6 Cara untuk Menghindari Operasi Caesar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Terdapat dua cara yang bisa Anda pilih untuk melahirkan bayi Anda, yaitu normal dan caesar. Beberapa ibu mungkin takut sakit saat melahirkan normal, sehingga memilih untuk melahirkan caesar. Namun, sebagian lagi ingin sekali melahirkan normal dengan berbagai alasan. Memang, melahirkan caesar menyebabkan rasa sakit yang lebih sedikit dibandingkan melahirkan normal. Tapi, risiko dan komplikasi yang Anda dapatkan dari melahirkan caesar bisa lebih banyak dibandingkan melahirkan normal. Anda juga bisa merasakan sakit yang lebih lama setelah melahirkan sesar dibanding normal. Untuk itu, sebaiknya sebisa mungkin Anda menghindari operasi caesar.

Berikut ini merupakan tips-tips yang dapat Anda lakukan untuk menghindari operasi caesar:

1. Pilih dokter yang mempunyai visi sama dengan Anda

Ini sangat penting. Saat Anda dinyatakan hamil, hal pertama yang harus Anda pilih adalah dokter kandungan yang sesuai dengan Anda. Dokter kandungan inilah yang akan menangani Anda dari awal kehamilan sampai bayi Anda lahir. Jika Anda ingin melahirkan normal, usahakan untuk memilih dokter kandungan yang jarang melakukan tindakan sesar. Bicarakan dengan dokter Anda dari awal bahwa Anda ingin melahirkan dengan cara normal. Dengan begitu, dokter Anda akan terus memantau kondisi Anda dan mengusahakan kelahiran normal untuk Anda.

2. Lakukan olahraga teratur selama hamil

Melakukan olahraga secara teratur dan membuat tubuh Anda aktif secara aktif dapat membantu Anda mencegah kelahiran caesar. Olahraga yang dilakukan teratur selama hamil juga dapat membantu tubuh Anda dalam menjalani proses melahirkan normal dengan mudah. Penelitian juga telah membuktikan bahwa olahraga selama kehamilan cenderung dapat membuat kemungkinan melahirkan caesar menjadi lebih kecil.

Penelitian yang diterbitkan oleh British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa kelompok ibu hamil yang melakukan olahraga memiliki kemungkinan melahirkan caesar lebih kecil dan cenderung mempunyai bayi dengan berat badan kurang dari 4 kg. Kelompok ibu hamil tersebut melakukan olahraga selama 55 menit setiap 3 kali dalam seminggu selama 6 bulan terakhir kehamilan.

Dalam melakukan olahraga, Anda juga perlu mengetahui kapasitas tubuh Anda. Jangan memaksakan diri Anda jika Anda tidak mampu melakukan olahraga berat. Cukup melakukan olahraga ringan sampai sedang selama kehamilan. Ini sudah mampu membantu Anda dalam mencegah kelahiran caesar. Mulailah dengan berjalan kaki selama 10 menit. Jika sudah terbiasa, Anda bisa menambahkan kapasitasnya. Anda juga bisa mencoba berenang atau yoga.

3. Ikuti kelas ibu hamil

Dalam kelas ibu hamil, biasanya Anda akan diajarkan bagaimana dan apa yang harus Anda lakukan saat melahirkan normal. Dengan begitu, Anda sudah tahu apa saja yang akan terjadi dan apa yang harus Anda lakukan saat melahirkan normal. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda bahwa Anda bisa melahirkan normal. Selain itu, Anda juga akan diajarkan bahwa melahirkan adalah sebuah proses alami, di mana tubuh akan merespon hal tersebut dengan sangat baik.

Jika Anda merasa kurang pengetahuan mengenai proses kelahiran, Anda bisa mempelajarinya sendiri melalui buku maupun di internet. Di zaman sekarang ini, Anda dapat dengan mudah memeroleh pengetahuan tersebut. Namun, pilihlah sumber pengetahuan atau informasi yang berkualitas.

4. Hindari induksi persalinan

Dalam beberapa kasus, induksi persalinan memang diperlukan, misalnya pada ibu hamil dengan preeklampsia. Namun, bila Anda tidak memiliki kondisi yang memerlukan induksi persalinan, induksi persalinan (dengan obat) justru dapat meningkatkan risiko Anda untuk mendapatkan operasi caesar darurat, terutama bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan. Bahkan, sudah banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa kemungkinan mengalami kelahiran caesar meningkat menjadi dua kali lipat pada ibu baru (pertama kali melahirkan) yang mendapatkan induksi persalinan dibandingkan dengan ibu yang tidak diinduksi. Pada beberapa wanita, induksi persalinan gagal bekerja, sehingga satu-satunya pilihan adalah harus operasi caesar. Jadi, bila Anda tidak memiliki komplikasi selama kehamilan yang memerlukan induksi kehamilan, sebaiknya hindari menjadikan induksi persalinan sebagai pilihan pertama.

5. Aktif selama persalinan

Cobalah untuk aktif  saat persalinan. Hal ini membantu Anda dalam menghindari operasi caesar. Berbaring sambil menunggu tubuh Anda siap untuk melahirkan hanya akan membuat Anda merasakan sakit lebih buruk dan meningkatkan risiko operasi caesar. Sehingga, yang perlu Anda lakukan sambil menunggu adalah berjalan atau duduk dalam posisi tegak. Hal ini terbukti dapat mengurangi durasi persalinan dan juga risiko melahirkan caesar. Saat tubuh Anda dalam posisi tegak, Anda membantu bayi Anda untuk turun ke bawah ke panggul Anda. Sehingga, proses melahirkan normal dapat berjalan lebih mudah.

6. Percayalah pada tubuh Anda

Tubuh Anda mempunyai kekuatan lebih dari yang Anda bayangkan. Jangan selalu membayangkan sakit saat Anda ingin melahirkan normal. Melahirkan normal merupakan sebuah pengalaman yang indah. Jangan terpengaruh dengan cerita-cerita menakutkan yang ada di luar sana. Percayalah, Anda pasti bisa melakukannya. Melahirkan normal sudah dipakai sebagai metode melahirkan dari zaman dulu. Jadi, sangat mungkin bagi semua wanita untuk bisa melahirkan normal. Carilah dukungan dari orang-orang terdekat Anda, ini dapat membantu mengurangi ketakutan Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

    Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

    Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Tantrum pada anak bisa terjadi kapan pun di manapun, termasuk di tempat umum. Berikut cara untuk mengatasi dan mencegahnya di kemudian hari,

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    ibu hamil makan daging kambing

    Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit