

Dengan demikian, sebagian besar dokter pertama kali akan mengobati penyebab yang mendasari rasa nyeri sekaligus membantu Anda mengurangi rasa sakit. Beberapa metode yang digunakan untuk mengontrol rasa sakit adalah:

  • Obat-obatan, seperti obat nonstseroidal anti-inflammatory drugs(NSAID) dan parasetamol dapat membantu. Beberapa antidepresan atau obat antieleptic dapat mengganggu sinyal rasa sakit pada sistem saraf, membuat Anda tidak lagi merasakan sakit, dan relaksan otot digunakan untuk mengurangi kejang dan tegang otot di sekitar sendi.

Tidak hanya dengan obat-obatan, Anda juga bisa melakukan cara lain untuk mengatasi masalah nyeri, seperti:

Agen topikal

Memanfaatkan agen topikan untuk mengurangi nyeri sendi yang mampu memicu pelepasan endorfin, hormon yang memblok rasa nyeri. Misalnya, seperti capsaicin atau zat yang ditemukan dalam cabai karena mampu meredakan nyeri sendi.

Zat tersebut dapat memblokir zat P yang membantu mentransmisikan sinyal rasa sakit. Selain itu, Anda juga dapat mencoba krim dengan kandungan metil salisilat.

Injeksi

Apabila Anda sudah mencoba minum obat pereda rasa nyeri namun tidak bekerja secara maksimal, yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan suntikan obat steroid. Hal ini dilakukan secara langsung ke dalam sendi setiap tiga sampai empat bulan.

Metode ini tergolong efektif, tetapi merupakan solusi jangka pendek yang memiliki efek samping. Efek samping yang bisa dirasakan adalah ketika steroid menutupi cedera, sendi pun bisa digunakan secara berlebihan dan merusaknya lebih jauh pula. Ada dua opsi injeksi lainnya seperti:

  • Membuang cairan yang menyebabkan pembengkakan pada sendi Anda.
  • Penyuntikan Hyaluronan, merupakan versi sintetis dari cairan sendi alami. Ini digunakan untuk mengobati osteoarthritis.

Terapi fisik

Melakukan terapi dapat secara efektif mengembalikan fungsi sendi dan meningkatkan rentang gerak. Hal ini juga membantu untuk menstabilkan sendi, meningkatkan jangkauan pergerakan, dan memperkuat otot di sekitarnya.

Ahli terapi biasanya akan menggunakan teknik seperti USG, terapi panas atau digin, serta stimulasi saraf listrik.

Pencegahan

Apa saja pencegahan yang bisa dilakukan?

Menurunkan berat badan

Menaruh banyak tekanan pada sendi, meregangkan sendi dan terlalu banyak bekerja menyebabkan nyeri. Jika Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan dapat mengurangi beberapa tekanan pada sendi yang menyakitkan Anda.

Olahraga

Di samping diet, Anda harus mencoba olahraga ringan, misalnya berjalan kaki alih-alih dari berlari, untuk memperkuat sendi Anda. Berenang, yoga, berjalan kaki, dan bersepeda adalah salah satu olahraga terbaik karena keduanya memungkinkan Anda untuk melatih sendi tanpa memberikan banyak pengaruh padanya.

Perbaiki postur juga posisi

Kendalikan dan jaga postur Anda saat akan melakukan sesuatu. Misalnya, ketika duduk, berjalan, berlari, dan aktivitas apapun. Lalu, hindari pula untuk berada di posisi yang sama dalam jangka waktu lama. Coba untuk beristirahat, bergerak, atau pun melakukan peregangan sekitar setiap 30 menit atau lebih.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 31, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 5, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca