Skin Care Saat Hamil: Ini yang Aman dan Dilarang!

    Skin Care Saat Hamil: Ini yang Aman dan Dilarang!

    Sebagian besar wanita berhati-hati dalam memilih makanan, minuman, hingga skincare atau perawatan kulit pada masa kehamilan. Ibu perlu lebih memperhatikan kandungan skincare karena bisa memengaruhi janin dalam kandungan. Berikut adalah pilihan skin care saat hamil dari yang aman hingga dilarang.

    Skin care yang aman saat hamil

    skin care saat hamil

    Mengutip dari American Pregnancy Association, kehamilan dapat mengakibatkan sejumlah perubahan pada kulit Anda karena hormon serta aliran darah.

    Walaupun tidak semua ibu hamil mengalaminya, tidak ada salahnya bagi Anda untuk tetap menjaga kesehatan kulit. Berikut adalah beberapa skin care yang aman saat hamil, di antaranya adalah:

    1. Sunscreen

    Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari paparan sinar UV. Tak cukup menggunakan topi atau payung, salah satu skin care saat hamil yang aman adalah produk sunscreen.

    Apalagi, kondisi kulit saat hamil umumnya lebih sensitif sehingga ibu perlu melindungi kulit dengan menggunakan sunscreen.

    Anda bisa menggunakan produk non chemical sunscreen karena akan memberikan pelindung sinar UV pada lapisan luar kulit dan tidak menyerap sampai ke dalam.

    Sebagai contoh, ibu bisa memilih produk yang mempunyai kandungan aman seperti titanium dioxide dan zinc oxide. Lalu, cukup pilih sunscreen losion daripada semprotan karena lebih berbahaya.

    2. Glycolic acid

    Tak jarang, ibu perlu menggunakan produk skin care yang bermanfaat untuk meredakan jerawat serta mengatasi hiperpigmentasi saat hamil.

    Salah satu kandungan dalam produk perawatan kulit yang bisa Anda gunakan adalah glycolic acid karena dapat membantu mengurangi garis halus, mencerahkan, serta mengatasi hiperpigmentasi.

    Selain itu, glycolic acid dan azelaic acid dalam kadar yang rendah juga bisa membantu meredakan jerawat akibat ketidakseimbangan hormon selama masa kehamilan.

    3. Obat jerawat

    Perawatan jerawat topikal adalah obat yang langsung dioleskan pada kulit. Sebagian besar produknya dapat terjual secara bebas atau dengan resep dokter.

    Obat jerawat sebagai salah satu skin care saat hamil yang aman adalah benzoil peroksida, asam salisilat, serta asam glikolat (glycolic acid).

    4. Pelembap

    Jangan lupakan untuk tetap menjaga kelembapan kulit saat hamil karena sebagian ibu mengalami kondisi kulit dehidrasi serta lebih kering dari biasanya.

    Bukan hanya karena perubahan hormon, kondisi kulit kering juga bisa terjadi karena bayi dalam kandungan juga mengonsumsi cairan yang masuk ke dalam tubuh.

    Selain minum banyak air, Anda bisa menggunakan produk skin care seperti pelembap saat hamil.

    Pilih produk pelembap yang mempunyai kandungan hyaluronic acid, minyak kelapa, peptide, serta rekomendasi dari dokter.

    5. Eksfoliasi

    Walaupun tak boleh sembarangan dan harus berkonsultasi dahulu dengan dokter, ibu juga bisa menggunakan produk skin care seperti eksfoliasi saat hamil.

    Eksfoliastor yang bisa Anda gunakan adalah produk perawatan kulit dengan kandungan BHA (salicylic acid) serta AHA (lactic acid) dengan kadar rendah.

    Skin care yang dilarang saat hamil

    skin care saat hamil

    Tak hanya skin care yang aman, ibu juga perlu berhati-hati karena ada pula produk atau kandungan yang dilarang saat hamil, di antaranya adalah:

    1. Retinoid

    Retinoid adalah salah satu jenis atau turunan vitamin A yang bermanfaat untuk mempercepat regenerasi sel kulit mati sekaligus memperlambat kerusakan kolagen.

    Lalu, manfaat lainnya dari retinol ini juga berfungsi untuk mengatasi jerawat serta mengurangi garis halus.

    Sayangnya, skin care mengandung retinol tidak boleh ibu gunakan saat hamil karena dapat memicu komplikasi kehamilan seperti cacat lahir yang serius pada bayi.

    2. Asam salisilat dosis tinggi

    Meskipun asam salisilat (salicylic acid) aman digunakan ibu hamil, sebaiknya Anda menghindari produk yang mempunyai kadar cukup tinggi atau lebih dari 2%.

    Termasuk ketika Anda mengonsumsi asam salisilat secara langsung karena dapat memicu komplikasi seperti cacat lahir serta keguguran.

    Sebagian ibu hamil yang mempunyai alergi terhadap kandungan tersebut juga dapat mengalami iritasi kulit, bengkak, serta gatal-gatal.

    3. Hidrokuinon

    Kandungan hidrokuinon mempunyai manfaat untuk mencerahkan serta mengurangi hiperpigmentasi. Akan tetapi, sebaginya ibu menghindari produk skin care dengan kandungan ini saat hamil.

    Hal ini karena tubuh dapat menyerap hidrokuinon dalam jumlah yang cukup tinggi sehingga sebaiknya membatasi paparan selaman kehamilan.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Skin Changes During Pregnancy – American Pregnancy Association. (2018). Retrieved 6 July 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/skin-changes-during-pregnancy-1010/

    Pina Bozzo, A. (2011). Safety of skin care products during pregnancy. Canadian Family Physician, 57(6), 665. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3114665/

    Screening Your Sunscreen During Pregnancy – MotherToBaby. (2020). Retrieved 6 July 2021, from https://mothertobaby.org/baby-blog/screening-your-sunscreen-during-pregnancy/

    Topical Acne Treatments – MotherToBaby. (2020). Retrieved 6 July 2021, from https://mothertobaby.org/fact-sheets/topical-acne-treatments-pregnancy/

    Isotretinoin and other retinoids during pregnancy. (2021). Retrieved 6 July 2021, from https://www.marchofdimes.org/pregnancy/isotretinoin-and-other-retinoids-during-pregnancy.aspx

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui Sep 20
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita