Mengenal Beragam Tes Kesuburan dan Pemeriksaan Organ Reproduksi Pada Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tes kesuburan dan pemeriksaan organ reproduksi wanita disarankan jika kehamilan tidak kunjung terjadi walaupun Anda telah berhubungan seks rutin selama 12 bulan. Dokter akan melakukan rangkaian tes untuk mendeteksi gangguan pada organ reproduksi, hormon, maupun komponen lain yang menjadi penyebab sulit hamil.

Lantas, apa saja rangkaian tes tersebut?

Ragam pemeriksaan organ reproduksi

Pemeriksaan organ reproduksi wanita meliputi rahim, tuba falopi, ovarium, dan area di sekitarnya. Berikut adalah pemeriksaan yang umum dilakukan:

1. Histerosalpingografi (HSG)

Histerosalpingografi (HSG) memanfaatkan teknologi sinar-x real time untuk mengetahui kondisi rahim dan tuba falopi, serta risiko keguguran terkait kelainan pada rahim. Jika terdapat sumbatan pada tuba falopi, dokter juga dapat membukanya melalui pemeriksaan ini.

HSG adalah pemeriksaan pertama yang perlu dilakukan wanita sebelum menjalani tes kesuburan lain. Pasalnya, hasil yang Anda peroleh merupakan dasar untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Terutama bila terdapat gangguan pada organ reproduksi.

Sumber: Fertility Center of San Antonio

2. USG transvaginal

Tes USG transvaginal bertujuan untuk mengetahui kondisi rahim, leher rahim, tuba falopi, ovarium, dan vagina. Tes ini juga disarankan untuk kasus kelainan seperti nyeri panggul, kista, perdarahan vagina, serta untuk memeriksa posisi alat kontrasepsi dalam rahim.

Untuk melakukan tes USG transvaginal, dokter akan memasukkan alat pemancar gelombang suara berfrekuensi tinggi ke dalam vagina. Gelombang suara akan memantul pada organ reproduksi. Pantulan ini lantas menghasilkan gambar pada layar.

3. Histeroskopi

Tes histeroskopi bermanfaat untuk mendiagnosis masalah kesuburan wanita terkait kondisi rahim. Selain itu, histeroskopi juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah polip, fibroid, perdarahan abnormal, serta memastikan hasil pemeriksaan HSG.

Prosedur histeroskopi dilakukan dengan memasukkan tabung histeroskop ke dalam vagina. Setelah melewati vagina, histeroskop terus dimasukkan ke leher rahim sebelum akhirnya mencapai rahim.

histeroskopi
Sumber: Complete Woman Care

4. Laparoskopi

Laparoskopi dilakukan untuk mendiagnosis serta mengatasi penyakit terkait gangguan pada area perut dan panggul. Prosedur ini biasanya dilakukan pada wanita yang bermasalah dengan endometriosis, tumor fibroid, kista, nyeri panggul, dan kesuburan.

Dokter akan membius pasien, lalu memasukkan kateter untuk mengeluarkan urine dan jarum kecil untuk mengisi rongga perut dengan gas karbondioksida. Setelah itu, dokter membuat sayatan kecil untuk memasukkan tabung laparoskop yang akan mengirimkan gambar ke layar.

Tes kesuburan lain untuk wanita

Selain melalui pemeriksaan organ reproduksi, rangkaian tes kesuburan juga meliputi pemeriksaan ovulasi dan hormon. Ovulasi adalah fase pelepasan sel telur dari ovarium. Proses ovulasi sangat dipengaruhi oleh hormon dan pertambahan usia.

tes darah fungsi leukosit adalah

Melansir laman American Pregnancy, pemeriksaan terkait ovulasi terbagi menjadi empat jenis, yakni:

Tes ovulasi

Tujuan tes ini adalah untuk memastikan ovulasi benar-benar terjadi. Prosedur tes dilakukan melalui tes darah, USG, alat prediksi ovulasi, dan grafik suhu tubuh.

Tes fungsi ovarium

Tes ini berfungsi untuk mengetahui fungsi hormon-hormon yang memengaruhi ovulasi. Rangkaian tes meliputi pemeriksaan fungsi FSH (follicle-stimulating hormone), estradiol (estrogen), serta tes darah untuk mengetahui jumlah hormon inhibin B yang menghambat ovulasi.

Tes fase luteal

Fungsinya adalah untuk mengetahui jumlah progesteron, sebab progesteron akan meningkat setelah ovulasi.

Tes hormon lain

Tes ini mencakup pemeriksaan hormon yang telah disebutkan sebelumnya serta hormon prolaktin, T3 bebas, testosteron bebas, testosteron total, DHEAS, dan androstenedion.

Ada banyak faktor yang bisa menghambat proses kehamilan. Maka dari itu, tes kesuburan yang perlu dilakukan wanita juga beragam. Konsultasi dengan dokter kandungan dapat membantu Anda menentukan tes yang perlu dijalani terlebih dahulu.

Anda juga perlu berdiskusi dengan dokter begitu hasil tes telah keluar. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apa yang menjadi penyebab masalah kesuburan serta cara terbaik untuk mengatasinya.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)

PCOS atau sindrom polikistik ovarium adalah kondisi yang menyebabkan penderitanya memiliki banyak kista kecil pada indung telur atau ovarium. 

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Wanita, Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) 2 Januari 2021 . Waktu baca 17 menit

Hiperprolaktinemia, Masalah Hormon yang Bisa Memengaruhi Kesuburan Anda

Hiperprolaktinemia bisa menyebabkan masalah kesuburan, tetapi Anda masih punya kesempatan untuk hamil. Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 31 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengupas 8 Mitos agar Cepat Hamil yang Banyak Dipercaya

Tidak semua informasi mengenai cara agar cepat hanil adalah fakta. Bisa jadi, itu hanya mitos belaka secara turun temurun yang dipercayai agar cepat hamil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Bertambahnya Usia Dapat Memengaruhi Kesuburan Wanita

Mungkin banyak dari Anda yang belum mengetahui bahwa usia bisa memengaruhi kesuburan wanita. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah berhenti KB

Kapan Bisa Hamil Setelah Berhenti KB?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
obat penyubur kandungan cepat hamil

Pilihan Obat Penyubur Kandungan agar Cepat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
endometriosis adalah, penyakit endometriosis, operasi endometriosis, gejala endometriosis, penyebab endromentriosis, kista endometriosis

Endometriosis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
mioma uteri atau fibroid rahim

Mioma Uteri (Fibroid Rahim)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit