home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Autisme atau autism spectrum disorder (ASD) merupakan kelainan yang menyebabkan seseorang kesulitan dalam berkomunikasi dan bersikap. Penderita autisme sulit untuk memahami apa yang orang lain pikirkan dan rasakan, termasuk sulit mengekspresikan dirinya. Itu sebabnya banyak orangtua yang mencoba mencegah autisme sedini mungkin, bahkan sejak dalam kandungan. Mungkinkan hal tersebut dilakukan?

Mencegah autisme sejak dalam kandungan

Hingga saat ini memang belum ada penjelasan yang pasti mengenai penyebab seorang anak mengalami autisme. Namun, para ilmuwan meyakini genetik menjadi faktor terbesar yang bisa menyebabkannya.

Selama masa kehamilan, dokter memang tidak bisa mendeteksi apakah anak yang masih di dalam kandungan tersebut mengidap autisme atau tidak. Apalagi, faktor terbesar penyebab autisme, yaitu genetik yang tidak bisa diubah.

Meski tidak bisa dicegah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan perkembangan janin dalam kandungan. Beberapa hal di bawah ini bisa Anda lakukan saat hamil untuk meningkatkan kesehatan, sekaligus dapat mencegah autisme pada anak sejak dalam kandungan.

  • Terapkan pola hidup sehat

Meningkatkan kesehatan ibu hamil sangat penting. Dengan menjaga kesehatan, ibu hamil dan janin dalam kandungannya dapat terhindari dari risiko berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah mengurangi risiko autisme pada anak yang dikandungnya.

Menerapkan pola hidup sehat bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang cukup dan bergizi, menjauhi rokok dan alkohol, dan berolahraga. Diskusikan dengan dokter kandungan Anda mengenai makanan apa saja yang baik dikonsumsi dan olahraga yang tepat sesuai dengan kondisi kehamilan Anda.

  • Jangan sembarang minum obat selama hamil

Bila Anda sakit pada saat hamil, tanyakan pada dokter Anda apa perawatan yang boleh dilakukan. Bila memerlukan obat, tanyakan pula obat yang boleh dikonsumsi saat hamil. Mengonsumsi obat sembarangan saat hamil bisa mengakibatkan autisme pada anak Anda.

Ilmuwan menemukan hubungan antara ibu hamil yang mengonsumsi obat-obatan dengan risiko autisme pada anaknya. Sebuah studi di Journal of the American Medical Association menemukan bahwa valproate (obat untuk epilepsi dan gangguan saraf lainnya) bisa meningkatkan risiko autisme bila dikonsumsi saat hamil.

  • Penuhi kebutuhan zat besi

Sebuah studi di American Journal of Epidemiology menemukan bahwa ibu hamil yang kekurangan zat besi kemungkinan lebih besar melahirkan anak dengan autisme dibandingkan dengan yang tidak kekurangan zat besi.

Oleh karena itu, upaya mencegah autisme sejak dalam kandungan dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan zat besi selama kehamilan. Peran zat besi sangat penting untuk pertumbuhan otak janin. Namun, faktanya setengah dari ibu hamil masih kekurangan zat besi.

Anda dapat memenuhi kebutuhan zat besi Anda selama hamil melalui makanan dan suplemen. Beberapa makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging, makanan laut, telur, roti dan sereal. Sementara untuk suplemen penambah zat besi, diskusikan pada dokter Anda apa suplemen yang tepat.

  • Minum suplemen asam folat

Otak bayi mulai berkembang saat masih dalam kandungan. Adapun folat atau vitamin B9 sangat penting untuk perkembangan otak. Seorang ibu yang kekurangan folat saat hamil meningkatkan risiko autisme pada anak yang dilahirkannya. Karena itu, ada baiknya untuk mengonsumsi suplemen asam folat selama kehamilan.

  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter

Untuk mengetahui perkembangan janin dalam kandungan, jangan lupa untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter. Dokter akan memberikan saran atas kondisi kehamilan Anda dengan tepat.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WebMD. 2020. Can Autism Be Prevented?. [online] Available at: <https://www.webmd.com/brain/autism/can-you-prevent-autism> [Accessed 10 March 2020].

Parents. 2020. Preventing Autism In Pregnancy: Is It Possible?. [online] Available at: <https://www.parents.com/pregnancy/my-baby/pregnancy-and-autism-what-you-need-to-know/> [Accessed 10 March 2020].

Spectrumnews.org. 2020. How Pregnancy May Shape a Child’s Autism. [online] Available at: <https://www.spectrumnews.org/features/deep-dive/pregnancy-may-shape-childs-autism/> [Accessed 10 March 2020].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x