Apa Bedanya USG 3D dan 4D? Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat hamil, tentu Anda penasaran dengan jenis kelamin bayi Anda, rupa bayi Anda, berat bayi, panjang bayi, dan sebagainya. Untuk itu, saat-saat yang paling ditunggu-tunggu saat periksa kehamilan adalah waktu ultrasonography (USG). Dari USG ini, Anda bisa mengetahui bagaimana kondisi bayi termasuk melihat apa yang sedang dilakukan bayi dalam kandungan. Metode USG pun sudah berkembang, tidak hanya dapat melihat bayi dalam dua dimensi, tetapi sudah bisa dilakukan dengan USG 3D (tiga dimensi) atau juga USG 4D (empat dimensi).

Apa bedanya USG 3D dan 4D?

USG 3D dan 4D tentu memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan USG 2D. Dengan teknologi yang makin canggih, keduanya dapat menunjang pemeriksaan bayi dalam kandungan yang lebih mendalam. Dengan melakukan USG 3D atau 4D, Anda bisa melihat bentuk mata, hidung, telinga, dan mulut bayi Anda lebih jelas, bukan hanya seperti gambar hitam putih dalam USG 2D.

Namun, hasil gambar USG 3D dan 4D memiliki perbedaan. USG 3D menyajikan gambar yang tidak bergerak (diam). Sementara, USG 4D dapat menyajikan gambar bergerak, seperti Anda sedang menonton film bayi Anda dalam kandungan. Anda bisa melihat apa saja yang dilakukan bayi dalam kandungan saat melakukan USG 4D, seperti bayi menguap, mengisap jempol, bergerak, dan segala perubahan lainnya.

Secara medis, USG 4D maupun 3D sama-sama dapat mengidentifikasi jika ada kelainan pada bayi Anda. Kedua jenis USG ini dapat menunjukkan sudut yang berbeda dalam melihat bayi, sehingga kelainan pada bayi bisa terlihat lebih jelas, jika dibandingkan dengan menggunakan USG 2D. Beberapa kondisi atau cacat pada bayi yang dapat terlihat melalui USG 3D maupun 4D adalah spina bifida, bibir sumbing, kaki bengkok, dan kelainan pada tengkorak bayi.

Apakah USG 3D dan 4D aman dilakukan?

Keduanya aman dilakukan seperti Anda melakukan USG 2D. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) pun telah menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa USG berbahaya bagi janin yang sedang berkembang. Namun, terlalu sering melakukan USG tidak disarankan, kecuali untuk alasan medis.

Lagipula, melakukan USG 3D dan 4D juga membutuhkan alat khusus dengan biaya lebih mahal dibandingkan dengan USG 2D. Sehingga, jika dilakukan dalam frekuensi sering mungkin dapat memberatkan Anda. Para ahli pun menyarankan agar USG 3D maupun 4D dilakukan saat ada kebutuhan medis (untuk memeriksa kelainan pada bayi). Dan ingat, hanya lakukan USG 3D, 4D, maupun 2D dengan para ahli yang sudah tersertifikasi.

Waktu terbaik untuk melakukan USG 4D maupun 3D adalah saat usia kehamilan antara 26-30 minggu. Sebelum usia kehamilan 26 minggu, bayi dalam kandungan masih sedikit memiliki lemak di bawah kulitnya, sehingga tulang di wajahnya mungkin akan terlihat (wajah bayi belum sepenuhnya dikembangkan). Sedangkan setelah usia kehamilan 30 minggu, kepala bayi mungkin akan berada di bawah panggul Anda, sehingga Anda mungkin akan kesulitan dalam melihat wajah bayi dan ini bisa menjadi percuma.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Program kehamilan normal tak bisa kami jalani sebagaimana pasangan lainnya. Kami terpaksa mengikuti program bayi tabung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Menanti Momongan 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Fungsi hormon FSH dan LH berperan penting pada sistem reproduksi pria dan wanita. Ketahui apa saja fungsi kedua hormon tersebut lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Detak jantung janin mulai berdegup di sekitar minggu keenam kehamilan, tapi kadang suaranya masih terlalu lemah untuk Anda bisa dengar. Kapan waktunya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ingin mencoba suplemen vitamin E supaya cepat hamil? Eits, simak dulu penjelasan lengkap dari berbagai penelitian soal manfaat vitamin E untuk kesuburan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara membaca hasil usg

Agar Lebih Akurat, Begini Cara Membaca Hasil USG Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
perkembangan jantung janin

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Jantung Janin di Tiap Trimester

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
pembukaan persalinan

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit