Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Udang untuk Ibu Hamil, Boleh atau Tidak Dikonsumsi?

Udang untuk Ibu Hamil, Boleh atau Tidak Dikonsumsi?

Sebagian ibu hamil menghindari makan seafood atau makanan laut karena khawatir dengan kandungan merkurinya. Apakah udang termasuk makanan dilarang untuk ibu hamil? Ini penjelasan seputar kandungan udang dan efeknya bagi ibu hamil.

Bolehkah udang untuk ibu hamil?

Melansir penjelasan American Pregnancy Association (APA), udang aman untuk dikonsumsi ibu hamil karena kandungan merkuri yang rendah.

Udang juga rendah lemak dan tinggi protein sehingga menjadi makanan yang baik untuk ibu hamil konsumsi.

Tidak hanya itu, makanan laut ini juga tinggi kandungan minyak omega 3 yang baik untuk perkembangan otak janin dan mengurangi risiko melahirkan prematur.

Bahkan, udang aman untuk ibu menyusui karena kadar merkuri yang sangat kecil, tidak berpengaruh pada kualitas ASI.

Tetap perhatikan jumlah udang dalam satu kali makan

khasiat udang

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Meski udang rendah merkuri, tetap perlu ibu perhatikan porsi dan jumlahnya.

Pasalnya, terlalu banyak makan udang juga bisa meningkatkan kandungan merkuri dalam tubuh ibu.

Masih dari penjelasan APA, para ahli menyarankan ibu hamil makan 8-12 ons ikan setiap minggu.

Kalau ibu hitung per porsi, setidaknya dua sampai tiga kali makan ikan dalam satu minggu.

Meski udang termasuk makanan yang bisa ibu hamil makan, tetap perhatikan cara mengolahnya.

Pastikan udang dalam dimasak sampai matang dan hindari makanan mentah, seperti sushi atau sashimi.

Kalau tidak sengaja makan udang mentah, perhatikan kondisi tubuh.

Apabila mengalami demam di atas 38°C, mual muntah, dan diare, segera konsultasikan ke dokter.

Cara mengolah udang untuk ibu hamil

Setelah mengetahui manfaat dari udang, ibu perlu perhatikan cara mengolahnya.

Mengingat ibu tidak boleh makan makanan mentah, pastikan udang dalam keadaan matang sempurna.

Berikut panduan cara mengolah udang yang tepat sehingga tidak memengaruhi kesehatan ibu dan janin.

  • Pilih udang yang segar dengan aroma amis, tidak berlendir, dan warnanya tidak oranye tua.
  • Pastikan membeli udang yang kondisinya masih utuh, dari kepala sampai ekornya.
  • Cuci udang sampai bersih dengan air mengalir. Ibu juga bisa memakai cuka atau soda kue untuk mengurangi rasa amis.
  • Kupas kulit udang dan pisahkan bagian kepalanya.
  • Bersihkan bagian kotor yang kehitaman pada tubuh udang.
  • Setelah bersih, rebus atau tumis udang sampai matang dengan sempurna.

Untuk menyimpan udang, ibu bisa menaruhnya ke dalam wadah bertutup dan simpan di kulkas.

Pastikan juga menerapkan pola makan sehat yang memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil.

Segera konsultasikan pada dokter jika ibu mengalami gejala tertentu, terutama yang menunjukkan reaksi alergi seafood, seperti gatal, ruam, dan bengkak di kulit.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can I Eat Shrimp Cocktails While Pregnant? Is it Safe or Not? – Eat Better Move More. (2021). Retrieved 30 June 2021, from https://eatbettermovemore.org/can-i-eat-shrimp-cocktail-while-pregnant/

Eating Shrimp During Pregnancy – Is it Safe?. (2018). Retrieved 30 June 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/is-it-safe/eating-shrimp-pregnancy-9950/

Do you know which foods to avoid when you’re pregnant?. (2021). Retrieved 30 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-nutrition/art-20043844

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita