Yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Hamil Setelah Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda pernah mengalami kanker dan ingin memiliki anak, mungkin terlintas di pikiran Anda pertanyaan, apakah kehamilan Anda akan berisiko? Atau mulai kapan Anda boleh hamil kembali setelah menjalani pengobatan kanker?

Memang tidak ada literatur atau teori yang menjelaskan seberapa lama waktu yang aman untuk kembali hamil dan memiliki anak bagi orang-orang yang pernah mengalami kanker. Hal tersebut tergantung dengan kanker apa yang pernah dialami beserta tingkat stadiumnya, cara pengobatan, serta umur calon ibu. Berbagai pendapat mengatakan bahwa wanita yang pernah mengalami kanker, setidaknya menunggu hingga 6 bulan setelah pengobatan terakhir untuk kembali hamil. Pendapat lain menyatakan bahwa waktu yang tepat untuk hamil setelah menjalani pengobatan kanker yaitu sekitar 2 hingga 5 tahun.

Sebelum memutuskan untuk mencoba hamil

Hal yang perlu diperhatikan perempuan yang baru saja menjalani pengobatan kanker adalah sebagai berikut:

  • Memastikan telur atau ovum yang terkena obat kemoterapi ataupun yang terkena radiasi telah dikeluarkan dari tubuh
  • Sudah selesai pengobatan dan pulih dari berbagai efek yang ditimbulkan dari pengobatan
  • Sudah dinyatakan sembuh dan bebas dari sel kanker oleh dokter onkologi.

Pengobatan kanker yang dapat mempengaruhi kehamilan

Terdapat tiga jenis pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi kanker dan memiliki risiko pada kehamilan, yaitu:

Terapi radiasi. Pengobatan ini akan merusak sel kanker termasuk sel-sel normal yang sedang tumbuh. Sehingga, janin tidak mendapatkan asupan dan suplai oksigen yang maksimal dan mengakibatkan keguguran, prematur, berat badan lahir rendah, kecacatan, dan berbagai gangguan tumbuh kembang lainnya.

Operasi. Operasi biasanya dilakukan sesuai dengan bagian tubuh yang terkena kanker. Pada kasus ini, operasi serviks atau leher rahim pada ibu yang sedang hamil dapat membuat bayi lahir prematur bahkan keguguran.

Kemoterapi. Terapi ini merupakan pemberian obat-obatan kepada orang yang mengalami kanker dan untuk jenis obat, dosis, serta cara pemberiannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kanker yang diderita. Ibu yang mendapatkan obat kemoterapi berupa doxorubicin (adriamycin), daunorubicin (cerubidine), epirubicin (ellence), dan idarubicin (idamycin) biasanya mengalami jantung lemah akibat sel-sel jantung yang rusak. Sedangkan, ketika hamil jantung justru harus memompa darah lebih keras dan bekerja lebih berat. Jika pengobatan kemoterapi diiringi dengan terapi radiasi pada bagian perut atau dada, dapat meningkatkan komplikasi pada jantung. Tentunya hal tersebut sangat buruk jika terjadi saat hamil.

Sebenarnya, kehamilan yang terjadi pada survivor kanker sama dengan kehamilan pada umumnya. Namun yang membedakan adalah adanya perubahan fungsi tubuh atau fisiologis akibat pengobatan kanker yang pernah dijalani ibu. Berbagai efek pengobatan, seperti hormon tidak stabil, hipotiroidisme, gangguan pada jantung atau paru-paru, dan berbagai gangguan lain yang mungkin akan membuat kehamilan berada dalam risiko.

Risiko yang mungkin terjadi jika Anda hamil setelah kanker

Berbagai pertimbangan lain ketika memutuskan untuk hamil setelah didiagnosis kanker:

Anak menjadi berisiko terkena kanker. Sebagian besar orang mungkin mengira, kehamilan yang terjadi setelah mengidap penyakit kanker akan melahirkan anak yang berisiko terkena kanker juga. Hal ini tak sepenuhnya benar, ibu atau ayah yang memiliki riwayat penyakit kanker tidak membuat anak berisiko tinggi terkena kanker. Namun memang terdapat beberapa jenis kanker yang faktor risiko paling tinggi diakibatkan oleh keturunan dan gen.

Kekambuhan. Hampir semua ‘mantan’ penderita kanker takut akan terjadinya kekambuhan, takut jika kanker kembali tumbuh di tubuh mereka. Kekambuhan merupakan risiko yang mungkin terjadi. Orang yang memutuskan untuk hamil ketika masa penyembuhan, harus menyadari risiko kekambuhan yang akan mereka hadapi. Contohnya saja, pada penderita kanker payudara yang masih mengonsumsi tamoxifen. Obat tersebut dibutuhkan penderita kanker payudara untuk menunjang pengobatannya, namun tidak bisa dikonsumsi saat kehamilan karena akan mengganggu tumbuh kembang janin. Sedangkan jika menghentikan penggunaan obat tersebut, risiko terkena kanker payudara mungkin kembali terjadi. Untuk itu, perlu Anda perlu mempertimbangkan seberapa besar risiko kambuh ketika kehamilan terjadi.

Sebaiknya, Anda memutuskan untuk hamil jika sudah berkonsultasi dengan dokter ahli kanker (onkologi) sehingga dapat mengetahui apakah pada waktu tersebut risiko untuk mengalami kekambuhan masih tinggi atau sudah rendah.

Infertilitas. Beberapa pengobatan kanker mungkin menyebabkan infertilitas atau sulit untuk mempunyai anak. Terapi radiasi pada bagian panggul dan perut, bisa saja membuat ovarium atau indung telur menjadi rusak dan tidak dapat menghasilkan telur yang baik. Kemoterapi pada perempuan juga dapat mengakibatkan hormon reproduksi tidak normal, bahkan dapat menyebabkan menopause dini.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Kehamilan & Kandungan, Perkembangan Janin, Kehamilan 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    mengatasi ruam popok bayi

    Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit