Hati-hati, Obat Steroid Bisa Pengaruhi Kesuburan Lho!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kesuburan pada wanita dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Beberapa di antaranya adalah gaya hidup, pola makan, lingkungan, serta kondisi kesehatan wanita. Selain itu, konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi peluang seorang wanita untuk memiliki anak, dan salah satunya adalah obat steroid. Kira-kira, apa saja efek obat steroid pada kesuburan wanita?

Obat steroid, sering disebut obat segudang penyakit

Istilah “steroid” sendiri digunakan untuk mendeskripsikan zat dengan struktur molekul tertentu. Fungsi dari steroid adalah untuk menjaga bentuk membran suatu sel, atau untuk mengaktifkan reseptor sel tertentu.

Steroid dapat ditemukan secara alami, termasuk di tubuh manusia dalam bentuk hormon. Beberapa di antaranya adalah hormon seks, yang meliputi estrogen, progesteron, dan testosteron.

Selain itu, tubuh manusia juga memiliki glukokortikoid atau hormon kortisol, yang bertugas mengatur sistem imun dan keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.

Namun, beberapa orang sering kali salah mengira bahwa obat steroid yang digunakan untuk mengobati peradangan dan membesarkan otot adalah steroid yang sama. Padahal, keduanya merupakan jenis obat yang berbeda.

1. Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi peradangan atau masalah sistem imun tubuh. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan produksi zat tertentu di dalam tubuh, yang memicu terjadinya respon alergi dan peradangan.

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat diatasi oleh steroid adalah alergi, penyakit Crohn, rheumatoid arthritis, lupus, ulcerative colitis, dan kelainan darah. Selain itu, kortikosteroid juga terkadang digunakan untuk menangani masalah infertilitas atau ketidaksuburan pada wanita.

2. Steroid anabolik

Sementara itu, steroid anabolik merupakan versi sintetis dari hormon seks pria, yaitu androgen. Obat ini digunakan untuk merangsang pertumbuhan otot dan perkembangan karakteristik seksual pada pria.

Umumnya, dokter meresepkan steroid anabolik untuk mengobati kondisi kadar testosteron rendah (hipogonadisme). Namun, karena efek anaboliknya yang dapat meningkatkan tenaga tubuh secara drastis, banyak atlet pria dan wanita yang mengonsumsi steroid anabolik secara berlebihan.

Apa saja efek obat steroid pada kesuburan wanita?

Baik kortikosteroid maupun steroid anabolik sama-sama memiliki pengaruh terhadap kesuburan wanita. Berikut penjelasannya.

1. Efek kortikosteroid pada kesuburan wanita

Sebuah penelitian di University of Adelaide, yang dilansir dari ScienceDaily, menyatakan bahwa penggunaan steroid untuk mengatasi infertilitas pada wanita ternyata berisiko tinggi.

Steroid memang cukup sering digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan pada wanita dengan program bayi tabung dan kehamilan yang sering kali gagal. Namun, penelitian yang dipimpin oleh Profesor Sarah Robertson ini menunjukkan bagaimana efek steroid pada kesuburan dan kehamilan.

Menurut Profesor Robertson, obat steroid seperti prednisolone mencegah sistem imun tubuh agar tidak bereaksi terhadap kehamilan. Namun, dengan menghentikan reaksi alami sistem imun tubuh, beberapa komplikasi mungkin dapat terjadi.

Sistem imun tubuh yang ditekan berpotensi meningkatkan risiko keguguran sebesar 64 persen. Selain itu, peluang bayi lahir dengan kondisi cacat, contohnya bibir sumbing, akan meningkat sebesar 3 hingga 4 kali.

2. Efek steroid anabolik pada kesuburan wanita

Sementara itu, obat steroid anabolik atau steroid anabolik androgenik (SAA) juga dapat memengaruhi peluang seseorang untuk memiliki bayi.

Obat ini umum digunakan untuk menambah kekuatan atau meningkatkan tampilan fisik pada atlet-atlet olahraga. Sayangnya, obat ini sering kali disalahgunakan dan meningkatkan risiko munculnya masalah-masalah kesehatan, terutama pada wanita.

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan di tahun 2017, steroid anabolik androgenik dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada sistem reproduksi para atlet wanita, seperti klitoromegali (pembengkakan klitoris), siklus menstruasi yang tidak teratur, serta nyeri berlebihan saat menstruasi (dismenore).

Efek lain dari steroid anabolik pada kesuburan adalah menghambat pelepasan hormon gonadotropin. Hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari ini mengatur pelepasan hormon seks pada tubuh. Jika hormon gonadotropin tidak dihasilkan dengan baik, siklus menstruasi akan terganggu dan peluang untuk hamil pun lebih kecil.

Baca Juga:

Sumber