Apakah Ibu yang Menyusui Bisa Hamil?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda baru saja melahirkan, dokter mungkin akan menanyakan mengenai rencana kehamilan Anda selanjutnya dan metode KB apa yang akan Anda gunakan. Secara umum, wanita yang baru melahirkan memang akan menjadi kurang subur ketika menyusui. Namun, bukan berarti mereka menjadi tidak subur. Jika Anda ingin menggunakan menyusui eksklusif sebagai metode KB, Anda mungkin ingin mengetahui informasi berikut.

Cara menyusui supaya bisa sekaligus jadi metode KB

Hormon yang membuat tubuh Anda mengeluarkan ASI dapat membantu menekan pelepasan hormon reproduksi Anda. Menggunakan ASI sebagai KB dikenal dengan metode amenore laktasi (MAL) atau lactational amenorrhea method (LAM). Terdapat tiga aturan agar MAL dapat efektif sebagai metode KB, yaitu:

  • Ibu harus menyusui secara eksklusif tanpa pemberian makanan tambahan lain. Menyusui harus dilakukan setidaknya setiap 3 jam pada siang hari dan setiap enam jam pada malam hari.
  • Bayi harus berusia kurang dari 6 bulan.
  • Siklus menstruasi Ibu harus belum kembali sama sekali sejak melahirkan.

Jika ketiga kondisi ini terpenuhi, maka sangat memungkinkan bagi wanita yang menyusui untuk tidak dapat hamil selama 6 bulan atau bahkan lebih.

BACA JUGA: 7 Alat Kontrasepsi yang Aman Selama Menyusui

Apakah menyusui merupakan metode KB yang efektif?

Kurang dari 1 dari 100 wanita yang menerapkan ASI eksklusif tanpa makanan tambahan lain dapat menjadi hamil. Sekitar 2 dari 100 wanita dapat menjadi hamil pada 6 bulan pertama jika mereka tidak menerapkan ASI eksklusif.

Jika Anda ingin menunda ovulasi dengan menyusui, maka lakukan hal-hal berikut:

  • Susui bayi Anda sesuai kebutuhannya. Jangan khawatir mengenai jadwal. Biasanya, menyusui bayi enam hingga delapan kali sehari sudah cukup untuk mencegah ovulasi.
  • Hindari melatih bayi Anda untuk tidur. Menyusui malam hari sangat penting untuk menekan fertilitas.
  • Jangan berikan botol atau dot pada bayi Anda.
  • Jangan berikan makanan padat sebelum usia bayi Anda mencapai 6 bulan.
  • Tetap lanjutkan ASI setelah Anda memperkenalkan makanan padat kepada bayi Anda.
  • Jika Anda ingin memperkenalkan makanan padat, berikan makanan tersebut sebagai tambahan terhadap ASI, bukan sebagai pengganti ASI.

Seberapa sering Anda menyusui merupakan hal yang paling penting dalam menggunakan ASI sebagai metode KB. Hormon prolaktin yang dikeluarkan saat menyusui akan membantu menekan ovulasi. Jika Anda sering menyusui, maka kadar prolaktin dalam tubuh Anda akan tetap tinggi. Namun, begitu hormon prolaktin ini menurun, maka hormon-hormon reproduksi akan meningkat. Hal ini akan menyebabkan Anda subur kembali.

BACA JUGA: Berapa Lama Harus Menunggu Hamil Anak Kedua?

Kalau masih menyusui tapi tetap hamil lagi, apa penyebabnya?

Frekuensi menyusui memang memegang peranan penting dalam menekan hormon reproduksi. Namun, respon tubuh Anda secara pribadi akan menentukan pula keberhasilan metode ini.

Beberapa wanita yang menyusui secara eksklusif mengaku mengalami menstruasi lebih awal, yaitu kira-kira beberapa bulan setelah melahirkan. Beberapa wanita lain memberikan ASI didampingi oleh susu formula, dan tetap tidak mengalami menstruasi selama satu tahun atau lebih. Kemungkinan-kemungkinan inilah yang menyebabkan menggunakan metode menyusui sebagai alat KB cukup berisiko.

Saat siklus menstruasi Anda kembali setelah melahirkan, biasanya tubuh tidak melepaskan ovum, yang berarti Anda mengalami anovulasi. Hal ini menyingkirkan kemungkinan terjadinya kehamilan. Namun, sebagian kecil wanita mengalami ovulasi sebelum menstruasi pertama mereka setelah melahirkan. Kemungkinannya akan meningkat semakin lama Anda tidak mengalami menstruasi sejak melahirkan.

Karena respon tubuh yang tidak dapat diprediksi, maka sangatlah penting bagi Anda untuk menggunakan metode KB lain selain menyusui. Apalagi, jika Anda tidak menyusui secara ekslusif, siklus menstruasi Anda sudah kembali, atau jika bayi Anda sudah berusia lebih dari 6 bulan.

BACA JUGA: Kebobolan Hamil Lagi? Apa yang Harus Dilakukan?

Pilihan KB lain yang bisa Anda coba

Jika Anda sedang menyusui dan belum siap untuk hamil kembali, KB non-hormonal merupakan pilihan yang paling aman. Metode KB ini tidak akan menyebabkan berkurangnya produksi dan kualitas ASI Anda. Beberapa pilihan KB non-hormonal antara lain:

  • kondom
  • diafragma
  • IUD

Jika Anda dan pasangan memutuskan untuk tidak mau memiliki anak lagi, maka kontrasepsi mantap seperti ligasi tuba (sterilisasi) dapat menjadi pilihan. Metode KB ini juga tidak akan memberi efek pada ASI Anda.

Kesimpulan

Jika Anda berencana untuk mencegah kehamilan dengan menyusui, maka perlu Anda ketahui bahwa kemungkinan untuk hamil tetap ada. Melalui pengetahuan ini, maka diharapkan Anda dapat memilih langkah yang paling baik bagi Anda dan keluarga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

    Jika jadwal suntik KB Anda bertepatan pada bulan puasa, mungkin Anda bertanya-tanya, apakah aman menjalani suntik KB saat puasa?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . Waktu baca 3 menit

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    tanda istri hamil

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit