Seperti Ini Efek Steroid pada Kesuburan Wanita dan Pria

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/02/2020
Bagikan sekarang

Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesuburan pria dan wanita, salah satunya konsumsi obat tertentu. Obat steroid dianggap dapat menjadi salah satu obat yang dapat memengaruhi peluang memiliki anak. Namun, apa sebenarnya efek steroid pada kesuburan? Apakah efek steroid sama untuk kesuburan pria dan wanita?

Apa itu obat steroid?

Sebelum Anda mencari tahu pengaruh dan efek steroid pada kesuburan wanita, lebih baik Anda memahami terlebih dahulu mengenai obat ini.

Istilah “steroid” sendiri digunakan untuk mendeskripsikan zat dengan struktur molekul tertentu. Fungsi dari obat steroid adalah untuk menjaga bentuk membran suatu sel, atau untuk mengaktifkan reseptor sel tertentu.

Steroid dapat ditemukan secara alami, termasuk di tubuh manusia dalam bentuk hormon. Beberapa di antaranya adalah hormon seks, yang meliputi estrogen, progesteron, dan testosteron.

Selain itu, tubuh manusia juga memiliki glukokortikoid atau hormon kortisol, yang bertugas mengatur sistem imun dan keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.

Namun, beberapa orang sering kali salah mengira bahwa efek steroid yang digunakan untuk mengobati peradangan dan membesarkan otot adalah steroid yang sama. Padahal, keduanya merupakan jenis obat yang berbeda dan memberikan efek steroid pada kesuburan yang berbeda pula.

1. Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat steroid yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi peradangan atau masalah sistem imun tubuh. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan produksi zat tertentu di dalam tubuh, yang memicu terjadinya respon alergi dan peradangan.

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat diatasi oleh penggunaan kortikosteroid adalah alergi, penyakit Crohn, rheumatoid arthritis, lupus, ulcerative colitis, dan kelainan darah. Selain itu, kortikosteroid juga terkadang digunakan untuk menangani masalah infertilitas atau ketidaksuburan pada wanita.

2. Steroid anabolik

Sementara itu, steroid anabolik merupakan versi sintetis dari hormon seks pria, yaitu androgen. Obat ini digunakan untuk merangsang pertumbuhan otot dan perkembangan karakteristik seksual pada pria. Tak heran jika obat steroid anabolik ini memengaruhi kesuburan pria.

Umumnya, dokter meresepkan steroid anabolik untuk mengobati kondisi kadar testosteron rendah (hipogonadisme). Namun, karena efek anaboliknya yang dapat meningkatkan tenaga tubuh secara drastis, banyak atlet pria dan wanita yang mengonsumsi steroid anabolik secara berlebihan.

Efek obat steroid pada kesuburan wanita

Pada penggunaan obat steroid dalam bentuk kortikosteroid maupun steroid anabolik, keduanya sama-sama bisa memberikan efek atau dapat pengaruhi kesuburan wanita. Berikut penjelasan mengenai obat steroid dalam pengaruhi kesuburan wanita.

1. Efek kortikosteroid pada kesuburan wanita

Sebuah penelitian di University of Adelaide, yang dilansir dari ScienceDaily, menyatakan bahwa penggunaan steroid untuk mengatasi infertilitas pada wanita ternyata memiliki risiko yang cukup tinggi.

Steroid memang cukup sering digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan pada wanita dengan program bayi tabung dan kehamilan yang sering kali gagal. Namun, penelitian yang dipimpin oleh Profesor Sarah Robertson ini menunjukkan bagaimana efek steroid pada kesuburan dan kehamilan.

Menurut Profesor Robertson, efek obat steroid tertentu (seperti prednisolone), dapat mencegah sistem imun tubuh agar tidak bereaksi terhadap kehamilan. Namun, dengan menghentikan reaksi alami sistem imun tubuh, beberapa komplikasi mungkin dapat terjadi.

Sistem imun tubuh yang ditekan berpotensi meningkatkan risiko keguguran sebesar 64 persen. Selain itu, peluang bayi lahir dengan kondisi cacat, contohnya bibir sumbing, akan meningkat sebesar 3 hingga 4 kali.

2. Efek steroid anabolik pada kesuburan wanita

Obat steroid anabolik atau steroid anabolik androgenik (SAA) juga memiliki pengaruh pada kesuburan wanita, sehingga dapat memengaruhi peluang seseorang untuk memiliki bayi.

Obat ini umum digunakan untuk menambah kekuatan atau meningkatkan tampilan fisik pada atlet-atlet olahraga. Sayangnya, obat steroid yang memiliki efek pada kesuburan ini sering kali disalahgunakan. Hal ini menyebabkan risiko munculnya masalah-masalah kesehatan akan kian meningkat.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Sport Medicine, steroid anabolik androgenik dapat memberikan efek pada kesuburan wanita.

Lebih tepatnya, penggunaan obat steroid pengaruhi kesuburan melalui terjadinya beberapa komplikasi pada sistem reproduksi para atlet wanita, seperti klitoromegali (pembengkakan klitoris), siklus menstruasi yang tidak teratur, serta nyeri berlebihan saat menstruasi (dismenore).

Efek lain dari steroid anabolik pada kesuburan adalah menghambat pelepasan hormon gonadotropin. Hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari ini mengatur pelepasan hormon seks pada tubuh. Jika hormon gonadotropin tidak dihasilkan dengan baik, siklus menstruasi akan terganggu dan peluang untuk hamil pun lebih kecil.

Efek obat steroid pada kesuburan pria

Tidak hanya memberikan wanita, efek steroid pada kesuburan pria juga mungkin terjadi. Obat steroid yang kemungkinan memberikan pengaruh pada kesuburan pria adalah anabolik steroid. Obat steroid jenis ini sering kali digunakan ntuk menambah massa otot.

Sayangnya, tidak banyak yang berpikir bahwa penggunaan obat ini memiliki efek berkepanjangan pada kesuburan pria. Padahal, jika digunakan, obat steroid ini bisa membuat ukuran testis berubah. Bahkan, ukuran testis akan mengecil hingga testis tidak memproduksi sperma lagi. Artinya, saat pria menggunakan obat steroid ini, kemungkinan besar pria akan mengalami masalah kesuburan dan sulit memiliki keturunan.

Hal ini terjadi karena obat anabolik steroid dapat meningkatkan produksi hormon testosteron di dalam tubuh. Sementara, hormon ini dapat membantu otot Anda membesar. Akan tetapi, saat otot Anda membesar, hal ini justru akan berbalik arah menghalangi produksi hormon testosterone di dalam testis. Padahal, hormon testosterone adalah salah satu komponen penting dalam pembentukan sel sperma.

Maka dari itu, jika Anda menggunakan obat steroid ini, efek yang mungkin terjadi adalah Anda akan kesulitan memiliki keturunan. Hal yang perlu diwaspadai, efek penggunaan obat steroid ini bisa bersifat permanen atau tidak bisa disembuhkan.

Bahkan, meski Anda sudah berhenti menggunakan obat steroid ini, Anda mungkin harus menunggu hingga satu tahun lamanya hingga efek pada kesuburan pria ini menghilang dan produksi sperma kembali normal.

Jika telah berlalu lebih dari satu tahun namun produksi sperma Anda belum kembali normal, Anda mungkin harus berkonsultasi kepada dokter.

Apabila Anda khawatir dengan pemakaian obat steroid terhadap kesuburan, baik wanita atau pria, periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan memeriksa apakah kondisi Anda masih bisa diatasi atau tidak. Jika akibat yang ditimbulkan dari obat steroid pada kesuburan Anda masih bisa ditangani, dokter akan membantu Anda mengatasinya.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Anabolic Steroids and their Effect on Male Fertility. (2016). Retrieved 24 January 2020, from https://www.wwl.nhs.uk/News/2016/August/anabolic_steroids_effect_on_male_fertil

Steroid treatment for IVF problems may do more harm than good. (2016). Retrieved 24 January 2020, from https://www.sciencedaily.com/releases/2016/09/160908092830.htm

Christou, M., Christou, P., Markozannes, G., Tsatsoulis, A., Mastorakos, G., & Tigas, S. (2017). Effects of Anabolic Androgenic Steroids on the Reproductive System of Athletes and Recreational Users: A Systematic Review and Meta-AnalysisSports Medicine47(9), 1869-1883. doi: 10.1007/s40279-017-0709-z

La Vignera, S., Condorelli, R. A., Cannarella, R., Duca, Y., & Calogero, A. E. (2018). Sport, doping and female fertilityReproductive biology and endocrinology : RB&E16(1), 108. doi:10.1186/s12958-018-0437-8

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020
Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020
Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020