Tak Cuma Manfaat, Donor Darah Juga Bisa Membawa Efek Samping Jika Keseringan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Donor darah sesuai golongan darah terbukti memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan. Sayangnya, manfaat donor darah mungkin jadi tidak berlaku lagi jika Anda terlalu sering melakukannya. Apa saja efek samping donor darah terlalu sering?

Apa efek samping yang mungkin terjadi akibat donor darah?

Kehabisan darah bukanlah efek samping donor darah yang perlu Anda takutkan sebab sel darah merah memiliki kemampuan memperbanyak diri yang luar biasa. Setiap detik ada jutaan sel darah merah yang hilang atau mati dan langsung tergantikan dengan yang baru. Meski begitu, terlalu sering donor darah juga tak baik untuk kesehatan Anda.

Terlalu sering donor dapat membuat Anda berisiko kekurangan zat besi. Pasalnya, meski sel darah merah bisa cepat tergantikan dengan yang baru, tidak demikian dengan sediaan zat besi dalam tubuh.

Kekurangan zat besi merupakan dampak negatif dari donor darah. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasakan gejala, seperti:

  • Pusing
  • Lemas
  • Lesu
  • Tidak bertenaga

Gejala-gejala di atas bahkan dapat mengarah ke penurunan hemoglobin dan risiko anemia. Jika kondisi ini dibiarkan terus tanpa pengobatan, bisa berujung pada anemia defisiensi besi.

Sayangnya, efek samping donor darah ini terkadang jarang disadari. Kebanyakan orang menganggap bahwa anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh Anda kekurangan darah, kurang makan makanan yang mengandung zat besi, atau justru karena memiliki riwayat penyakit gangguan pencernaan. Padahal, donor darah terlalu sering juga bisa memicu terjadinya kondisi tersebut.

Inilah sebabnya penting untuk memerhatikan frekuensi donor darah yang akan Anda lakukan. Jangan lupa memperhatikan kondisi kesehatan Anda sebelum dan setelah donor darah. Jangan sampai donor darah justru membuat kesehatan Anda memburuk.

Bagaimana mengatasi efek samping donor darah?

kekurangan zat besi

Anda perlu mengonsumsi sumber zat besi agar terhindar dari efek samping dari donor darah sesuai golongan darah. Berikut ini adalah sumber zat besi yang baik untuk tubuh Anda:

  • Hati (ayam, domba)
  • Sarden
  • Daging sapi
  • Daging domba
  • Telur (ayam)
  • Bebek
  • Salmon 
  • Tahu keras
  • Tempe
  • Biji labu (pepitas) dan biji bunga matahari
  • Kacang-kacangan, terutama kacang mete dan almond
  • Sereal gandum utuh seperti oat atau muesli, roti gandum utuh, nasi merah, bayam, dan quinoa
  • Sayuran seperti kangkung, brokoli, bayam dan kacang hijau

Selain itu, dikutip dari Mayo Clinic, Anda perlu melakukan langkah-langkah di bawah ini agar terhindar dari efek samping melakukan donor darah:

  • Minum lebih banyak cairan hingga keesokan harinya setelah melakukan donor darah 
  • Jika Anda merasa pusing, berbaringlah dengan kaki di atas sampai Anda merasa lebih baik
  • Tetaplah mengenakan perban di lengan Anda dan tunggu selama lima jam 
  • Jika Anda mengalami perdarahan setelah melepaskan perban, tekan bagian tersebut dan angkat lengan Anda hingga perdarahan berhenti
  • Jika perdarahan atau memar terjadi di bawah kulit, oleskan kompres dingin ke bagian tersebut secara berkala selama 24 jam
  • Jika lengan Anda sakit, minum pereda nyeri, seperti acetaminophen 
  • Hindari mengonsumsi aspirin atau ibuprofen selama 24 hingga 48 jam pertama setelah donor darah

Segera hubungi petugas kesehatan yang menangani Anda jika Anda lupa memberi tahu soal kondisi kesehatan Anda atau jika Anda mengalami masalah setelah melakukan donor. 

Lantas, berapa kali idealnya saya boleh donor darah?

melakukan donor darah

Rata-rata orang boleh melakukan donor darah setiap 3-4 bulan sekali dan maksimal 5 kali dalam 2 tahun. Palang Merah Indonesia (PMI) juga setuju dan mengatakan bahwa donor darah sebaiknya dilakukan rutin minimal tiga bulan sekali.

Tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk seorang pendonor memproduksi sel-sel darah merah yang baru. Jadi setiap orang dapat melakukan donor darah setidaknya 4-5 kali dalam satu tahun untuk menghindari efek buruknya.

Meski begitu, tak semua orang bisa donor darah sesering yang dianjurkan. Pasalnya, seberapa sering seseorang boleh donor darah tergantung pada kondisi kesehatannya secara menyeluruh pada saat donor. Anda boleh menyumbangkan darah hanya jika memenuhi syarat-syarat donor darah yang telah ditentukan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Penyakit yang Berhubungan dengan Kelainan Trombosit Darah

Kelainan pada trombosit dalam darah bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit, mulai dari yang ringan hingga fatal. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 22 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Jika ibu memiliki rhesus negatif sedangkan janinnya memiliki rhesus positif, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, termasuk kematian bayi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Fakta-Fakta Unik Seputar Golongan Darah AB

Golongan darah AB ternyata merupakan tipe darah yang jarang ditemukan alias langka. Intip fakta menarik lainnya seputar tipe darah AB di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Karakteristik Golongan darah B dan Fakta Medisnya

Golongan darah B nyatanya termasuk salah yang langka. Tak hanya itu, golongan darah B juga memiliki jenis diet yang berbeda dibandingkan yang lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kelainan darah

Kelainan Darah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
sistem peredaran darah pada manusia

Menyusuri Sistem Peredaran Darah Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
komponen darah tes darah

4 Macam Komponen Darah Manusia dan Fungsinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
cek golongan darah

Cek Golongan Darah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit