Apa yang Terjadi Kalau Ibu Hamil Kelebihan Berat Badan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/09/2017
Bagikan sekarang

Memiliki kehamilan yang sehat, aman, dan tanpa ada gangguan apapun merupakan harapan dari semua ibu yang sedang hamil. Tentu saja hal ini harus didukung dengan lingkungan serta status kesehatan ibu yang baik. Berbagai hal dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan menyebabkan gangguan kehamilan. Salah satunya adalah berat badan ibu hamil yang berlebih. Lalu apa saja dampak yang bisa ditimbulkan jika seorang ibu hamil memiliki berat badan berlebih? Bagaimana cara agar kehamilan tetap sehat? Apakah ibu hamil harus menurunkan berat badannya?

Kelebihan berat badan saat hamil, apa efeknya?

Overweight atau kelebihan berat badan diartikan sebagai status gizi yang indeks massa tubuhnya mencapai 25,1-27 kg/m2. Sedangkan dikatakan seseorang mengalami obesitas jika memiliki indeks massa tubuh lebih dari 27 kg/m2. Indeks massa tubuh ini bisa digunakan ketika ibu belum hamil, jika ibu sudah memasuki masa kehamilan maka sudah tidak akurat lagi perhitungannya.

Memiliki berat badan yang ideal sebelum hamil adalah hal yang terbaik untuk mencegah komplikasi serta masalah yang dapat timbul selama kehamilan. berat badan sangat menentukan status gizi seseorang, sementara status gizi mempengaruhi status kesehatan, hal ini berlaku pula pada ibu hamil. Status gizi yang tidak normal akan menimbulkan beberapa gangguan kesehatan pada ibu maupun janin yang sedang dikandung.

Gangguan yang dapat terjadi jika Anda memiliki berat badan yang berlebihan selama hamil adalah:

  • Diabetes gestasional. Ibu hamil yang obesitas berpeluang besar untuk mengalami diabetes selama kehamilan dibandingkan dengan ibu yang memiliki status gizi dan berat badan yang normal
  • Preeklampsia, yaitu tekanan darah yang tinggi dan adanya protein dalam urin sang ibu.
  • Memperlambat kelahiran
  • Meningkatkan peluang untuk melahirkan secara operasi sesar
  • Infeksi, terutama infeksi saluran urin
  • Masalah ketika kelahiran
  • Keguguran

BACA JUGA: Hamil di Usia Tua, Apakah Aman?

Berapa seharusnya berat badan normal selama hamil?

Menurunkan berat badan ketika hamil adalah hal yang sangat berisiko. Hal ini berisiko menyebabkan berbagai komplikasi dan gangguan. Bahkan ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih, masih harus menaikkan berat badannya. Menurut Institute of Medicine, berat badan ibu hamil haruslah meningkat, tetapi harus disesuaikan dengan status gizi yang dimilikinya, seperti:

  • Ibu hamil yang underweight atau kurang berat badan, maka berat badannya dianjurkan untuk naik sebesar 12-18 kg.
  • Ibu hamil dengan berat badan ideal, harus meningkatkan berat badan sekitar 11-15 kg.
  • Ibu hamil dengan berat badan berlebih dan memiliki indeks massa tubuh antara 25-27 kg/m2, setidaknya harus menaikkan berat badannya sekitar 6-11 kg.
  • Sementara ibu yang obesitas dengan indeks massa tubuh lebih dari 27 kg/m2 sekitar 4-9 kg

Sehingga jangan berpikiran untuk menurunkan berat badan saat hamil. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga kehamilan tetap sehat walaupun ibu memiliki berat badan berlebih.

BACA JUGA: Apakah Ibu yang Menyusui Bisa Hamil?

Bagaimana cara untuk menjaga kehamilan tetap sehat meskipun saya memiliki berat badan yang berlebihan?

Hal yang paling utama yang bisa mencegah seorang ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih mengalami berbagai gangguan kehamilan adalah dengan melakukan pola hidup sehat, makan teratur, memilih makanan yang sehat, serta melakukan olahraga secara rutin.

Melakukan diet yang sehat. Merencanakan, memilih, serta mengatur makanan yang akan dimakan adalah cara yang paling baik dalam menerapkan hidup sehat. Jika Anda sering merasa lapar, lebih baik bagi jadwal makan Anda menjadi lebih sering. Misalnya, dalam sehari Anda dapat membagi waktu makan Anda menjadi 6 kali makan. Namun tetap dengan kebutuhan kalori yang sama dalam sehari, hanya pembagian waktu dan porsi makan saja yang berbeda. Jika perlu, diskusikan rencana diet Anda dengan ahli gizi.

Olahraga rutin. Beberapa ibu yang sedang hamil takut melakukan olahraga karena beranggapan bahwa olahraga berdampak buruk bagi bayi yang dikandungnya. Justru, olahraga yang rutin bisa membantu menjaga kesehatan ibu serta janin yang sedang tumbuh. Anda bisa melakukan olahraga yang ringan namun dilakukan secara teratur, seperti berjalan santa, berenang, berkebun, yoga, atau bahkan jogging. Sedangkan olahraga yang harus dihindari dulu selama kehamilan adalah bersepeda, atau aktivitas lain yang menyebabkan kelelahan yang berlebihan.

BACA JUGA: Perdarahan Saat Hamil: Mana yang Normal, Mana yang Bahaya?

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
diet south beach

Mengulik Serba-Serbi Diet South Beach untuk Menurunkan Berat Badan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
cara menurunkan berat badan tanpa olahraga

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020