Benarkah Golongan Darah Berpengaruh pada Risiko Terkena COVID-19?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Belakangan muncul kabar bahwa orang dengan golongan darah A lebih berisiko tertular COVID-19 dibandingkan golongan darah lainnya. Sebaliknya, orang bergolongan darah O disebut-sebut lebih kebal dari serangan virus ini. Setelah melalui berbagai penelitian, para peneliti menyimpulkan bahwa ini bukanlah hoaks belaka.

Pengaruh golongan darah pada risiko terjangkit COVID-19

Vitamin Cegah COVID-19

Golongan darah tampaknya memengaruhi risiko seseorang tertular COVID-19. Dugaan ini berawal dari sebuah penelitian terhadap 2.173 pasien COVID-19 yang dirawat di tiga rumah sakit di kota Wuhan dan Shenzhen, Tiongkok.

Pada studi tersebut, orang-orang yang golongan darahnya termasuk dalam kelompok A ternyata berisiko lebih tinggi terjangkit COVID-19. Golongan darah dalam kelompok ini termasuk A-positif, A-negatif, AB-positif, dan AB-negatif.

Sementara itu, orang bergolongan darah O-positif dan O-negatif berisiko lebih rendah tertular virus ini. Para peneliti telah membandingkannya dengan usia, jenis kelamin, dan penyakit penyerta. Hasilnya, golongan darah tetap mempunyai peran yang kuat.

Pada penelitian yang lain, tim peneliti AS melihat data 682 penduduk New York dengan hasil tes COVID-19 positif. Orang bergolongan darah A berpeluang 33% lebih tinggi mendapatkan hasil positif dibandingkan orang bergolongan darah lain.

Para peneliti menduga hal ini berkaitan dengan jenis antigen pada tiap golongan darah. Antigen adalah protein khusus pada sel darah merah Anda. Golongan darah seseorang ditentukan oleh jenis antigen yang menempel pada permukaan sel darah merahnya.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

Antigen-antigen tersebut juga memproduksi antibodi tertentu untuk melawan infeksi atau menolak darah dari golongan yang tidak sesuai. Secara umum, berikut jenis antigen dan antibodi yang dimiliki setiap golongan darah:

  • Golongan darah A: antigen A dan antibodi anti-B.
  • Golongan darah B: antigen B dan antibodi anti-A.
  • Golongan darah AB: antigen A dan B, tapi tidak ada antibodi anti-A dan anti-B.
  • Golongan darah O: tidak ada antigen A dan B, tapi ada antibodi anti-A dan anti-B.

Mengacu penelitian terdahulu mengenai penyakit SARS, antibodi anti-A membantu menghambat aktivitas coronavirus di dalam tubuh. Tim peneliti Tiongkok menduga bahwa hal serupa mungkin juga terjadi pada kasus COVID-19.

Dugaan ini muncul karena COVID-19 dan SARS disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama. Dengan kata lain, mungkin antibodi inilah yang membuat orang dengan golongan darah O dan B lebih terlindung dari COVID-19.

droplet covid-19

Faktor genetik golongan darah mungkin berpengaruh pada COVID-19

Perbedaan antigen tampaknya bisa menjelaskan mengapa orang bergolongan darah A lebih berisiko terjangkit COVID-19. Walau demikian, para peneliti saat itu belum dapat memastikannya dan masih mencari penjelasan lain.

Guna menjawab masalah ini, peneliti dari berbagai institusi di Eropa mempelajari faktor genetik yang mungkin menjadi penyebabnya. Mereka menganalisis sekitar delapan juta kode genetik yang menyusun DNA dari 1.980 subjek penelitian.

Tim peneliti menemukan kode genetik pada kromosom 3 dan 9. Kode ini tidak hanya memengaruhi risiko penularan COVID-19, tapi juga tingkat keparahannya. Kode genetik serupa juga ditemukan pada kromosom 9 yang menyusun golongan darah ABO.

Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien bergolongan darah A-positif berisiko 45% lebih tinggi mengalami kegagalan napas. Sementara itu, pasien dengan golongan darah O berisiko 35% lebih rendah mengalami komplikasi COVID-19 yang satu ini.

Golongan darah A juga meningkatkan kemungkinan pasien menggunakan ventilator sebanyak 50%. Ada pula kaitan antara gen dengan risiko pembekuan darah dan penyakit jantung akibat COVID-19.

Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

Faktor terpenting tetap kebersihan diri

masker kain

Golongan darah dan kode genetik tertentu memang dapat meningkatkan risiko Anda terjangkit COVID-19. Namun, keduanya bukan satu-satunya penentu. Faktor terpenting tetaplah kebersihan diri dan seberapa baik upaya Anda dalam mencegah penularan.

Untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar Anda, berikut langkah yang dapat dilakukan:

  • Rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer berbahan alkohol minimal 60%.
  • Menghindari kerumunan dan menjaga jarak aman setidaknya satu meter dari orang lain.
  • Menggunakan masker kain ketika bepergian ke luar rumah.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dulu.
  • Menerapkan cara batuk dan bersin yang benar.
  • Memeriksakan diri bila mengalami gejala COVID-19 seperti batuk, demam, dan sesak napas.

Golongan darah adalah satu dari banyak faktor yang memengaruhi risiko penularan COVID-19. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan jenis antigen dan kode genetik yang menyusun golongan darah Anda.

Namun, baik bergolongan darah A ataupun lainnya, siapa pun tetap bisa terjangkit COVID-19 bila tidak melakukan pencegahan dan mematuhi protokol kesehatan. Jadi, pastikan Anda menerapkan keduanya demi mengurangi kemungkinan tertular.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit