5 Tips untuk Pasutri Agar Sukses Ikut Program Bayi Tabung Sampai Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

In vitro fertilization (IVF) alias program bayi tabung adalah salah satu pilihan program hamil yang punya tingkat kesuksesan cukup tinggi. Meski demikian, program bayi tabung juga rentan gagal di tengah jalan karena satu dan lain hal. Itu kenapa supaya program bayi tabung berhasil sampai hamil, Anda dan pasangan perlu mendukungnya lewat penerapan gaya hidup yang lebih sehat sejak dini. Seperti apa?

Semakin cepat ikut program bayi tabung, peluang suksesnya makin tinggi

Berdasarkan data dari PERFITRI REGISTRY tahun 2017, rata-rata peluang sukses hamil dari IVF mencapai 29 persen. Namun semakin cepat Anda memulainya, akan semakin baik. Jika Anda dan pasangan mulai program bayi tabung di bawah usia 35 tahun, peluang suksesnya bisa hingga 40 persen.

Usia yang lebih muda berarti tubuh masih mampu memproduksi sel telur dan sel sperma yang lebih sehat dan berkualitas. Dua faktor penting inilah yang memungkinkan terjadinya pembuahan yang sukses sampai kehamilan terjadi. Sebaliknya, semakin tua usia Anda dan pasangan, peluang suksesnya akan semakin menurun drastis karena fungsi tubuh yang ikut menua.

Selain faktor umur, ini juga bisa dipengaruhi oleh pola hidup suami istri yang selama ini sama-sama tidak sehat. Selama ini masyarakat menganggap bahwa pasutri yang sulit untuk punya anak selalu karena pihak wanitanya yang tidak subur. Padahal, tidak selalu.

Pria pun juga bisa mengalami masalah kesuburan terutama apabila gaya hidupnya tidak sehat. Berbagai faktor gaya hidup sehari-hari dapat menyebabkan pria mempunyai jumlah sperma sedikit atau kualitas sperma yang buruk, sehingga sulit untuk membuahi sel telur pasangannya.

Ingin bayi tabung berhasil? Ubah gaya hidup Anda dan pasangan

Jika pasutri ingin program bayi tabung berhasil, Anda berdua harus mulai memperbaiki pola hidup sehat bahkan dari jauh-jauh hari sejak sebelum mendaftar di klinik IVF pilihan Anda. Berikut tipsnya:

1. Makan makanan bergizi

istri cerewet suami sehat

Asupan utrisi nyatanya sangat penting untuk meningkatkan kesuburan pasangan suami istri. “Pada pasien-pasien yang [terdiagnosis] tidak subur hampir semuanya defisiensi vitamin D, antioksidan, protein, dan nutrisi lainnya,” ungkap Prof. dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH, selaku Presiden Perkumpulan Fertilisasi In Vitro Indonesia (PERFITRI) ditemui tim Hello Sehat di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (30/8) pada acara temu media yang digawangi oleh Merck Indonesia.

Sebetulnya, tidak ada jenis makanan maupun diet khusus yang dapat meningkatkan keberhasilan bayi tabung secara signifikan. Namun dikutip dari Parents, sebuah studi tahun 2014 melaporkan bahwa kekurangan vitamin D dapat membuat program bayi tabung rentan gagal.

Itulah sebabnya, Prof. Wiweko secara khusus menganjurkan pasutri untuk memperbanyak konsumsi makanan sumber vitamin D, antioksidan, protein, dan makanan rendah glikemik. Terutama untuk laki-laki yang mengalami gangguan sperma.

Prof. Wiweko lanjut menekankan bahwa sayuran dan buah-buahan segar, biji-bijian, daging, ikan, dan sebagainya tetap sama-sama baik untuk kesuburan. Semakin sehat dan bervariasi makanan yang Anda dan pasangan makan tiap hari, semakin besar pula peluang bayi tabung berhasil.

2. Berhenti merokok

tips berhenti merokok saat puasa

Merokok termasuk salah satu penyebab utama kenapa pasutri tidak kunjung memiliki anak. Wanita yang aktif merokok diketahui memiliki jumlah sel telur yang sedikit sehingga perlahan habis sebelum waktunya. Racun berbahaya pada rokok juga dapat menurunkan kualitas sperma pria sekaligus menurunkan jumlah sperma yang aktif.

Pasalnya, sperma sangat rentan terhadap kerusakan DNA. Hal ini turut disetujui oleh Dr. Ivan Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG, selaku Sekretaris Jenderal PERFITRI yang juga ditemui tim Hello Sehat di Cikini, Jakarta Pusat.

“Banyak pria yang menganggap hanya tinggal setorin sperma saja (saat bayi tabung),” tandas dr. Ivan, “Tapi kenyataannya, efek radikal bebas yang ada dalam sel sperma itu tidak bisa diprediksi. Jadi, secara umum ini bisa diperbaiki dengan menghindari rokok.”

3. Olahraga yang benar

Semua jenis olahraga sebetulnya baik untuk kesehatan tubuh. Hanya saja, ada beberapa jenis olahraga yang rentan mengakibatkan kerusakan sperma pria. Salah satu contohnya adalah bersepeda.

Rutin mengayuh sepeda setiap hari memang menyehatkan. Akan tetapi, kalau dilakukan terlalu keras bahkan sampai ngotot menempuh puluhan hingga ratusan kilometer, hal ini berisiko menyebabkan sperma rusak.

“Posisi cycling itu sebenarnya tidak terlalu menguntungkan untuk buah zakar pria. Buah zakar bisa sakit dan panas karena tertekan jok sepeda,” ungkap Prof. Wiweko.

Kebiasaan nge-gym juga bisa memicu risiko yang sama. Nge-gym memang bisa membuat tubuh menjadi sehat dan bugar. Akan tetapi kalau Anda langsung mandi sauna setelah nge-gym, ini bukanlah pilihan yang tepat. Panasnya sauna bisa “memanggang” buah zakar dan akhirnya merusak sel sperma sehat, yang notabene memang sangat sensitif terhadap panas.

Namun, bukan berarti Anda boleh berhenti berolahraga untuk selamanya, lho! Kuncinya, pilih olahraga dengan intensitas sedang seperti jalan kaki, lari, berenang, atau yoga dan jangan memaksakan diri.

4. Pakai celana dalam yang longgar

Memilih Jenis Celana Dalam Pria Yang Sehat

Bagi Anda yang masih sering menggunakan celana dalam yang ketat, sebaiknya segera ubah kebiasaan buruk ini. Kebiasaan memakai celana dalam yang ketat dapat menekan organ reproduksi pria dan menurunkan kualitas sperma.

Lagi-lagi, ini ada kaitannya dengan suhu panas yang mengenai sperma. Memakai celana dalam yang ketat dapat meningkatkan suhu buah zakar alias si gudang sperma. Alhasil, sel-sel sperma tak lagi sehat, cepat rusak, dan berakhir pada penurunan kesuburan pria.

Berbicara soal suhu panas, lanjut dr. Wiweko, risiko ini juga bisa mengintai Anda yang terbiasa menyimpan handphone dalam saku celana. Maka itu, mulai sekarang hindari menggunakan celana dalam yang terlalu ketat dan sebaiknya simpan ponsel di tas atau saku baju daripada di kantong celana.

5. Hindari stres

pasangan Dengan Indra Penciuman Seks Memuaskan

Meski tidak berhubungan secara langsung, mengelola stres dapat membantu meningkatkan keberhasilan bayi tabung. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction tahun 2014 silam. Peneliti menemukan bahwa wanita yang memiliki kadar alfa-amilase (enzim pemicu stres) tinggi cenderung dua kali lebih berisiko tidak subur.

Atas dasar inilah, para ahli meyakini bahwa stres dapat menurunkan kesuburan meski tidak secara langsung. Oleh karena itu, hindari semua hal yang membuat Anda stres supaya program bayi tabung berhasil sampai membuahkan kehamilan yang sehat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 30, 2018 | Terakhir Diedit: September 4, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca