Penyebab Sakit Kepala Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sakit kepala saat hamil tidak jarang menjadi keluhan para ibu hamil. Tentu saja, rasa sakit ini membuat para ibu hamil merasa tak nyaman. Tapi, apa sih sebenarnya penyebab dari sakit kepala saat hamil? Simak penjelasannya berikut ini, termasuk cara mengatasinya.

Sakit kepala saat hamil, apa penyebabnya?

obat sakit kepala untuk ibu hamil

Pada dasarnya, sakit kepala saat hamil adalah hal yang wajar. Pasalnya, berdasarkan sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Obstretics and Gynecology, 36% wanita merasakan sakit kepala saat hamil.

Yang membedakan adalah waktu munculnya sakit kepala tersebut. Maksudnya, sakit kepala saat hamil yang dialami saat trimester pertama, kedua, dan ketiga bisa saja memiliki penyebab yang berbeda.

Bahkan, sakit kepala hamil bisa saja menjadi pertanda dari kondisi kesehatan lain yang dialami oleh ibu hamil. Misalnya, sakit kepala yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi dalam kehamilan hingga gejala preeklampsia.  

Maka dari itu, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi ke dokter jika sakit kepala melanda. Tindakan ini akan memudahkan Anda untuk menemukan penyebab utama dari rasa sakit tersebut.

Penyebab umum sakit kepala saat hamil trimester pertama

Umumnya, jenis sakit kepala saat hamil yang paling sering muncul pada trimester pertama adalah tension headache atau sakit kepala tegang. Hal ini sangat mungkin terjadi di awal masa kehamilan karena terjadi banyak perubahan pada tubuh Anda.

Sakit kepala tegang yang dialami wanita saat hamil biasanya disebabkan oleh terjadinya perubahan hormon, jumlah volume darah yang bertambah banyak, dan perubahan berat badan.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda akan mengalami jenis sakit kepala lain. Misalnya, sakit kepala migrain yang mungkin muncul di sisi sebelah kanan atau kiri kepala ibu hamil. Umumnya, migrain yang terjadi saat hamil dialami oleh wanita yang telah mengalaminya sebelum hamil.

Rasa sakit yang disebabkan migrain akan meningkat hingga terasa lebih sakit di awal masa kehamilan, namun rasa sakit itu perlahan mungkin akan berkurang saat hormon estrogen di dalam tubuh lebih stabil. Akan tetapi, migrain yang dialami oleh ibu hamil bisa berbeda-beda, sehingga kondisinya pun tidak selalu sama.

Ada juga sakit kepala yang disebabkan oleh sinusitis. Masalahnya, saat hamil, masalah pernapasan seperti hidung tersumbat dan hidung berair sering kali menjadi masalah yang umum terjadi, khususnya di trimester awal.

Tidak hanya itu, sakit kepala saat hamil juga mungkin terjadi pada ibu hamil yang sebelumnya sering mengonsumsi kopi. Ketika ibu hamil yang terbiasa minum kopi tiba-tiba mengurangi asupan kafein, maka kondisi ini berpotensi meningkatkan terjadinya sakit kepala akibat berhenti mengonsumsi kopi secara tiba-tiba.

Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang juga bisa menyebabkan sakit kepala saat hamil di trimester pertama seperti:

  • dehidrasi
  • mual dan muntah
  • stres
  • kurang tidur
  • nutrisi buruk
  • kadar gula darah rendah
  • kurang melakukan aktivitas fisik yang dapat menyehatkan tubuh
  • sensitif terhadap cahaya
  • terjadi perubahan pada pandangan mata

Jika Anda tidak yakin terhadap jenis sakit kepala yang Anda rasakan, Anda bisa menanyakan kepada dokter agar Anda bisa melakukan tindakan selanjutnya.

Penyebab umum sakit kepala saat hamil trimester kedua dan ketiga

sering meludah saat hamil

Berbeda dengan sakit kepala saat hamil trimester pertama kehamilan, sakit kepala yang terjadi saat trimester kedua dan ketiga bisa jadi komplikasi dari kondisi kesehatan lain yang Anda alami. Misalnya tekanan darah tinggi.

Sebenarnya, sakit kepala saat hamil trimester kedua dan ketiga, tekanan darah tinggi adalah hal yang mungkin terjadi. Namun, kondisi ini juga bisa menyebabkan komplikasi baik pada ibu hamil dan janin.

Salah satu kondisi yang mungkin terjadi pada ibu hamil akibat hipertensi maupun preeklampsia adalah sakit kepala. Kondisi ini termasuk sering terjadi, khususnya pada usia kehamilan yang sudah menginjak lebih dari 20 minggu.

Tetapi, sakit kepala saat hamil di trimester kedua dan ketiga juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti:

  • kelebihan berat badan
  • kebiasaan melakukan postur tubuh yang buruk
  • kurang tidur
  • makanan yang dikonsumsi
  • otot menegang
  • diabetes

Gejala sakit kepala saat hamil

Berikut adalah gejala sakit kepala saat hamil yang mungkin Anda rasakan. Gejala-gejala ini memudahkan Anda mengidentifikasi jenis sakit kepala yang menyerang Anda.

Sakit kepala tegang biasanya menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • sakit yang berkepanjangan dan tak kunjung hilang
  • kepala terasa berdenyut-denyut
  • terasa di salah satu atau kedua sisi kepala
  • rasa sakit yang menusuk di bagian belakang mata

Sementara, migrain akan menimbulkan rasa seperti:

  • mual
  • rasa ingin muntah
  • adanya garis cahaya yang tertangkap oleh kedua mata Anda
  • muncul titik-titik cahaya pada saat Anda melihat suatu objek

Jika Anda tidak yakin dengan rasa sakit yang Anda alami, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, Anda akan terbantu mencari tahu jenis sakit kepala yang menyerang Anda.

Cara mengatasi sakit kepala saat hamil

Meski kemungkinan sakit kepala saat hamil tergolong umum terjadi, namun bukan berarti kondisi ini tidak biasa diatasi. Setidaknya intensitas dan frekuensi sakit kepala saat hamil yang Anda alami bisa berkurang. Berikut adalah beberapa cara yang mungkin ampuh mengatasi sakit kepala yang Anda alami saat hamil.

1. Mengonsumsi obat-obatan yang bisa dibeli secara bebas di apotek

Salah satu cara yang bisa Anda tempuh untuk mengatasi sakit kepala adalah menggunakan obat-obatan kimia. Obat yang masih tergolong aman untuk dikonsumsi saat hamil adalah acetaminophen. Obat ini bisa Anda beli di apotek tanpa harus menyertakan resep dari dokter.

Sementara, obat-obatan lain seperti ibuprofen dan aspirin tidak disarankan penggunaannya pada ibu hamil. Pasalnya, jika memaksakan untuk menggunakan obat ini, ibu hamil dan janin mungkin mengalami efek samping yang tidak diinginkan.

2. Berolahraga

ibu hamil berhenti berolahraga

Kurangnya melakukan aktivitas fisik juga bisa menjadi pemicu sakit kepala saat hamil. Maka dari itu, cobalah untuk tetap aktif bergerak, selama Anda masih kuat melakukannya. Tidak ada salahnya juga melakukan olahraga yang masih tergolong ringan dan cocok untuk ibu hamil.

Olahraga yang bisa menjadi pilihan adalah berjalan kaki, berenang, hingga yoga khusus ibu hamil. Membiasakan diri untuk aktif bergerak juga dapat membantu melancarkan proses persalinan Anda nanti. Namun, Anda tetap harus memperhatikan kondisi tubuh Anda dan tidak memaksakan jika memang tidak sanggup berolahraga.

3. Lakukan perawatan rumahan

Untuk mengatasi sakit kepala tegang, Anda bisa menggunakan kompres air dingin untuk meredakan sakitnya. Misalnya, letakkan kompres pada bagian belakang leher Anda. Selain itu, Anda juga bisa mengatasinya dengan cara mandi atau menggunakan kompres air hangat.

Sakit kepala saat hamil sebaiknya diatasi dengan hati-hati untuk mencegah risiko efek samping terhadap ibu hamil dan janin dalam kandungan. Sakit kepala yang menyebabkan rasa tidak nyaman atau sangat mengganggu, sebaiknya segera dikonsultasikan atau diperiksa ke dokter.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 25, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 7, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca