home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

USG 3D, Ketahui Manfaat dan Prosedur Pemeriksaan pada Ibu Hamil

Apa itu prosedur USG 3D?|Kapan waktu yang tepat melakukan USG 3D?|Bagaimana prosedur USG 3D?|Manfaat USG 3D|Apakah ada risiko saat melakukan USG 3D?
USG 3D, Ketahui Manfaat dan Prosedur Pemeriksaan pada Ibu Hamil

Pemeriksaan kehamilan sangat penting untuk mengetahui kondisi dan perkembangan janin. Salah satu cara untuk melihat kondisi janin adalah dengan pemeriksaan USG 3D atau 3 dimensi. Bagaimana prosedur USG 3 dimensi dan apa saja manfaatnya? Berikut penjelasan lengkap seputar prosedur USG 3 dimensi di masa kehamilan.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Apa itu prosedur USG 3D?

Mengutip dari Radiopaedia, USG 3D adalah teknik mengubah gambar ultrasonografi 2 dimensi yang masih abu-abu dan kurang jelas, menjadi lebih bervolume dan detail.

Lewat USG 3 dimensi, calon orangtua akan bisa melihat melihat bentuk wajah, tubuh, kaki, sampai mendeteksi kondisi cacat lahir, seperti bibir sumbing.

Hasil gambar USG 3 dimensi seperti melihat foto, sehingga lebih jelas daripada 2 dimensi.

Pemeriksaan ultrasonografi 3 dimensi juga bisa mendeteksi degup jantung janin sampai melihat kondisi janin terlilit tali pusar atau tidak secara lebih jelas.

Soal keamanan, tidak perlu khawatir. Dikutip dari UT Southwestern Medical Center, pemeriksaan USG aman karena menggunakan daya ultrasound yang rendah.

Rendahnya daya gelombang ultrasonik pada USG tidak akan mengganggu perkembangan janin.

Kapan waktu yang tepat melakukan USG 3D?

Pada dasarnya, pemeriksaan USG sudah bisa dilakukan saat awal kehamilan di trimester pertama untuk melihat perkembangan janin.

Melakukan USG 3 dimensi saat trimester pertama akan memudahkan dokter menjelaskan anatomi tubuh janin pada calon orangtua. Pasalnya, gambar USG 3D lebih jelas daripada USG 2 dimensi.

Akan tetapi, dokter biasanya menyarankan USG 3 dimensi saat masuk trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Melansir dari situs resmi American College Obstetrician and Gynecologists (ACOG), saat trimester pertama, janin masih terlalu kecil sehingga sulit untuk melihat organnya secara detail.

Saat kehamilan masuk usia 14-37 minggu, akan terlihat perkembangan tubuh janin. Mulai dari struktur rangka tulang, usia kehamilan, detak jantung, sampai kemungkinan kelainan janin.

Bagaimana prosedur USG 3D?

Sebenarnya, tidak ada persiapan khusus saat Anda melakukan USG 3 dimensi. Biasanya, dokter atau bidan melakukan prosedur USG 3D seperti berikut ini.

Persiapan sebelum melakukan USG 3D

Agar lebih nyaman dan memudahkan saat melakukan USG 3D, ada baiknya ibu hamil menggunakan pakaian longgar.

Saat sampai di rumah sakit atau klinik, petugas kesehatan akan mengukur tekanan darah dan berat badan ibu hamil.

Pengukuran ini sebagai data untuk dokter atau bidan mengenai kemungkinan masalah kesehatan, seperti hipertensi kehamilan atau obesitas saat hamil.

Tekanan darah tinggi dan berat badan lebih saat hamil sangat berbahaya karena bisa memicu komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia.

Saat pemeriksaan USG 3 dimensi

Ketika bertemu dengan dokter, ia akan menanyakan kondisi kesehatan dan keluhan ibu hamil.

Biasanya di trimester kedua dan ketiga, ibu hamil mengeluhkan kaki bengkak, keputihan, sampai posisi tidur yang tidak nyaman.

Setelah konsultasi, dokter akan meminta ibu hamil untuk berbaring dan memperlihatkan perut kemudian mengoleskan gel bening khusus pada perut.

Gel ini berfungsi agar perut tidak nyeri saat sedang pemeriksaan menggunakan alat bernama transducer.

Nantinya, alat ini akan bergerak maju, mundur, kanan, dan kiri untuk melihat setiap sudut janin.

Setelah selesai, dokter akan membersihkan sisa gel yang menempel pada perut dengan menggunakan tisu.

Manfaat USG 3D

USG 3 dimensi memiliki gambar yang lebih jelas sehingga memudahkan dokter untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Mengutip dari Radiopaedia, ini manfaat melakukan USG 3 dimensi selama kehamilan.

  • Melihat bentuk rahim apakah ada kelainan atau tidak.
  • Memeriksa lokasi alat kontrasepsi spiral (IUD).
  • Mendeteksi fibroid rahim.
  • Melihat kerangka janin lebih jelas.
  • Mendeteksi cacat lahir (bibir sumbing, tumor, cacat tabung saraf).
  • Memeriksa volume air ketuban, apakah kekurangan, terlalu banyak, atau cukup.

Sama dengan USG 4D, USG 3D juga memiliki teknik Spatio Temporal Image Correlation (STIC).

Teknik tersebut memungkinkan dokter untuk menunjukkan anatomi jantung janin lebih detail.

Apakah ada risiko saat melakukan USG 3D?

Mengutip dari American College Obstetrician and Gynecologists (ACOG), belum ada bukti yang menunjukkan USG 3D berbahaya untuk perkembangan janin.

Selain itu, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara USG dan cacat lahir pada bayi, kanker anak, atau masalah perkembangan setelah janin lahir.

Meski begitu, penggunaan USG 3D hanya boleh untuk kebutuhan medis, seperti kehamilan atau masalah kesehatan.

Tidak hanya itu, orang yang boleh melakukan USG hanya tenaga kesehatan terlatih agar penggunaannya tepat sasaran dan mengurangi risiko salah diagnosis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Iommi, D., Hummel, J., & Figl, M. (2020). Evaluation of 3D ultrasound for image guidance. PLOS ONE, 15(3), e0229441. doi: 10.1371/journal.pone.0229441

s.r.o., R. (2021). 3D-4D ultrasound. Retrieved 23 February 2021, from https://www.femicare.org/en/3d-4d-ultrasound

Morgan, M. (2021). 3D ultrasound | Radiology Reference Article | Radiopaedia.org. Retrieved 23 February 2021, from https://radiopaedia.org/articles/3d-ultrasound

Why to avoid ‘keepsake’ 3-D and 4-D ultrasounds | Your Pregnancy Matters | UT Southwestern Medical Center. (2021). Retrieved 23 February 2021, from https://utswmed.org/medblog/3d-4d-ultrasound/

Ultrasound Exams. (2021). Retrieved 23 February 2021, from https://www.acog.org/womens-health/faqs/ultrasound-exams

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x