backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

10 Makanan Penurun Trombosit untuk Penderita Trombositosis

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 15/09/2021

10 Makanan Penurun Trombosit untuk Penderita Trombositosis


Pada penderita penyakit demam berdarah, jumlah trombosit yang terlalu rendah dapat mengancam nyawa. Namun ternyata, pada beberapa kondisi dengan jumlah trombosit yang terlalu tinggi juga dapat berefek buruk bagi kesehatan. Selain minum obat-obatan, Anda bisa mengonsumsi makanan tertentu untuk menurunkan trombosit. Yuk, simak di sini apa saja makanan penurun trombosit yang dianjurkan!

Apa bahayanya jika jumlah trombosit terlalu tinggi?

Warna merah pada darah

Trombosit disebut juga dengan keping darah yang berfungsi dalam proses pembekuan darah.

Jumlah trombosit dalam darah yang normal adalah sebanyak 150.000-450.0000 keping per mikroliter (mcL) darah.

Di atas nilai itu, tubuh mengalami kelebihan jumlah trombosit yang disebut juga dengan trombositosis atau trombositemia.

Melansir Mayo Clinic, trombositosis merupakan penyakit kelainan trombosit yang dapat menyebabkan penggumpalan darah dan perdarahan.

Efek trombositosis yang ringan berupa pusing, mimisan, dan memar. Sementara pada kasus yang parah, trombositosis dapat menyebabkan stroke.

Jumlah trombosit dapat diketahui melalui pemeriksaan darah. Jika melebihi batas normal, Anda perlu melakukan upaya untuk menurunkannya.

Selain minum obat-obatan dokter, Anda dapat mengonsumsi makanan penurun trombosit.

Apa saja makanan yang dapat menurunkan trombosit?

makanan buruk sebelum olahraga

Melansir jurnal Seminars in Thrombosis and Hemostasis, menjaga asupan makanan dan minuman dapat membantu mengatasi kelebihan trombosit.

Berikut ini beberapa makanan penurun trombosit yang bisa Anda coba.

1. Bawang putih mentah

Melansir Biosight Journal, bawang putih memiliki efek antiplatelet sehingga membantu menurunkan jumlah trombosit dalam darah.

Namun, mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan mungkin dapat memengaruhi efek obat-obatan pengencer darah yang sedang Anda minum.

Oleh karena itu, jika ingin menambahkan bawang putih sebagai suplemen atau makanan penurun trombosit, sebaiknya berkonsultasilah lebih dulu ke dokter.

2. Buah delima

Buah delima atau pomegranate merupakan buah yang kaya manfaat. Buah yang satu ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga dapat mencegah berbagai macam penyakit.

Melansir Journal of Natural Sciences Research, selain membantu menurunkan kolesterol dalam darah, buah delima dapat menstabilkan jumlah trombosit agar kadarnya normal.

3. Ginkgo biloba

Dikenal sebagai tumbuhan untuk memperkuat daya ingat, Ginkgo biloba ternyata juga bermanfaat sebagai makanan penurun trombosit dan pengencer darah secara alami.

Namun, sebelum mengonsumsi suplemen yang mengandung ekstrak Ginkgo biloba, sebaiknya berkonsultasilah lebih dulu ke dokter.

Ini karena suplemen tersebut mungkin berinteraksi dengan obat-obatan lain yang Anda konsumsi.

Selain itu, mintalah saran dokter untuk mengetahui dosisnya yang aman. Menurut National Capital Poison Center, konsumsi ekstrak Ginkgo biloba secara berlebihan dapat menyebabkan keracunan.

4. Makanan kaya salisilat

Melansir Mayo Clinic, zat salisilat berfungsi untuk mengencerkan darah akibat penggumpalan darah.

Penggumpalan darah umum terjadi karena jumlah trombosit yang terlalu tinggi. Selain pada obat-obatan seperti aspirin, salisilat juga dapat ditemukan pada tumbuhan.

Buah beri seperti anggur ungu, ceri, kismis, dan cranberry banyak mengandung salisilat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai makanan penurun trombosit darah secara alami.

Selain pada buah-buahan, kandungan salisilat tinggi juga terdapat pada tomat, cabe rawit, brokoli, timun, bayam, rebung, dan jamur.

5. Cokelat hitam

Mengutip jurnal Seminars in Thrombosis and Hemostasis, konsumsi coklat hitam dapat membantu menekan hiperagregasi trombosit yaitu meningkatnya aktivitas trombosit yang menyebabkan darah mengental.

Selain coklat hitam, makanan rendah gula juga dapat Anda manfaatkan sebagai makanan penurun trombosit yang efektif.

dark cokelat dan hipertensi

6. Seafood 

Makanan boga bahari seperti ikan tuna, ikan salmon, dan ikan makarel banyak mengandung asam lemak omega-3. Zat ini dapat membantu menurunkan trombosit dalam darah.

Seafood juga berperan untuk meningkatkan kolesterol baik sehingga mampu menjaga kesehatan sistem peredaran darah dan jantung.

Meskipun baik bagi tubuh, sebaiknya Anda berhati-hati mengonsumsi makanan yang berasal dari laut. Ini karena risiko merkuri yang terkandung di dalamnya akibat laut yang tercemar.

7. Makanan kaya vitamin E

Selain omega-3, menurut National Institute of Health, makanan yang banyak mengandung vitamin E juga dapat berperan sebagai makanan penurun trombosit secara alami dan mencegah venous thromboembolism.

Venous thromboembolism adalah pembekuan darah di pembuluh darah.

Kandungan vitamin E yang tinggi dapat ditemukan pada kacang almon, biji bunga matahari, minyak bunga matahari, gandum utuh, dan minyak bibit gandum.

8. Rempah-rempah

Sejumlah rempah seperti ginseng, jahe, kunyit, dan daun thyme ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai makanan penurun trombosit yang efektif.

Hal ini menurut studi yang dilakukan oleh Bradley J McEwen dari Endeavour College of Natural Health.

Selain rempah-rempah di atas, menurut penelitian dari Universiti Malaysia Kelantan, kayu manis juga dapat memberikan efek yang serupa.

Ini karena kandungan cinnamaldehyde pada kayu manis dapat membantu menekan hiperagregasi trombosit.

9 Kopi dan Teh hijau

Menurut studi yang diterbitkan oleh The British Journal of Nutrition, kandungan asam fenol yang terdapat pada kopi dapat membantu menurunkan trombosit darah.

Namun, jika Anda ingin menjadikan kopi sebagai makanan penurun trombosit, sebaiknya pilihlah yang berkafein rendah atau tanpa kafein. Ini karena kafein justru dapat meningkatkan agregasi trombosit.

Untuk menghindari kafein yang terlalu tinggi, cobalah mengonsumsi teh hijau karena mengandung kafein yang jauh lebih sedikit dibanding kopi dan jenis teh lainnya. Apalagi, teh ini juga mengandung asam fenol.

10. Anggur merah

Konsumsi minuman beralkohol ternyata tidak selamanya buruk. Minuman beralkohol hasil fermentasi buah anggur seperti wine (anggur merah) ternyata dapat berperan dalam menurunkan agregasi trombosit.

Melansir Mayo Clinic, senyawa resveratrol pada anggur merah mungkin dapat berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu mencegah penggumpalan darah.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 15/09/2021

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan