Mengapa Wanita Perlu Mengonsumsi Folat Sebelum Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tidak hanya mengonsumsi makanan bergizi saat hamil, wanita juga sebaiknya sudah mempersiapkan tubuhnya sejak masih dalam tahap merencanakan untuk hamil. Untuk apa? Supaya saat hamil, wanita sudah siap memenuhi gizi yang dibutuhkan tubuh dan janinnya. Salah satu zat gizi yang sudah harus dipersiapkan wanita sebelum hamil adalah folat.

Folat atau asam folat adalah bentuk sintetis dari vitamin B9 yang diperlukan wanita sebelum hamil untuk membantu pertumbuhan janin dan melindungi sel tubuh. Tubuh membutuhkan folat saat sel tumbuh dengan cepat, seperti pada saat kehamilan. Saat kehamilan, ukuran rahim (uterus) membesar, plasenta berkembang, tubuh mengalirkan lebih banyak darah, dan pertumbuhan janin sangat cepat.

Mengapa wanita butuh folat sebelum hamil?

Janin tumbuh dengan cepat saat kehamilan. Konsumsi folat sebelum hamil dan selama sedang hamil akan membantu mengurangi risiko cacat lahir pada bayi. Folat membantu menurunkan risiko cacat lahir, seperti neural tube defect (NTD), cacat pada jantung dan anggota tubuh, gangguan pada saluran kemih, penyempitan katup lambung, dan sumbing oral-wajah, seperti bibir sumbing dan celah pada langit-langit mulut.

Pada awal kehamilan atau bahkan sebelum wanita tahu bahwa dirinya hamil, folat berperan penting dalam perkembangan awal janin, saat janin masih berbentuk tabung saraf. Tabung saraf terbentuk pada minggu ketiga dan keempat selama kehamilan dan tumbuh menjadi otak dan sumsum tulang belakang. Tabung saraf yang tidak tertutup secara sempurna dinamakan neural tube defect (NTD). Contoh dari NTD adalah spina bifida (tulang belakang tidak tertutup sempurna), anencephaly (tidak adanya bagian otak), dan encephalocele (tengkorak bayi tidak tertutup sempurna).

Selain untuk mengurangi risiko bayi cacat lahir, folat juga diperlukan untuk membentuk sel darah merah normal dan mencegah anemia. Folat juga penting untuk memproduksi, memperbaiki, dan untuk fungsi DNA. Terpenuhinya kebutuhan folat sangat penting untuk pertumbuhan sel plasenta yang sangat cepat serta untuk perkembangan dan pertumbuhan janin.

Kapan harus mulai mengonsumsi folat, dan berapa banyak?

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat merekomendasikan wanita usia subur mengonsumsi 0,4 mg (400 mcg) folat/hari untuk mencegah cacat lahir, setidaknya sebulan sebelum hamil. Indonesia melalui Angka Kecukupan Gizi 2013 merekomendasikan untuk mengonsumsi folat sebesar 400 mcg/hari sebelum hamil dan ditambah 200 mcg/hari selama hamil.

Wanita yang mengonsumsi folat setiap hari sesuai dosis yang direkomendasikan mulai dari setidaknya satu bulan sebelum konsepsi (pembuahan) dan selama trimester pertama kehamilan dapat menurunkan risiko bayinya mengalami NTD lebih dari 70%.

Makanan apa saja yang mengandung folat?

Folat dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau, buah jeruk, gandum utuh, dan makanan lain. Bayam, hati sapi, asparagus, dan brussels sprouts adalah makanan sumber folat yang paling tinggi. Di Indonesia, pemerintah telah mewajibkan fortifikasi folat pada semua terigu yang dipasarkan yang bertujuan untuk perbaikan gizi.

Berikut ini beberapa makanan sumber folat:

  • Terigu yang telah difortifikasi folat
  • Sayuran berdaun hijau, seperti bayam, asparagus, brokoli, brussels sprouts, lobak hijau, lettuce
  • Buah-buahan, seperti jeruk, alpukat, pepaya, pisang
  • Kacang-kacangan, seperti kacang chickpea (kacang arab)
  • Kacang polong
  • Jagung
  • Produk susu
  • Ayam, daging sapi, telur, dan ikan
  • Gandum

Kapan butuh asupan folat tambahan?

Folat sangat dibutuhkan saat kehamilan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi, sehingga asupan folat yang cukup sangat diperlukan pada saat ini. Namun, ada beberapa kondisi tertentu yang mengharuskan wanita mengonsumsi folat dengan jumlah lebih dari yang direkomendasikan pada umumnya (400 mcg), kondisi tersebut yaitu:

  • Wanita yang mengalami obesitas memiliki risiko mempunyai bayi dengan NTD lebih besar, sehingga dibutuhkan asupan folat lebih besar dari 400 mcg.
  • Wanita yang sebelumnya mempunyai bayi dengan NTD, sehingga disarankan untuk mengonsumsi folat lebih dari yang direkomendasikan pada umumnya.
  • Pada kehamilan kembar, direkomendasikan konsumsi folat lebih besar dari 400 mcg.
  • Beberapa orang dengan variasi genetik, dikenal dengan mutasi methylenetetrahydrofolate reductase (MTHFR) yang membuat tubuh sulit memproses folat.
  • Wanita yang menderita diabetes dan mengonsumsi obat antikejang berisiko mempunyai bayi dengan NTD, sehingga disarankan untuk mengonsumsi folat lebih besar dari 400 mcg

Bagi wanita yang mengalami kondisi tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter setidaknya sebulan sebelum hamil untuk mengetahui kebutuhan folat yang harus dikonsumsi.

Apakah perlu minum suplemen folat?

Asupan folat sangat penting dari sebelum hamil, tahap awal kehamilan sampai setidaknya 4-6 minggu setelah kelahiran, dan selama menyusui. Mungkin sedikit sulit untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan folat. Apalagi makanan tertentu yang mengandung folat kadang tidak menjadi sumber folat yang tinggi karena kandungan folat tersebut dapat hilang dari makanan selama penyimpanan atau dapat rusak saat dimasak. Oleh karena itu, konsumsi suplemen folat mungkin dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan folat yang diperlukan tubuh.

Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen folat, karena folat yang berlebihan juga malah bisa berdampak buruk bagi janin.

BACA JUGA:

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Banyak pasangan yang mencoba berbagai cara agar bisa berhubungan seks setiap hari agar cepat. Tapi, apakah benar sering seks bisa hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Detak jantung janin mulai berdegup di sekitar minggu keenam kehamilan, tapi kadang suaranya masih terlalu lemah untuk Anda bisa dengar. Kapan waktunya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
pembukaan persalinan

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit