Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Masturbasi Saat Hamil: Aman atau Tidak, Ya?

Masturbasi Saat Hamil: Aman atau Tidak, Ya?

Selama kehamilan, gairah seks ibu hamil mengalami peningkatan karena produksi hormon bertambah. Untuk memuaskan dorongan seks, ibu bisa berhubungan intim saat hamil dengan pasangan. Namun, tidak hanya itu, ibu bisa memuaskan dengan melakukan masturbasi. Pertanyaannya, amankah melakukan masturbasi saat hamil muda atau tua? Berikut penjelasannya.

Masturbasi aman untuk ibu hamil

Pada dasarnya, melakukan aktivitas seksual aman ibu lakukan selama kehamilan, termasuk masturbasi. Mengutip dari Mayo Clinic, kantung ketuban melindungi janin dalam kandungan.

Selain itu, kondisi otot rahim yang kuat dan lendir tebal menutup leher rahim membuat janin tetap aman selama ibu berhubungan seksual.

Meski sama-sama termasuk aktivitas seksual, berhubungan intim dengan pasangan tentu beda rasanya saat ibu hamil masturbasi atau onani. Lantas, masturbasi saat hamil aman atau tidak, ya?

Pada kehamilan yang tidak berisiko, masturbasi adalah cara aman untuk melepas stres dan mengatur libido saat mengandung.

Masturbasi dapat meningkatkan produksi endorfin, hormon yang dapat menimbulkan rasa nyaman dan kebahagiaan.

Bagi sebagian ibu hamil yang mengalami morning sickness atau nyeri punggung, akan merasakan kenikmatan yang melegakan saat melakukan onani.

Ibu juga masih bisa menggunakan mainan seks, seperti vibrator atau dildo, selama benda tersebut dalam keadaan bersih.

Masturbasi juga bisa menjadi alternatif aktivitas seksual ketika perut ibu sudah sangat besar, terutama di trimester ketiga kehamilan.

Pada fase ini, perut ibu sudah sangat besar dan terkadang membuat penetrasi dengan pasangan terasa sulit.

Melakukan masturbasi saat hamil mampu memberikan kenikmatan seksual yang lebih memuaskan daripada interaksi dengan pasangan.

Namun, tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan bila ingin melakukan masturbasi saat hamil muda atau tua.

Kondisi kehamilan setiap ibu berbeda-beda, dokter akan menyesuaikan aktivitas seksual yang aman untuk ibu dan janin.

Kondisi yang membuat ibu hamil perlu menghindari masturbasi

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan ibu untuk menghindari aktivitas seksual, termasuk masturbasi.

Kondisi dan komplikasi kehamilan yang membuat ibu perlu menunda aktivitas seksual yaitu:

Sebagian besar alasan ibu perlu menunda masturbasi karena orgasme bisa memicu kontraksi dan berbahaya bagi yang memiliki komplikasi.

Saat ibu melakukan aktivitas seksual, seperti masturbasi, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin ke dalam aliran darah.

Mengutip dari Childbirth Connection, oksitosin yang terkenal sebagai ‘hormon cinta’ memang bisa memicu kontraksi selama kehamilan dan persalinan.

Hormon oksitosin juga bermanfaat dalam melancarkan ASI dan menjaga suasana hati agar tetap bahagia.

Sejauh ini, belum ada bukti klinis masturbasi selama kehamilan bisa memicu persalinan dini pada yang tidak berisiko tinggi.

Seks dan masturbasi saat hamil boleh-boleh saja, asal ibu merasa nyaman melakukannya.

health-tool-icon

Penambahan Berat Badan Kehamilan

Perhitungan ini dapat digunakan untuk perempuan yang ingin melihat kisaran kenaikan berat badan yang sehat selama kehamilan berdasarkan berat badan mereka sebelum hamil.

28
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Masturbation | Facts About Male & Female Masturbation. (2021). Retrieved 21 May 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/sex-pleasure-and-sexual-dysfunction/masturbation

Sex during pregnancy: What’s OK, what’s not. (2021). Retrieved 21 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/sex-during-pregnancy/art-20045318

Sensate Focus. (2021). Retrieved 21 May 2021, from https://health.cornell.edu/sites/health/files/pdf-library/sensate-focus.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 11/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita