Bagaimana Kehamilan Bisa Terjadi?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/10/2019 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Hamil itu apa sih?

Hamil adalah proses yang terjadi secara alami pada pasangan laki-laki dan perempuan. Kehamilan terjadi saat sperma laki-laki membuahi sel telur perempuan. Bagi beberapa perempuan, kehamilan bisa cepat terjadi, tapi bagi perempuan lainnya mungkin butuh waktu lebih lama. Dari 100 pasangan yang mencoba memiliki anak, 80-90 pasangan berhasil dalam jangka waktu kurang lebih setahun. Sedangkan sisanya membutuhkan waktu lebih lama, bahkan memerlukan bantuan agar bisa hamil.

Sel telur perempuan

Yang membuat seorang perempuan itu hamil adalah ovarium atau indung telur, dua kelenjar yang berbentuk seperti almond yang menempel pada sisi kanan dan kiri rahim.

Sel telur mencapai masa subur dalam salah satu ovarium di tengah-tengah siklus menstruasi, antara hari ke-12 dan ke-16, untuk kemudian dilepaskan dan segera ditangkap oleh ujung tuba fallopi terdekat. (Tuba fallopi: saluran yang menghubungkan antara ovarium dan rahim.)

Pelepasan sel telur yang disebut dengan masa subur ini menandakan dimulainya proses konsepsi. Sel telur yang mempunyai masa hidup rata-rata hanya 24 jam tersebut harus segera dibuahi supaya kehamilan dapat terjadi. Apabila sel telur tersebut bertemu dengan sel sperma yang sehat dalam perjalanannya menuju rahim, kedua sel tersebut akan menyatu sehingga menciptakan ‘kehidupan’ baru.

Apabila kedua sel tersebut tidak bertemu dalam rahim, maka kemungkinannya adalah sel tersebut mati atau diserap oleh tubuh. Ketika kehamilan tidak terjadi, ovarium atau indung telur berhenti memproduksi hormon estrogen dan progresteron (hormon yang bekerja sepanjang kehamilan) dan dinding rahim akan berubah menjadi darah menstruasi.

Sel sperma laki-laki

Di saat perempuan mematangkan satu sel telur dalam jangka waktu sekitar satu bulan, laki-laki terus bekerja untuk menghasilkan jutaan sel sperma yang bertujuan untuk membuahi sel telur. Sementara perempuan lahir lengkap dengan seluruh sel telur yang akan mereka butuhkan nanti, laki-laki tidak dilengkapi dengan sperma yang sudah siap sedia. Laki-laki harus memproduksi sel sperma mereka sendiri dan kira-kira membutuhkan 64 – 72 hari untuk pembentukan sperma baru.

Sperma hidup dalam tubuh laki-laki dalam waktu beberapa minggu (rata-rata) dan ada sekitar 250 juta sel yang dikeluarkan ketika ejakulasi. Hal tersebut menandakan bahwa akan selalu ada sperma yang sedang diproduksi.

Testis, sepasang kelenjar yang terletak dalam kantung skrotum di bawah penis, adalah tempat sperma diproduksi. Testis yang berbentuk menggantung di luar tubuh laki-laki tersebut dikarenakan kondisinya yang cukup sensitif terhadap suhu.

Untuk memproduksi sel sperma yang sehat, testis harus berada dalam suhu sekitar 34 derajat Celsius, lebih dingin dari suhu normal tubuh manusia). Sel sperma kemudian disimpan dalam bagian testis bernama epididimis sebelum bercampur dengan air mani dan sebelum ejakulasi.

Meskipun ada berjuta-juta sperma yang diproduksi dan dikeluarkan ketika ejakulasi, hanya ada satu sel yang dapat membuahi sel telur – bahkan dalam kasus kehamilan anak kembar. Jenis kelamin dari embrio yang akan dihasilkan nanti bergantung pada tipe sperma yang mampu meraih sel telur pertama kali. Sperma dengan kromoson X akan menghasilkan bayi perempuan sedangkan sperma dengan kromosom Y akan menghasilkan bayi laki-laki.

Mitos-mitos tentang memilih jenis kelamin bayi sudah ada selama berabad-abad. Sebagian bahkan didukung oleh bukti ilmiah, tapi kemungkinan jenis kelamin bayi tetap ditentukan secara random (acak).

Bagaimana bayi bisa terbentuk?

Ketika berhubungan seksual, tubuh Anda bisa mendapatkan orgasme. Perlu diketahui bahwa orgasme juga berperan penting dalam fungsi biologis tubuh. Untuk laki-laki, orgasme mendorong cairan mai yang penuh sperma ke dalam vagina hingga menuju ke serviks atau mulut rahim dengan perkiraan kecepatan 16 km/jam. Dorongan ketika ejakulasi membuat sperma lebih mudah menemukan jalan untuk berenang menuju sel telur. Perempuan tidak harus mendapatkan orgasme supaya bisa terjadi kehamilan. Kontraksi rahim, bahkan yang pelan sekalipun, dapat membuat sperma berenang lebih lancar walaupun tanpa orgasme perempuan.

Bagi Anda yang ingin atau akan hamil, sel sperma yang hidup perlu berada dalam saluran reproduksi Anda selama masa subur.

Tidak semua perempuan mengalami masa subur di tengah-tengah siklus menstruasi mereka atau dalam periode yang sama setiap bulannya. Untuk memperbesar peluang kehamilan, cobalah untuk berhubungan seksual setiap dua hari sekali atau sepanjang ‘hari bersih’ Anda.

Pada titik ini tidak banyak yang bisa dilakukan selain berharap untuk mendapatkan kehamilan. Sementara Anda dan pasangan Anda menikmati saat-saat setelah berhubungan seksual untuk menenangkan diri atau bahkan berpelukan, banyak hal yang terjadi dalam tubuh Anda saat itu. Jutaan sel sperma telah memulai perjalanannya untuk menemukan sel telur dan ini bukanlah hal yang mudah. Tantangan pertama bisa jadi berasal dari lendir serviks yang terlihat seperti jaring yang tidak bisa ditembus oleh apapun di luar masa subur. Walaupun begitu, saat masa subur Anda, lendir serviks akan secara ajaib meregang untuk memberi jalan bagi sel sperma terkuat dalam perjalanannya menuju sel telur.

Sperma yang mampu bertahan hidup di dalam tubuh perempuan tetap menghadapi perjalanan panjang dari serviks menuju rahim untuk kemudian mengarah ke tuba fallopi – panjang total perjalanan sekitar 18 cm, dengan perkiraan pencapaian 2,5 cm setiap 15 menit. Sperma yang paling cepat berenang dapat menghabiskan waktu paling sedikit 45 menit dan yang paling banyak hingga 12 jam. Sperma akan bertahan hidup dalam tubuh perempuan sampai 7 hari apabila sperma tidak menemukan sel telur di dalam tuba fallopi. Hal ini dapat berarti bahwa jika Anda mengalami masa subur dalam rentang waktu tersebut, kehamilan masih dapat terjadi.

Tingkat kegagalan sperma sangat tinggi; hanya beberapa yang mampu menemukan sel telur. Sisanya tersesat atau hilang arah, berenang menuju saluran tuba fallopi yang salah, atau mati ketika perjalanan. Bagi beberapa sel yang mungkin beruntung bisa berada di sekitar sel telur, perjalanan mereka pun belum berhenti di sana. Sel-sel tersebut harus berlomba-lomba untuk menembus sel telur sebelum yang lainnya. Sel telur perlu proses pematangan dalam jangka waktu 24 jam setelah pelepasannya; ketika ada satu sel sperma yang mampu menembus sel telur, maka sel telur akan mencegah sperma lain untuk dapat menembusnya lagi. Mekanismenya semacam perisai yang melindungi dan mengamankan keberadaan sperma di dalam sel telur.

Selama proses pembuahan, materi genetik di dalam sperma dan sel telur bergabung untuk membentuk sel baru yang nantinya akan membelah diri. Rangkaian sel baru ini disebut blastosit. Blastosit akan lepas dari tuba fallopi dan menuju ke arah rahim. Perjalanan tersebut dapat memakan waktu kurang lebih sampai 3 hari.

Kehamilan tidak benar-benar terjadi sebelum blastosit menempelkan dirinya pada dinding rahim untuk kemudian berkembang menjadi embrio dan plasenta. Biasanya blastosit akan menempel dan berkembang di tempat lain selain rahim, biasanya pada tuba fallopi – hal ini disebut sebagai kehamilan ektopik dan dikategorikan sebagai darurat medis. Kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim tidak bisa berhasil dan harus segera ditangani untuk mencegah kerusakan tuba fallopi.

Butuh waktu sekitar beberapa minggu ketika Anda tidak mengalami menstruasi dan menduga adanya kehamilan. Apabila Anda tidak mengalami menstruasi atau memiliki tanda-tanda kehamilan, lakukan tes kehamilan di rumah untuk memastikan segala kemungkinannya. Apabila hasilnya positif, selamat bagi Anda yang akan menempuh perjalanan baru sebagai calon orang tua.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Ini Mitos yang Dipercaya Agar Cepat Hamil, Benarkah?

    Tidak semua jenis makanan bisa meningkatkan kesuburan wanita. Berikut ini makanan yang sering direkomendasikan agar cepat hamil, tapi ternyata hanya mitos.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Kesuburan, Kehamilan 26/08/2019 . Waktu baca 7 menit

    Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kehamilan Kriptik

    Segelintir orang mungkin tidak sadar dirinya hamil sampai usia kandungan semakin besar. Bisa jadi, Anda mengalami kehamilan kriptik. Apakah itu?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16/08/2019 . Waktu baca 6 menit

    Bukan Cuma Perut Besar, Ini 5 Ciri Anda Sedang Hamil Kembar

    Ukuran perut besar bukanlah satu-satunya ciri hamil anak kembar. Ada tanda lainnya yang menunjukkan bahwa Anda mengandung lebih dari satu janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 07/05/2019 . Waktu baca 4 menit

    Kenali Jenis Vitamin & Suplemen Kesuburan Ini Agar Cepat Hamil

    Tingkatkan kesuburan Anda dengan mengetahui dan mengonsumsi konsumsi vitamin kesuburan atau vitamin untuk program hamil. Cari tahu informasinya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Kesuburan, Kehamilan 06/08/2018 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    hormon-gnrh

    Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    pemeriksaan profil biofisik janin

    Profil Biofisik Selama Hamil, Tes untuk Menilai Kondisi Kesehatan Janin

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 27/01/2020 . Waktu baca 4 menit
    tes kesuburan wanita

    Mengenal Beragam Tes Kesuburan dan Pemeriksaan Organ Reproduksi Pada Wanita

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019 . Waktu baca 4 menit
    menunda kehamilan susah punya anak

    Benarkah Menunda Kehamilan Bisa Menyebabkan Susah Punya Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 14/10/2019 . Waktu baca 4 menit