backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

Mau Hamil Anak Laki-Laki? Ini 7 Cara yang Bisa Dicoba!

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 19/12/2023

Mau Hamil Anak Laki-Laki? Ini 7 Cara yang Bisa Dicoba!

Beberapa calon orangtua menginginkan kehamilan dengan jenis kelamin yang cukup spesifik, misalnya anak laki-laki. Lalu, adakah cara yang terbukti efektif agar pasutri bisa hamil anak laki-laki? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Benarkah ada cara agar Anda bisa hamil anak laki-laki?

Faktanya, tidak ada cara pasti dan terbukti efektif untuk menentukan jenis kelamin bayi yang Anda dan pasangan inginkan secara alami.

Hal ini karena peluang hamil anak perempuan maupun laki-laki adalah acak. Kemungkinannya pada setiap kehamilan yakni 50:50 untuk hamil anak perempuan dan laki-laki.

Pada dasarnya, jenis kelamin ditentukan oleh kombinasi kromosom pada sel telur dan sperma.

Sel telur yang dihasilkan oleh wanita hanya memiliki kromosom X, sedangkan sel sperma yang dihasilkan pria memiliki dua jenis kromosom berbeda, yakni X dan Y.

Jika sperma dengan kromosom X bertemu dengan sel telur, akan lahir anak perempuan atau dengan kombinasi kromosom XX.

Sementara itu, bila sel sperma dengan kromosom Y bertemu dengan sel telur, akan lahir anak laki-laki yang memiliki kombinasi kromosom XY.

Program hamil anak laki-laki secara alami dan medis

Cara agar hamil anak laki-laki

Salah satu teori populer untuk menentukan jenis kelamin bayi ialah metode Shettles. Teori ini dikembangkan oleh Landrum Shettles, MD, seorang dokter obstetri dan ginekologi asal Amerika Serikat.

Inti dari metode Shettles berasal dari perbedaan sperma dengan kromosom X dan Y. Hal inilah yang selanjutnya memengaruhi teknik berhubungan intim untuk memperoleh anak-laki-laki.

Memang, tidak ada salahnya jika Anda ingin mencoba berbagai tips dan cara alami untuk bisa hamil anak laki-laki.

Bahkan melalui penerapan teknologi kehamilan berbantu terbaru, pasangan bisa saja menentukan jenis kelamin calon anaknya atas tujuan tertentu.

Berikut ini adalah beberapa cara bikin anak laki-laki yang bisa Anda dan pasangan praktikkan.

1. Berhubungan tepat pada hari ovulasi

Shettles berpendapat bahwa pergerakan (motilitas) sperma kromosom Y lebih cepat daripada sperma kromosom X. Namun, sel sperma ini lebih cepat mati dalam lingkungan vagina.

Oleh karena itu, Shettles menyarankan untuk berhubungan pada masa subur. Periode terbaik adalah tidak lebih awal dari 24 jam sebelum tubuh melepaskan sel telur (ovulasi).

Cara ini dinilai dapat meningkatkan peluang hamil anak laki-laki. Hal ini karena sperma kromosom Y akan mengungguli kecepatan sperma kromosom X tanpa harus menunggu sel telur muncul.

Selain itu, penting juga untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian selama 4–12 minggu sebelum konsepsi. Salah satu vitamin yang perlu dipenuhi adalah asam folat dan Metafolin.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), wanita usia subur memerlukan 400 mikrogram (mcg) asam folat perhari dan meningkat menjadi 600 mcg selama kehamilan.

Asam folat merupakan vitamin penting yang perlu dipenuhi karena nutrisi ini dapat bermanfaat untuk mencegah beberapa risiko kehamilan, seperti cacat tabung saraf, preeklamsia, berat bayi lahir rendah (BBLR), dan lahir mati. 

Nah, untuk mencukupi kebutuhan tersebut, Anda bisa lebih banyak konsumsi makanan yang kaya asam folat atau melalui suplemen. 

Suplemen yang mengandung asam folat dan metafolin bermanfaat untuk kesehatan ibu dan janin pada masa kehamilan.

Suplemen ini tak hanya mengandung asam folat tetapi juga mikronutrisi lain yang dibutuhkan Ibu selama program hamil hingga menyusui.

Apabila Anda ragu untuk menentukan masa subur, cobalah hitung dengan kalkulator masa subur.

2. Posisi bercinta dengan penetrasi dalam

Metode Shettles juga menyebutkan bahwa penetrasi dalam selama berhubungan merupakan salah satu faktor penting untuk bisa hamil anak laki-laki.

Penetrasi dalam memungkinkan pria melakukan ejakulasi dekat serviks dan rahim. Hal ini bertujuan agar sperma kromosom Y bisa bertemu dengan sel telur lebih cepat.

Beberapa posisi saat berhubungan yang memungkinan untuk mendapatkan penetrasi dalam di antaranya doggy style, woman on top, atau penetrasi sambil berdiri.

3. Wanita orgasme terlebih dahulu

Beberapa orang percaya bahwa salah satu cara cepat hamil anak laki-laki adalah dengan membiarkan wanita orgasme lebih dulu saat berhubungan intim.

Alasannya adalah karena orgasme memicu keluarnya cairan vagina yang bersifat basa. Kondisi vagina yang basa ini membuat sperma kromosom Y mampu bertahan hidup lebih lama.

Sebaliknya, sperma kromosom X lebih cepat mati karena lingkungan vagina yang kurang bersahabat.

Selain itu, orgasme wanita mempermudah pergerakan sperma menuju serviks. Jadi, ini sama saja seperti memfasilitasi sperma kromosom Y untuk segera membuahi sel telur.

4. Terapkan pola makan khusus

diet promil

Studi dalam Proceedings of the Royal Society B (2008) menemukan wanita yang mengonsumsi makanan tinggi natrium dan kalium berpeluang lebih tinggi untuk hamil anak laki-laki.

Tips lain agar Anda hamil anak laki-laki yakni dengan makan makanan yang bersifat alkali alias basa.

Beberapa contoh makanan yang bersifat basa yaitu tomat, kentang, wortel, kol, jamur, jagung, bayam, alpukat, ikan, pepaya, dan semangka.

Terapkan pola makan ini setidaknya satu bulan sebelum mencoba hamil. Konsultasikan dengan dokter agar pilihan makanan untuk program hamil yang Anda konsumsi lebih tepat.

5. Kenakan celana dalam yang longgar

Penggunaan celana dalam pria yang ketat bisa mengganggu produksi sperma. Hal inilah yang dianggap menurunkan peluang Anda untuk mengandung anak laki-laki.

Mulai sekarang, cobalah untuk mengenakan celana dalam yang longgar, misalnya model boxer.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan bahwa celana boxer mampu mendukung fungsi reproduksi pria yang sehat.

Diketahui, pria yang kerap memakai celana boxer memiliki konsentrasi sperma 25% lebih tinggi dibandingkan dengan pria yang tidak menggunakannya.

6. Ikut program bayi tabung (IVF)

Intervensi medis juga bisa Anda lakukan untuk bisa hamil anak laki-laki, salah satunya melalui program bayi tabung atau in-vitro fertilization (IVF).

Sebelum embrio atau sel telur yang telah dibuahi ditempatkan ke dalam rahim, dokter terlebih dahulu melakukan prosedur preimplantation genetic diagnosis (PGD).

Pemeriksaan tersebut akan menunjukkan embrio mana yang menjadi calon anak laki-laki atau perempuan.

Proses IVF cukup rumit dan memakan biaya tinggi. Cara ini pada umumnya dilakukan sebagai langkah terakhir saat semua cara mencoba kehamilan tidak kunjung berhasil.

7. Pemilihan sel sperma

Prosedur pemilihan atau pencucian sperma (sperm washing) bertujuan untuk memisahkan sel sperma yang sehat dari air mani.

Sebelum dimasukkan ke dalam rahim dengan IVF atau inseminasi buatan, sel sperma ini akan dipisahkan antara yang memiliki kromosom X dan kromosom Y.

Dengan memilih sel sperma kromosom Y, Anda dan pasangan yang merencanakan kehamilan memiliki peluang tinggi untuk hamil anak laki-laki.

Perlu diingat bahwa pemilihan jenis kelamin dalam reproduksi berbantu dianggap tidak etis dan dilarang oleh hukum di beberapa negara.

Prosedur ini hanya dilakukan dalam keadaan tertentu, misalnya terdapat penyakit bawaan yang berisiko diturunkan pada anak dengan jenis kelamin yang spesifik.

Namun, bila Anda dan pasangan sangat menginginkan hamil anak laki-laki, tidak ada salahnya mencoba berbagai cara alami untuk meningkatkan peluangnya.

Supaya lebih aman, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dan mintalah saran darinya.

Kesimpulan

  • Beberapa cara alami yang dianggap meningkatkan peluang hamil anak laki-laki yaitu berhubungan saat ovulasi, penetrasi dalam, dan wanita orgasme terlebih dahulu.
  • Intervensi medis dengan teknologi reproduksi berbantu, misalnya lewat bayi tabung dan inseminasi buatan, juga bisa Anda lakukan.
  • Hamil anak perempuan atau laki-laki sama baiknya, asalkan janin mampu tumbuh serta berkembang dengan sehat sampai kelahirannya kelak.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 19/12/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan