5 Tips Meningkatkan Kualitas Sperma dengan Pola Hidup Sehat

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Masalah kesuburan pria umumnya terjadi ketika kuantitas dan kualitas sperma kurang baik. Entah itu karena jumlahnya sedikit, bentuknya tidak bagus, atau pergerakannya kurang cepat atau lincah untuk membuahi ovum alias sel telur. Selain karena faktor usia, hal ini ternyata juga dipengaruhi oleh pola hidup sehat, lho. Lantas, pola hidup sehat apa saja yang dapat meningkatkan kualitas sperma? Yuk, baca terus ulasan berikut ini.

Ingin meningkatkan kualitas sperma? Perbaiki pola hidup sehat Anda terlebih dahulu

Jika Anda dan pasangan ingin segera mendapatkan momongan, saya menyarankan Anda untuk menjalani pola hidup sehat baik sebelum, saat, dan setelah program hamil selesai. Pasalnya, sperma yang diejakulasikan atau dikeluarkan saat analisis sperma sebelum menjalani program bayi tabung adalah sperma yang terbentuk sejak tiga bulan yang lalu.

Ini artinya, kalau Anda ingin program hamil Anda dan pasangan berhasil, maka Anda harus menerapkan pola hidup sehat jauh sebelum Anda berdua merencanakan kehamilan.

Berikut ini adalah pola hidup sehat yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas sperma.

1. Makan makanan bergizi seimbang

meningkatkan gairah seksual pria

Kualitas sperma dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal atau faktor luar yang dapat memengaruhi kualitas sperma adalah jenis makanan yang dikonsumsi.

Sampai saat ini, masih banyak orang yang salah kaprah dan menganggap jenis makanan tertentu dapat meningkatkan kesuburan pria maupun wanita. Misalnya, pria harus makan tauge supaya spermanya bagus dan wanita harus minum madu untuk meningkatkan kesuburan. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian.

Sebetulnya, tidak ada makanan atau minuman tertentu yang dapat meningkatkan kualitas sperma. Yang terpenting adalah memastikan makanan yang dikonsumsi sesuai dengan prinsip gizi seimbang.

Hal ini memang tidak secara langsung meningkatkan kualitas sperma, akan tetapi jelas membuat tubuh Anda jadi lebih sehat. Selain itu, makanan bergizi juga dapat meningkatkan libido alias gairah seksual pria.

Kalau tubuh sehat dan disertai dengan gairah seksual yang baik, maka tingkat kesuburan pun juga akan meningkat. Alhasil, program hamil yang sedang Anda jalani bersama pasangan dapat berjalan dengan lancar dan peluang untuk memiliki momongan lebih besar.

2. Olahraga rutin

gerakan olahraga

Obesitas menjadi salah satu penyebab turunnya kualitas sperma pada pria. Pasalnya, berat badan berlebih dapat mengganggu jumlah dan kualitas sperma itu sendiri, baik dari bentuk maupun pergerakannya yang menjadi tidak bagus. Alhasil, sperma justru tidak dapat membuahi ovum secara optimal.

Salah satu cara terbaik untuk mengendalikan berat badan adalah dengan olahraga rutin. Selain membantu menurunkan berat badan, olahraga juga dapat membuat tubuh Anda menjadi lebih bugar dan lebih siap untuk menjalani program hamil.

Pilihlah jenis olahraga yang Anda sukai dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Misalnya dengan jogging, yoga, renang, dan sebagainya.

3. Hindari merokok

merokok saat buka puasa

Bagi Anda yang memiliki masalah kesuburan dan ingin segera memiliki momongan, sebaiknya segera hentikan kebiasaan merokok. Faktanya, kualitas dan kuantitas sperma pada pria perokok aktif lebih buruk ketimbang yang tidak merokok.

Apalagi kalau Anda dan pasangan sudah dinyatakan susah hamil, maka kebiasaan buruk yang satu ini bisa semakin memperparah keadaan. Namun ingat, merokok bukanlah satu-satunya penyebab pria menjadi tidak subur, tapi dapat memperparah gangguan sperma.

4. Kurangi penggunaan botol plastik

botol plastik hangat

Botol plastik yang mengandung BPA nyatanya dapat menyebabkan turunnya kualitas sperma. BPA itu sendiri adalah senyawa mirip estrogen yang diketahui dapat menurunkan konsentrasi dan jumlah sperma pada pria.

Maka itu, hindari menggunakan botol minum berbahan plastik yang banyak mengandung zat berbahaya. Bawalah tempat minum dari rumah dan pastikan tempat minum tersebut mengandung BPA free untuk memastikan botol ini aman untuk Anda.

5. Hindari menggunakan celana dalam ketat

Memilih Jenis Celana Dalam Pria Yang Sehat

Kebiasaan menggunakan celana dalam ketat dapat memengaruhi penurunan kualitas sperma. Lagi-lagi, hal ini tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, ya.

Contohnya begini. Kalau Anda rajin olahraga dan makan makanan yang bergizi, maka penggunaan celana dalam ketat sebetulnya tidak terlalu masalah. Hanya saja, hal ini memang berisiko menekan dan meningkatkan suhu buah zakar alias skotum yang menjadi gudang sperma itu sendiri. Terlebih lagi jika Anda mengalami obesitas dan menjadi perokok aktif, hal ini dapat semakin memperparah turunnya kualitas sperma.

Selain penggunaan celana dalam ketat, kebiasaan sauna atau berendam air panas juga dapat menurunkan kualitas sperma, lho. Pasalnya, suhu panas yang mengenai buah zakar dapat merusak spermatogenesis atau proses pembentukan sperma pada pria. Pada akhirnya, kesuburan akan menurun dan membuat Anda sulit punya anak.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG

Kapan Ibu Hamil Harus Bed Rest? Apa Saja Syarat dan Manfaatnya?

Ada beberapa kondisi tertentu yang membuat ibu hamil harus istirahat lebih lama di tempat tidur alias bed rest. Kapan, sih ibu harus bed rest saat hamil?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
syarat bed rest saat hamil

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
pemeriksaan kehamilan pandemi covid-19
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 April 2020

Baru Mengetahui Positif Hamil, Kapan Ibu Harus Periksa ke Dokter?

Setelah positif hamil, ibu terkadang bingung kapan saatnya harus menjalani pemeriksaan kehamilan untuk pertama kali. Lantas, kapan waktu yang tepat?

Ditulis oleh: dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
periksa kehamilan pertama kali

Yang juga perlu Anda baca

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Anda pasti sudah tahu bahwa kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana proses ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

7 Fakta Menarik Seputar Air Mani Pria, Ternyata Berbeda dengan Sperma, Lho!

Banyak yang mengira bahwa air mani pria dan sperma adalah dua hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. Ini faktanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Wanita yang Jadi Perokok Pasif Berisiko Susah Hamil?

Rokok bukan hanya membahayakan kehamilan, tapi juga dapat membuat perokok pasif susah hamil atau meningkatkan risiko mandul pada wanita perokok pasif.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bisakah Seseorang Hidup Tanpa Pankreas?

Rusaknya fungsi pankreas memaksa Anda untuk hidup tanpa pankreas dengan menjalani operasi. Apakah hidup tanpa pankreas tetap aman?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

spermatogenesis

Mengenal Spermatogenesis, Proses Pembentukan Sel Sperma pada Testis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
penyebab air mani berdarah

Apa yang Menyebabkan Air Mani Bercampur Darah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
vitamin E untuk kesuburan

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit