Banyak orang meyakini bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji atau fast food, seperti burger, ayam goreng, atau kentang goreng, bisa mengganggu kesuburan wanita. Lantas, bagaimana fast food bisa menghambat wanita untuk cepat hamil? Ini penjelasannya.
Benarkah fast food bisa menghambat peluang hamil?
Setiap hari tubuh membutuhkan zat gizi, baik itu karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, agar seluruh organ mampu bekerja secara optimal.
Selama menantikan kehamilan, Anda harus memerhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi.
Ini termasuk menghindari pantangan seperti makanan cepat saji. Lantas, apa hubungan antara makanan cepat saji dan kesuburan?
Konsumsi makanan cepat saji alias fast food dalam jangka panjang berpotensi mengganggu kesehatan. Hal ini juga bisa berdampak pada kesuburan wanita.
Studi dalam jurnal Human Reproduction (2018) menunjukkan hasil penelitian kepada 5.598 wanita yang sedang mencoba hamil untuk pertama kalinya.
Dari keseluruhan sampel, ada 8% wanita yang memang tidak subur. Mereka memerlukan waktu satu tahun lebih lama untuk hamil.
Setelah dilakukan percobaan, diketahui bahwa persentase wanita tidak subur meningkat hingga 12% karena mereka hanya beberapa kali makan buah dalam satu bulan.
Jumlahnya meningkat lebih tinggi menjadi sekitar 16% ketika mereka sering makan makanan cepat saji, yakni dengan frekuensi empat kali dalam seminggu.
Peneliti sepakat bahwa fast food tinggi akan gula, garam, dan lemak jenuh yang bisa mengubah metabolisme. Zat-zat tersebut juga bisa memengaruhi kualitas sel telur.
Makanan cepat saji juga bisa menurunkan sensitivitas insulin yang memengaruhi kesuburan. Itu sebabnya, wanita disarankan menghindari konsumsi fast food untuk bisa cepat hamil.
[embed-health-tool-ovulation]
Penurunan sensitivitas insulin memengaruhi kesuburan

Fast food dapat menurunkan sensitivitas insulin dan memicu resistensi insulin. Inilah alasan lain mengapa pasangan yang ingin cepat hamil perlu mengurangi atau bahkan menghindarinya.
Resistensi insulin dapat meningkatkan risiko kehamilan, seperti gangguan perkembangan janin, cacat lahir, lahir mati (stillbirth), dan keguguran berulang.
Ketika terjadi resistensi, sel-sel tubuh tidak dapat merespons sinyal yang dikirimkan oleh insulin. Akibatnya, tubuh mengira bahwa tidak ada insulin dan memproduksinya lebih banyak dari kadar normal.
Insulin dalam tubuh memicu produksi hormon androgen. Artinya, peningkatan kadar insulin juga akan meningkatkan androgen dan menyebabkan kondisi yang disebut hiperandrogen.
Hiperandrogen pada wanita bisa menyebabkan ovulasi yang tidak teratur. Kondisi ini umumnya ditandai dengan haid yang tidak teratur atau tidak sama sekali, nyeri panggul, dan menoragia.
Pada wanita hamil, hiperandrogen juga meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, kadar insulin yang terlalu banyak dapat bersifat racun bagi sel telur pada trimester 1 kehamilan.
Peningkatan insulin tersebut akan menyebabkan gangguan pada janin, seperti kerusakan DNA, kematian sel, dan tingkat kelangsungan hidup sel yang rendah.
Daftar makanan sehat untuk cepat hamil
Tak hanya rendah kandungan gizi yang diperlukan sebelum kehamilan, fast food atau makanan cepat saji juga cenderung menghambat wanita untuk cepat hamil.
Daripada mengonsumsi makanan cepat saji, sebaiknya Anda lebih banyak mengonsumsi makanan sehat berikut untuk meningkatkan kesuburan.
1. Buah jeruk
Jeruk merupakan sumber vitamin C yang baik. Vitamin C akan menguatkan dinding pembuluh darah dan membantu tubuh melawan infeksi yang bisa mengganggu proses ovulasi.
Selain itu, buah ini juga tinggi akan kalium, kalsium, folat, dan vitamin B yang bisa melancarkan ovulasi dan menjaga kesehatan sel telur.
Anda paling tidak perlu mengonsumsi satu buah jeruk bali merah ukuran sedang atau tiga buah jeruk ukuran sedang setiap hari.
2. Sayuran hijau
Bayam, kangkung, sawi hijau, pakcoy, serta sayuran berdaun hijau gelap lain tinggi kandungan kalsium, zat besi, dan folat.
Zat gizi tersebut sangat penting untuk tubuh saat Anda berencana hamil, terutama zat besi yang dibutuhkan untuk mencegah anemia.
Anemia bisa menggagalkan proses pembuahan sel telur sehingga kehamilan akan lebih sulit terjadi.
3. Alpukat

Buah alpukat mengandung asam lemak omega-3, vitamin K, dan kalium yang membantu tubuh menyerap zat gizi dari makanan lain sekaligus menjaga keseimbangan hormon.
Kandungan folat pada alpukat juga diperlukan dalam perkembangan janin yang sehat selama kehamilan nanti.
Karena asam folat dibutuhkan sejak sebelum hamil, pastikan Anda sudah mulai mengonsumsi alpukat dan sumber folat lainnya saat merencanakan kehamilan.
4. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan tinggi akan serat, vitamin B, folat, dan zat besi. Semua jenis zat gizi tersebut dapat memengaruhi kadar estrogen dan meningkatkan suplai darah ke rahim.
Namun, Anda juga perlu memperhatikan cara mengolahnya. Contohnya, Anda bisa pilih kacang yang disangrai atau digoreng dengan minyak zaitun tanpa tambahan garam.
Hindari kacang dalam kemasan yang umumnya tinggi gula dan garam. Anda bisa mengonsumsi kacang-kacangan dengan oatmeal, yoghurt, atau salad.
5. Ikan berlemak
Ikan merupakan sumber protein terbaik selain daging dan unggas. Menambahkan ikan pada menu makanan harian bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kesuburan.
Pilihlah jenis ikan berlemak, seperti ikan kembung, tuna, dan tongkol. Jenis ikan ini mengandung asam lemak omega-3 yang sangat penting untuk perkembangan janin.
Membatasi, atau bahkan menghindari konsumsi fast food sangatlah penting untuk Anda yang ingin meningkatkan kesuburan dan cepat hamil.
Mengganti makanan cepat saji dengan pilihan yang lebih sehat seperti di atas tidak hanya akan menjaga kesuburan, tetapi juga mempersiapkan tubuh untuk kehamilan yang sehat.
Kesimpulan
- Anda perlu membatasi konsumsi fast food untuk bisa cepat hamil. Pasalnya, konsumsi fast food yang berlebihan dapat menurunkan sensitivitas insulin dan memicu resistensi insulin sehingga menghambat peluang hamil.
- Resistensi insulin juga bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti gangguan perkembangan janin, cacat lahir, lahir mati (stillbirth), dan keguguran berulang.
- Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengganti makanan cepat saji dengan opsi yang lebih sehat, seperti jeruk, alpukat, dan sayuran hijau, untuk meningkatkan kesuburan.