Hati-hati, Paracetamol Saat Hamil Bisa Mengganggu Otak Janin

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/08/2017
Bagikan sekarang

Apakah Anda sedang hamil dan sering minum paracetamol (acetaminophen) ketika merasa pusing atau nyeri pada bagian tubuh lain? Paracetamol memang obat yang umum digunakan untuk mengatasi rasa nyeri selama hamil. Namun hati-hati, penggunaan berlebihan paracetamol saat hamil dapat membuat anak Anda berisiko mengalami autisme atau gangguan mental lain. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Paracetamol (acetaminophen) diduga mengganggu perkembangan otak janin

Parasetamol merupakan obat penghilang rasa sakit yang dianggap  aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Pada tahun 2012 Centers for Disease Control Prevention (CDC) menyatakan bahwa paracetamol atau acetaminophen aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena tidak ditemukan bukti dapat meningkatkan komplikasi pada kehamilan maupun kesehatan ibu. Beberapa penelitian menemukan ibu yang mengonsumsi paracetamol memunculkan risiko bayi mengalami cacat lahir walaupun dalam tingkat rendah.

Namun baru-baru ini muncul sebuah bukti ilmiah yang menyatakan bahwa paracetamol atau acetaminophen tidak seaman itu untuk ibu hamil. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 yang melibatkan 2644 ibu hamil yang dipantau terus hingga anaknya berusia 5 tahun. Ibu hamil tersebut diminta untuk mengisi kuesioner tentang pemakaian paracetamol atau acetaminophen selama kehamilan. Pada akhir penelitian, diketahui bahwa pada ibu hamil yang sering mengonsumsi paracetamol atau acetaminophen pada minggu ke-32 usia kehamilan, cenderung memiliki anak yang memiliki gangguan perhatian (gejala dari sindrom autisme) pada usia 5 tahun, dibandingkan dengan ibu yang tidak mengonsumsi paracetamol sama sekali. Selain itu, peneliti juga menemukan gejala hiperaktif dan gangguan kognitif pada anak yang dilahirkan dari ibu yang mengonsumsi paracetamol saat hamil.    

Penelitian lain yang melibatkan sebanyak 48,631 partisipan, menemukan bahwa penggunaan paracetamol setidaknya 28 hari atau lebih ketika kehamilan dapat menimbulkan berbagai gangguan perkembangan dan pertumbuhan janin, sehingga menyebabkan anak mengalami gangguan kemampuan motorik dan kognitif, penurunan kemampuan komunikasi, serta gangguan perilaku. Sementara hasil penelitian yang dilakukan oleh Danish National Birth Control, menyatakan hal yang sama, yaitu dari total 64,322 ibu, hampir setengahnya mengonsumsi acetaminophen atau parasetamol ketika hamil dan memiliki anak yang gejala atau bahkan didagnosis mengalami autisme oleh dokter.

Mengapa paracetamol (acetaminophen) bisa menyebabkan gangguan sistem saraf?

Obat paracetamol atau acetaminophen merupakan obat penghilang rasa sakit yang mudah didapatkan dan banyak digunakan oleh sebagian besar orang. Sebuah survei menemukan bahwa ibu yang mengonsumsi parasetamol saat hamil mencapai 46% hingga 65%.  Obat jenis acetaminophen atau parasetamol biasanya digunakan oleh ibu hamil untuk mengurangi gejala atau tanda yang muncul pada awal-awal kehamilan, seperti pusing, demam, atau migrain. Sampai saat ini masih belum jelas bagaimana hubungan parasetamol yang dikonsumsi ibu saat hamil dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin yang kemudian berdampak pada gangguan perilaku anak. Namun, para ahli menyatakan beberapa hipotesis yang mungkn menjawab hubungan ini.

Para ahli mengungkapkan beberapa teori yaitu, penggunaan parasetamol dapat mempengaruhi reseptor pada otak yang berfungsi untuk mematangkan sel otak dan menjadi penghubung antar-sel otak. Ketika parasetamol dikonsumsi, maka akan terjadi gangguan pada fungsi reseptor terssebut, termasuk gangguan perkembangan otak bayi yang dikandung ibu.  Selain itu, paracetamol juga menganggu sistem imun yang juga dapat mempengaruhi perkembangan sistem saraf pada janin. Beberapa peneliti juga mengatakan bahwa parasetamol mungkin mengganggu mekanisme genetik pada janin sehingga menimbulkan masalah perkembangan. Teori lain juga mengemukakan bahwa konsumsi parasetamol pada ibu mungkin bisa menyebabkan keracunan pada janin, sehingga langsung berdampak pada pertumbuhannya.

Jadi, apakah paracetamol (acetaminophen) boleh dikonsumsi saat hamil?

Sampai saat ini, memang paracetamol atau acetaminophen merupakan obat penghilang rasa sakit yang paling baik dan aman untuk dikonsumsi ibu hamil, terutama jika dibandingkan dengan jenis obat penghilang rasa sakit lainnya seperti ibuprofen, yang dapat menimbulkan dampak yang lebih berbahaya untuk kesehatan janin dan ibu. Ibuprofen, menurut berbagai penelitian, dikatakan dapat mengakibatkan risiko keguguran dan berbahaya untuk ginjal dan jantung janin.

Namun yang perlu diperhatikan adalah ibu hamil harus sangat menjaga dan membatasi pemakaian obat-obatan walaupun dianggap aman, termasuk paracetamol atau acetaminophen. Sehingga, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi paracetamol jika sangat diperlukan dan sebaiknya berdiskusi dengan dokter ahli kandungan tentang konsumsi obat tersebut. Lebih baik mencegah berbagai infeksi dan gejala yang mungkin muncul ketika kehamilan dengan melakukan, olahraga ringan, istirahat yang cukup, dan makan makanan yang sehat.

BACA JUGA

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Pengaruh Konsumsi Buah Terhadap Perkembangan Kognitif Janin

Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa konsumsi buah-buahan dapat berpengaruh pada perkembangan kognitif janin. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

bahan kimia kosmetik autisme

Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020