backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Sering Mual Saat Hamil Muda? Ini 3 Posisi Tidur untuk Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 29/09/2023

Sering Mual Saat Hamil Muda? Ini 3 Posisi Tidur untuk Mengatasinya

Kebanyakan wanita mengeluhkan mual atau rasa ingin muntah selama awal kehamilan. Hal ini bahkan terasa makin parah saat Anda berbaring dan bersiap untuk istirahat. Berikut adalah beberapa posisi tidur untuk mengurangi mual saat hamil muda yang bisa Anda coba.

Posisi tidur untuk mengurangi mual saat hamil

posisi tidur untuk mengatasi mual saat hamil

Mual adalah salah satu keluhan umum saat hamil. Bahkan, sampai 70% ibu hamil pernah mengalami mual yang mengganggu selama awal kehamilan.

Biasanya, penyebab mual saat hamil adalah peningkatan produksi hormon, termasuk estrogen, progesteron, dan human chorionic gonadotropin (hCG).

Salah satu cara meredakan mual ketika hamil yaitu dengan mengatur posisi tidur yang nyaman.

Berikut adalah beberapa posisi tidur yang bisa Anda coba untuk mengurangi mual saat hamil muda atau selama trimester pertama.

1. Tidur dengan tubuh miring ke kiri

Tidur miring ke kiri merupakan posisi tidur terbaik untuk mengurangi mual yang dialami ibu hamil pada tiap trimester, khususnya saat trimester pertama kehamilan.

Berbaring menyamping ke sisi kiri tubuh dapat mengurangi tekanan pada vena kava inferior, yakni pembuluh vena terbesar yang membawa darah kembali ke jantung Anda.

Selain mengurangi mual, tidur miring ke kiri ketika hamil membantu meningkatkan aliran darah ke rahim dan plasenta yang akan mendukung perkembangan janin.

2. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi

akibat tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang

Sekitar 1 dari 4 ibu hamil muda mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD). Naiknya asam lambung ke kerongkongan ini bisa menyebabkan rasa mual saat tidur.

Jika tidur dalam posisi berbaring lurus memperburuk mual yang Anda alami akibat GERD, cobalah untuk tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari tubuh Anda.

Untuk melakukan ini, topang bagian atas tubuh Anda dengan beberapa bantal tambahan. Lakukan hal ini setidaknya sampai tubuh terangkat membentuk sudut 30–45 derajat.

Posisi tidur ini membantu mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan. Hasilnya, gejala GERD, seperti rasa mual dan sensasi panas pada ulu hati (heartburn), bisa berkurang.

3. Tidur dengan bantal kehamilan

Penggunaan bantal kehamilan atau maternity pillow dapat membantu Anda mempertahankan posisi tidur yang pas untuk mengurangi mual saat hamil muda.

Coba letakkan bantal hamil dengan tipe total body dan full length di antara kedua lutut saat Anda berbaring miring. Untuk menopang punggung, Anda bisa memakai bantal tipe wedge.

Manfaat utama dari bantal khusus ini adalah membantu menopang serta mengurangi tekanan berlebih pada perut. Hal ini pada akhirnya bisa meredakan mual secara perlahan.

Tips mencegah mual saat tidur pada ibu hamil

Selain mengetahui posisi tidur untuk mengurangi mual saat hamil, penting juga bagi Anda untuk melakukan langkah-langkah untuk mencegah keluhan kehamilan yang satu ini.

Secara umum, cara mencegah mual saat hamil adalah dengan perbaikan gaya hidup dan pengaturan pola makan seperti di bawah ini.

  • Makan dalam porsi kecil beberapa kali sehari daripada tiga kali makan dalam porsi yang besar. Hindari juga mengonsumsi makanan mendekati waktu tidur.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang bisa menyebabkan refluks asam lambung, seperti gorengan, makanan berlemak, dan makanan pedas.
  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh, baik itu dari air putih, jus buah, teh, atau air kelapa.
  • Sempatkan diri untuk tidur siang untuk mengembalikan energi dan mencegah mual.
  • Gunakan aromaterapi, seperti minyak lavender dan peppermint, yang dapat membantu mengurangi dan menghilangkan mual saat hamil.
  • Mengonsumsi permen, air rebusan, atau suplemen jahe sebagai obat alami untuk mual.
  • Menurut American Pregnancy Association, gejala mual saat hamil umumnya mereda pada usia kehamilan 13–14 minggu atau saat memasuki trimester kedua.

    Apabila gejala tidak kunjung membaik atau bertambah parah, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

    Dokter kandungan akan membantu Anda mencari tahu penyebabnya. Lantas, dokter dapat meresepkan obat antimual yang aman untuk meredakan gejala ini selama kehamilan.

    Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar keluhan mual selama kehamilan, ada baiknya bicarakan langsung dengan dokter untuk mendapatkan informasi terbaik.

    Kesimpulan

    • Sekitar 70% wanita mengalami mual selama masa kehamilan.
    • Keluhan ini umumnya disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen, progesteron, dan human chorionic gonadotropin (hCG) selama kehamilan.
    • Beberapa posisi tidur untuk mengurangi mual saat hamil muda yaitu tidur miring ke kiri, berbaring dengan kepala lebih tinggi, dan tidur memakai bantal kehamilan.
    • Selain memerhatikan posisi tidur, penting juga untuk melakukan perubahan gaya dan pola makan yang dapat membantu mengatasi mual selama kehamilan.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 29/09/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan