4 Fakta Penting Seputar Obat Aborsi yang Wajib Disimak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata aborsi? Kebanyakan praktik aborsi atau menggugurkan kandungan biasanya dilakukan melalui prosedur operasi di rumah sakit dengan bantuan dokter. Namun selain itu, ternyata aborsi bisa dilakukan dengan menggunakan pil atau obat aborsi jika usia kehamilan belum lebih dari 10 minggu.

Dengan catatan, semua tindakan ini dilakukan karena kehamilan sedang berada dalam kondisi darurat medis yang bisa membahayakan ibu dan janin, serta di bawah pengawasan dokter. Jika Anda dilema ini sedang Anda alami terkait kondisi kesehatan Anda dan janin, kenali dulu fakta mengenai obat aborsi sebelum memilih menggunakannya.

Berbagai fakta menarik seputar obat aborsi

1. Membantu menghentikan perkembangan kehamilan dan membersihkannya dari tubuh

Praktik aborsi tidak boleh dilakukan sembarangan karena diatur dalam undang-undang. Dalam dunia medis, aborsi hanya boleh dilakukan bila kehamilan berisiko membahayakan nyawa ibu dan bayi. Misalnya kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan), kehamilan anggur, bayi cacat, dan kondisi medis tertentu lainnya.

Ada dua jenis obat atau pil aborsi yang biasa digunakan untuk membantu menggugurkan kandungan, yakni Mifepristone dan Misoprostol. Mulanya, Mifepristone digunakan dengan tugas untuk menghambat produksi hormon progesteron guna menghentikan perkembangan kehamilan.

Tugas obat mifepristone hanya sampai di situ saja. Selanjutnya, dibutuhkan obat misoprostol dalam waktu 24-48 jam kemudian. Misoprostol akan membantu rahim untuk membersihkan sisa-sisa kehamilan, sekaligus mengurangi risiko terjadinya infeksi dan perdarahan berat.

2. Pil aborsi dan morning after pill tidak sama

Sering dianggap sama, nyatanya obat aborsi dan morning after pill adalah dua obat yang berbeda. Pil aborsi lebih ditujukan untuk mencegah perkembangan kehamilan.

Sementara morning after pill adalah jenis kontrasepsi darurat, yang bekerja untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan menghambat proses ovulasi setelah melakukan hubungan seks tanpa menggunakan pengaman.

Lagi-lagi, Anda dihimbau untuk tidak melakukan aborsi ilegal yang disengaja, serta tidak menerima obat aborsi selain dari dokter.

jenis aborsi

3. Obat aborsi punya efek samping

Selayaknya beberapa obat dan tindakan medis lainnya, obat atau pil aborsi juga membawa efek samping tertentu bagi tubuh. Mulai dari mual, kram, perdarahan, dan berbagai kondisi lainnya yang kurang mengenakkan untuk tubuh.

Efek samping yang muncul ini sebenarnya bisa sedikit diatasi dengan bantuan obat Ibuprofen, Motrin, atau Advil untuk membantu meredakan kram, serta obat Phenergan atau Zofran untuk mengatasi rasa mual.

Namun dalam beberapa kasus, jangan tunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter bila mengalami:

  • Sakit perut berkepanjangan
  • Demam lebih dari 38 derajat Celcius
  • Mual dan muntah
  • Diare lebih dari 24 jam
  • Kelelahan parah

Kesemua kondisi tersebut kemungkinan besar menandakan bahwa Anda mengalami infeksi serius pada rahim.

4. Tetap harus berkonsultasi dengan dokter setelah minum obat aborsi

Apa pun tindakan medis yang Anda jalani, jangan lupa untuk selalu mengecek kondisi kesehatan Anda pada dokter, termasuk setelah melakukan aborsi dengan minum obat aborsi. Tujuannya untuk memastikan bahwa proses aborsi telah berjalan dengan lancar, sehingga tidak ada lagi sisa-sisa kehamilan di dalam rahim.

Akan tetapi, jika ternyata prosedur aborsi belum sepenuhnya selesai di dalam tubuh Anda, maka dokter akan melakukan tindakan medis tambahan yakni kuret. Kuret atau kuretase adalah prosedur pengangkatan jaringan yang tersisa di dalam rahim setelah mengalami keguguran atau aborsi.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kandungan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 November 2018 . Waktu baca 7 menit

Pantangan dan Anjuran Bagi Ibu yang Baru Menjalani Aborsi

Setelah aborsi dengan prosedur medis yang aman di dokter ahli kandungan. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan lagi. Agar tidak terjadi komplikasi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 2 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit

Setelah Aborsi, Ini 5 Hal Yang Perlu Dipahami Kalau Ibu Mau Hamil Lagi

Setelah aborsi, Anda mungkin ingin mencoba hamil lagi. Sebelum merencanakan kehamilan, ketahui beberapa hal berikut supaya program hamil lancar.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 30 September 2018 . Waktu baca 5 menit

5 Jenis Aborsi yang Perlu Anda Ketahui di Tiap Usia Kehamilan

Ada berbagai pertimbangan sebelum dokter melakukan aborsi. Jenis aborsi pun berbeda-beda, tergantung kondisi ibu dan bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 18 September 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

aps adalah antiphospholipid syndrome

Sindrom Antifosfolipid (APS)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 1 April 2020 . Waktu baca 6 menit
haid setelah aborsi

Kapan Bisa Mulai Haid Lagi Setelah Aborsi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 7 September 2019 . Waktu baca 4 menit
keluarga berencana

Sebenarnya, Program Keluarga Berencana (KB) Itu Apa, Sih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2019 . Waktu baca 8 menit