Ingin Berolahraga Setelah Melahirkan? Simak Dulu Tips Berikut Agar Aman

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Para ibu baru yang ingin melakukan olahraga setelah melahirkan, mungkin sering dihantui banyak dilema. Dilemanya antara lain adalah tidak adanya waktu untuk berolahraga, ataupun perubahan hormonal yang bikin badan cepat capek. Tapi, jangan menyerah. Anda masih bisa mencari dan mengakali hal tersebut untuk tetap berolahraga. Kira-kira apa saja tips olahraga yang bisa Anda lakukan? Simak beberapa tips dan hal-hal yang harus diperhatikan seperti di bawah ini.

Tips melakukan olahraga setelah melahirkan

1. Coba curi waktu

Mulailahlah berolahraga dengan menetapkan satu waktu luang, misalnya ketika jam-jam di mana bayi Anda sedang tertidur, atau ketika ada yang menjaga anak Anda. Dengan awal rutinitas olaraga ini, Anda perlahan akan mencoba kembali ke sesuatu yang rutin, yaitu berolahraga.

2. Cari aktivitas olahraga bersama anak

Anda masih bisa mengakali berbagai banyak cara untuk menyempatkan diri berolahraga, contohnya dengan berolahraga bersama anak. Beli dan putar kaset video zumba atau aerobik, ajak anak Anda bermain bersama sambil Anda mengikuti gerakan olahraga pada video tersebut.

Selain itu, bagi Anda yang suka latihan yoga atau berenang, cobalah untuk mengikuti kelas yoga bersama bayi atau balita yang tersedia. Selain bisa berolahraga, Anda juga bisa menjadikan yoga dan berenang sebagai waktu spesial bersama anak Anda.

3. Jadikan jalan-jalan di mall sebagai olahraga

Jangan tahan hasrat berbelanja dan berolahraga Anda menjadi terpendam. Banyak yang bisa diperoleh dari berjalan-jalan di mall, selain keinginan belanja Anda terpenuhi Anda juga bisa membakar kalori dari jalan-jalan bersama bayi Anda. 

Tapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ingin mulai berolahraga kembali

  • Jika Anda menjalani operasi caesar, mungkin Anda butuh waktu beberapa saat untuk benar-benar pulih. Usahakan menunggu sampai kurang lebih 7-8 minggu setelah pemeriksaan kondisi pasca melahirkan.
  • Bagi Anda yang ingin melakukan olahraga langsung setelah melahirkan, mungkin aktivitas berenang bukan pilihan terbaik. Mengapa? Larangan ini bertujuan untuk menghindari pendarahan atau lepas jahitan pasca melahirkan (lokia). Terlebih, kalau proses kelahiran yang dilalui lewat operasi caesar, dikhawatirkan bisa menyebabkan infeksi basah pada jahitan operasi.
  • Setelah melahirkan, banyak ibu yang tidak bisa menahan kencingnya, terutama saat tertawa, bersin dan batuk. Alhasil kondisi gampang mengompol ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman saat sedang berolahraga. Ada baiknya, sebelum benar-benar kembali berolahraga, Anda bisa melatih dan mengencangkan otot panggul Anda dengan senam kegel dan senam panggul.

Olahraga yang aman dalam masa menyusui

Sebetulnya, olahraga saat menyusui tidak dianggap memiliki efek buruk pada jumlah dan pengaruh kandungan gizi ASI tersebut. Tapi sayangnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahraga dengan intensintas tinggi selama masa menyusui dapat menyebabkan asam laktat tubuh tergabung bersama ASI. Hal ini cukup langka sebetulnya, tapi juga berarti bahwa rasa ASI ibu akan menghasilkan rasa asam yang mungkin saja tidak disukai bayi.

Jika Anda ingin berolahraga sekeras yang dulu biasa Anda lakukan sebelum hamil, Anda bisa coba memulai di satu tahun pertama setelah melahirkan. Setelah itu, pertimbangkan juga untuk lebih dulu memberikan anak asupan makan sebelum Anda berolahraga.

Alternatif lainnya, Anda bisa memompa ASI dan memberikannya dalam botol pada si anak. Usahakan untuk tidak menyusui 1-2 jam setelah berolahraga, dikhawatirkan asam laktat yang keluar setelah berolahraga dapat bercampur pada ASI ketika menyusui.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 11, 2017 | Terakhir Diedit: September 7, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca