Ciri-Ciri Bayi dan Kelahiran Prematur yang Perlu Diketahui

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020
Bagikan sekarang

Setelah usia kehamilan menginjak usia 30 minggu, tak jarang ibu hamil kerap mengalami kontraksi rahim. Perlu diwaspadai, kontraksi rahim dini juga dapat menjadi ciri-ciri bahwa Anda akan melahirkan bayi prematur. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya untuk Anda.

Ciri-ciri bayi prematur

Persalinan prematur adalah kondisi di mana Anda harus melahirkan jauh sebelum waktunya. Dikutip dari Mayo Clinic, bayi bisa dibilang prematur jika terjadi proses kelahiran sebelum minggu ke-37 atau kurang dari tiga minggu sebelum tanggal persalinan Anda.

Dikarenakan bayi prematur bisa mengalami berbagai komplikasi nantinya, dokter biasanya mengusahakan berbagai hal untuk menunda kelahiran.

Penyebab bayi lahir secara prematur cukup beragam, untuk itu dokter mungkin akan melihat penyebabnya terlebih dahulu sebelum menutuskan tindakan.

Apabila Anda berisiko tinggi melahirkan secara prematur, Anda perlu mewaspadai tanda atau ciri-ciri yang muncul.

Dikutip dari Healthy Children, bayi prematur mempunyai ciri yang membedakannya dari bayi yang lahir cukup bulan.

Berikut beberapa ciri-ciri yang terlihat pada bayi yang terlahir prematur:

  • Berat badan kurang dari rata-rata normal, yaitu di angka 2.26 kg atau bisa kurang dari angka tersebut.
  • Kepala akan terlihat lebih besar dari tubuh lainnya karena beratnya tergolong rendah.
  • Kadar lemak dalam tubuhnya sedikit.
  • Kulit terlihat lebih tipis atau mungkin seperti transparan sehingga pembuluh darahnya terlihat.
  • Mempunyai rambut halus di area tubuh tertentu seperti bahu dan juga pundak. Dalam dunia medis disebut sebagai lanugo.
  • Kalau biasanya bayi terlihat bulat, ciri-ciri bayi prematur tampilannya lebih tajam. Lalu pada saat lahir tidak terdapat butiran putih yang fungsinya sebagai pelindung.
  • Bayi prematur akan merasa kedinginan di suhu normal karena tidak mempunyai lemak. Maka perlu langsung ditempatkan di dalam inkubator atau alat penghangat khusus.
  • Refleks mengisap dan menelan yang masih kurang sehingga menyebabkan bayi kesulitan untuk mendapatkan asupan ASI.
  • Kelopak mata yang masih terlihat menyatu karena lahir kurang bulan.
  • Tangisannya tidak sekencang bayi normal lainnya.
  • Kerap mengalami kesulitan bernapas karena sistem pernapasannya yang masih belum maksimal.

Apabila bayi lahir dua bulan lebih awal, ciri-ciri kelahiran bayi prematur tidak hanya kesulitan bernapas. Akan tetapi juga bisa menyebabkan masalah kesehatan serius lainnya.

Hal ini karena organ tubuh belum berfungsi sepenuhnya sehingga tidak mendapatkan cukup oksigen.

Bantuan pernapasan biasanya akan diberikan melalui tambahan oksigen atau peralatan khusus lainnya seperti ventilator.

Tanda dan gejala Anda akan melahirkan prematur

Selain mengetahui bagaimana ciri-ciri bayi yang terlahir prematur, Anda juga perlu mengetahui tanda melahirkan prematur.

Berikut adalah beberapa ciri atau tanda bahwa Anda mungkin akan mengalami melahirkan secara prematur.

  • Kontraksi (perut Anda terasa kencang seperti saat mengepalkan tinju) yang terjadi setiap 10 menit atau lebih sering (lebih dari empat kali dalam sejam); intensitas rasa sakitnya meningkat.
  • Cairan vagina yang tidak normal; kebocoran air ketuban, perdarahan vagina (atau hanya bercak), volume lebih banyak dari biasanya
  • Kram perut bawah seperti pra-menstruasi; perut terasa ber-gas, dengan atau tanpa diare
  • Sakit punggung bawah yang terasa seperti nyeri tumpul yang datang-dan-pergi, tapi tak kunjung reda dengan cara apapun.
  • Tekanan panggul, sensasi seperti bayi Anda menekan vagina, merosot turun ke bawah
  • Gejala flu klasik,seperti mual, muntah, diare. Sebaiknya hubungi dokter Anda bahkan jika gejala flu Anda ringan. Jika Anda tidak bisa mentolerir cairan selama lebih dari 8 jam, Anda harus mengunjungi dokter Anda

Gejala-gejala ini dapat membingungkan karena beberapa dari tanda ini, seperti tekanan panggul atau nyeri punggung bawah, merupakan keluhan umum selama kehamilan.

Selain itu, kontraksi dini bisa jadi hanya kontraksi Braxton Hicks atau kontraksi palsu. Namun, lebih baik mencegah daripada menyesal. Hubungi dokter segera jika Anda mengalami sesuatu yang tidak biasa selama kehamilan agar kelahiran prematur bisa dicegah.

Hal ini diperlukan untuk mengetahui apa saja gejala awal yang dirasakan oleh tubuh Anda dan tidak mengabaikan hal tersebut untuk mencegah risiko yang bisa terjadi.

Apa yang meningkatkan risiko ibu untuk mengalami kelahiran prematur?

Banyak hal yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kelahiran prematur. Beberapa dari faktor risiko ini adalah:

  • Tetap merokok selama masa kehamilan.
  • Kelebihan berat badan saat hamil atau berat badan Anda justru kurang dari yang dianjurkan.
  • Tidak mendapatkan perawatan prenatal yang memadai.
  • Minum alkohol selama kehamilan atau menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Kondisi kesehatan bawaan ibu hamil, misalnya hipertensi, preeklampsia, diabetes, gangguan pembekuan darah, atau infeksi.
  • Mengandung bayi yang terdiagnosis cacat lahir tertentu sedari awal kehamilan.
  • Ketuban pecah dini di usia kehamilan kurang dari 37 minggu.
  • Hamil dengan program bayi tabung.
  • Hamil kembar atau kelipatan lainnya.
  • Riwayat keluarga atau personal dari persalinan prematur.
  • Jarak hamil terlalu dekat setelah melahirkan sebelumnya.

Dalam beberapa kasus, mungkin akan sulit bagi dokter untuk memastikan apakah seorang wanita benar-benar akan melahirkan atau tidak.

Jika cukup berisiko tinggi memiliki persalinan prematur, dokter mungkin akan memberitahu Anda untuk pergi ke rumah sakit (jika Anda belum berada di sama). Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam memantau kondisi Anda dan janin.

Jika dokter menentukan bahwa Anda memiliki ciri-ciri mengalami kelahiran prematur, ia beserta tim mungkin akan mencoba untuk menghentikan prosesnya. Terkecuali jika ada beberapa alasan medis di mana persalinan prematur tidak dianjurkan untuk ditunda.

Misalnya, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi yang tak terkontrol atau perdarahan rahim akibat masalah plasenta, dan masalah lain yang membahayakan janin.

Baik kelahiran maupun bayi prematur memiliki ciri-ciri tersendiri. Anda harus peka terhadap dua kondisi ini untuk bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 26/03/2020

Begini Efek Coronavirus (COVID-19) Terhadap Ibu Hamil

Infeksi virus tertentu memang cukup berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil. Lantas, bagaimana dengan efek coronavirus pada ibu hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 24/01/2020

Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhan Optimal

Bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari bayi yang lahir secara normal. Sebaiknya Anda mengikuti cara menyusui bayi prematur ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Parenting, Menyusui 06/01/2020

Hati-Hati, Banjir Bisa Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan Ibu Hamil

Untuk ibu hamil, banjir memiliki dampak yang tak bisa disepelekan. Agar tak sampai membahayakan janin, yuk ketahui dampak apa saja yang bisa muncul.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

komplikasi bayi prematur

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020
birth ball untuk ibu hamil

Panduan Memilih dan Menggunakan Birth Ball untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
pemeriksaan kehamilan pandemi covid-19

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
PUPPP

Muncul Ruam dan Gatal Sebelum Melahirkan? Itu Adalah PUPPP

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020