Daftar Bahan Kimia Berbahaya Dalam Kosmetik yang Bisa Mengganggu Kesuburan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Riasan wajah yang baik bisa sangat menunjang penampilan fisik seseorang. Namun jangan sampai hanya karena ingin terlihat lebih menarik di mata publik, Anda jadi salah pilih kosmetik. Beberapa produk kosmetik berbahaya bagi kesuburan wanita karena mengandung bahan kimia yang dapat mengubah hormon tubuh. Bahan-bahan kimia berbahaya ini bisa saja bersemayam di balik warna-warni meriah lipstick dan eye shadow favorit Anda tanpa pernah disadari. 

Apa saja produk kosmetik berbahaya yang tinggi kandungan bahan kimianya?

Dalam situs Global IVF menyebutkan bahwa kebanyakan wanita tidak hanya menggunakan satu/dua jenis perawatan diri saja, diperkirakan rata-rata wanita menggunakan 12 produk perawatan diri (termasuk kosmetik) yang mengandung 168 bahan kimia berbahaya yang berbeda.

Dilansir dari India Express, Sagarika Aggarwal, seorang ahli bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) mengatakan bahan kimia tertentu pada produk kosmetik memiliki potensi efek samping yang mampu memengaruhi hormon dan sistem reproduksi wanita.

Beberapa produk kosmetik yang diketahui mengandung bahan kimia berbahaya dalam jumlah yang banyak adalah cat kuku, sabun antibakteri, parfum, dan krim anti penuaan dini. Beberapa bahan kimia berbahaya yang bisa merusak hormon endokrin ditemukan pada produk-produk tersebut dan diduga kuat dapat mengganggu fungsi ovarium (indung telur) untuk memproduksi sel telur sehat, meningkatkan risiko keguguran hingga bahkan ketidaksuburan.

Apa saja kandungan bahan kimia berbahaya dalam kosmetik dan apa efek sampingnya?

Ada beberapa bahan kimia yang sering terkandung dalam produk kosmetik berbahaya bagi kesuburan. Bahan kimia tersebut di antaranya:

  • Triclosan: zat kimia yang terkandung dalam sabun antibakteri ini diketahui dapat mengacaukan produksi hormon kesuburan. Studi yang dilakukan oleh Velez dkk, menunjukkan bahwa perempuan yang sering terpapar triclosan lebih sulit untuk hamil.
  • Parabens: Paraben berfungsi sebagai pengawet dan pembasmi bakteri dalam sabun, sampo, kondisioner dan pembersih wajah juga diketahui berbahaya bagi kesuburan apabila digunakan dalam jumlah yang terlalu banyak. Kadar parabens yang tinggi dalam urin pada masa prekonsepsi (sebelum pembuahan) dikaitkan dengan lamanya waktu yang dibutuhkan hingga berhasil hamil. Dengan kata lain, semakin tinggi kadar parabens dalam tubuh, maka pasangan bisa saja semakin sulit hamil.
  • Formaldehida, phthalates, DPT (dibutil ftalat), toulene dan berbagai senyawa organik yang mudah menguap lainnya juga diketahui dapat mempersulit terjadinya kehamilan. Toluene biasa digunakan sebagai pelarut untuk memberikan efek mengkilap pada kuku. Sedangkan phthalates, yang bisa ditemui di hampir semua produk kosmetik diketahui dapat menganggu kesuburan dan produksi hormon. Bahkan, sebuah studi yang dilakukan oleh Environmental Working Group (EWG) dari Duke University menyebutkan bahan kimia pada cat kuku bisa masuk dalam tubuh 10 sampai 14 jam setelah mengecat kuku.

Pentingnya memperhatikan komposisi dalam produk kosmetik yang ingin Anda beli

Meski demikian, masih diperlukan bukti medis yang lebih banyak lagi untuk dapat menguatkan berbagai laporan di atas. American Cancer Society dan FDA, misalnya, menyatakan bahwa paraben pada kosmetik sebenarnya tergolong cukup aman, dan juga tidak terbukti menyebabkan kanker payudara.

Namun memang Anda perlu lebih bijaksana lagi dalam memilih dan memoles makeup dalam keseharian Anda. Seorang dokter spesialis IVF lainnya, Jyoti Tripaty mengatakan paparan bahan kimia secara terus menerus pada wanita dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal dan sistem saraf, keguguran dan risiko bayi lahir cacat fisik dan mental.

Tidak perlu sampai menghentikan rutinitas dan obsesi kecantikan Anda dengan alasan takut efek sampingnya.  Cukup jadilah konsumen yang cerdas dalam menerima informasi terhadap produk. Ketika memilih kosmetik, baca dan cermati lagi kandungan bahan-bahan di dalamnya. Sebisa mungkin, belilah produk kosmetik yang mengandung bahan-bahan alami atau organik untuk mengurangi faktor risiko terpapar bahan kimia.

Tidak hanya itu, belilah produk kosmetik di tempat yang resmi dan terpercaya sehingga ketika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, Anda tahu ke mana harus melaporkan masalah tersebut.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Eksim di tangan dan kaki disebut dengan eksim dishidrosis. Cari tahu cara mengobati eksim di kaki dan tangan pada artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Penyebab penyakit celiac belum diketahui. Namun, menurut studi terbaru, bahan kimia pada alat masak antilengket bisa meningkatkan risiko penyakit celiac.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Cuci Tangan Pakai Sabun Antiseptik dan Air Ternyata Lebih Efektif Bunuh Kuman

Memilih sabun cuci tangan antiseptik dapat memberikan perlindungan dan mengurangi risiko penyakit menular, terutama di tengah wabah COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 12 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Tidak Sengaja Tertelan Petroleum Jelly, Ini Efek Samping yang Mungkin Muncul

Sebagai krim yang digunakan untuk kulit, tentu ketika tidak sengaja termakan akan ada efek sampingnya. Apa saja efek samping jika tertelan petroleum jelly?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan, Informasi Kesehatan 2 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

produk pembersih rumah

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
kandungan body lotion

5 Bahan Kimia Berbahaya pada Body Lotion yang Harus Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sabun susu kambing lebih baik

Sabun Susu Kambing Lebih Baik dari Sabun Mandi Biasa, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
bahan kimia dalam shampo yang berbahaya

Panduan Memilih Sampo yang Bagus untuk Rambut Lebih Sehat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 7 menit