Apa Bedanya USG 3D dan 4D? Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/03/2020
Bagikan sekarang

Saat hamil, tentu Anda penasaran dengan jenis kelamin bayi Anda, rupa bayi Anda, berat bayi, panjang bayi, dan sebagainya. Untuk itu, saat-saat yang paling ditunggu-tunggu saat periksa kehamilan adalah waktu ultrasonography (USG). Dari USG ini, Anda bisa mengetahui bagaimana kondisi bayi termasuk melihat apa yang sedang dilakukan bayi dalam kandungan. Metode USG pun sudah berkembang, tidak hanya dapat melihat bayi dalam dua dimensi, tetapi sudah bisa dilakukan dengan USG 3D (tiga dimensi) atau juga USG 4D (empat dimensi).

Apa bedanya USG 3D dan 4D?

USG 3D dan 4D tentu memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan USG 2D. Dengan teknologi yang makin canggih, keduanya dapat menunjang pemeriksaan bayi dalam kandungan yang lebih mendalam. Dengan melakukan USG 3D atau 4D, Anda bisa melihat bentuk mata, hidung, telinga, dan mulut bayi Anda lebih jelas, bukan hanya seperti gambar hitam putih dalam USG 2D.

Namun, hasil gambar USG 3D dan 4D memiliki perbedaan. USG 3D menyajikan gambar yang tidak bergerak (diam). Sementara, USG 4D dapat menyajikan gambar bergerak, seperti Anda sedang menonton film bayi Anda dalam kandungan. Anda bisa melihat apa saja yang dilakukan bayi dalam kandungan saat melakukan USG 4D, seperti bayi menguap, mengisap jempol, bergerak, dan segala perubahan lainnya.

Secara medis, USG 4D maupun 3D sama-sama dapat mengidentifikasi jika ada kelainan pada bayi Anda. Kedua jenis USG ini dapat menunjukkan sudut yang berbeda dalam melihat bayi, sehingga kelainan pada bayi bisa terlihat lebih jelas, jika dibandingkan dengan menggunakan USG 2D. Beberapa kondisi atau cacat pada bayi yang dapat terlihat melalui USG 3D maupun 4D adalah spina bifida, bibir sumbing, kaki bengkok, dan kelainan pada tengkorak bayi.

Apakah USG 3D dan 4D aman dilakukan?

Keduanya aman dilakukan seperti Anda melakukan USG 2D. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) pun telah menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa USG berbahaya bagi janin yang sedang berkembang. Namun, terlalu sering melakukan USG tidak disarankan, kecuali untuk alasan medis.

Lagipula, melakukan USG 3D dan 4D juga membutuhkan alat khusus dengan biaya lebih mahal dibandingkan dengan USG 2D. Sehingga, jika dilakukan dalam frekuensi sering mungkin dapat memberatkan Anda. Para ahli pun menyarankan agar USG 3D maupun 4D dilakukan saat ada kebutuhan medis (untuk memeriksa kelainan pada bayi). Dan ingat, hanya lakukan USG 3D, 4D, maupun 2D dengan para ahli yang sudah tersertifikasi.

Waktu terbaik untuk melakukan USG 4D maupun 3D adalah saat usia kehamilan antara 26-30 minggu. Sebelum usia kehamilan 26 minggu, bayi dalam kandungan masih sedikit memiliki lemak di bawah kulitnya, sehingga tulang di wajahnya mungkin akan terlihat (wajah bayi belum sepenuhnya dikembangkan). Sedangkan setelah usia kehamilan 30 minggu, kepala bayi mungkin akan berada di bawah panggul Anda, sehingga Anda mungkin akan kesulitan dalam melihat wajah bayi dan ini bisa menjadi percuma.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Omphalocele

Omphalocele atau omfalokel adalah kondisi cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Atresia Esofagus

Esophageal atresia atau atresia esofagus adalah salah satu cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020