Apa yang Terjadi Kalau Ibu Hamil Kelebihan Berat Badan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memiliki kehamilan yang sehat, aman, dan tanpa ada gangguan apapun merupakan harapan dari semua ibu yang sedang hamil. Tentu saja hal ini harus didukung dengan lingkungan serta status kesehatan ibu yang baik. Berbagai hal dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan menyebabkan gangguan kehamilan. Salah satunya adalah berat badan ibu hamil yang berlebih. Lalu apa saja dampak yang bisa ditimbulkan jika seorang ibu hamil memiliki berat badan berlebih? Bagaimana cara agar kehamilan tetap sehat? Apakah ibu hamil harus menurunkan berat badannya?

Kelebihan berat badan saat hamil, apa efeknya?

Overweight atau kelebihan berat badan diartikan sebagai status gizi yang indeks massa tubuhnya mencapai 25,1-27 kg/m2. Sedangkan dikatakan seseorang mengalami obesitas jika memiliki indeks massa tubuh lebih dari 27 kg/m2. Indeks massa tubuh ini bisa digunakan ketika ibu belum hamil, jika ibu sudah memasuki masa kehamilan maka sudah tidak akurat lagi perhitungannya.

Memiliki berat badan yang ideal sebelum hamil adalah hal yang terbaik untuk mencegah komplikasi serta masalah yang dapat timbul selama kehamilan. berat badan sangat menentukan status gizi seseorang, sementara status gizi mempengaruhi status kesehatan, hal ini berlaku pula pada ibu hamil. Status gizi yang tidak normal akan menimbulkan beberapa gangguan kesehatan pada ibu maupun janin yang sedang dikandung.

Gangguan yang dapat terjadi jika Anda memiliki berat badan yang berlebihan selama hamil adalah:

  • Diabetes gestasional. Ibu hamil yang obesitas berpeluang besar untuk mengalami diabetes selama kehamilan dibandingkan dengan ibu yang memiliki status gizi dan berat badan yang normal
  • Preeklampsia, yaitu tekanan darah yang tinggi dan adanya protein dalam urin sang ibu.
  • Memperlambat kelahiran
  • Meningkatkan peluang untuk melahirkan secara operasi sesar
  • Infeksi, terutama infeksi saluran urin
  • Masalah ketika kelahiran
  • Keguguran

BACA JUGA: Hamil di Usia Tua, Apakah Aman?

Berapa seharusnya berat badan normal selama hamil?

Menurunkan berat badan ketika hamil adalah hal yang sangat berisiko. Hal ini berisiko menyebabkan berbagai komplikasi dan gangguan. Bahkan ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih, masih harus menaikkan berat badannya. Menurut Institute of Medicine, berat badan ibu hamil haruslah meningkat, tetapi harus disesuaikan dengan status gizi yang dimilikinya, seperti:

  • Ibu hamil yang underweight atau kurang berat badan, maka berat badannya dianjurkan untuk naik sebesar 12-18 kg.
  • Ibu hamil dengan berat badan ideal, harus meningkatkan berat badan sekitar 11-15 kg.
  • Ibu hamil dengan berat badan berlebih dan memiliki indeks massa tubuh antara 25-27 kg/m2, setidaknya harus menaikkan berat badannya sekitar 6-11 kg.
  • Sementara ibu yang obesitas dengan indeks massa tubuh lebih dari 27 kg/m2 sekitar 4-9 kg

Sehingga jangan berpikiran untuk menurunkan berat badan saat hamil. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga kehamilan tetap sehat walaupun ibu memiliki berat badan berlebih.

BACA JUGA: Apakah Ibu yang Menyusui Bisa Hamil?

Bagaimana cara untuk menjaga kehamilan tetap sehat meskipun saya memiliki berat badan yang berlebihan?

Hal yang paling utama yang bisa mencegah seorang ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih mengalami berbagai gangguan kehamilan adalah dengan melakukan pola hidup sehat, makan teratur, memilih makanan yang sehat, serta melakukan olahraga secara rutin.

Melakukan diet yang sehat. Merencanakan, memilih, serta mengatur makanan yang akan dimakan adalah cara yang paling baik dalam menerapkan hidup sehat. Jika Anda sering merasa lapar, lebih baik bagi jadwal makan Anda menjadi lebih sering. Misalnya, dalam sehari Anda dapat membagi waktu makan Anda menjadi 6 kali makan. Namun tetap dengan kebutuhan kalori yang sama dalam sehari, hanya pembagian waktu dan porsi makan saja yang berbeda. Jika perlu, diskusikan rencana diet Anda dengan ahli gizi.

Olahraga rutin. Beberapa ibu yang sedang hamil takut melakukan olahraga karena beranggapan bahwa olahraga berdampak buruk bagi bayi yang dikandungnya. Justru, olahraga yang rutin bisa membantu menjaga kesehatan ibu serta janin yang sedang tumbuh. Anda bisa melakukan olahraga yang ringan namun dilakukan secara teratur, seperti berjalan santa, berenang, berkebun, yoga, atau bahkan jogging. Sedangkan olahraga yang harus dihindari dulu selama kehamilan adalah bersepeda, atau aktivitas lain yang menyebabkan kelelahan yang berlebihan.

BACA JUGA: Perdarahan Saat Hamil: Mana yang Normal, Mana yang Bahaya?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Sebagai orangtua baru, tak perlu takut saat memandikan bayi, Berikut panduan atau cara memandikan bayi baru lahir untuk Anda praktikkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhubungan seks setelah operasi caesar

Berhubungan Seks Setelah Operasi Caesar, Wajarkah Bila Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
pembagian porsi makan

Seperti Apa Porsi Makan yang Tepat Agar Diet Cepat Berhasil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit