home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Merencanakan Kehamilan Setelah Divonis Tidak Subur

Tips Merencanakan Kehamilan Setelah Divonis Tidak Subur

“Selamat! Anda hamil..” Sebuah kalimat singkat yang mengejutkan dan membawa kabar gembira tentunya. Setelah berbulan-bulan, atau mungkin bertahun-tahun divonis tidak subur, akhirnya Anda dinyatakan bisa hamil oleh dokter. Lantas, apa saja yang harus persiapkan dan diketahui untuk menghadapi kehamilan pertama ini? Ketahui selengkapnya dalam artikel ini.

Tidak subur beda dengan mandul

Banyak orang yang beranggapan kalau tidak subur itu sama dengan mandul. Padahal, tidak demikian. Mandul bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan. Mandul adalah keadaan yang membuat Anda tidak bisa memiliki anak.

Laki-laki dikatakan mandul apabila dirinya tidak bisa menghasilkan sperma, atau bisa menghasilkan sperma, tapi kualitasnya buruk. Lantaran kualitas spermanya buruk, maka ia tidak mampu membuahi sel telur dari perempuan. Nah, perempuan dikatakan mandul apabila indung telurnya tidak dapat melepaskan telur sehingga telur tidak bisa dibuahi oleh sperma.

Sedangkan tidak subur adalah kondisi di mana Anda sudah melakukan hubungan seksual selama 1 tahun tanpa alat kontrasepsi tetapi belum mampu hamil atau memiliki anak. Kabar baiknya, tidak subur masih memungkinkan untuk memiliki anak, namun tentunya dengan usaha yang lebih. Misalnya dengan obat, terapi, ataupun operasi. Penyebab seseorang mengalami ketidaksuburan beragam, bisa karena gangguan hormon, kelainan pada leher rahim, kerusakan tuba falopi, perlengketan panggul, akibat pengobatan kanker, atau kondisi tertentu lainnya.

Hal yang harus dipersiapkan untuk kehamilan setelah sebelumnya divonis tidak subur

Mendapatkan kabar kehamilan yang selama ini ditunggu dan dinanti-nanti memang sangat menyenangkan. Setelah melawati berbagai perjuangan, akhirnya Anda dan pasangan akan segera kedatangan si buah hati. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda persiapkan dan perhatikan selama kehamilan pertama Anda.

1. Konsultasi rutin ke dokter kandungan

Sama seperti kehamilan pada umumnya, Anda harus rutin melakukan konsultasi ke dokter kandungan untuk memastikan keadaan janin dan kesehatan Anda dalam keadaan baik. Hal ini pun juga dilakukan bagi Anda yang mungkin harus menjalani perawatan kesuburan seperti IUI atau pun bayi tabung.

Namun, jika Anda pernah mengalami riwayat keguguran berulang, persalinan prematur, dan masalah medis (yaitu diabetes, hipertensi), Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis fermaternal bagi ibu hamil dengan risiko tinggi.

2. Menerapkan pola hidup sehat

Pada dasarnya tidak hanya saat hamil saja, dalam kehidupan sehari-hari menerapkan pola hidup sehat adalah sebuah keharusan. Penuhi asupan nutrisi yang seimbang dari sayur dan buah. Sebagai asupan nutrisi tambahan, Anda bisa mengonsumsi vitamin kehamilan yang mengandung asam folat dengan suplemen omega 3 untuk membantu meningkatkan kesehatan janin. Berhentilah mengonsumsi alkohol dan merokok selama kehamilan.

Jika kondisi Anda memungkinkan dan dokter pun mengizinkan, cobalah berolahraga intensitas ringan beberapa kali dalam seminggu seperti jalan kaki, berenang, senam hamil, ataupun yoga. Selain membuat tubuh jadi lebih bugar, olahraga tersebut juga membantu mengontrol kenaikan berat badan yang berlebih selama kehamilan. Jangan lupa dapatkan waktu tidur yang cukup dan sebisa mungkin hindari stres.

3. Lengkapi vaksin sebelum hamil

Untuk merencanakan kehamilan yang sehat, baik bagi Anda dan calon bayi Anda, segera lengkapi daftar vaksin yang diperlukan sebelum hamil. Salah satunya adalah vaksin Zika.

Hindari pergi berlibur ke area di mana virus Zika masih aktif menyebar. Pasalnya, Zika adalah penyebab komplikasi kehamilan serius yang sangat nyata. Jangan lupa konsultasikan dulu ke dokter Anda untuk memastikan kesehatan Anda dan janin.

Selain itu, sebaiknya pesan tiket liburan Anda sebelum usia kandungan Anda mencapai trimester tiga, karena pada usia kandungan tersebut Anda sudah harus mempersiapkan diri untuk melahirkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pregnancy After Interfility What To Concider What To Worry – http://www.huffingtonpost.com/entry/pregnancy-after-infertility-what-to-consider-what_us_596e78e2e4b0376db8b65be6?section=us_healthy-living diakses pada 14 Agustus 2017

Is Pregnancy the Same After Infertility? – http://www.parenting.com/blogs/trying-conceive/sarah-preston-gorenstein/pregnancy-same-after-infertility diakses pada 14 Agustus 2017

Spontaneous Pregnancy and Unexplained Infertility: A Gift With Many Whys – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3482789/ diakses pada 14 Agustus 2017

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 27/08/2017
x