Periode Perkembangan

Mendeteksi Bibir Sumbing Pada Bayi dalam Kandungan Lebih Dini

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Masalah bibir sumbing atau celah bibir pada bayi di Indonesia, masih terus terjadi. Diperkirakan di antara 700 kelahiran, satu di antaranya memiliki bibir sumbing. Meski penyebab bibir sumbing hingga kini masih misterius, kelainan bawaan lahir ini ternyata bisa dideteksi lebih awal pada masa kehamilan. Jadi, kapan ibu hamil bisa melakukan deteksi kemungkinan terjadinya bibir sumbing pada janin? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Kapan deteksi bibir sumbing pada janin bisa dilakukan?

Ibu hamil sangat diwajibkan untuk cek kesehatan secara rutin. Ini dilakukan bukan hanya untuk memantau kesehatan sang ibu, tapi juga perkembangan janin.

Pemeriksaan rutin dapat membantu ibu hamil mengetahui masalah yang mungkin menimpa sang bayi di kandungan, salah satunya bibir sumbing.

Kebanyakan orangtua mengetahui kondisi celah bibir setelah bayi dilahirkan. Namun, majunya perkembangan teknologi sekarang ini membantu orangtua dan dokter untuk melakukan deteksi bibir sumbing pada janin lebih dini.

Tes kesehatan yang bisa membantu melakukan deteksi celah bibir saat hamil adalah tes pencitraan berupa USG (ultrasonography) 3 atau 4 dimensi.

Tes pencitraan ini bisa dilakukan saat masa kehamilan memasuki  usia di atas 6 bulan.

Sayangnya, tes ini hanya bisa mengetahui bayi dengan kondisi celah bibir, tidak dengan celah langit.

Celah langit merupakan kelainan langit-langit mulut. Kelainan bawaan lahir ini biasanya sering terjadi bersamaan dengan bibir sumbing.

Kenapa berbeda? Celah langit lebih sulit dideteksi karena pertumbuhannya terjadi di bagian dalam tubuh sehingga sulit terlihat. Berbeda dengan bibir sumbing yang tampak dari bagian luar tubuh.

Bagaimana jika hasil USG bayi menunjukkan bibir sumbing?

usg transvaginal

Bibir sumbing bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada bayi dalam kandungan Anda.

Setelah melakukan deteksi bibir sumbing pada janin, dan ternyata dokter menyatakan bahwa bayi Anda mengalami kondisi ini, apa yang sebaiknya Anda lakukan?

Dalam diskusi media pada Senin (14/5), Letkol. Ckm. dr. Denny Irwansyah, SpBP-RE, dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, menyatakan, “Pada situasi ini, tidak ada tindakan medis yang bisa dilakukan.”

Sulit memang menghadapi kenyataan bahwa sang buah hati harus lahir dengan celah pada rongga mulutnya. Namun, jangan berkecil hati.

Jangan biarkan rasa sedih menggerogoti pikiran dan hati Anda, terutama sang ibu.

Merasakan sedih berlarut-larut, tidak hanya membahayakan kondisi kesehatan sang ibu. Namun, juga dapat memperburuk kesehatan dan perkembangan janin. Meskipun sulit, Anda dan keluarga harus bisa menghadapinya.

“Jalan terbaiknya adalah tetap menjaga kesehatan secara menyeluruh. Baik ibu hamil itu sendiri maupun janin,” tambah dr. Denny Irwansyah.

Langkah terbaik yang bisa dilakukan orangtua

Saat mengetahui kondisi janin ketika usai melakukan deteksi bibir sumbing, mungkin Anda memang tak bisa berbuat banyak untuk mengubah keadaan tersebut.

Namun, asupan nutrisi dan menjaga kesehatan ibu hamil adalah kunci utama yang perlu dijaga untuk perawatan bibir sumbing pada janin.

Orangtua juga sebaiknya mulai mempersiapkan segala perawatan yang dibutuhkan oleh si kecil nanti, setelah ia dilahirkan.

Bibir sumbing bukanlah kondisi permanen yang tak bisa diperbaiki. Kondisi ini masih sangat mungkin diperbaiki dengan berbagai tindakan medis, seperti labioplasty (penyatuan celah bibir dan lelangit).

Pada kondisi tertentu, mungkin bayi akan memerlukan prosedur medis lanjutan, seperti cangkok tulang, rhinoplasty (perbaikan tulang hidung), operasi perbaikan rahang, dan operasi saluran telinga.

Namun, hal ini membuktikan bahwa bayi dalam kandungan Anda tetap dapat tumbuh dengan sehat.

Untuk membuat rencana perawatan bibir sumbing pada anak, selalu konsultasikan lebih dahulu pada dokter. Dokter akan membantu perawatan apa saja yang diperlukan serta waktu yang tepat untuk menindaklanjutinya.

Baca Juga:

Sumber